KUA Wadaslintang Kabupaten Wonosobo

KUA Wadaslintang Kabupaten Wonosobo Wahana dakwah Islamiyah, edukatif, informatif tentang Keislaman

HUKUM NUMPANG BUANG AIR DI TOILET MASJIDHukum menumpang buang air (toilet) di masjid pada dasarnya tidak diperbolehkan(h...
14/06/2026

HUKUM NUMPANG BUANG AIR DI TOILET MASJID

Hukum menumpang buang air (toilet) di masjid pada dasarnya tidak diperbolehkan(haram) karena fasilitas dan air di masjid khususnya diperuntukkan untuk ibadah, seperti wudhu dan mandi yang berkaitan dengan shalat atau ibadah lain di masjid tersebut. Menggunakan fasilitas masjid hanya untuk buang hajat tanpa beribadah dihukumi haram. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Syeikh Asy-Syarwani:

وَكَذَا يُؤْخَذُ مِنْ ذَلِكَ حُرْمَةُ مَا جَرَتْ بِهِ الْعَادَةُ مِنْ أَنَّ كَثِيرًا مِنْ النَّاسِ يَدْخُلُونَ فِي مَحَلِّ الطَّهَارَةِ لِتَفْرِيغِ أَنْفُسِهِمْ ثُمَّ يَغْسِلُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَيْدِيَهُمْ مِنْ مَاءِ الْفَسَاقِيِ الْمُعَدَّةِ لِلْوُضُوءِ لِإِزَالَةِ الْغُبَارِ وَنَحْوِهِ بِلَا وُضُوءٍ وَلَا إرَادَةِ صَلَاةٍ

Begitu juga keharaman yang menjadi kebiasaan bahwasanya banyak orang-orang masuk ke tempat bersuci untuk merampungkan hajatnya, membasuh wajah serta tangannya dari debu dan sesamanya menggunakan air yang dikhususkan untuk wudu tanpa melakukan wudu dan tanpa tujuan shalat. (Hasyiyah Asy-Syarwani, juz 1 hal. 231)

Namun, jika sumber air tersebut memang diwakafkan untuk kemaslahatan umum atau sudah menjadi kebiasaan masyarakat memanfaatkannya secara umum tanpa ada pengingkaran dari ahli ilmu agama atau lainnya, maka hukumnya diperbolehkan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Zainuddin Maliabari

إِنَّهُ إِذَا دَلَّتْ قَرِيْنَةٌ عَلَى أَنَّ الْمَاءَ مَوْضُوْعٌ لِتَعْمِيْمِ الْاِنْتِفَاعِ جَازَ جَمِيْعُ مَا ذُكِرَ مِنَ الشَّرْبِ وَغَسْلُ النَّجَاسَةِ وَغَسْلُ الْجِنَابَةِ وَغَيْرُهَا وَمِثَالُ الْقَرِيْنَةِ: جِرْيَانُ النَّاسِ عَلَى تَعْمِيْمٍ لِاِنْتِفَاعٍ مِنْ غَيْرِ نَكِيْرٍ مِنْ فَقِيْهٍ وَغَيْرِهِ

Sesungguhnya apabila terdapat indikasi bahwa air tersebut disediakan untuk kemanfaatan umum, maka boleh menggunakannya untuk semua kepentingan di atas, semisal untuk minum, membasuh najis, mandi junub dan lain sebagainya. Contoh dari indikasi tersebut adalah kebiasaan manusia untuk memanfaatkannya secara umum tanpa ada pengingkaran, baik dari ahli fikih atau yang lainnya. (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin, hal. 88)

Sudah diketahui secara umum bahwa menumpang toilet masjid untuk sekedar buang hajat telah menjadi kebiasaan dan hal tersebut tidak ada yang mengingkarinya dan oleh karenanya hukum menumpang toilet masjid untuk sekedar buang hajat diperbolehkan.

Selain itu, sangat dianjurkan untuk tetap berwudhu atau beribadah di masjid tersebut, atau mengganti ongkos penggunaan fasilitas dengan infak yang setara.

Khutbah Jum'at MENGEPING WAKTU, MENIMBANG MAKNA HARTA​​الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً ...
12/06/2026

Khutbah Jum'at

MENGEPING WAKTU, MENIMBANG MAKNA HARTA

​الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
​وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَاحِبُ الْمَقَامِ الْمَحْمُودِ وَالْحَوْضِ الْمَوْرُودِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، سَيِّدِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ، وَأَصْحَابِهِ الْأَخْيَارِ الْمُنْتَجَبِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
​أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
​يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

​Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

​Hari ini, di penghujung tahun, kita berdiri di sebuah jembatan waktu. Di belakang kita ada bentangan hari yang telah lalu, dan di depan kita ada kabut hari esok yang belum teraba. Detik demi detik berbisik lirih meninggalkan kita, bukan sekadar menandai pergantian kalender, melainkan sedang mengikis jatah usia kita di dunia ini.

​Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Surah Al-Hasyr ayat 18, yang baru saja khatib bacakan:
​“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

​Ayat ini adalah fondasi dari muhasabah—sebuah tindakan berani untuk berkaca pada cermin jiwa kita sendiri. Mari kita tanyakan pada diri kita dengan jujur: Selama satu tahun ini, apakah kita lebih banyak membangun istana di dunia atau menanam benih untuk di akhirat?

​Sidang Jemaah yang Dimuliakan Allah,

​Salah satu ujian terbesar sekaligus nikmat terdahsyat yang Allah titipkan kepada kita sepanjang tahun ini adalah Harta. Banyak di antara kita yang menghabiskan siang dan malam, memeras keringat hingga air mata, demi mengejar harta. Namun, di akhir tahun ini, mari kita merenung: Di mana letak kebermaknaan harta yang sesungguhnya?

​Harta seringkali menipu mata. Kita mengira harta adalah apa yang kita miliki di rekening bank, tanah yang membentang, atau kendaraan yang megah. Padahal, Rasulullah ﷺ telah membuka hakikat harta dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim:

​يَقُولُ الْعَبْدُ: مَالِي مَالِي، وَإِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلَاثٌ: مَا أَكَلَ فَأَفْنَى، أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى، أَوْ أَعْطَى فَأَقْنَى، وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ
​“Seorang hamba berkata: ‘Hartaku, hartaku!’ Padahal hartanya yang sesungguhnya hanyalah tiga: Apa yang ia makan lalu sirna, apa yang ia pakai lalu usang, atau apa yang ia sedekahkan lalu ia simpan (di akhirat). Dan apa yang selain itu, maka ia akan lenyap dan ditinggalkannya bagi manusia (ahli waris).” (HR. Muslim).

​Harta baru akan bermakna ketika ia berubah wujud menjadi amal shalih. Harta yang kita simpan erat-erat dalam genggaman ego, kelak hanya akan menjadi angka-angka yang ditinggalkan untuk diperebutkan.

Namun, harta yang kita alirkan untuk menyeka air mata anak yatim, membantu agama Allah, dan memberi nafkah yang halal untuk keluarga, itulah harta yang sesungguhnya. Ia melompat melewati batas kematian dan menunggu kita di padang Mahsyar sebagai peneduh.

​Jemaah Jumat yang Dirahmati Allah,

​Bayangkan hari di mana tidak ada lagi tawar-menawar. Hari di mana kita berdiri sendiri di hadapan Rabbul 'Alamin. Rasulullah ﷺ mengingatkan kita tentang interogasi agung yang pasti akan kita hadapi terkait waktu dan harta kita:

​لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنِ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ
​“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang telah ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia infakkan, dan tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan.” (HR. Tirmidzi).

​Perhatikan baik-baik! Untuk umur, ilmu, dan tubuh, Allah hanya bertanya satu hal: untuk apa digunakan? Namun khusus untuk Harta, Allah mengajukan dua pertanyaan sekaligus: Dari mana kau dapatkan, dan ke mana kau belanjakan?

​Pertanyaan ini berat, ya ma'asyiral muslimin. Sungguh berat. Apakah rupiah yang masuk ke kantong kita tahun ini bersih dari riba? Bersih dari menzalimi hak orang lain? Bersih dari penipuan? Dan setelah ia mampir ke tangan kita, apakah ia keluar untuk ketaatan, atau justru menjadi bahan bakar untuk kemaksiatan dan kesombongan?

​Jika harta membuat kita lupa tegur sapa dengan tetangga, jika harta membuat kita enggan melangkahkan kaki ke masjid, dan jika harta membuat kita merasa lebih mulia dari sesama, maka ketahuilah, harta itu telah kehilangan maknanya. Ia bukan lagi nikmat, melainkan istidraj—jebakan manis yang perlahan menyeret kita ke jurang kebinasaan.

​Jama'ah Jum'at Rahimakumullah

​Sebelum lembaran tahun ini benar-benar ditutup oleh malaikat pencatat amal, mari kita bersujud, menangis, dan memohon ampun atas segala kelalaian kita. Gunakan sisa waktu yang ada untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.

​Jika ada harta yang bukan hak kita, kembalikan. Jika ada zakat yang belum tertunaikan, bayarkan. Jadikan sisa umur kita menjadi sebaik-baiknya masa, dan jadikan harta yang ada di tangan kita saat ini sebagai jembatan menuju ridha-Nya.

​بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

MONITORING DAN EVALUASI BIMAS ISLAM DI KUA WADASLINTANGDalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan keagam...
11/06/2026

MONITORING DAN EVALUASI BIMAS ISLAM DI KUA WADASLINTANG

Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan keagamaan, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo yang terdiri dari Fathan Asy'ari, Eko Budianto, dan Hasti Unggul Pambudi melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi di KUA Kecamatan Wadaslintang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program Bimbingan Masyarakat Islam berjalan sesuai ketentuan, efektif, akuntabel, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain melakukan peninjauan administrasi dan program, tim juga berdiskusi dengan jajaran KUA mengenai berbagai inovasi layanan, tantangan di lapangan, serta langkah-langkah penguatan kinerja ke depan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan KUA Wadaslintang semakin profesional, adaptif, dan mampu menghadirkan layanan keagamaan yang berkualitas, mudah diakses, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.

"Monev bukan sekadar penilaian, tetapi ikhtiar bersama untuk terus memperbaiki, memperkuat, dan menghadirkan pelayanan yang semakin bermutu bagi masyarakat."

Nikah yang dipersiapkan akan jadi  Solusi bulan Ilusi apalagi ScaryPernikahan bukan sekadar tentang menemukan orang yang...
10/06/2026

Nikah yang dipersiapkan akan jadi Solusi bulan Ilusi apalagi Scary

Pernikahan bukan sekadar tentang menemukan orang yang tepat, tetapi tentang menjadi pribadi yang siap bertumbuh bersama.

Cinta dapat menjadi awal perjalanan, tetapi komitmen, komunikasi, kedewasaan emosi, dan tanggung jawab adalah fondasi yang menjaga rumah tangga tetap kokoh.

Menghindari pernikahan tidak serta-merta menghilangkan risiko kehidupan. Justru, persiapan yang matang akan memperbesar peluang terwujudnya keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.

Persiapkan:
✅ Iman dan akhlak
✅ Kematangan emosi
✅ Literasi finansial
✅ Kemampuan berkomunikasi
✅ Kesehatan fisik dan mental
✅ Visi hidup yang sejalan

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."
QS. Ar-Rum: 21

Jangan Takut Menikah, Takutlah Menikah Tanpa Persiapan.
GAS PENAK (gerakan Sadar Pencatatan Nikah)

💚 BAHAN BAKAR CINTA 💚Cinta yang kuat bukan hanya dibangun oleh perasaan, tetapi juga oleh cara kita mengungkapkan kasih ...
09/06/2026

💚 BAHAN BAKAR CINTA 💚

Cinta yang kuat bukan hanya dibangun oleh perasaan, tetapi juga oleh cara kita mengungkapkan kasih sayang setiap hari.

Dr. Gary D. Chapman dalam buku _The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts_ memperkenalkan lima bahasa cinta yang dapat mempererat hubungan suami istri:

💬 Words of Affirmation (kata-kata penguatan)

🤝 Acts of Service (tindakan nyata)

🎁 Receiving Gifts (pemberian yang bermakna)

🤲 Physical Touch (sentuhan kasih sayang)

🕰️ Quality Time (waktu berkualitas)

Allah SWT berfirman:
_"Dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah)."_ (QS. Ar-Rum: 21)

Mari rawat keluarga dengan komunikasi yang baik, perhatian yang tulus, dan kasih sayang yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Sebab keluarga sakinah dibangun oleh cinta yang terus dirawat, bukan sekadar diucapkan.

🕌 3 Bidang Pengelolaan Masjid: Idarah, Imarah, dan RiayahMasjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pembinaan u...
08/06/2026

🕌 3 Bidang Pengelolaan Masjid: Idarah, Imarah, dan Riayah

Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan masjid perlu memperhatikan tiga bidang utama:

✅ Idarah (Manajemen dan Administrasi) Mengatur organisasi, administrasi, keuangan, dan program kerja masjid agar berjalan tertib dan profesional.

✅ Imarah (Kemakmuran Masjid) Memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan ibadah, pengajian, pendidikan Al-Qur'an, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan umat.

✅ Riayah (Pemeliharaan dan Sarana) Merawat bangunan, fasilitas, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan masjid agar jamaah betah beribadah.

Allah SWT berfirman:
﴿ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ ﴾
"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah: 18)

Mari bersama-sama mewujudkan masjid yang tertib administrasinya, makmur kegiatannya, dan terawat fasilitasnya.

📖 HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI MENURUT UNDANG-UNDANG PERKAWINANRumah tangga yang kokoh dibangun di atas kesadaran akan ...
07/06/2026

📖 HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI MENURUT UNDANG-UNDANG PERKAWINAN

Rumah tangga yang kokoh dibangun di atas kesadaran akan hak dan kewajiban masing-masing.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Bab VI Pasal 30–34 mengatur bahwa suami dan istri memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun keluarga yang menjadi sendi dasar masyarakat.

✅ Pasal 30 Suami istri memikul kewajiban luhur untuk menegakkan rumah tangga.
✅ Pasal 31 Hak dan kedudukan suami istri seimbang dalam kehidupan rumah tangga dan masyarakat.
✅ Pasal 32 Suami istri mempunyai tempat kediaman yang tetap dan menentukannya bersama.
✅ Pasal 33 Suami istri wajib saling mencintai, menghormati, setia, serta saling memberi bantuan lahir dan batin.
✅ Pasal 34 Suami wajib melindungi istri dan memenuhi kebutuhan rumah tangga sesuai kemampuan, sedangkan istri wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya. Apabila salah satu pihak melalaikan kewajibannya, dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan.

Mari wujudkan keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Khutbah Jum'at Meneguhkan 5 Pilar Keluarga Sakinahالحمد لله الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، و...
04/06/2026

Khutbah Jum'at
Meneguhkan 5 Pilar Keluarga Sakinah

الحمد لله الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan tidak hanya ditunjukkan dengan rajin beribadah di masjid, tetapi juga dengan bagaimana kita memperlakukan pasangan, mendidik anak-anak, dan menjaga keutuhan keluarga yang Allah amanahkan kepada kita.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ketika seseorang ditanya, "Di mana tempat yang paling nyaman untuk p**ang?" Sebagian orang menjawab, "Rumah."
Namun tidak semua rumah menghadirkan ketenangan.
Ada rumah yang megah tetapi penghuninya saling membisu.
Ada rumah yang luas tetapi terasa sempit karena dipenuhi pertengkaran.
Ada rumah yang penuh fasilitas tetapi miskin kasih sayang.

Sebaliknya, ada rumah sederhana yang hanya berdinding bambu, namun penuh tawa, doa, dan cinta. Penghuninya hidup berkecukupan dalam hati meski tidak berlimpah dalam harta.

Karena sesungguhnya kebahagiaan keluarga bukan ditentukan oleh besarnya rumah, melainkan oleh hadirnya keberkahan Allah di dalam rumah tersebut.

Allah SWT berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan padanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang." (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini mengajarkan bahwa tujuan pernikahan adalah menghadirkan sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Untuk mewujudkannya, perlu Lima Pilar Keluarga Sakinah yang dapat menjadi pegangan bagi setiap keluarga Muslim.

Pertama: Zawaj (Saling Melengkapi)
Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai pasangan.
Firman-Nya:
هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ
"Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka." (QS. Al-Baqarah: 187)

Pakaian menutupi kekurangan, melindungi dari panas dan dingin, serta memperindah penampilan.

Demikian p**a suami dan istri.
Jangan sibuk mencari kekurangan pasangan.
Jangan mudah membuka aib pasangan kepada orang lain.
Sebab keluarga yang kuat bukan keluarga yang tanpa kekurangan, melainkan keluarga yang saling menutupi kekurangan satu sama lain.

Kedua: Mitsaqan Ghalizhan (Perjanjian yang Kokoh)
Allah menyebut akad nikah sebagai:
مِيثَاقًا غَلِيظًا
"Perjanjian yang sangat kuat." (QS. An-Nisa: 21)
Pernikahan bukan sekadar acara sehari, bukan p**a hubungan yang dapat diakhiri karena emosi sesaat.

Maka ketika badai rumah tangga datang, ingatlah bahwa kita pernah bersaksi di hadapan Allah untuk saling menjaga.
Jangan mudah mengucapkan kata perpisahan ketika masalah belum selesai dibicarakan.

Ketiga: Mu'asyarah bil Ma'ruf (Bergaul dengan Baik)
Allah SWT berfirman:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
"Pergaulilah mereka dengan cara yang baik." (QS. An-Nisa: 19)

Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku." (HR. Tirmidzi)

Ukuran kebaikan seseorang bukan saat ia berada di depan publik, melainkan saat ia berada di rumahnya.
⏭️Ada yang lembut kepada semua orang, tetapi keras kepada istrinya.
⏭️Ada yang ramah kepada pelanggan, tetapi kasar kepada anak-anaknya.
Padahal keluarga adalah orang yang paling berhak menerima akhlak terbaik kita.

Keempat: Musyawarah
Allah SWT berfirman:
وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ
"Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka." (QS. Asy-Syura: 38)

Rumah tangga yang sehat dibangun dengan komunikasi. Banyak keluarga retak bukan karena kekurangan cinta, tetapi karena kekurangan mendengar.
⏭️Suami ingin didengar.
⏭️Istri ingin dipahami.
⏭️Anak-anak ingin diperhatikan.
Karena itu, luangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati.

Matikan sejenak telepon genggam, lalu dengarkan pasangan dan anak-anak kita.

Kelima: Taradhin (Saling Ridha)
Dalam keluarga harus ada sikap menerima, memaafkan, dan saling merelakan.
✅Tidak ada suami yang sempurna.
✅Tidak ada istri yang sempurna.
✅Tidak ada anak yang sempurna.
Yang ada adalah manusia yang terus belajar menjadi lebih baik.
Maka rumah tangga akan terasa damai ketika masing-masing lebih banyak memaafkan daripada menyalahkan.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Di era digital saat ini, banyak orang mengetahui kabar dunia, tetapi tidak mengetahui isi hati anggota keluarganya sendiri.

Banyak yang hafal jadwal artis, tetapi lupa kapan terakhir kali berbincang hangat dengan anaknya.

Banyak yang sibuk mencari penghasilan tambahan, tetapi kehilangan kesempatan menyaksikan tumbuh kembang anak-anaknya.

Padahal Rasulullah SAW mengingatkan:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka keluarga adalah amanah yang akan ditanyakan Allah pada hari kiamat.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

🌿 Makna Sakinah, Mawaddah, Warahmah 🌿Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga membangun keluarga yang pe...
04/06/2026

🌿 Makna Sakinah, Mawaddah, Warahmah 🌿

Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga membangun keluarga yang penuh ketenangan, cinta, dan kasih sayang.

💚 Sakinah adalah ketenangan dan kedamaian dalam rumah tangga.

🤎 Mawaddah adalah cinta yang tulus, saling menghargai, dan menerima pasangan dengan ikhlas.

💚 Rahmah adalah kasih sayang yang melahirkan kepedulian, saling menolong, memaafkan, dan mendoakan.

Allah SWT berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang..." (QS. Ar-Rum: 21)

Mari wujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dengan komitmen, komunikasi yang baik, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

✨ Keluarga Bahagia, Masyarakat Sejahtera.
GAS Penak

🌿 5 PILAR KELUARGA SAKINAH 🌿Rumah tangga yang bahagia tidak dibangun hanya dengan cinta, tetapi juga dengan komitmen dan...
02/06/2026

🌿 5 PILAR KELUARGA SAKINAH 🌿

Rumah tangga yang bahagia tidak dibangun hanya dengan cinta, tetapi juga dengan komitmen dan ikhtiar bersama.

✨ 5 Pilar Keluarga Sakinah Menurut Kementerian Agama RI:
1️⃣ Zawaj – Saling melengkapi sebagai pasangan.
2️⃣ Mitsaqan Ghalizhan – Menjaga pernikahan sebagai perjanjian yang kokoh.
3️⃣ Mu'asyarah bil Ma'ruf – Saling menghormati dan memperlakukan pasangan dengan baik.
4️⃣ Musyawarah – Membiasakan komunikasi dan mengambil keputusan bersama.
5️⃣ Taradhin – Saling ridha, menerima, dan membahagiakan pasangan.

Allah SWT berfirman:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan padanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang." (QS. Ar-Rum: 21)

💞 Keluarga sakinah bukan keluarga tanpa masalah, tetapi keluarga yang mampu menyelesaikan masalah dengan iman, kasih sayang, dan kebersamaan.

Address

Jalan Wadaslintang
Wonosobo

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KUA Wadaslintang Kabupaten Wonosobo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share