Taman Nasional Tesso Nilo

Taman Nasional Tesso Nilo Halaman Balai Taman Nasional Tesso Nilo
(2)

Senja di Tesso Nilo selalu punya cara yang unik untuk menyembuhkan luka🤍🐘Sore itu, sambil melihat gajah-gajah pulang dar...
30/05/2026

Senja di Tesso Nilo selalu punya cara yang unik untuk menyembuhkan luka🤍🐘

Sore itu, sambil melihat gajah-gajah pulang dari tempat angon mereka, ditemani langit yang perlahan berubah warna, entah kenapa banyak kenangan kembali datang. Kenangan yang sudah lama tersimpan, yang kadang masih sulit untuk dilepaskan.

Di tempat ini, waktu terasa berjalan lebih pelan. Seolah alam mengajak kita berdamai dengan masa lalu, menerima hal-hal yang belum sempat kita miliki, dan merelakan apa yang memang bukan untuk kita.

Kadang kita tidak membutuhkan banyak nasihat. Cukup duduk tenang, memandang senja, mendengar suara alam, dan melihat langkah-langkah raksasa lembut yang pulang. Dari situ kita belajar bahwa semua yang pergi akan menemukan jalannya, dan semua luka perlahan akan sembuh pada waktunya.

Jika ada kenangan yang masih sulit dilupakan, cobalah datang ke Tesso Nilo. Siapa tahu, kedamaian sore di sini bisa menjadi obat bagi hati yang lelah, dan alam membantu menyembuhkan luka yang tak selalu mampu diceritakan dengan kata-kata.

Karena terkadang, yang kita butuhkan hanyalah senja, keheningan, dan kesempatan untuk kembali berdamai dengan diri sendiri.

Koko Tesso siap menemani 😊🐘🙌🏻

13/05/2026

Langkahnya tenang, namun menyimpan kisah panjang tentang kehidupan. Tentang puluhan tahun yang telah ia lalui, tentang anak-anak yang ia lahirkan, tentang luka, rintangan, dan perjuangan yang tak pernah berhenti.🐘🤍

Di tubuh besarnya, ada keteguhan yang membuat dunia terasa lebih berarti. Meski ia hanya mamalia biasa di mata sebagian manusia, perjuangannya pantas dihormati, pantas dikenang, dan pantas diabadikan.

Melihat Mama Lisa berjalan dalam keadaan mengandung membuat hati ikut melambat. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan. Ia berjalan santai, tanpa keluh, seolah tetap percaya bahwa hutan masih bisa menjadi rumah yang aman bagi anaknya kelak. Padahal setiap hari, ruang hidupnya semakin sempit, hutannya perlahan hilang, dan keberlangsungan hidupnya makin terancam.

Semoga Mama Lisa selalu sehat. Semoga langkah pelannya tetap bisa terdengar di hutan yang kembali lestari. Dan semoga Tesso Nilo kembali hijau, menjadi rumah yang damai bagi mereka yang selama ini hanya ingin hidup dengan tenang.

Sound: Iqro Raim Laode (Cover Zakiaa)

30/04/2026

Yang ditunggu-tunggu Onty Angkel Semuaaa😁🐘

Sebenernya dia tuh bukan gamau, cuma ya… namanya juga anak kecil meskipun dia gajah tetep aja ada fase iseng, pengen ngusilin bapaknya biar diperhatiin 🐘

Jadinya ya gitu, harus dibujuk dulu, dirayu dulu, ditenangin dulu. Persis kayak kita waktu kecil kalau diajak ke tempat baru deg-degan, ragu, tapi akhirnya berani karena ada yang nemenin. Dan di sini, Pak Atta selalu sabar nemenin Domang. “Tenang ya, gapapa kok, bapak di sini.” 🫶

Dan hasilnya? Gokil sih… berat badannya naik SIGNIFIKAN, dan sekarang tingginya udah 166 cm .🐘👏🏻

Sehat terus ya, Mang.
Makasih udah kerja sama dengan baik, udah jauh lebih kalem dibanding pertama kali nimbang dulu.

Walaupun jujur… kalau kamu nggak banyak tingkah, jadi agak kurang lucu dikit sih 😁

Tapi gapapa, yang penting kamu sehat dan happy terus ya 🐘🙌🏻

25/04/2026

Kencengin volume HP dulu onty angkel, soalnya suara utama video ini bukan musik, tapi kentut domang 😭😅🐘💨

Pak Mahout cuma pegang-pegang ekornya dikit doang… eh malah dibales prutttt langsung tanpa aba-aba 🤣

Definisi Mukbang yang Sesungguhnya: 150kg Sehari! Kita bahas keseharian ‘penghuni’ Tesso Nilo yang jadwal hariannya cuma...
20/04/2026

Definisi Mukbang yang Sesungguhnya: 150kg Sehari!

Kita bahas keseharian ‘penghuni’ Tesso Nilo yang jadwal hariannya cuma: Eat, Sleep, Latihan, Repeat.

Banyak yang belum tahu kalau gajah itu sebenernya full-time eater. Bayangin aja:

• Mukbang 18 Jam: Hampir seharian kerjaannya cuma ngunyah. Gajah butuh makan sampai 150kg per hari. Kalau kita makan porsi segitu, mungkin udah pindah alam kali ya? 😂

• Architect of the Forest: Meskipun makannya banyak, gajah itu nggak maruk. Lewat kotorannya, mereka sebar benih pohon ke seluruh hutan. Jadi, gajah itu sebenernya ‘tukang kebun’ paling rajin di Tesso Nilo. No gajah, no hutan hijau!

• Wandering Soul: Karena makannya banyak banget, mereka harus healing alias jalan-jalan terus buat cari menu baru. Itulah kenapa mereka butuh rumah yang luas banget kayak di TN Tesso Nilo ini.

Kenapa kita harus peduli?
Pas habitat mereka keganggu, mereka jadi bingung mau makan di mana. Jadi, tugas kita bukan cuma love foto lucu ini, tapi juga pastiin rumah mereka aman biar mereka nggak perlu “mampir” ke kebun warga cuma buat cari sarapan.

Respect their space, preserve their home. Biar si Raksasa Lembut ini tetep bisa mukbang dengan tenang di rumahnya sendiri.

Terakhir mimin ajak kakak-kakak buat nebak ya, hayooo Yang lagi di foto ini gajah siapa sih? 😄

10/04/2026

Tim Patroli Udara menyusuri langit Tesso Nilo menggunakan helikopter Kementerian Kehutanan, melihat langsung kondisi kawasan dari ketinggian.

Dari atas, hamparan hutan terlihat jelas tim memantau titik-titik rawan kebakaran sekaligus mengecek perkembangan pemulihan pasca penertiban kawasan. Area-area yang dulu sempat dirambah, bahkan pernah terbakar, jadi perhatian utama.

Dan ternyata, ada kabar yang bikin hati lega.
Beberapa titik yang dulunya rusak, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali. Suksesi alami berjalan, vegetasi tumbuh lagi, dan warna hijau perlahan menutup luka lama.

Momen seperti ini jadi pengingat kalau alam selalu punya cara untuk pulih, asalkan kita beri kesempatan dan terus menjaganya.

Semoga langkah-langkah pemulihan ini terus berlanjut, dan Tesso Nilo semakin lestari tetap menjadi rumah bagi Domang dan teman-temannya.🐘

07/04/2026

Siapa sangka, ekor buntung Indro yang sekarang terlihat begitu menggemaskan ternyata menyimpan cerita yang tidak mudah.

Di balik tampilannya yang lucu, ada perjuangan dan rasa sakit yang pernah ia lalui.

Indro beberapa kali harus kehilangan bagian ekornya akibat pertarungan melawan gajah liar, hingga akhirnya harus diamputasi. Bukan hal yang mudah untuk dilalui, tapi Indro berhasil bertahan.

Sekarang, ekornya yang buntung malah jadi terlihat lucu ya, unik dengan caranya sendiri.
Tapi jangan diketawain, ya Onty Angkel 😄

Ntar dia ngambek😁🐘

Selamat jalan, Pahlawan.Kami, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, turut berduka cita yang mendalam atas gugurnya Mangala Ag...
30/03/2026

Selamat jalan, Pahlawan.

Kami, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, turut berduka cita yang mendalam atas gugurnya Mangala Agni Daops Siak dalam menjalankan tugas hari ini.

Dibalik beratnya medan, mereka berdiri di garis depan melawan kobaran api. Terik matahari, api yang tak terkendali, serta kondisi lahan gambut yang sulit dipadamkan menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi.

Pengorbanan ini adalah bukti nyata dedikasi tanpa batas. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Sumber:

Address

RXFP+W4M, Lubuk Kembang Bunga
Ukui
28382

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Taman Nasional Tesso Nilo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share