02/09/2026
KBRI Manila telah mendukung proses penanganan dan pemulangan Sdr. Rachmad Labada, ABK kapal El Malika, yang ditemukan terdampar di Palau pada 20 Agustus 2026, setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak 7 Agustus 2026.
Setelah ditemukan, Sdr. Rachmad mendapatkan perawatan di Belau National Hospital, Koror, Palau sejak tanggal 21 Agustus 2026 hingga dinyatakan dapat keluar dari rumah sakit pada 27 Agustus 2026. Selama proses penanganan, KBRI Manila memberikan dukungan logistik serta membantu memastikan kebutuhan dan kesiapan yang bersangkutan untuk pulang ke Indonesia.
KBRI Manila juga menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Palau dan Filipina untuk mendukung kelancaran proses kepulangan dari Palau ke Indonesia dengan transit di Manila.
Pada 28 Agustus 2026, Sdr. Rachmad berangkat dari Palau dan tiba di Jakarta pada 29 Agustus 2026, yang diterima oleh Direktur Perlindungan Nelayan, KKP, Imigrasi Jakarta, dan pemilik Kapal. Pada 1 September 2026, yang bersangkutan didampingi pemilik kapal tiba di Manado dan diterima oleh Kepala Zona Maritim Tengah Badan Keamanan Laut, Bakamla, dan pihak-pihak terkait, untuk selanjutnya diantar hingga ke kampung halamannya di Kema, Sulawesi Utara, bertemu dengan keluarga.
Keberhasilan pemulangan Sdr. Rachmad merupakan hasil koordinasi dan kerja sama yang baik berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, KKP, Bakamla, pemilik kapal, Konsul Kehormatan Indonesia untuk Palau, Penghubung KBRI Manila di Palau, serta pihak-pihak terkait lainnya.