11/06/2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung RW 07 Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, sebagai percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dukungan tersebut disampaikan saat meninjau langsung kegiatan pengelolaan sampah di wilayah itu pada Kamis (11/6/2026).
Menurut Pramono, RW 07 Kelurahan Joglo dinilai berhasil membangun sistem pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber yang mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap pekan. Ekosistem itu mencakup Bank Sampah Siwali, Rumah Kompos, Rumah Eco Enzyme, Rumah Maggot, dan Kebun Sayur Sehat yang saling terhubung dalam mendukung pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan hasil olahannya.
Pramono mengungkapkan, praktik yang diterapkan di RW 07 Joglo sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumber.
Adapun, kata Pramono, penerapan sistem pemilahan sampah di sana menunjukkan hasil yang positif. Bank Sampah Siwali kini mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap minggu sehingga mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Selain itu, warga secara rutin mengelola sekitar 400 kilogram sampah organik per hari atau setara 12 ton per bulan, dengan sekitar 90 persen di antaranya diolah menjadi kompos, eco enzyme, dan pakan maggot.
Pengelolaan sampah di RW 07 Joglo tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Rumah Kompos mampu memproduksi 100 hingga 200 ember kompos per bulan, sementara Rumah Eco Enzyme menghasilkan sekitar 200 liter eco enzyme setiap minggu. Budidaya maggot menghasilkan 126 kilogram per bulan dan Kebun Sayur Sehat mampu memanen 80 hingga 100 kilogram sayuran setiap bulan.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan efektif melalui partisipasi aktif warga dan berpotensi diterapkan di wilayah lain di Jakarta.