06/12/2021
Geliat Kampung Adat Segunung, Menyejahterakan Warga Melalui Budaya Lokal
Jombang, 3 Desember 2021
Kesejukan udara di lereng pegunungan Anjasmoro menyambut kehadiran Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta, Dr. Oetami Dewi dan jajaran di Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kunjungan kerja dalam rangka studi informasi pembangunan kesejahteraan sosial di wilayah Kabupaten Jombang ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, Kepala Dinas Sosial Kab Jombang, Hari Purnomo, dan Ketua Kampung Adat Segunung, Supi’i.
Dr. Oetami Dewi menyampaikan “Mengunjungi Jombang menjadi sebuah kegiatan napak tilas perjuangan kami dalam melakukan pilot project pengembangan Program Keluarga Harapan (PKH). Secara fisik, wilayah ini mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan puluhan tahun lalu. Jalan yang dulu sulit dilalui sekarang telah mulus dan mudah diakses mobil.”
“Salah satu yang menarik disini adalah bagaimana Dusun Segunung telah menjadi Kampung Adat dan destinasi wisata yang menawarkan budaya dan kearifan lokal. Perkembangan ini tentu tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Daerah untuk mempertahankan bahkan memberdayakan masyarakat melalui sumber daya sosial dan alam yang ada. Hal ini patut mendapat apresiasi. Secara langsung dapat saya lihat keunikan adat Segunung. Mulai dari pakaian adat, menu makanan dan minuman yang serba tradisional serta melimpahnya hasil alam seperti buah, sayur dan hasil ternak.” Tambah Dr. oetami Dewi.
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah menjelaskan bahwa perkembangan di Segunung dilakukan oleh masyarakat sendiri. Penetapan Segunung sebagai Kampung Adat menjadi pendorong agar kekayaan dan kearifan lokal yang ada di sana tetap terjaga dan terpelihara. “Kami ingin melestarikan kearifan, nilai dan budaya masyarakat Dusun Segunung. Kekayaan budaya dan kekayaan alam di wilayah ini kami yakini mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi warga.”
Alih-alih mendorong masuknya pemodal atau investor, Pemda Jombang memilih untuk meningkatkan pengelolaan modal sosial yang ada. “Saat ini, kami belum membuka investasi dari luar. Lebih dulu, kami ingin menyiapkan warga Segunung dengan memperkuat nilai kegotongroyongan dan rasa memilikinya, merasa bangga akan adat dan budayanya. Senang memakai baju adat dan blangkon Jombangannya. Kami terus melakukan pendampingan dan rekayasa-rekayasa sosial agar warga semakin mampu mengelola kekayaan dan budaya nya menjadi sumber kesejahteraan hidup.” Jelas Sumrambah.
“Sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan perdesaan, Segunung menawarkan sejumlah daya tarik mulai dari adat dan budaya, pemandangan alam pegunungan sampai kuliner khas pedesaan. Nasi ampok yakni nasi beras yang dicampur biji jagung yang ditumbuk, nasi campur ketela atau nasi tiwul, sayur lompong (batang daun talas) dan sayur rebung patut dicoba. Sayur rebung menawarkan sensasi segar dan crunchy karena dipetik langsung dari kebun,” kata Sumrambah.
Dr. Oetami Dewi mengapresiasi kebijakan Pemerintah Daerah yang memilih memberdayakan masyarakat dengan melihat Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang ada. Melihat potensi serta perkembangan yang ada di Segunung, ia meyakini masyarakat Dusun Segunung dan sekitarnya dapat menjadi sejahtera berkat adat dan budaya lokalnya. Hal ini tentu berdampak positif bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program-program bantuan sosial yang diberikan oleh Kementerian Sosial seperti PKH dan lain lain.
Cek selengkapnya ⬇️
b2p3ksjogja.kemensos.go.id
Kementerian Sosial RI
Badiklit Pensos