14/12/2025
Sebuah video yang memperlihatkan aksi perkelahian dua remaja viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi 1 menit 39 detik tersebut, kedua remaja terlihat saling baku hantam di sebuah lapangan dan disaksikan oleh sejumlah teman mereka. Perkelahian itu disebut-sebut dipicu oleh persoalan asmara.
Dalam video yang beredar, salah satu siswa tampak mengenakan kaos hitam, sementara siswa lainnya memakai kemeja polo berwarna cokelat. Keduanya sama-sama mengenakan celana pendek. Tak berselang lama, keduanya terlibat adu fisik dengan saling melayangkan pukulan, tendangan, hingga pitingan, sebelum akhirnya dipisahkan oleh teman-temannya.
Setelah dilerai, kedua remaja tersebut terlihat saling bersalaman dan berdamai di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa baku hantam tersebut terjadi pada Jumat (12/12/2025) di kawasan Pantai Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Viralnya video tersebut membuat pihak kepolisian turun tangan. Pada Sabtu (13/12/2025), aparat kepolisian mendatangi sekolah tempat kedua siswa tersebut menimba ilmu.
Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi, mengonfirmasi bahwa dua remaja yang terlibat perkelahian merupakan siswa SMAN 1 Gerokgak. Keduanya masing-masing berinisial Made KD dan Kadek W.
“Keduanya merupakan siswa kelas X dan berada di kelas yang sama,” ujar Kompol Derawi saat dikonfirmasi, Minggu (14/12/2025).
Pihak sekolah kemudian memanggil kedua siswa beserta orang tua atau wali masing-masing untuk dilakukan klarifikasi dan mediasi. Dari hasil pertemuan tersebut diketahui bahwa perkelahian dipicu oleh kesalahpahaman terkait persoalan asmara.
“Ada salah paham antara keduanya yang dipicu masalah hubungan dengan seorang perempuan, sehingga berujung pada perkelahian,” jelasnya.
Melalui proses mediasi, kedua siswa sepakat untuk berdamai dan tidak memperpanjang permasalahan. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
“Pihak sekolah memberikan pembinaan serta sanksi yang bersifat edukatif sesuai dengan tata tertib sekolah,” imbuh Kompol Derawi.
(NSA)