07/11/2022
Bunda, ada kalanya kita hilang kesabaran saat menghadapi buah hati sehingga membentaknya dengan nada yang keras. Ingatlah bahwa ini bukanlah cara berkomunikasi dengan anak yang baik, bahkan dapat menimbulkan bahaya karena membentak anak.
Semakin bertambah usia anak, emosinya juga semakin berkembang. Terkadang ada saja sikapnya yang membuat Bunda naik darah hingga terlontarlah bentakan padanya.
Jika berpikir membentak bikin anak lebih patuh dan mau mendengarkan ucapan orangtua, anggapan ini salah besar. Justru, salah satu akibat yang mungkin terjadi saat anak sering dibentak adalah anak jadi tidak mau menuruti nasihat Bunda.
Saat membentak, orangtua sebenarnya sedang mengaktifkan bagian pada otak anak yang memiliki fungsi pertahanan dan perlawanan. Saat itu, ia akan ketakutan, melawan orangtua, atau justru kabur.
Ini bisa mengganggu perkembangan anak. Daripada memarahinya dengan nada bicara yang keras, cobalah untuk berdiskusi dengan anak saat ia melakukan kesalahan. Orangtua akan melihat hasil yang berbeda pada anak setelah menghentikan kebiasaan membentak anak.
Bahaya membentak anak lainnya yang perlu Bunda waspadai adalah anak akan kehilangan kepercayaan diri. Kondisi ini dapat terjadi bila bentakan diikuti dengan kata-kata yang menyakitkan atau menghina. Akibatnya, anak hidup dalam kegelisahan dan keragu-raguan.
Orangtua perlu melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kepercayaan diri anak bila itu terjadi. . Merasa tidak dihargai dan tidak disayang sering menjadi akibat dari anak yang terlalu sering dibentak dan dimarahi oleh orangtua.
Pasalnya, bahaya membentak anak juga dapat terbentuk akibat orangtua yang tidak menghargai anaknya sendiri. Akibatnya, anak menjadi tidak bisa menunjukkan rasa hormat kepada orangtua.
Repost : parentinganakofficial