05/06/2017
Simpan Banyak Uang Kuno, Hariyadi Mengaku Hanya Koleksi Pribadi
Berawal dari usaha penukaran uang, Hariyadi (44) warga Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Tulungagung, akhirnya mengoleksi dan berburu uang lama.
Untuk menemukan uang lama Hariyadi mengatakan bahwa hal tersebut hanya sebagai hobi yang tidak sengaja.
"Macam-macam uang lama yang aku punya, cuma tahun edisinya ada yang saya ndak tahu. Ada yang tahun 1958, 1964, 1968. Bahkan sepertinya di logo dalam itu ada yang gambar Mbah Hasyim sangar," sambil menunjukkan koleksi yang di pigora dan yang hanya ditumpuk.
Menurut Hariyadi, keunikan uang lama sebagai mahar terletak pada nominalnya yang kecil, sehingga mampu menyesuaikan tanggal pernikahan. Dengan demikian mahar terkesan elok, unik, serta lebih bersifat pribadi nan penuh kenangan bagi pengantin.
"Belum ada yg tahu kalau aku punya uang itu, dulu seingatku kalau taruh di atas telapak tangan ada yang menggulung dengan sendirinya," paparnya.
Hariyadi tidak berfikir tentang jual koleksi atau bisnis uang kuno. Pasalnya Hariyadi telah banyak kesibukan kerja dan berorganisasi. Dirinya juga tak pernah menawarkan atau dicari untuk dibeli koleksinya.
"Ini saya simpan sebagai koleksi pribadi, saya sudah punya kesibukan padat jadi yang ini murni saya simpan bukan diperjualbelikan," pungkasnya.
Sumber : http://www.jatimtimes.com/baca/154003/20170602/194902/simpan-banyak-uang-kuno-hariyadi-mengaku-hanya-koleksi-pribadi/