MDTU Miftahul Athfal NU 02 Suradadi

MDTU Miftahul Athfal NU 02 Suradadi MDTA Miftahul Athfal NU 02 Suradadi adalah sebuah lembaga keagamaan yang bergerak di bidang KBM

BISA BERTEMU DENGAN GUS MIEK ITU SEPERTI MENDAPATKAN LAILATUL QODAR  Mbah Ud adalah seorang tokoh kharismatik yang diyak...
07/04/2026

BISA BERTEMU DENGAN GUS MIEK ITU SEPERTI MENDAPATKAN LAILATUL QODAR

Mbah Ud adalah seorang tokoh kharismatik yang diyakini sebagai seorang wali. Beliau sering dikunjungi olah sejumlah ulama untuk meminta doanya, termasuk salah satunya adalah KH. Ahmad Siddiq.

Pada suatu hari, KH. Ahmad Siddiq sedang berkunjung ke ndalem Mbah Ud untuk minta didoakan dan dibacakan al-Fatihah untuk keselamatan dan kesuksesan hidupnya.

Tetapi, Mbah Ud menolaknya karena merasa ada yang lebih pantas untuk membaca al-Fatihah. Mbah Ud kemudian menunjuk Gus Miek yang pada waktu itu masih berusia 9 tahun. Dengan terpaksa Gus Miek yang sedang bermain mau membacakan al-Fatihah setelah diminta oleh Mbah Ud.

Selang beberapa hari kemudian, KH. Ahmad Siddiq penasaran dengan anak kecil yang membacakan al-Fatihah untuk dirinya. Hingga akhirnya, beliau kembali menemui Mbah Ud untuk bicara empat mata menanyakan tentang siapakah Gus Miek itu.

“Mbah, saya sowan karena ingin tahu siapa anak kecil (Gus Miek) itu, kok banyak orang besar seperti KH. Hamid menghormatinya?,” tanya KH. Ahmad Siddiq.

“Kemarin-kemarin, kamu datang ke rumahku untuk meminta doa. Aku menyuruh seorang bocah untuk mendoakan kamu, Itulah Gus Miek. Jadi, siapa saja, termasuk kamu, bisa bertemu dengan Gus Miek itu seperti mendapatkan Lailatul Qodar,” jawab Mbah Ud.

Begitu Mbah Ud selesai mengucapan kata Lailatul Qodar, Gus Miek tiba-tiba turun dari langit-langit kamar lalu duduk di antara keduanya. Sama sekali tidak terlihat bekas atap yang runtuh karena dilewati Gus Miek. Setelah mengucapkan salam, Gus Miek kembali menghilang.

Kisah Mbah Hamid Pasuruan Yang Tidak Berdaya dihadapan Rasulullah SAWSuatu hari Kyai Hamid mengadakan peringatan maulid ...
07/04/2026

Kisah Mbah Hamid Pasuruan Yang Tidak Berdaya dihadapan Rasulullah SAW

Suatu hari Kyai Hamid mengadakan peringatan maulid Nabi mengundang para masayich, diantaranya Kyai As'ad, kebetulan kyai As'ad duduk disebelah kanan Kyai Hamid sedang sebelah kiri adalah Kyai Ahmad Sidiq.

ketika mahalul qiyam semua pada berdiri, cuma Kyai Hamid tidak berdiri, semua tamu yang jumlahnya ribuan terheran dengan sikap Kyai Hamid.

Setelah selesai acara, semua pulang tinggallah kyai-kyai sepuh dan para masyayich, lalu Kyai As'ad menegur beliau: "Gimana njenengan niki Yai baca sholawat kok nggak mau berdiri?". Kyai Hamid menangis terseduh sambil menjawab:

"SAYA GAK PUNYA DAYA UNTUK BERDIRI SEBAB KANJENG NABI BERDIRI TEPAT DIDEPANKU, SAYA MERASA KEHABISAN AKHLAK, JANGANKAN ILMU, IBADAH DAN MUJAHADAH SAYA, DARI PAKAIANPUN SAYA MALU BERTEMU KANJENG NABI,,"

(Dikisahkan oleh Kyai As'ad dalam suatu majelis beliau).

Wallahu a'lam.

Mbah Jimbun Kebumen: Sang Mursyid di Balik Keteguhan Spiritual Gus Dur Di balik sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ya...
07/04/2026

Mbah Jimbun Kebumen: Sang Mursyid di Balik Keteguhan Spiritual Gus Dur

Di balik sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dikenal eksentrik dan berani, terdapat pilar-pilar spiritual yang menjadi jangkar batinnya. Salah satu nama yang paling sakral dalam daftar "5 Kyai Khos" kepercayaan Gus Dur adalah KH. Shonhaji Chasbullah, atau yang lebih akrab disapa Mbah Jimbun dari Kebumen.

Bagi Gus Dur, Mbah Jimbun bukan sekadar sahabat, melainkan sosok Mursyid yang memberikan suntikan kekuatan batin. Hubungan keduanya adalah potret nyata kemuliaan akhlak para ulama: saling menghormati, saling menguatkan, dan jauh dari hiruk-pikuk keduniawian.

Mari kita teladani kesederhanaan dan keteguhan iman beliau berdua. Semoga keberkahan para ulama senantiasa mengalir untuk kita semua.

Seorang anak takkan bisa membalas kedua orang tuanya. ttp ketika Wiridan ini di baca stiap malam jumat 1 kli insyaallah ...
01/02/2026

Seorang anak takkan bisa membalas kedua orang tuanya. ttp ketika Wiridan ini di baca stiap malam jumat 1 kli insyaallah hampir bisa membalasnya.

14/12/2025

Ngaji Slapanan..

Foto Langka Ulama Tegal. Dari kiri ke kanan : KH. Muqoffa Barmawi Tegalwangi, Ky. Sulaiman Margasari, KH. Miftah Kajen-T...
21/10/2025

Foto Langka Ulama Tegal.

Dari kiri ke kanan : KH. Muqoffa Barmawi Tegalwangi, Ky. Sulaiman Margasari, KH. Miftah Kajen-Talang, KH. Zaenal Arifin Demangharjo Warureja, KH. Barmawi Tegalwangi.
Foto saat Pembangunan Gedung NU Kab. Tegal di Procot - Slawi sekitar tahun 80an.

Alfatih Cakra Buana (14) adalah salah satu korban selamat dalam insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, ...
03/10/2025

Alfatih Cakra Buana (14) adalah salah satu korban selamat dalam insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Remaja itu terjebak tiga hari dalam reruntuhan bangunan yang dipakai untuk musala tersebut.

Tiga hari terjebak, dia mengaku tertidur dan bermimpi. Keajaiban datang, tim penyelamat menemukan dirinya dan berhasil mengeluarkan tubuhnya dari reruntuhan.

Karenanya, ungkapan syukur tak henti diucapkan Abdul Hannan, saat mengetahui anak keduanya Alfatih Cakra Buana selamat dari reruntuhan.

Bangunan itu ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Alfatih baru berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10/2025) sore.

Jika dihitung Alfatih berada sekitar tiga hari di dalam puing reruntuhan bangunan.

"Alhamdulillah, Alhamdulillah," ucap warga Bangkalan ini di RSUD Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025).

Pada saat dievakuasi, Alfatih tak mengalami luka serius, hanya lecet.

Dalam ceritanya, remaja 14 tahun itu merasa tidur. Ia bahkan tak mengingat pasti kejadian ini.

Alfatih hanya mengingat bahwa sebelum gedung itu ambruk sempat terdengar suara gemuruh seperti gempa.

Begitu gedung itu roboh, Alfatih sempat berlari untuk keluar gedung. Namun ia tak berhasil dan pingsan.

Saat bangun, Alfatih sudah tak bisa melihat apa-apa alias gelap gulita. Namun, Alfatih masih sempat berkomunikasi dengan teman di sebelahnya dalam posisi sama-sama terjebak.

"Setelah itu saya tidur dan tidak ingat lagi. Saya sempat mimpi minum lewat selang. Mimpi tapi kayak asli rasanya," kata Alfatih saat bercerita diatas tempat tidur tempat ia di rawat di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Dalam tidurnya selama tiga hari itu, Alfatih merasa mimpi berkeliling ke sejumlah tempat. Namun, ia tak mengingat rinci.

Ia hanya ingat, berkeliling menggunakan transportasi pickup. Didalam reruntuhan itu, Alfatih sebenarnya tertimpa gundukan pasir dan seng.

Namun komponen inilah yang menyelamatkan posisi Alfatih dari puing-puing bangunan.

Alfatih baru sadar saat ada bunyi suara petugas tengah menggetok puing-puing.

Semula, ia mengira itu suara tukang sedang menggarap bangunan. Namun rupanya itu adalah petugas yang berupaya untuk menyelamatkan Alfatih.

"Terus saya tanya apakah sudah bisa keluar, akhirnya saya bisa keluar dengan merangkak," ucap Alfatih.

Alfatih ini sempat dikunjungi langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis sore.

Al-Khozini Buduran itu pondok besar yang sudah banyak melahirkan Ulama. Dan sudah dirasakan manfaatnya terhadap umat.Sem...
02/10/2025

Al-Khozini Buduran itu pondok besar yang sudah banyak melahirkan Ulama. Dan sudah dirasakan manfaatnya terhadap umat.

Semoga kita semua mendapat berkahnya. Aamiin...

KHR. Abdus Salam Mujib
Pengasuh PP. Al-Khoziny Buduran Sidoarjo. Semoga Allah memberi kesabaran, kesehatan, dan kekuatan lahir dan batin.

SYEKH JUNAID AL-BATAWI SALAH SATU ULAMA BESAR ASAL BETAWI YANG ILMUNYA DIAKUI LUAS, BAHKAN MAKKAH. Awal Kehidupan dan La...
02/10/2025

SYEKH JUNAID AL-BATAWI SALAH SATU ULAMA BESAR ASAL BETAWI YANG ILMUNYA DIAKUI LUAS, BAHKAN MAKKAH.

Awal Kehidupan dan Latar Keluarga.
Syekh Junaid al-Batawi dipercaya lahir di Pekojan, Jakarta Barat (Betawi, Indonesia).

Dalam tradisi lokal, disebutkan bahwa beliau memiliki garis keturunan “darah biru”, termasuk silsilah yang menghubungkan ke pendiri Kesultanan Demak ataupun tokoh-tokoh sayyid/habaib.

Disebutkan bahwa beliau memiliki empat orang anak: dua putra dan dua putri.

Putra: As’ad dan Said.
Putri: salah satu dinikahkan dengan Abdurrahman al-Mishri, dan satu lagi dengan muridnya, Syekh Mujitaba al-Betawi.

Hijrah ke Makkah dan Aktivitas Ilmiah.
Di Makkah, beliau dikenal sebagai pengajar Mazhab Syafi’i dan menjadi figur ulama penting di antara komunitas ilmiah Masjidil Haram dan sekitarnya.

Ia memperoleh gelar penghormatan “Syaikhul Masyāyikh” (guru para guru) dari kalangan umat dan ulama karena posisinya sebagai guru banyak ulama dan kharismanya ilmu.

Jabatan sebagai Imam Masjidil Haram.
Dalam banyak literatur populer, Syekh Junaid al-Batawi disebut sebagai orang Indonesia / Betawi pertama yang dipercaya menjadi imam di Masjidil Haram di Makkah.

Pengangkatan beliau sebagai imam Masjidil Haram menegaskan tinggi keilmuan dan kepercayaan para ulama serta penguasa lokal di Hijaz kepadanya.

Dalam catatan, beberapa ulama Nusantara (termasuk dari Betawi) menjadi murid dan pengikut pengajaran beliau selama dia menjabat imam dan pengajar di Makkah.

Murid, Warisan Ilmu, dan Hubungan Kekeluargaan.
Murid-murid utama

Beberapa nama murid yang sering disebut dalam tradisi dan literatur populer:

Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, murid yang sangat dikenal dan meneruskan garis keilmuan, pengarang Tafsir Al-Munir dan banyak kitab lainnya.

Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, juga disebut sebagai murid beliau; menjadi imam, khatib, dan m***i Mazhab Syafi’i di Makkah.

Syekh Mujitaba al-Betawi, dikatakan sebagai murid yang juga menikah dengan salah satu putrinya.

Ada juga sebutan murid-murid lokal Betawi atau Jawa yang belajar kepadanya di Makkah ataupun “kerabat-ulama Betawi” yang berjejaring ke Makkah.

Hubungan keluarga dan kedudukan sosial.
Seperti disebut sebelumnya, dua putri beliau menikah dengan tokoh ulama luar (Abdurrahman al-Mishri) dan muridnya (Mujitaba).

Keluarga beliau dikabarkan mendapatkan penghormatan istimewa oleh penguasa Hijaz setelah kontestasi politik (misalnya ketika Syarif Ali ditaklukkan oleh Ibnu Saud) satu syarat penyerahan adalah agar “keluarga Syekh Junaid tetap dihormati setara keluarga raja”.

Keturunan Betawi dari garisnya terus ada dan disebut-sebut masih berada dalam proteksi kerajaan Saudi Arabia sampai era modern.

Tahun Wafat, Lokasi Makam, dan Kontroversi Kritis

Ada sumber populer yang menyebut beliau wafat pada tahun 1840 M di usia sekitar 100 tahun, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Al-Ma’la, Makkah.

Lokasi makam yang umum disebut adalah Pemakaman Al-Ma’la, tidak jauh dari Masjidil Haram.

Karomah, Keistimewaan, dan Penghormatan.
Mengenai karomah (kewalian / mujizat) beliau, sumber-sumber yang bisa diuji kebenarannya sangat terbatas. Namun dalam tradisi lisan dan kisah populer terdapat beberapa catatan/kepercayaan:

1. Penghormatan tinggi dari penguasa Hijaz, bahwa keluarganya dianggap setara keluarga Raja Ibnu Saud sebagai bagian dari kesepakatan politik, sebagai penghormatan atas kedudukan beliau.

2. Waktu lanjut usia tetap aktif memimpin zikir / doa / pengajian meskipun suaranya melemah, masih diminta memimpin doa penutup atau zikir dalam pertemuan ulama.

3. Dalam beberapa catatan lokal, setiap haul (peringatan kematian) murid-murid seperti Nawawi al-Bantani menyelipkan pembacaan Al-Fatihah untuk Syekh Junaid, sebagai bentuk penghormatan spiritual semacam keyakinan bahwa ruh beliau masih dihormati dalam komunitas.

Wallahu a'lam.

KISAH TERBUKANYA KEALIMAN SYEKH SYARWANI ABDAN AL BANJARI  Syekh Syarwani Abdan Al Banjari (berkaca mata) bersama Kyai H...
05/08/2025

KISAH TERBUKANYA KEALIMAN SYEKH SYARWANI ABDAN AL BANJARI

Syekh Syarwani Abdan Al Banjari (berkaca mata) bersama Kyai Hamid Pasuruan

Pada tahun 1946, Syekh Syarwani Abdan Al Banjari pindah ke Bangil pasuruan, Jawa Timur. Walau beliau luar biasa alim nya, beliau tidak mau membuka pengajian, karena beliau sadar Bangil bukan Wilayah beliau. Namun, bagaimanapun beliau menyembunyikan Kealiman beliau, tetap saja akhirnya diketahui oleh para ulama Jawa Timur.

Suatu ketika, para guru dan kyai pimpinan pondok pesantren di sekitar Jawa Timur hendak menuntut ilmu agama kepada Kyai Hamid Pasuruan. Namun kyai Hamid tidak mau mengajari dan meminta kepada para kyai untuk belajar kepada Syekh Syarwani Abdan Al Banjari.

Lalu para kyai Jawa timur tadi pamit kepada kyai Hamid dan pergi ke kediaman Syekh Syarwani Abdan Al Banjari. Sesampainya disana, Syekh Syarwani Abdan Al Banjari sedang muthala'ah kitab.

Sebelum para kyai tadi bertanya, Syekh Syarwani bertanya lebih dahulu "Para kyai yang saya muliakan, apakah masalah ini yang kyai ingin tanyakan?" Sambil Syekh Syarwani menunjukkan kitab yang beliau muthala'ah.

Semua yang hadir merasa heran dan kagum. Karena semua pertanyaan sudah disiapkan dan telah terjawab sebelum ditanyakan oleh para kyai. Jawaban lengkap dengan kitab serta dalilnya

Hal seperti ini terjadi berulang kali, setelah yakin, barulah para kyai tadi bermohon kepada Syekh Syarwani untuk mengajari mereka. Dengan izin dari kyai Hamid selaku pimpinan kyai Jawa Timur, Akhirnya Syekh Syarwani Abdan Al Banjari mau mengajari para kyai di Jawa Timur tersebut.

Begitu indahnya Ilmu,dan tawadhu yang Beliau Berikan Semoga Memberikan Berkah Kapada Kita Untuk Senantiasa Menjunjung Ilmu agama dan Juga Takdim Terhadap Kyai Kyai Sepuh,Mungkin Banyak Dari lingkungan kita,Adanya Orang Alim Alamah Yang, Sengaja Untuk Menghindari Kepopuleran

Sumber : buku "Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari" tulisan Abu Daudi, sub judul "Alimul Allamah Al Arif Billah H. Muhammad Syarwani Abdan" hal 118

KUNCI NGAJI AL-QUR'AN MENURUT KYAI ARWANI KUDUS ROHIMAHULLOHKuncine Ngaji Al Qur'an iku ono telu:1. Ojo nyawang sopo gur...
05/08/2025

KUNCI NGAJI AL-QUR'AN MENURUT KYAI ARWANI KUDUS ROHIMAHULLOH

Kuncine Ngaji Al Qur'an iku ono telu:

1. Ojo nyawang sopo gurune (Jangan melihat siapa gurunya)

2. Ora usah isin karo umur (Jangan malu karena umur)

3. Suwe waktune (lama waktu tempuhnya)

-----

Ora gelem ngaji Al Qur'an mergo pangkat/kedudukan gurune luwih rendah? Gusti Kanjeng Nabi Muhammad Saw iku muride malaikat Jibril As ing babakan Wacan Al Qur'an. Beliau ora isin ngaji Al Qur'an (musyafahah) marang Malaikat Jibril senajan secara pangkat derajat/kedudukan malaikat Jibril as iku luwih rendah.

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji al Qur'an karena kedudukan guru lebih rendah. Nabi Muhammad saw saja tidak malu mengaji alquran kepada malaikat jibril walaupun derajat Rasululloh jauh diatas malaikat Jibril.

Males ngaji Al Qur'an mergo umur wis Tua? Gusti kanjeng Nabi Muhammad Saw iku mulai ngaji Al Qur'an marang malaikat Jibril as umur 40 tahun.

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji Al Qur'an karena umur sudah tua. Nabi Muhammad saja mulai belajar al Qur'an kepada malaikatJibril pada umur 40 tahun.

Isin ngaji Al Qur'an mergo suwe waktune? Kanjeng Nabi Saw ora pernah ngrasa isin (minder) ngaji Al Qur'an marang malaikat Jibril as awit beliau Saw umur 40 tahun tekane 63 tahun (wafat).

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji al Qur'an karena waktunya lama. Nabi Muhammad saja menerima wahyu al Qur'an 23 tahun lamanya.

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

LIMA RAHASIA KE'ALIMAN KH. MAIMUN ZUBAIRDawuhipun KH. Maimun Zubair:1. “Calon kyai gedhe iku kudu khatam Bukhori (Shahih...
26/07/2025

LIMA RAHASIA KE'ALIMAN KH. MAIMUN ZUBAIR

Dawuhipun KH. Maimun Zubair:

1. “Calon kyai gedhe iku kudu khatam Bukhori (Shahih Bukhori). Luwih-luwih dikhatamke sak wulan poso, barokahe gedhe.”
(Calon kyai besar itu harus khatam Shahih Bukhari. Terlebih jika dikhatamkan di bulan Ramadan, keberkahannya sangat besar.)

2. “Mondok iku ngajine kudu seko awal, ora keno dijujug. Wiwit saka Safinah, Sulam Taufiq, terus sak nduwuré.”
(Santri yang mondok harus mengaji dari dasar, tidak boleh langsung lompat. Mulai dari kitab Safinah, Sulam Taufiq, lalu naik ke kitab-kitab tingkat lanjut.)

3. “Aku iku ngaji Mu'in (Fathul Mu'in) neng Lirboyo. Saben khatam, tak sowani Mbah Ma'ruf Kedunglo njaluk donga. Saben khatam sak kitab, tak jalukno donga. Mbah Ma’ruf iku wali, ora ono wong khusyuk koyo Mbah Ma’ruf.”
(Aku mengaji kitab Fathul Mu'in di Lirboyo. Setiap kali khatam satu kitab, aku selalu mendatangi Mbah Ma’ruf Kedunglo untuk minta doa. Mbah Ma’ruf itu seorang wali. Tidak ada orang yang kekhusyukannya seperti beliau.)

4. “Aku teko neng Lirboyo ditampani Kyai Tohir Wijaya. Langsung disuruh mlebu, ora nganggo dites. Karo Mbah Manaf malah langsung disuruh mulang. Aku kandha durung iso ngaji, tapi dijawab Mbah Manaf: ‘Kitab iku koyo maling. Angger diwolak-walik, diwoco terus, mesti suwe-suwe ngaku.’”
(Aku datang ke Lirboyo dan langsung diterima oleh Kyai Tohir Wijaya, tanpa tes. Bahkan oleh Mbah Manaf langsung disuruh mengajar. Aku bilang belum bisa ngaji, tapi kata Mbah Manaf: “Kitab itu seperti pencuri. Kalau terus dibolak-balik dan dibaca, lama-lama akan ketahuan juga.”)

5. “Dunyo saiki iki wis dibukak karo Gusti Allah. Kabeh-kabeh ono ilmune, nganti njero-ndalem. Tapi wong-wong saiki malah angel diajak tawakkal. Padahal, nek gelem tawakkal, mesthi dicukupi karo Gusti Allah.”
(Sekarang dunia sudah dibukakan oleh Allah. Segala sesuatu ada ilmunya, bahkan sampai ke hal paling detail. Namun justru orang-orang sekarang sulit diajak untuk bertawakal. Padahal, kalau mau bertawakal, pasti akan dicukupi oleh Allah.)

---

Mugi-mugi dadosa ‘ibrah sing bisa ndadekake semangat sajroning nyinau lan nyuprih ilmu. Āmīn... 🤲
(Semoga menjadi pelajaran yang dapat membangkitkan semangat dalam menuntut ilmu. Aamiin.)

Address

Jalan KH. Yakub No 06 RT. 02/RW. 16 Suradadi
Tegal
52182

Opening Hours

Monday 14:00 - 16:00
Tuesday 14:00 - 16:00
Wednesday 14:00 - 16:00
Thursday 14:00 - 16:00
Saturday 14:00 - 16:00
Sunday 14:00 - 16:00

Telephone

085742882020

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MDTU Miftahul Athfal NU 02 Suradadi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share