Kabupaten Tulungagung

Kabupaten Tulungagung Kota Tulungagung BERSINAR Sarana informasi seputar kota Tulungagung dan media periklanan. bagi yang mau beriklan disini silahkan kirim pesan dulu kepada kami...
(229)

10/08/2013
Air tejun Lawean salah satu potensi wisata Kabupaten Tulungagung berada di dusun Turi, desa Geger, Kecamatan Sendang kur...
01/06/2013

Air tejun Lawean salah satu potensi wisata Kabupaten Tulungagung berada di dusun Turi, desa Geger, Kecamatan Sendang kurang lebih 25 km arah barat dari Kota Tulungagung, bagian dari lereng Wilis dengan ketinggian kurang lebih 1.200 m diatas permukaan air laut.

Untuk menuju lokasi harus berjalan kaki kurang lebih 3 km melewati indahnya panorama perbukitan dan sembilan kali menyebrangi sungai di hutan perawan. Air terjun setinggi kurang lebih 100 m berteras dan bercabang. Barang siapa yang mandi di air terjun ini di yakna penduduk setempat akan sembuh dari penyakit yang diderita. Mitos “Mbok Roro Dewi Gangga”,”Mbok Roro Cemethi”,”Mbok Roro Willis”dan”Mbok Roro Endang Sampur”di percaya sebagai penguasa air terjun tersebut.

Di sisi lain masih di wilayah Sendang terdapat air terjun Pandan Wangi, ketinggian air terjun kurang lebih 30 m berada satu wilayah dengan perkebunan teh Sumber Pandan di Desa Ngelurup.
Karena khasnya jalan menuju obyek ini, naik, turun, licin, curam, dan menerobos semak belukar, maka sangat cocok bagi wisata pendaki dan pecinta alam. Di lingkungan air terjun banyak tumbuh tanaman anggrek.

Tidak jauh dari air terjun Lawean terdapat Candi Penampehan berada di desa Geger Kecamatan Sendang. Untuk menuju candi dapat di tempuh dengan kendaraan roda empat. Bangunan Candi berteras di lindungi pohan KalpaTaru purba. Lempengan prasasti Raja Balitung adad IX menyebutkan adanya patung “Kili Suci,””Asmoro Bangun “,patung’padi”,Tirta amerta”dipercaya dapat diperca dapat menyembuhkan berbegai penyakit Goa Tan Tek Sue, penginapan Argo Willis ‘Genceng,” dan buah duriah “ Bajul” melengkapi obyek yang membuat terkesan di kawasan Lawean Penampehan Sendang.

Sumber: http://tulungagungan.blogspot.com/

Beritahukan page “ Kabupaten Tulungagung " ini kpd temanmu dgn klik ''share/bagikan'' artikel ini,Semoga bermanfaat dan dapat membangun Kota Tulungagung tercinta....

GABUNG juga di FP “ Kota Tulungagung“ ada banyak artikel seputar Kota tulungagung dan sekitarnya yang tidak kalah menariknya...

===Peranan Masjid Al Mimbar Dalam Perkembangan Islam Di Kabupaten Tulungagung===Masjid Al-Mimbar berada di Desa Majan Ke...
24/05/2013

===Peranan Masjid Al Mimbar Dalam Perkembangan Islam Di Kabupaten Tulungagung===
Masjid Al-Mimbar berada di Desa Majan Kecamatan Kedungwaru merupakan masjid tertua di Kabupaten Tulungagung. Masjid ini peninggalan KH. Hasan Mimbar, salah satu ulama besar dimasa kerajaan Mataram. Sampai sekarang Masjid Al-Mimbar masih berdiri kokoh. Berbagai aktivitas keagamaan diadakan di masjid ini. Bagaimana peranan Masjid Al-Mimbar terhadap perkembangan Islam di Kabupaten Tulungagung?
Masjid Al-Mimbar berada di desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Masjid ini salah satu peninggalan sejarah tentang perkembangan Islam di Kabupaten Tulungagung. KH. Hasan Mimbar yang masih keturunan Mataram adalah pendiri masjid tersebut. Menurut KH. R. Moh. Yasin mantan kepala desa Majan, tsetelah KH. Abu Mansur pergi haji beliau menyerahkan daerah utara Tawangsari untuk ditempati KH. Hasan Mimbar kemudian dinamakan desa Majan.

Pada tahun 1727 atas nama Sunan, Bupati Ngabai Mangundirojo memberi kuasa kepada saudaranya KH. Hasan Mimbar untuk melaksanakan hukum nikah dan sebagainya, kepada orang yang membutuhkannya sampai tahun 1979. “Dulu desa Majan mendapat kebijaksanaan sendiri dalam melakukan pernikahan namun sekarang sudah tidak lagi karena diberikan kepada pemerintah” jelas M. Yasin yang sudah dua kali sebagai Kepala Desa Majan.

Menurutnya semua tanah yang ada di Majan merupakan tanah perdikan, namun sekarang tidak lagi. Pada tahun 1979, Desa Majan, Winong dan Tawangsari tidak lagi daerah perdikan. Pada saat itu, yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur adalah Soenandar Prayosoedarmo, dan Bupati Tulungagung Singgih.

Di desa Majan diwakili Towil Isa, desa Winong diwakili oleh Sujangi Habib dan Desa Tawangsari oleh Murtadho. Ketiga Desa tersebut kemudian berstatus sebagai desa biasa lazimnya desa-desa yang ada di Kabupaten Tulungagung. Didalam perjanjian pembebasan tanah Desa Majan tersebut berbunyi :
- Adat istiadat Majan tidak dirubah selama tidak bertentangan dengan agama
- Akan diberi prioritas
- Akan disesuaikan dengan desa biasa

Mengenai Masjid Al-Mimbar sejak dulu dijadikan pusat kegiatan dan pengembangan agama Islam. Beberapa peninggalan yang masih tersisa sampai saatnya diantaranya Mimbar Khotbah, Beduk dan Menara. Sudah sering kali masjid ini mengalami renovasi.
Mimbar selalu tertutup tidak seperti masjid yang lain. Menurut M. Yasin mimbar tersebut memberi makna dasarnya jangan memandang yang berkhotbah, tetapi dengar yang berkhotmah. Selain sebagai tempat beribadah, juga dijadikan tempat untuk mengembangkan ilmu karomah. M. Yasin yang juga sebagai pengasuhnya menjelaskan, cara wirid masjid Majan naluri Tegalsaren. Sekitar Masjid Al-Mimbar ini terdapat makam KH. Hasan Mimbar Makam Bupati Tulungagung Pringgokoesomo dan Djoyodiningrat.

sumber : http://tulungagungan.blogspot.com/

Pantai CoroApa yang menarik dari pantai ini? Pantai yang memiliki panjang sekitar 400 meter, pasirnya berwarna putih, be...
22/05/2013

Pantai Coro
Apa yang menarik dari pantai ini? Pantai yang memiliki panjang sekitar 400 meter, pasirnya berwarna putih, bersih, dan lembut. Menjadikan Pantai Coro tidak kalah dengan pantai lain yang ada di Jawa Timur. Selain itu daya tarik lain pada pantai yang berjarak sekitar 1,5 km timur padepokan "Retjo Sewu" adalah keberadaannya yang masih natural, belum banyak tergarap, serta ombak pantai juga tidak terlalu besar.
sumber : Kota Tulungagung

22/05/2013

awali hari anda dengan basmallah dn penuh syukur. . :)

15/05/2013

semangat pagi. .

10/05/2013

Selamat siang kotaku. .

***Terowongan Neyama Peninggalan Jepang di Akar Gunung***Tahun 1955 Tulungagung dilabrak banjir bandang. Bencana itu men...
04/05/2013

***Terowongan Neyama Peninggalan Jepang di Akar Gunung***

Tahun 1955 Tulungagung dilabrak banjir bandang. Bencana itu menyulud tekad untuk meningkatkan fungsi Terowongan Neyama. Setahun kemudian, Dinas Pengairan Propinsi Jatim merencanakan pembangunan Parit Raya untuk mengalirkan air dari Kali Ngasinan dan sungai-sungai kecil yang di barat Kali Ngrowo langsung ke Samudra Indonesia. Semua bangunan dapat diselesaikan tahun 1961
Tulungagung, salah satu kabupaten di Jatim belahan selaltan, memiliki potensi wisata edukatif yang lumayan memikat. Objek wisata itu berwujud salah satunya bendungan: Bendungan Neyama yang bersejarah, sekaligus waduk besar kedua yang dikelola Perum Jasa Tirta (PJT) Divisi V Jatim. Bendungan bersejarah itu lazim disebut Terowongan Neyama. Maklum, dibangun sebagai daerah sudetan (menyerupai terowongan) untuk menanggulangi ancaman bencana banjir. Dinilai bersejarah, karena sudah ada sejak zaman kolonial Jepang. Neyama sendiri berasal dari bahasa Jepang. Ne artinya akar, yama artinya gunung. Jadi, Neyama berarti akar gunung.

Maklum, lokasi terowongan ini memang tepat berada di bawah pegunungan batu di kawasan Popoh, sekitar 30 km selatan pusat kota Tulungagung. Tulungagung sudah terkenal sebagai daerah “pelanggan” banjir tiap tahun. Dibanding dengan daerah lain di sepanjang DAS (daerah aliran sungai) Kali Brantas, Tulungagung memiliki areal genangan terluas dan terlama. Hal ini disebabkan kondisi daerahnya yang tidak memungkinkan untuk mengalirkan air dengan cara drainase alami. Di samping itu, kapasitas pengaliran ke sungai Kali Brantas menjadi berkurang, karena pendangkalan sungai. Sumber pendangkalan adalah ali ran pasir dari Gunung Kelud. Perbaikan sungai di kawasan Tulungagung dilakukan kali pertama tahun 1939. Perencanaannya disiapkan oleh Ir. H. Vlughter asal Belanda.

Konsepsi perencanaannya, mengalirkan air sungai Kali Ngasinan dan Kali Tawing ke Rawa Bening dan Rawa Gesikan dengan sedimen secara alamiah. Hasil proyek itu berupa Dam Widoro (berikut bangunan fasilitasnya), Sudetan Munjungan (menghubungkan Kali Tawing dan Kali Ngasinan), Dam Sumbergayam (plus bangunan fasilitasnya), Sudetan Ngasinan-Ngrowo, serta Pintu Air Cluwok hingga ke hilir. Kendati demikian, banjir belum bisa tertanggulangi. Pada tahun 1944, zaman penjajahan Jepang dilaksanakan pembuatan terowongan kecil dengan kapasitas 7 m3/detik. Terowongan ini diberi nama dalam bahasa Jawa, Terawongan Tumpak Oyad atau lebih dikenal dengan Terowongan Neyama. Sayang, kapasitas terowongan kurang memadai dan kurang terpelihara, sehingga tidak bisa optimal berfungsi sebagai pengendali banjir.

Paritraya
Tahun 1955 Tulungagung dilabrak banjir bandang. Bencana itu menyulud tekad untuk meningkatkan fungsi Terowongan Neyama. Setahun kemudian, Dinas Pengairan Propinsi Jatim merencanakan pembangunan Parit Raya untuk mengalirkan air dari Kali Ngasinan dan sungai-sungai kecil yang di barat Kali Ngrowo langsung ke Samudra Indonesia. Semua bangunan dapat diselesaikan tahun 1961. Hasilnya terjadi penurunan luas daerah genangan banjir dari 28.000 ha menjadi 13.600 ha. Terowongan Neyama tak hanya untuk pengendali banjir dan irigasi lahan pertanian, namun juga penggerak turbin pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Lokasinya relatif tak jauh dari Pantai Popoh. Saat musim liburan, jalan ke terowongan (waduk) ini dijadikan jalan keluar bagi pengunjung Pantai Popoh. Dari realitas itulah,

Terowongan Neyaman layak dijadikan objek wisata. Apalagi bangunan air dan areanya tertata rapi dan bagus. Meskipun belum ada fasilitas lain untuk kategori wisata. Untuk mencapai Waduk Neyama bisa melalui terminal bus Tulungagung kemudian naik mobil penumpang umum (lazimnya C**t L-300) ke Pantai Popoh. Dari pantai ini bisa langsung ke area bendungan, tepat di jalur keluar objek wisata pantai tersebut. Namun sayang, belum ada kerjasama sinergis antara pengelola objek wisata pantai itu dengan PJT Divisi V Jatim.

sumber: jawatimuran.wordpress

Pantai popohPantai Popoh, adalah salah satu obyek wisata pantai yang terletak di Tulungagung, tepatnya di pesisir Samudr...
04/05/2013

Pantai popoh
Pantai Popoh, adalah salah satu obyek wisata pantai yang terletak di Tulungagung, tepatnya di pesisir Samudra Hindia, 30 Km sebelah selatan kota Tulungagung.
Pantai yang langsung berhadapan langsung dengan laut Bebas Samudera Hindia ini memang banyak menawarkan keeksotikan keindahan panorama pantai, baik wisata bahari maupun keindahan deburan ombaknya.
Pantai ini berbentuk teluk dan berada di ujung timur pegunungan Kidul.
Air yang cukup tenang, angin laut yang tidak begitu kuat, dan keindahan gunung disekitar teluk telah menjadi daya tarik utama pantai ini.
Selama perjalanan dari kota Tulungagung ke Obyek Wisata Pantai Popoh Indah ini, akan banyak anda temukan kerajinan onyx Tulungagung sebagai souvenir. Pusat kerajinan ini terletak di sepanjang jalan jalan ke Popoh, Boyolangu, Campurdarat, Besuki.

Di sekitar pantai popoh indah ada obyek wisata lain yang tak kalah menarik. Kita bisa mencapainya dengan perahu motor atau berjalan untuk mencapai tempat tempat menarik seperti Pantai Sidem, Klatak, Gemah dan Bayeman. Pantai Popoh juga memiliki taman bermain untuk anak-anak, pasir halus, dermaga, pasar ikan laut, makanan laut, dan sebagainya. Fasilitas pariwisata lain dari pantai Popoh adalah loge untuk para pengunjung yang ingin tinggal di sini untuk sementara dan menikmati pantai Popoh lebih lama.

Tempat nelayan adalah di sisi timur dan tongkat ke laut. Jika kita beruntung, kita bisa melihat nelayan mendapatkan ikan mereka dari laut dan menjualnya dengan harga yang terjangkau.
Hampir setiap hari libur dan tanggal merah, obyek wisata ini selalu penuh pengunjung, baik dari sekitar Tulungagung juga wisatawan asing. Berbagai acara selalu diadakan di kawasan wisata ini baik itu musik ataupun acara-acara lain.


( sumber wiipedia, hendiqu.blogspot & bisnis tulungagung )

01/05/2013

tanggal muda saatnya gajian. . :)

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan didalam telur akan berakhir....Tapi... Jika sebuah ...
29/04/2013

Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan didalam telur akan berakhir....
Tapi... Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir...
hal-hal besar selalu dimulai dari dalam.

SEMANGAT PAGI WARGA TULUNGAGUNG....!!!!!!!!

Address

Kota Tulungagung
Tulungagung
66218

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabupaten Tulungagung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share