27/06/2025
Salam Maal Hijrah 1447H: Hijrah Jiwa, Pulang ke Diri
“Yang pergi bukan hanya tahun, tapi juga versi lama diri kita yang tak perlu dibawa ke hadapan lagi.”
Kadang, kita terlalu sibuk mengejar, sampai lupa pulang. Sedang setiap hijrah itu bukan semata berpindah tempat akan tetapi kembali ke dalam, menyusun semula serpih-serpih jiwa yang pernah kita abaikan. Seperti bait lagu yang perlahan mendakap malam, Maal Hijrah ini mengajak kita merenung dan memeluk diri yang luka, diri yang pernah terjatuh, tapi tak pernah berhenti untuk kembali bangkit.
Kehidupan madani yang diangkat bukan konsep besar yang hanya terjangkau dalam wacana berat. Ia hadir dalam perbuatan kecil, dalam mata yang lembut memandang orang lain, dalam tangan yang ringan membantu tanpa syarat, dalam lidah yang menjaga agar tiada hati yang koyak. Dalam hidup sebagai pelajar, madani itu hadir saat kita hormat pensyarah, saat kita peluk kawan yang senyumnya tak serupa biasanya, saat kita beri laluan kepada yang lebih perlu.
Kita belajar bahawa hidup ini bukan tentang jadi paling laju, tapi siapa yang paling ikhlas menempuhnya. Di dunia yang sering berlumba-lumba untuk jadi lebih, kita pilih untuk jadi cukup dimana rasa cukup menyantuni, cukup menghargai, cukup menjadi manusia. Itulah hijrah sebenar.
Dan kalau pernah tersasar, Maal Hijrah adalah ruang untuk kembali. Seperti lirik lagu yang sebut: "Aku kembali pulang, temukan yang hilang...", kita semua sedang dalam perjalanan dan itu tak mengapa. Selagi masih ada rasa ingin berubah, selagi masih ada hati yang ingin menjadi lebih baik, Tuhan tak pernah tutup pintu.
Hijrah ini bukan tentang menjadi sempurna,
Tapi tentang menjadi sedar.
Jadi, mari kita langkahkan kaki perlahan, penuh sedar, penuh doa. Mari kita cipta madani bukan hanya pada dasar dan dasar, tapi pada jiwa dan rasa.
Selamat Menyambut Maal Hijrah 1447H
Ikhlas dari Mahasiswa Keadilan UKM