15/06/2026
ππππππ ππππππππ ππ πππππ ππππ πππππππππ ππππππππππππ πππππππ πππππ π π,π ππ π
πππππππ πππππππ πππππππ πππππππππ πππ πππ π
Davao City, 13 Juni 2026 β Konsul Jenderal RI Davao City memberikan wawancara kepada Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 3 mengenai perkembangan terkini gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 yang mengguncang Filipina Selatan pada 8 Juni 2026. Dalam wawancara tersebut, Konsul Jenderal menyampaikan bahwa aktivitas gempa susulan masih berlangsung meskipun menunjukkan tren penurunan. Gempa telah menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, jaringan listrik dan komunikasi, serta akses jalan di beberapa wilayah terdampak, khususnya di Provinsi Sarangani, General Santos City, dan wilayah sekitarnya. Pemerintah Filipina bersama pemerintah daerah terus melakukan pemulihan infrastruktur, pembukaan akses transportasi, serta penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
Terkait kondisi Warga Negara Indonesia (WNI), Konsul Jenderal menjelaskan bahwa KJRI Davao City sejak hari pertama telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Filipina, tokoh masyarakat Indonesia, serta jaringan penghubung masyarakat Indonesia di wilayah akreditasi. Hingga saat ini tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban jiwa maupun korban luka akibat gempa. Namun demikian, berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 103 rumah milik WNI dilaporkan mengalami kerusakan di berbagai wilayah terdampak, termasuk General Santos City, Glan, Laensasi, Tikang, Pagang, Pulau Sarangani, dan Pulau Balut. Selain itu, sejumlah rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas komunitas WNI juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Dalam kesempatan tersebut, Konsul Jenderal menegaskan bahwa KJRI Davao City terus melakukan asesmen lapangan dan pemantauan situasi untuk memastikan keselamatan seluruh WNI di Filipina Selatan. KJRI Davao City juga mengoperasikan layanan Hotline Pelindungan WNI selama 24 jam dan membuka berbagai kanal komunikasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun ingin melaporkan kondisi WNI terdampak. KJRI Davao City mengimbau seluruh WNI agar tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta segera menghubungi KJRI Davao apabila memerlukan bantuan atau mengetahui adanya WNI yang terdampak akibat gempa bumi tersebut.
------------------------------------
ππππππ πππππππ ππ
πππ ππππππππ ππ
πππππππππ ππ πππππ ππππ ππππππππ ππππππ πππππππ ππ πππ ππ.π ππππππππππ ππ ππππππππ πππππππππππ πππππππ ππ πππππππππ ππππ πππ πππ π
Davao City, 13 June 2026 β The Consul General of the Republic of Indonesia in Davao City gave an interview to Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 3 regarding the latest developments following the magnitude 7.8 earthquake that struck Southern Philippines on 8 June 2026. During the interview, the Consul General stated that aftershock activity is still ongoing, although it has shown a declining trend. The earthquake caused damage to a number of public facilities, power and communication networks, as well as road access in several affected areas, particularly in Sarangani Province, General Santos City, and nearby localities. The Philippine Government, together with local government units, continues to undertake infrastructure rehabilitation, restore transportation access, and deliver humanitarian assistance to affected communities.
Regarding the condition of Indonesian nationals, the Consul General explained that CGRI Davao City has been conducting intensive coordination since the first day of the disaster with Philippine authorities, Indonesian community leaders, and community liaison networks throughout its accreditation area. To date, there have been no reports of Indonesian nationals being killed or injured as a result of the earthquake. However, based on preliminary assessments, at least 103 houses owned by Indonesian nationals have sustained damage in various affected areas, including General Santos City, Glan, Laensasi, Tikang, Pagang, Sarangani Island, and Balut Island. In addition, several places of worship serving as centers of community activities for Indonesian nationals have also suffered damage due to the earthquake.
On the occasion, the Consul General emphasized that CGRI Davao City continues to conduct field assessments and monitor developments closely to ensure the safety and well-being of all Indonesian nationals in Southern Philippines. CGRI Davao City also operates a 24-hour Hotline for the Protection of Indonesian Nationals and maintains multiple communication channels for individuals seeking assistance or wishing to report the condition of affected Indonesian nationals. CGRI Davao City urges all Indonesian nationals to remain calm yet vigilant, follow the instructions of local authorities, and immediately contact CGRI Davao City should they require assistance or become aware of any Indonesian nationals affected by the earthquake.