Dinas PPKbP3A Kota Tasikmalaya

Dinas PPKbP3A Kota Tasikmalaya Selain itu, struktur umur penduduk yang kurang seimbang disebabkan oleh karena sebagian besar penduduk berumur muda.

Masih tingginya tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia dan kurang seimbangnya struktur umur penduduk di beberapa provinsi merupakan masalah pokok yang dihadapi dalam bidang kependudukan dan keluarga berencana nasional. Tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi disebabkan masih tingginya tingkat kelahiran disatu pihak dan lebih cepatnya penurunan tingkat kematian dilain pihak. Salah satu aki

batnya, tingkat beban ketergantungan, yaitu perbandingan yang bekerja, relatif masih tinggi. Masalah pokok lainnya disamping tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan struktur umur penduduk yang kurang seimbang, adalah penyebaran penduduk yang juga kurang merata. Penyebaran penduduk yang kurang merata ini disebabkan oleh karena secara geografis, pulau Jawa yang hanya sekitar 7% dari luas wilayah Indonesia, dihuni oleh lebih dari 62% penduduk Indonesia. Sedangkan sisanya, yaitu sekitar 38% dari jumlah penduduk berada di pulau-pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya. Program Keluarga Berencana menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera menyebutkan bahwa Keluarga Berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga serta peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera yang kemudian di perbaharui dengan adanya Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga menyebutkan bahwa Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Hakekat Pembangunan Nasional adalah Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan seluruh masyarakat Indonesia. Perkembangan penduduk dan pembangunan keluarga untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan pembangunan menjadi titik sentral pembangunan yang berkelanjutan. Penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas akan memperbaiki segala aspek kehidupan masyarakat. Untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas dilakukan upaya :
1. Pengendalian angka kelahiran dan penurunan angka kematian >> pengarahan mobilitas penduduk
2. Pengembangan kualitas penduduk pada seluruh dimensinya
3. Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga
4. Penyiapan dan pengaturan perkawinan serta kehamilan

B. LANDASAN HUKUM
Penyusunan Rencana Kerja Program Kependudukan dan Keluarga Berencana ini berdasarkan kepada :
1. Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tahun 1994 Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera.
2. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah Dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom.
3. Peraturan Pemerintah RI Nomor 57 Tahun 2009 Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 Tahun 1994 Tentang Pengelolaan Perkembangan Penduduk.
4. Undang – Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah.
5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 207 Tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintaha Daerah Provinsi Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
6. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga.
7. Keputusan Presiden RI Nomor 62 Tahun 2010 Tentang Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional.
8. Peraturan Kepala Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 82/Per/B5/2011 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Perwakilan BKKBN Provinsi.
9. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 19 Tahun 2012 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 (Lembar Daerah Nomor 19 Seri A) Tanggal 17 Desember 2012
10. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 64 Tahun 2012 Tentang Penjabaran APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 (Berita Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 Nomor 64 Seri A) Tanggal 18 Desember 2012
11. Surat Kepala BPPKB Provinsi Jawa Barat Nomor : 978.5/949-VB/KBKK Tanggal 05 Oktober 2012 Perihal : Bantuan Hibah Gubernur 2012.
12. Keputusan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Barat, Nomor : 36/Hk.013/J.1/2014, Tentang Tenaga Penggerak Program Kependudukan Dan KB Tingkat Desa/Kelurahan

01/12/2021
💙
16/08/2021

💙

  Survei Status Gizi Balita Indonesia menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka Stunting menjadi 27.67% pada tahun 2019....
17/02/2021


Survei Status Gizi Balita Indonesia menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka Stunting menjadi 27.67% pada tahun 2019. Meski turun, namun angka ini terbilang tinggi, mengingat standar angka Stunting dari WHO tidak boleh lebih dari 20%.
Risiko Stunting bisa muncul saat kehamilan, juga dari bayi lahir normal namun mengalami kekurangan asupan gizi. Kalau kata dr. Hasto, yang lahir normal pun masih ada kemudian jadi Stunting karena tidak dapat ASI dengan baik, kemudian asupan makanannya tidak cukup.
Nah, tau nggak sih? Kalau tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia menargetkan angka Stunting turun menjadi 14% di tahun 2024. Presiden juga menunjuk Kepala BKKBN, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting.
Terus gimana sih upaya untuk menurunkan angka Stunting? Hm~ tungguin postingan Mimin selanjutnya ya 😉



  Hai,  . Tahukah kamu bahwa Stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak di bawah usia dua tahun di Ind...
17/02/2021


Hai, . Tahukah kamu bahwa Stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak di bawah usia dua tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera dientaskan karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.
Omong-omong, apa sih Stunting itu? Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan yg berlangsung lama & menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.
Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi Stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya. Stunting itu pasti bertubuh pendek, sementara yang bertubuh pendek belum tentu Stunting.
Stunting menjadi masalah yang penting untuk diselesaikan karena berpotensi mengganggu potensi Sumber Daya Manusia, dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. dr. Hasto mengungkapkan sebanyak 1.2 juta bayi terkena Stunting dari 5 juta kelahiran bayi setiap tahunnya.



11/02/2021
 , tepat di tanggal ini 5 tahun lalu Presiden RI  resmi mencanangkan Kampung KB di Kampung KB Dusun Jenawi Desa Mertasin...
14/01/2021

, tepat di tanggal ini 5 tahun lalu Presiden RI resmi mencanangkan Kampung KB di Kampung KB Dusun Jenawi Desa Mertasinga Kabupaten Cirebon 14 Januari 2016. Sudah lima tahun Kampung KB hadir di tengah masyarakat sebagai wadah untuk mewujudkan keluarga berkualitas.
Di Jawa Barat, sejauh ini sudah berapa banyak sih Kampung KB yang dibentuk? Lantas bagaimana kualitasnya? Yuk kita cek infografis berikut sobat.
Kira-kira di sini ada yang pernah atau malah memang tinggal di Kampung KB ngga ya sobat? Kalau ada, share di kolom komentar ya 🤗








28/12/2020

Sampurasun Masyarakat Kota Tasikmalaya,

Dalam beberapa bulan lagi kita akan menyambut 2021 yakni tahun dilaksanakannya Pendataan Keluarga 2021.

Mari Persiapkan diri untuk berpartisipasi sukseskan Pendataan Keluarga 2021, Pastikan anda dan keluarga terdata.

Sambutlah kader atau petugas pendata yang berkunjung, dan berikanlah informasi yang dibutuhkan dengan benar. Karena untuk menyongsong Indonesia Emas 2045





Address

Jalan Yudanegara
Tasikmalaya
46182

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dinas PPKbP3A Kota Tasikmalaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share