13/05/2026
Dua dekade setelah Gempa Jogja 2006, semangat untuk bangkit dan memperkuat kesiapsiagaan bencana terus menyala.
Rabu, 13 Mei 2026, bertempat di Pendopo Tampi Bumi, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo, para relawan dan masyarakat Kalurahan Bumirejo mengikuti Sosialisasi Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Bencana bertajuk "Dua Dasawarsa Gempa Jogja: Bangkit dan Siaga Bencana.”
Kegiatan diawali dengan sambutan Lurah Bumirejo dan secara resmi dibuka oleh Bapak Edhy Hartana, S.Pd., M.M., selaku Kepala Bidang Damkarmat yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD DIY.
Sesi pertama disampaikan oleh Agus Triyono, S.T., MMB., selaku PMG Madya Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, BMKG Yogyakarta. Materi yang dipaparkan meliputi potensi gempa bumi dan tsunami di Daerah Istimewa Yogyakarta, perkembangan aktivitas Sesar Opak, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Hifni Muhammad Nasikh, S.E., MBA., Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, yang menekankan pentingnya peran relawan dan masyarakat dalam seluruh tahapan manajemen bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Penguatan kapasitas relawan, kolaborasi multipihak, digitalisasi informasi kebencanaan, serta pemberdayaan komunitas lokal menjadi strategi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh.
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif. Masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi Kalurahan Bumirejo yang kerap terdampak banjir, khususnya saat status siaga darurat hidrometeorologi. Usulan pembangunan tanggul menjadi salah satu perhatian utama dalam forum ini.
Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan ikhtiar bersama yang dibangun melalui pengetahuan, gotong royong, dan kolaborasi yang kuat.
Karena masyarakat yang tangguh adalah fondasi utama daerah yang siap menghadapi bencana.