10/10/2025
๐๐ข๐ฌ๐ญ๐๐ซ๐ข ๐๐ฎ๐ง๐ข๐๐ง: ๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ ๐๐ข๐ญ๐จ๐ฅ๐จ๐ ๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฒ๐ฎ ๐๐๐ง ๐๐๐ซ๐ฌ๐ฉ๐๐ค๐ญ๐ข๐ ๐๐ฌ๐ฅ๐๐ฆ
(Ibnu Abdillah Al-Katibiy, 08-09-2025)
Fenomena ๐๐ฎ๐ง๐ข๐๐ง sudah lama menjadi bagian dari cerita rakyat di Malaysia, Brunei, dan sebagian wilayah Nusantara. Mereka digambarkan sebagai makhluk halus yang mirip manusia, cantik dan tampan, hidup dalam kampung atau kerajaan tersembunyi, serta kadang berinteraksi dengan manusia. Tak jarang kisah Bunian dikaitkan dengan gadis-gadis cantik yang tiba-tiba hilang, diduga โdibawa masukโ ke alam mereka.
Namun, bagaimana Islam memandang fenomena ini? Apakah Bunian benar-benar bangsa lain selain manusia dan jin, ataukah sekedar sebutan lokal bagi makhluk yang sudah dijelaskan dalam Al-Qurโan dan Hadits Nabi?
๐๐ฎ๐ง๐ข๐๐ง ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐ข๐ญ๐จ๐ฅ๐จ๐ ๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฒ๐ฎ
Dalam cerita rakyat, Bunian sering digambarkan:
- Berwujud manusia rupawan dengan pakaian indah.
- Hidup berkelompok di perkampungan gaib atau kerajaan tersembunyi.
- Tidak kasat mata, kecuali jika mereka memilih menampakkan diri.
- Berinteraksi dengan manusia, bahkan ada kisah pernikahan antara manusia dan Bunian.
- Menculik atau membawa manusia, terutama perempuan cantik, ke alam mereka.
Citra ini menjadikan Bunian seolah-olah bangsa ketiga setelah manusia dan jin, makhluk โmanusia halusโ dengan dunia paralel yang mirip kehid**an manusia.
๐๐๐ซ๐ฌ๐ฉ๐๐ค๐ญ๐ข๐ ๐๐ฌ๐ฅ๐๐ฆ: ๐๐ฎ๐ง๐ข๐๐ง ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐๐ข๐ง
Jika ditimbang dengan kacamata aqidah Islam, tidak ada dalil sahih yang menyebut adanya makhluk gaib ketiga selain manusia dan jin dari sisi taklif Syare'at. Allah Ta'ala berfirman:
ููู
ูุง ุฎูููููุชู ุงููุฌูููู ููุงููุฅููุณู ุฅููููุง ููููุนูุจูุฏูููู
โTidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.โ (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ayat ini menegaskan hanya ada dua makhluk berakal yang dibebani syariat: manusia dan jin. Maka โBunianโ tidak mungkin makhluk baru, melainkan termasuk ke dalam golongan jin.
Karakter Bunian yang bisa menampakkan diri, menyerupai manusia, menimbulkan rasa takut, bahkan menjalin โhubungan asmaraโ dengan manusia, sangat sesuai dengan sifat ๐ฃ๐ข๐ง โ๐๐ฌ๐ฒ๐ข๐ช
(jin yang jatuh cinta pada manusia). Dalam banyak kasus ruqyah, jin jenis ini memang sering mengaku sebagai makhluk lain, bahkan menipu dengan kisah kerajaan atau status โketurunan raja gaibโ, seperti dalam kisah wanita kemaren yang saya jelaskan di postingan sebelum ini.
๐
๐๐ง๐จ๐ฆ๐๐ง๐ ๐๐ข๐ฅ๐๐ง๐ ๐ง๐ฒ๐ ๐๐จ๐ซ๐๐๐ง ๐ค๐ ๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐ฎ๐ง๐ข๐๐ง
Kasus gadis yang hilang dan diduga dibawa ke alam Bunian seringkali identik dengan fenomena sukma tertawan jin. Ada kalanya tubuh korban masih ada, namun jiwanya seakan ditahan dalam dimensi gaib sehingga ia linglung atau koma. Ada juga pernah saya dengar di Malaysia, kisah orang hilang yang kemudian ditemukan kembali setelah beberapa hari, dengan pengakuan seolah hidup dan dibawa oleh Bunian ke alamnya.
Dari sisi syariat, hal ini bagian dari tipu daya jin. Nabi shalallahu alaihi wa salam telah memperingatkan bahwa jin bisa berpindah cepat, bisa meniru wujud, dan bisa menipu manusia dengan ilusi.
Sikap kita sebagai muslim yang berakidahkan Ahlussunah wal Jama'ah;
1. Mengimani hanya yang diajarkan wahyu: Jangan meyakini adanya โbangsa ketigaโ selain manusia dan jin dari segi taklif Syare'at.
2. Waspada terhadap tipu daya jin: Mereka bisa menampilkan diri sebagai Bunian, raja gaib, atau sosok berwibawa untuk menjerumuskan manusia.
3. Benteng terkuat adalah tauhid, dzikir, dan tawakal kepada Allah, sebab hanya dengan perlindungan-Nya manusia bisa selamat dari tipu daya jin dalam bentuk apa pun.
Maka bunian dalam mitologi Melayu hakikatnya adalah jin yang menipu manusia dengan kisah indah dan rupa rupawan. Islam menegaskan hanya ada dua makhluk berakal: manusia dan jin. Maka seorang Muslim hendaknya menyikapi kisah Bunian dengan hati-hati, tidak menolak sepenuhnya karena ada fenomena nyata, tapi juga tidak meyakini mitos di luar ajaran Islam.
Bunian hanyalah nama lokal. Dalam istilah syariat, mereka tidak lain adalah bagian dari jin. Maka jangan sampai kagum atau takut berlebihan, apalagi sampai mengagungkan mereka.