Musholla Darul Lathif Suradadi

Musholla Darul Lathif Suradadi Tempat Untuk Sholat

TANUR Suradadi Mempersembahkan:Jejak Cahaya: Umrah & Tour Religi MesirZiarah Hati, Menyusuri Jejak Para Nabi dan Ahlul B...
02/10/2025

TANUR Suradadi Mempersembahkan:

Jejak Cahaya: Umrah & Tour Religi Mesir
Ziarah Hati, Menyusuri Jejak Para Nabi dan Ahlul Bait

Bersama Travel TANUR Suradadi, kami mengajak Anda dalam perjalanan istimewa yang bukan sekadar wisata, tapi ziarah jiwa. Dari Tanah Suci Makkah hingga bumi para nabi di Mesir, setiap langkah adalah napak tilas spiritual yang menggetarkan hati.

🕋 UMRAH: Menyucikan Jiwa di Tanah Haram
- Thawaf dan Sa’i di bawah cahaya Ka'bah
- Ziarah ke Raudhah, Jabal Uhud, dan Masjid Quba
- Merenungi perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat

🇪🇬 TOUR RELIGI MESIR: Menelusuri Jejak Para Kekasih Allah
- Ziarah Makam Imam Syafi’i, sang mujtahid agung
- Ziarah Sayyidina Husain RA, cucu tercinta Rasulullah SAW
- Napak Tilas Lukmanul Hakim, sang bijak yang diabadikan dalam Al-Qur’an
- Menelusuri Kisah Nabi Yusuf AS, dari sumur pengkhianatan hingga istana Mesir
- Jejak Nabi Musa, Harun, dan Ibrahim AS, menyusuri Sungai Nil dan situs bersejarah

✨ Mengapa Bersama TANUR Suradadi?
- Pendamping spiritual berpengalaman
- Rangkaian ziarah penuh makna dan adab
- Layanan ramah, amanah, dan profesional
- Paket terjangkau untuk jamaah Suradadi dan sekitarnya

💫 Bersama TANUR, Perjalanan Anda Menjadi Cahaya
Daftarkan diri Anda sekarang dan jadilah bagian dari perjalanan yang akan mengubah cara Anda melihat dunia, sejarah, dan diri sendiri.

📍 Kantor Pendaftaran: Travel TANUR Suradadi
📞 Info & Reservasi
📆 Keberangkatan: [Masukkan tanggal keberangkatan]

PERTANYAAN :Bagaimana hukum shalat ‘Ied tanpa membaca takbir tujuh kali karena lupa?JAWABAN :Hukum shalatnya tetap sah e...
23/05/2025

PERTANYAAN :

Bagaimana hukum shalat ‘Ied tanpa membaca takbir tujuh kali karena lupa?

JAWABAN :

Hukum shalatnya tetap sah entah sebab lupa atau memang disengaja.

Dijelaskan dalam kitab Minhajul Qawwim hal 193:

و" منها أنه "يكبر" الإمام والمنفرد "في الركعة الأولى" ولو من المقضية "قبل القراءة" أي قراءة الفاتحة "سبعا يقينا" سوى تكبير الإحرام والركوع فإن شك أخذ بالأقل "مع رفع اليدين" في كل تكبيرة حذو منكبيه كما مر في صفة الصلاة ووقت السبع الفاصل "بين الاستفتاح والتعوذ" فإن فعلها بعد التعوذ حصل أصل السنة لبقاء وقتها بخلاف ما إذا شرع في الفاتحة عمدا أو سهوا أو جهلا بمحله١ أو شرح إمامه قبل أن يأتي بالتكبير أو يتمه فإنه يفوت ولا يأتي به للتلبس بفرض، ولو تداركه بعد الفاتحة سن له إعادتها أو بعد الركوع بأن ارتفع ليأتي به بطلت صلاته إن علم وتعمد. "وفي الثانية خمسا" ويأتي فيها نظير ما تقرر في الأولى، والمأموم يوافق إمامه إن كبر ثلاثا أو ستا فلا يزيد عليه ولا ينقص عنه ندبا فيهما، ولو ترك إمامه التكبيرات لم يأت بها. "ولا يكبر المسبوق إلا ما أدرك" من التكبيرات مع الإمام، فلو اقتدى به في الأولى مثلا ولم يبق من السبع إلا واحدة مثلا كبرها معه ولا يزيد عليها ولو أدركه في أول الثانية كبر معه خمسا وأتى في ثانيته بخمس أيضا أن في قضاء ذلك ترك سنة أخرى.

Diantara kesunahan shalat ‘Ied ialah membaca takbir bagi imam ataupun orang yang shalat munfarid pada rakaat pertama.

Sekalipun dari shalat yang diqadha sebelum bacaan surat Al Fatihah sebanyak tujuh kali dengan pasti selain takbiratul ihram dan takbir rukuk. Jika mushalli ragu dengan jumlahnya maka diambillah yang paling sedikit dari bilangan takbir tersebut. Beserta mengangkat kedua tangan pada setiap takbirnya selaras dengan kedua pundak seperti yang telah dijelaskan dalam tata cara shalat.
Adapun waktu membaca tujuh takbir itu adalah jeda antara doa iftitah dan ta‘awudz (sebelum surat Al-Fatihah). Jika mushalli bertakbir setelah ta‘awudz, maka ia tetap mendapat keutamaan sunah karena waktunya masih ada. Berbeda apabila ia sudah membaca surat Al-Fatihah dengan sengaja, lupa, atau karena tidak tahu tempat membaca takbirnya, atau imam sudah mulai membaca surat sebelum makmum bertakbir atau merampungkannya, maka habislah kesunahan membaca takbir tersebut.
Seorang makmum tidak perlu bertakbir saat itu karena sudah berlangsung kewajiban membaca surat Al Fatihah. Dan jika ia menyusul takbir setelah surat Al Fatihah, maka dianjurkan mengulang bacaan Al Fatihahnya. Lalu apabila ia bertakbir setelah rukuk yakni saat i’tidal, maka shalatnya batal asalkan ia mengetahui dan disengaja.
Pada rakaat kedua bertakbir lima kali, seseorang bertakbir pada rakaat kedua sesuai dengan ketentuan rakaat pertama. Sedangkan makmum menyesuaikan imamnya. Artinya jika seorang imam hanya bertakbir tiga atau enam kali, maka makmum tidak boleh menambahkan atau mengurangi jumlah dari takbirnya imam. Sehingga jika imam tidak membaca takbir, maka makmum juga tidak perlu membacanya.

Wallahu A’lam
Semoga bermanfaat.

22/02/2024

KH. ABDUL LATIF, PENYEBAR AGAMA ISLAM DI KABUPATEN TEGAL

Kiai Abdul Latif, sebenarnya bukanlah kiai pengasuh pondok pesantren besar, beliau adalah kiai yang memimpin sebuah majelis taklim dan mushala Darul Latif di desa Suradadi Kabupaten Tegal. Kiai Abdul Latif waktu kecil bernama Rahmat, lahir di Suradadi, tahun 1912, wafat pada 21 Januari 1998 dalam usia 86 tahun. Beliau adalah anak pertama dari H. Mansur (Sarkawi), dan Hj. Khotijah (Simen) yang jika dirunut silsilahnya ke atas, akan sampai kepada para penyebar agama Islam di Tegal.

Semasa muda, beliau belajar agama di berbagai pondok pesantren, antara lain di Pesantren Kauman Pemalang kepada Kiai Asy'ari, di Pesantren Mangkang Semarang kepada Kiai Bulqin dan Kiai Masqon, di Pesantren Kempek Cirebon kepada Kiai Harun, di Pesantren Gubungsari Weleri Kendal kepada Kiai Jamhari, dan di Pesantren Giren Tegal kepada Kiai Ubaidah dan Kiai Said.

Kecintaan Kiai Abdul Latif terhadap ilmu sangat besar, beliau adalah seorang pecinta ilmu sepanjang hayat. Bahkan sampai usia tua, beliau masih terbiasa mengaji kepada KH. Muhammad Nur di Kademangaran Tegal, dan mengaji kapada KH. Sya'ban Zuhdi di Pesantren Salafiyah Pemalang.

Kiai Haji Abdul Latif telah aktif di organisasi NU sejak muda. Pada waktu pemilu pertama tahun 1955 beliau sudah aktif di NU, termasuk pada pemilu tahun 1970 beliau juga menjadi ketua NU Kecamatan Suradadi, dimana pada ketika itu NU menjadi salah satu kontestan pemilu. Beliau bersama-sama para kiai lain, seperti KH. Rosyidi, KH. Fatkhuddin, KH. Muhammad, Mukhyiddin, dan KH. Saifuddin, ikut berjuang menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar, termasuk kepada para kaum petani dan para nelayan yang pekerjaan sehari-harinya menangkap ikan di laut.

Beliau juga termasuk kiai seniman, karena Kiai Abdul Latif juga menulis syiiran dalam bahasa Jawa Tegal, yang berisi pesan-pesan kepada jalan kebaikan, pesan untuk mencintai ilmu, yang intinya menyebarkan dakwah melalui syiiran dalam bentuk syair, bahkan hingga sekarang jamaah majlis taklim di Musholla Darul Latif, masih terdengar melagukan syiir suluk hasil karya Kiai Abdul Latif. "Kabeh manungsa umure mung pitung dina ya Allah.. Embuh senin embuh kemis embuh selasa…" demikian antara lain salah satu syairnya.

Kiai Abdul Latif termasuk orang yang mula-mula menggagas berdirinya lembaga pendidikan Islam di desa Suradadi. Pada tahun 1970 menjadi ketua pendiri madrasah yang kemudian sekarang menjadi Madrasah Ibtidaiyah NU 1, dan Madrasah Ibtidaiyah NU 2, kemudian beberapa tahun kemudian bersama-sama tokoh masyarakat lainnya ikut tergabung dalam tim pendiri Madrasah Tsanawiyah Al-Fatah dan SMA NU Suradadi.

Beliau juga termasuk dalam kelompok kiai atau ulama penyebar agama Islam, yang perjuangannya ikut diperingati dalam acara Khaul Rebo Wekasan di desa Suradadi yang bertepatan dengan hari Rabu terakhir pada setiap bulan Safar. Beberapa ulama penyebar agama Islam desa Suradadi dikhauli pada Khaul Rebo Wekasan, sebagai wujud penghormatan dan meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan agama Islam di desa tersebut.

Pada ketika masih muda beliau tergolong pemberani, ketika hendak menuntut ilmu ke pesantren di Mangkang Kendal (sebelum masuk wilayah Semarang), beliau nekad berangkat walaupun tanpa perbekalan yang memadai. Maklum kedua orang tuanya tidak termasuk golongan berada. Dengan berjalan kaki dari Tegal menuju Mangkang waktu itu memakan waktu beberapa hari, sialnya di daerah Alas Roban, yaitu daerah hutan antara Batang dan Kendal, yang waktu itu terkenal angker terjadi banjir, dengan peralatan seadanya beliau memanjat pohon jati dan menyelamatkan diri di dahan pohon, dan selamatlah beliau dari derasnya air banjir yang membawa hanyut pohon-pohonan. Akhirnya perjalanan untuk menuntut ilmu ke pesantren yang penuh rintangan tersebut, bisa dicapai juga dengan selamat.

KH. Abdul Latif pada masa perjuangan kemerdekaan termasuk anggota Lasykar Hizbullah. Diperoleh keterangan bahwa semasa penjajahan Belanda di Indonesia, waktu itu Agresi Belanda II, tahun 1947, Kiai Abdul Latif bersama masyarakat Suradadi lainnya sering dikejar-kejar pasukan Belanda, apalagi di desa Suradadi termasuk daerah operasi sasaran Belanda karena letaknya yang di tepi jalur pantura Tegal-Pemalang. Dalam suatu pengejaran oleh pihak Belanda beliau bersama istrinya Hj. Latifah pernah mengungsi ke arah selatan, tepatnya di desa Semedo, bersama anak-anaknya yang waktu itu masih kecil-kecil H. Mahrus, Hj. Aminah, dan Hj. Bahiroh. Dan mereka tidur di hutan dengan beralaskan tikar demi berlindung dan bersembunyi dari kejaran tentara Belanda.

Ketika suasana aman, Kiai Abdul Latif bersama keluarganya p**ang menuju desanya Suradadi. Namun alangkah terkejutnya ternyata pihak Belanda mengetahui bahwa banyak masyarakat yang kembali p**ang ke desa dari pengungsian. Maka pihak Belanda mengadakan penangkapan kepada penduduk yang ada di desa. Tidak pelak lagi Kiai Abdul Latif pun menjadi sasaran Belanda. Dan dalam waktu sekejap saja pihak Belanda dengan moncong-moncong senjatanya telah menyerbu desa Suradadi.

Pada ketika itu Kiai Abdul Latif masih berada di rumah, maka dengan segera beliau mau berusaha berlari dari penangkapan. Akan tetapi apalah dikata, pihak Belanda sudah berada di depan rumahnya. Beliau pun kemudian masuk ke kamar dan bersembunyi di kolong tempat tidur. Tentara Belanda mengejarnya dan menggeledah setiap kamar rumah, bahkan menanyai sang istri Hj. Latifah dengan gertakan.

"Dimana suamimu?"
"Saya tidak tahu"
"Bohong.."

Tentara Belanda terus memburu keberadaan Kiai Abdul Latif, padahal beliau berada di kolong tempat tidur dengan posisi menungging, akan tetapi berkat pertolongan Allah dan karomah yang dimilikinya, beliau selamat dari penangkapan tentara Belanda yang pada waktu itu menangkapi penduduk dengan semana-menanya. Beberapa orang yang ditangkap Belanda dibawa ke Tegal, dan dipenjarakan disana, bahkan diantaranya ada yang ditangkap dan dipekerjakan di Suriname.

(H. Samsul Munir Amin, Ketua Rumah Mualaf MUI Kabupaten Wonosobo)

Sumber Tulisan:
Beranda Ulama
Suara Merdeka

Untuk kesehatan yang baik kendalikan makananmu, untuk jiwa yang baik kendalikan dosa-dosamu, dan untuk keimanan yang bai...
28/09/2023

Untuk kesehatan yang baik kendalikan makananmu, untuk jiwa yang baik kendalikan dosa-dosamu, dan untuk keimanan yang baik, kirimkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

12/06/2021
Alhamdulillah Musholla Darul Lathif dapet bantuan Tong Sampah dari Obat Nyamuk Kingkong.
22/04/2021

Alhamdulillah Musholla Darul Lathif dapet bantuan Tong Sampah dari Obat Nyamuk Kingkong.

NIAT PUASA RAMADHAN UNTUK SATU BULAN PENUH
13/04/2021

NIAT PUASA RAMADHAN UNTUK SATU BULAN PENUH

Kolam Musholla Darul Lathif Suradadi Tegal.
03/01/2021

Kolam Musholla Darul Lathif Suradadi Tegal.

Jadwal Bacaan Surat Dalam Sholat Maktubah (Fardhu)
27/10/2020

Jadwal Bacaan Surat Dalam Sholat Maktubah (Fardhu)

NAFSU ITU ADA 7 BERDASKAN SIFAT²NYA :1. NAFSU AMAROHDiambil dari Ayat Qur'an :ﺇﻥ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻷﻣﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﺀ"sungguh nafsu/jiwa i...
29/09/2020

NAFSU ITU ADA 7 BERDASKAN SIFAT²NYA :

1. NAFSU AMAROH

Diambil dari Ayat Qur'an :
ﺇﻥ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻷﻣﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﺀ
"sungguh nafsu/jiwa itu memerintahkan pada keburukan". Nafsu ini memerintahkan seseorang pada keburukan, dan apabila memerintah pada kebaikan maka hasil akhirnya juga buruk

2. NAFSU LAWAMAH

Berdsarkan ayat Qur'an :
ﻭﻻ ﺃﻗﺴﻢ ﺑﺎﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﻠﻮﺍﻣﺔ
"dan Aku bersumpah dengan Jiwa-jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri". Ketika seseorang memerangi nafsu ini & ditekan terus supaya nafsu ini ikut pada suatu yang benar menurut sari'at, maka seorang pun takkan mampu mengalahkan nafsu ini. Kemudian nafsu ini akan kmbali ke pemiliknya dengan dicela..

3. NAFSU MULHAMAH

Berdasarkan ayat Qur'an :
ﻓﺎﻟﻬﻤﻬﺎ ﻓﺠﻮﺭﻫﺎ ﻭﺗﻘﻮ ﻳﻬﺎ
"maka Alloh swt mengilhamkan kepada jiwa itu jlan kefasikan & ketaqwa'annya". Ketika seorang memerangi nafsuini dengan susah payahnya & nafsu ini cenderung kepada Ridhonya ALLOH swt ,walaupun awalnya nafsu ini merintah kepada kefasikan , berkah IlhamNYA ALLOH nafsu ini menjadi Ketaqwa'an.
TANDA2 NAFSU MULHAMAH : seseorang harus mengetahui perkra yang masih samar yaitu sifat PAMER,BANGGA DIRI dll (PENYAKIT HATI).
4. NAFSU MUT'MAINAH
5. NAFSU RODIYAH
6. NAFSU MARDIYAH.
Berdasarkan ayat Qur'an:

ﻳﺂﻳﺘﻬﺎﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﻤﻄﻤﺌﻨﺔ ,ﺍﺭﺟﻌﻰ ﺍﻟﻰ ﺭﺑﻚ ﺭﺍﺿﻴﺔ ﻣﺮﺿﻴﺔ , ﻓﺎﺩﺧﻠﻰ ﻓﻰ ﻋﺒﺎﺩﻯ ﻭﺍﺩﺧﻠﻰ ﺟﻨﺘﻰ

"Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho & diridhoi _NYA,maka masuklah kedalam hamba2KU,& masuklah kedalam SurgaKU".
Maka ketika masih tetap memerangi nafsu tdi sehingga hilang Hawa (keinginan) melakukan nafsu & sifat2 yang buruk diganti dengan sifat yang terpuji yaitu dengan ahlak yang datangnya dari ALLOH SWT,. sperti sangat berbelas kasih,dermawan dll,inilah yang dinamakan Mutmainah. Nafsu mutmainah ini akan slalu kembali kepada Alloh swt & inilah awal dari wusul/makrifat kepada ALLOH SWT, akan tetapi nafsu ini belum sunyi dari suatu yang masih samar, sperti Sirik khofi, cinta Kdudukan/pangkat, akan tetapi p**a nafsu ini tidakkan bisa ditmukan pada orang2 yang diberi Cahaya (HIDAYAH) oleh Alloh SWT didalam hatinya, karena yang kelihatan Nafsu ini adlah sifatnya baik,seperti Sifat dermawan,tawakal, ZUHUD (tidak cinta dunia), WIRA'I (Sifat yang menghindari dari barang haram, makruh,subhat), BERsyukur,SABAR, Menerima apa-apa yang diTAKDIRKAN oleh ALLOH SWT ,dan dibukanya sebagian Rahasia-rahasia Ilmunya Alloh SWT, & bisa menjdi WaliyaLLOH.

5. NAFSU RODIYAH

Ketika seorang dipuji /dicaci kdudukannya Sama tak pernah merasa,karna smua itu adalah akan hilang,&menerima dan Ridho/IHLAS stiap apa adanya yang telah diberikan oleh ALLOH didunia, dan pabila ditemukan dalam diri ini sifat Berbangga diri maka sgeralah minta pertolongan dari ALLOH swt dengan Melanggengkan dikir, & taqorub kepada Alloh swt

6. NAFSU MARDIYAH

Apabila udah sampai kemaqom IHLAS (Smuanya karena ALLOH swt) dan mulai terbukalah pintu2 makrifat & jelasnya ALLOH Swt,maka nafsu ini tenggelam didalam Samudra tauhid.nafsu ini tidak akan diperoleh kcuali dari pertolongan&penjaga'annya ALLOH swt, yang dituju hanyalah makrifat, wushul, mukasafah kepada Alloh swt, sehingga ALLOH memanggil orang ini dengan

ﻳﺂﻳﺘﻬﺎﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﻤﻄﻤﺌﻨﺔ ,ﺍﺭﺟﻌﻯ ﺎﻟﻰ ﺭﺑﻚ ﺭﺍﺿﻴﺔ ﻣﺮﺿﻴﺔ ﻓﺎﺩﺧﻠﻰ , ﻓﻰ ﻋﺒﺎﺩﻯ ﻭﺍﺩﺧﻠﻯ ﺠﻨﺘﻰ

dan ini adalah sudah slesai memerangi nafsu dan tipu dayanya,dan stelah mencapai derajat ini jgn lupa slalu menjaga & waspada.. SAYID ABU BAKRI berkata : " nafsu itu adalah hidup walapun derajatnya sampai tujuh."

7. NAFSU KAMILAH

Setelah nafsu nomr 4, 5, 6 ini menjadi watak maka inilah yang dinamakan Nafsu kamilah..yaitu derajat nafsu yang tertinggi &yang paling sempurna,.dan sampailah ke Mukasafah makrifat/mengetahui ALLOH dengan ilmu yaqin... ALLOHUMMAJALNA MIN IBADIKAL MUHLASIN,
[ Diambil dari kitab siroju tolibin sarah minhaju tolibin hal 49 - 50 ]

Address

Jalan KH. Yakub RT. 03 RW. 16 Suradadi
Tegal
52182

Telephone

085742882020

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Musholla Darul Lathif Suradadi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share