01/11/2026
Dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) digelar Pernyataan Komitmen Bersama pada Sabtu (31/10) di depan Gerbang Barat Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan, keberadaan berbagai program penanganan kesehatan jiwa yang telah berjalan saat ini, tetap membutuhkan evaluasi berkala mengenai ketepatan sasarannya.
Selain itu, Pemda DIY juga mencermati skema penganggaran dan penyaluran dana ke tingkat kelurahan, agar prioritas alokasi program kesehatan jiwa di wilayah bawah dapat terfasilitasi secara proporsional sesuai aturan yang berlaku.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD DIY, Dwi Wahyu Budianto turut menggarisbawahi krusialnya ketersediaan data riset yang valid mengenai peta kesehatan jiwa di DIY. Data dasar yang dihimpun dari fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas hingga Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, perlu ditunjang oleh peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan psikologis secara berkala.
“Kita masih menghadapi keterbatasan jumlah sumber daya manusia, khususnya tenaga psikolog dan psikososial di fasilitas kesehatan. Karena itu, edukasi kesehatan jiwa di tengah masyarakat harus terus diperluas melalui program-program yang solutif,” ujar Dwi Wahyu.
Dwi Wahyu menjelaskan, edukasi ini penting agar masyarakat memiliki kemampuan deteksi dini dan tidak salah memberikan penilaian atau stigma terhadap kondisi kejiwaan seseorang. Selain itu, penyiapan dan pemenuhan SDM kesehatan jiwa yang mumpuni hingga tingkat Puskesmas, harus terus dioptimalkan guna mendukung sistem deteksi dini, serta pelayanan psikososial yang ramah di tingkat masyarakat.
Selengkapnya di jogjaprov.go.id
_____