14/12/2016
PAPUA.Wamena adalah sebuah distrik di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Indonesia, sekaligus merupakan ibu kota kabupaten tersebut. Wamena terletak lapangan terbang yang menghubungkan wilayah Jayawijaya dengan Jayapura.
Wamena merupakan satu-satunya kota terbesar yang terletak dipedalaman tengah Papua. Wamena berasal dari bahasa Dani yang terdiri dari dua kata Wa dan Mena, yang berarti Babi Jinak.
Berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Papua, seperti Timika, Jayapura, Sorong, dan Merauke, Wamena merupakan surga dan mutiara yang belum banyak tersentuh di pedalaman pegunungan tengah Papua. Kota yang terletak di lembah Baliem dan dialiri oleh sungai Baliem serta diapit pegunungan Jayawijaya diselatannya memiliki ketinggian sekitar 1600 meter diatas permukaan laut. Kota Wamena masih memiliki udara yang segar dan jauh dari polusi udara seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Sebagaimana hal nya kebanyakan kota-kota di pedalaman Papua, kota ini berkembang sesuai dengan pola perkembangan sekitar bandara udara.
“Kalau belum ke Wamena, itu berarti belum ke Papua,” ucapan semacam ini biasa disampaikan oleh penduduk begitu tiba di sana. Sesungguhnya maksud ucapan itu adalah untuk memberi penghargaan bagi turis yang akhirnya bisa menembus keterbatasan akses ke kota itu.
Hanya wisatawan dengan minat khusus dan s**a petualangan yang benar-benar mau berlibur di sini. Wamena diistilahkan sebagai off the beaten track, alias terpencil dan susah dijangkau, tak cuma buat wisatawan mancanegara tetapi juga wisatawan domestik.
Perjuangan keras menuju kota di pedalaman Papua ini akan terbayar pada saat sampai di Lembah Baliem. Tempatnya benar-benar indah, dengan lanskap yang fantastis. Turis juga akan menjumpai kebudayaan yang tidak pernah mereka lihat di tempat lain.
Saat berlangsung Festival Lembah Baliem adalah saat terbaik untuk berkunjung ke Wamena. Adapun, lama kunjungan yang disarankan yakni minimal lima hari.
Suhu udara di sekitar Lembah Baliem bervariasi, antara 14,5˚C dan 24,5˚C. Dalam setahun curah hujan rata-rata adalah 1.900 mm dan sebulan kurang lebih ada 16 hari hujan.
Batas antara musim kemarau dan penghujan sulit dibedakan. Akan tetapi, Maret adalah bulan dengan curah hujan terbesar dan Juli adalah bulan dengan curah hujan terendah.
Lembah Baliem dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya yang terkenal akan puncak salju abadinya, antara lain Puncak Trikora (4.750 m), Puncak Mandala (4.700 m), dan Puncak Yamin (4.595 m).
Menyaksikan Upacara Adat Penduduk Setempat
Setelah menemukan dan menyaksikan mumi yang menarik, lebih baik membaur dengan masyarakatnya sembari menyaksikan upacara perang suku. Upacara ini biasanya berlangsung pada bulan Agustus menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia. Tarian dan musik tradisional digunakan untuk memeriahkan suasana upacara yang menarik ini. Tidak hanya itu, traveller juga akan disambut dengan upacara bakar batu atau disebut juga Kit Oba Isogoa. Saat upacara ini berlangsung, tidak ada salahnya untuk mencoba ubi yang merupakan makanan khas masyarakat Papua.
Untuk Perjalanan di kota wamena
Hub :
0821 9933 7702 (hariyadi)
www.rentcar-wamena.blogspot.com