BRMP Kepulauan Riau

BRMP Kepulauan Riau Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kep**auan Riau

Serangan hama? Irigasi bermasalah? Atau memiliki pertanyaan seputar budidaya dan teknologi pertanian? Kini berbagai perm...
04/06/2026

Serangan hama? Irigasi bermasalah? Atau memiliki pertanyaan seputar budidaya dan teknologi pertanian? Kini berbagai permasalahan maupun pertanyaan di bidang pertanian dapat disampaikan dengan lebih mudah melalui BRMP Monitor.

Melalui sistem pelaporan berbasis lokasi, laporan yang dikirim akan langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh BRMP Provinsi sesuai wilayah yang dipilih. Progres penanganannya pun dapat dipantau melalui nomor laporan dan tautan pelacakan.

Karena solusi yang tepat berawal dari informasi yang tersampaikan.

**auanriau

*Selamat Hari Lahir Pancasila**1 Juni 2026**"Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia"*Pancasila bukan sekad...
01/06/2026

*Selamat Hari Lahir Pancasila*
*1 Juni 2026*

*"Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia"*

Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga jiwa yang mempersatukan keberagaman Indonesia dalam semangat gotong royong, persaudaraan, dan keadilan sosial.

Di tengah berbagai tantangan zaman, nilai-nilai Pancasila menjadi landasan kuat dalam membangun bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera. Dari desa hingga perbatasan, dari petani hingga generasi muda, semangat persatuan menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Mari terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah pengabdian, memperkuat persatuan bangsa, serta berkontribusi menciptakan perdamaian dan kemajuan bagi Indonesia maupun dunia.

*Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.*

**auanriau

Modal Sukses Kemarin, Poktan Maju Jaya Bintan Sukses Dobrak Tradisi Tanam Padi “Gogo” Cakrabuana AgritanBINTAN – Kelompo...
31/05/2026

Modal Sukses Kemarin, Poktan Maju Jaya Bintan Sukses Dobrak Tradisi Tanam Padi “Gogo” Cakrabuana Agritan

BINTAN – Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, sukses menggelar aksi tanam padi lahan kering (padi gogo) pada Kamis (21/5/2026). Aksi ini menjadi bukti nyata semangat petani lokal dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bintan.

Keberhasilan penanaman padi “gogo ” varietas Cakrabuana Agritan pada Musim Tanam (MT) 3 tahun 2025 lalu yang dipanen Januari 2026 menjadi pemicu utama. Dengan hasil produksi tinggi mencapai lebih dari 5 ton per hektar, Poktan Maju Jaya yang dipimpin oleh Manun kini berambisi memperluas area tanam menjadi 3 hektar pada MT 2 tahun ini. Kesuksesan ini juga menarik minat para petani lain untuk ikut serta menanam padi lahan kering.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kep**auan Riau, Rudi Hartono, didampingi Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, serta Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Bintan hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi kepada Poktan Maju Jaya. Hadir p**a dalam acara ini Plt. Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Ita Rosmeili, Sekcam Bintan Utara beserta perangkat Desa Lancang Kuning, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyelenggaraan Penyuluhan Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepri beserta penyuluh pertanian lainnya.

Dalam sambutannya, Rudi Hartono menyosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 2 Tahun 2026. Regulasi baru ini mempermudah petani mengajukan bantuan pemerintah, baik berupa benih maupun sarana prasarana produksi pertanian (saprotan). Rudi menjelaskan mekanisme aplikasi e-Banper agar petani bisa mengajukan bantuan secara mandiri melalui penyuluh atau dinas pertanian.

"Kami mengacungkan jempol untuk Kelompok Tani Maju Jaya. Melalui Permentan Nomor 2 Tahun 2026 dan aplikasi e-Banper, kami ingin memastikan proses verifikasi bantuan benih dan saprotan berjalan cepat agar keberlanjutan produksi padi di Bintan terus terjamin," ujar Rudi Hartono.

Rudi juga menyarankan agar penyuluh pertanian mendampingi petani dalam merencanakan pola tanam setahun penuh. Dengan pola tanam yang terencana, kebutuhan saprotan dapat diprediksi dan diantisipasi lebih awal.

Pada kesempatan ini, DKPP Bintan memberikan dukungan konkret berupa bantuan pupuk bagi petani yang mau menanam padi sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Bintan. "Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendampingi petani. Selain bantuan pupuk, kami juga sudah menyiapkan fasilitas penggilingan gabah di kantor DKPP Bintan yang bisa langsung dimanfaatkan petani saat panen nanti," kata Ita Rosmeili.

Sinergi kuat di lapangan menjadi kunci utama runtuhnya kecemasan petani di tengah dinamika cuaca Bintan yang tidak menentu. Lewat kawalan ketat para penyuluh BPP Bintan Utara, transfer pendampingan teknologi modern dari BRMP Kepri berpadu serasi dengan penerapan standar budidaya padi gogo yang tepat. Ditopang penuh oleh stimulus sarana produksi dari DKPP Bintan serta kolaborasi lintas sektor, integrasi hulu-hilir ini sukses menebarkan rasa aman dan optimisme tinggi bagi petani untuk melipatgandakan produksi gabah demi kesejahteraan yang berkelanjutan.

**auanriau

*BRMP Kepri dan BMKG Tanjungpinang Perkuat Sinergi Dukungan Informasi Cuaca dan Iklim untuk Pertanian*Tanjungpinang, 22 ...
31/05/2026

*BRMP Kepri dan BMKG Tanjungpinang Perkuat Sinergi Dukungan Informasi Cuaca dan Iklim untuk Pertanian*

Tanjungpinang, 22 Mei 2026 — Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kep**auan Riau melakukan kunjungan koordinasi ke BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II RHF Tanjungpinang dalam rangka memperkuat kerja sama dan sinergi antar instansi, khususnya dalam penyediaan informasi cuaca dan iklim yang mendukung pelaksanaan kegiatan pertanian di Provinsi Kep**auan Riau. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BRMP Kepri untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dengan BMKG dalam rangka memperoleh dukungan data dan informasi meteorologi yang akurat, mutakhir, dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh para pelaksana kegiatan di lapangan. Informasi tersebut sangat penting terutama dalam mendukung perencanaan jadwal tanam, pengelolaan lahan, serta antisipasi terhadap dampak perubahan iklim yang berpengaruh pada sektor pertanian.

BRMP Kepri dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar, Rudi Hartono, bersama jajaran seperti, ketua kelompok substansi, ketua tim kerja, dan tim penanggung jawab kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP Kepri memperkenalkan struktur tim yang hadir sekaligus menyampaikan maksud kunjungan, yaitu untuk memperkuat koordinasi teknis dengan BMKG, terutama dalam kaitannya dengan kebutuhan data cuaca dan iklim untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan BRMP Kepri, termasuk kegiatan PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) dan program perbenihan di beberapa komoditas strategis. Selain itu, disampaikan p**a bahwa perubahan nomenklatur dari balai menjadi balai besar (BRMP) Kepri membawa konsekuensi pada penyesuaian tugas dan fungsi kelembagaan, sehingga diperlukan dukungan lintas instansi yang lebih terarah agar pelaksanaan program di daerah dapat berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Pihak BMKG Tanjungpinang, Kepala Stasiun Meterologi kelas II RHF Ahmad Kosasih, beserta tim teknis menyambut baik kunjungan tersebut. Dalam pertemuan ini, Tim teknis BMKG Tanjungpinang juga menyampaikan presentasi terkait kondisi cuaca dan iklim terkini di wilayah Kep**auan Riau.

Beberapa isu penting yang menjadi perhatian adalah potensi kemarau, anomali cuaca dan iklim, serta pengaruh fenomena El Nino yang diperkirakan masih berdampak terhadap pola hujan di wilayah Indonesia, termasuk Kepri. Beberapa bulan ke depan, kondisi curah hujan di Kep**auan Riau cenderung mengalami penurunan. Pada bulan Juni hingga Agustus 2026, wilayah ini diprediksi akan menghadapi periode dengan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air dan ketepatan waktu tanam.

Dalam pemaparan teknisnya, Ketua Tim Analisis dan Prediksi Iklim BMKG Tanjungpinang juga menjelaskan sejumlah faktor yang memengaruhi cuaca dan iklim di Kepri, di antaranya suhu permukaan laut, arah dan kekuatan angin musiman, fenomena monsun, serta indeks iklim regional seperti MJO dan IOD. Berbagai faktor tersebut dapat menyebabkan perubahan intensitas curah hujan dalam skala harian, dasarian, maupun bulanan. Informasi ini menjadi sangat penting bagi BRMP Kepri untuk menyusun langkah antisipatif dan penyesuaian teknis di lapangan.

BMKG Tanjungpinang turut menyoroti bahwa beberapa wilayah di Kep**auan Riau, seperti Bintan dan Lingga, memiliki karakteristik musim yang khas dan berbeda dengan wilayah lain. Oleh karena itu, informasi iklim harus diberikan secara spesifik berdasarkan zona musim dan kondisi lokal, agar dapat digunakan secara tepat dalam perencanaan pertanian. Pada beberapa lokasi, curah hujan yang turun dalam waktu singkat belum tentu cukup memenuhi kebutuhan musim hujan secara keseluruhan, sehingga diperlukan analisis yang lebih rinci dan berbasis data.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak juga membahas tindak lanjut penyusunan ulang kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman atau MoA, yang diharapkan dapat menjadi dasar formal dalam memperkuat pertukaran data, koordinasi teknis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu poin penting yang dibahas adalah pembentukan grup komunikasi atau forum koordinasi rutin agar informasi cuaca dan iklim dapat disampaikan secara cepat dan mudah digunakan oleh BRMP Kepri dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Tidak hanya sebagai penyedia data, BMKG Tanjungpinang juga diharapkan dapat berperan dalam mendukung penulisan bersama, analisis iklim, serta penguatan literasi cuaca bagi jajaran BRMP Kepri. Dengan demikian, kolaborasi yang dibangun tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dalam mendukung pengembangan pertanian modern yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Kepala BMKG Tanjungpinang dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan BRMP Kepri. Ia menegaskan bahwa sinergi antar lembaga sangat penting untuk memastikan informasi cuaca dan iklim benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan di lapangan. BMKG juga menekankan pentingnya data dukung harian, terutama pada lokasi-lokasi kegiatan yang memiliki risiko terdampak kondisi cuaca ekstrem, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman yang dipengaruhi oleh dinamika iklim.

Pertemuan ditutup dengan harapan agar kerja sama antara BRMP Kepri dan BMKG Tanjungpinang dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan nyata, baik melalui pertukaran data, pendampingan teknis, maupun koordinasi berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung terciptanya pertanian yang lebih modern, mandiri, adaptif, dan berkelanjutan di Provinsi Kep**auan Riau.

**auanriau

*BRMP Kepri Dukung Pemberdayaan Petani Pemakai Air di Daerah Irigasi Bintan Buyu*Bintan - Balai Besar Penerapan Modernis...
31/05/2026

*BRMP Kepri Dukung Pemberdayaan Petani Pemakai Air di Daerah Irigasi Bintan Buyu*

Bintan - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kep**auan Riau (BRMP Kepri) bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV dalam kegiatan Pelatihan Perkump**an Petani Pemakai Air (P3A) Daerah Irigasi Bintan Buyu, Senin, 18 Mei 2026. 25 orang petani dari P3A Poyotomo yang merupakan gabungan Kelompok Tani Poyotomo Makmur dan Hidup Bersama mengikuti pelatihan intensif di Teras Gudang Saprotan Poktan Poyotomo Makmur. Kolaborasi dua kementerian ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong produktivitas dan semangat bertani di Kabupaten Bintan.

Acara dibuka dengan laporan ketua pelaksana, Hendryanto Alamsyah, dilanjutkan sambutan dari Atin Supriatna, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BWS Sumatera IV. Peserta kemudian mengikuti lima sesi pelatihan yang menarik, aplikatif dan bermanfaat terkait teknologi budidaya padi dan pemanfaatan irigasi untuk menunjang produktivitas pertanian di Bintan.

Sesi pertama dengan judul "Mina Padi - Petani berbasis usaha tani" yang disampaikan oleh Frans Hero Making, tokoh inspiratif dari Kampung Mina Padi Sleman. Ia memperkenalkan teknik terpadu budidaya padi dan ikan air tawar dalam satu lahan, dengan 20% lahan dijadikan kolam ikan bertepi batu. Dikombinasikan dengan Teknik Tanam Jajar Legowo, sistem ini terbukti mampu menghasilkan panen hingga 11 ton per hektare. Penyampaian teknologi pertanian yang menarik ini membuat peserta pelatihan antusias berdiskusi dan bertanya tentang bagaimana cara adaptasi sistem ini di lahan pertanian Bintan.

Pada sesi kedua Penyuluh Pertanian BRMP Kepri Firsta Anugerah Sariri, menjadi narasumber pada pelatihan tersebut. Ia memaparkan materi "Penerapan Teknologi Budidaya Padi Sawah Irigasi Spesifik Lokasi Bintan" mengacu pada penerapan SNI 8969:2021 (SNI IndoGAP) yang disesuaikan khusus dengan karakteristik agroekosistem Bintan khususnya lahan sawah yang menjadi LBS Kabupaten Bintan, Kep**auan Riau. Materi ini menjadi penting karena kondisi tanah, iklim, dan topografi Bintan memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa disamaratakan dengan daerah lain.

Firsta menjelaskan tahapan budidaya secara runut: dimulai dari pengolahan tanah yang benar untuk memastikan struktur tanah siap tanam, pembenahan tanah guna memperbaiki kesuburan dan meningkatkan pH tanah agar sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman. Pemilihan varietas padi yang adaptif terhadap kondisi Bintan, proses pembibitan dan penanaman, pemilihan sistem pengairan yang disesuaikan dengan karakteristik tanah, pemupukan berimbang dengan mengusung 5T (tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, tepat cara, tepat tempat), dan penerapan prinsip pengendalian hama terpadu, hingga pascapanen yang baik untuk menjaga mutu gabah. Melalui pendekatan spesifik lokasi ini, BRMP Kepri mendorong petani untuk tidak sekadar menanam, tetapi bertani secara terstandar dan berdaya saing.

Sejalan dengan materi sebelumnya, terkait sistem pengairan yang sesuai karakteristik tanah di di Bintan Buyu, Dadang Ridwan, Kepala Satker OP SDA Sumatera IV, pada sesi ketiga menjelaskan teknik Alternate Wetting and Drying (AWD) atau Pengairan Berselang lebih detil.

AWD merupakan metode irigasi modern yang kini menjadi rekomendasi utama dalam budidaya padi berbasis Climate Smart Agriculture (CSA). Berbeda dengan sistem konvensional yang terus-menerus menggenangi sawah, AWD menerapkan pola pengairan terputus secara terkontrol: lahan dibiarkan mengering hingga batas aman, lalu diairi kembali hingga ketinggian sekitar 5 cm. Ketika tanaman memasuki fase berbunga, genangan air dipertahankan pada 5 cm untuk mencegah stres air yang dapat menurunkan hasil panen. Metode ini terbukti mampu menghemat konsumsi air hingga lebih dari 30% dibandingkan irigasi konvensional.

Nul Hanif Utama, Kepala Seksi OP BWS IV Sumatera, pada sesi ke empat menegaskan pentingnya peran aktif petani dalam merawat infrastruktur irigasi mereka, dimulai dari pemeliharaan rutin, berkala, hingga penanganan darurat, agar air dapat mengalir tepat waktu ke setiap petak sawah.

Kemudian di sesi terakhir, BRMP Kep**auan Riau melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Chandra, mengajak petani memahami bahwa keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh benih atau pupuk, tetapi juga oleh ketepatan waktu dan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi lokal.

Chandra menjelaskan bahwa debit air, ketinggian dan topografi lahan, jenis tanah, serta pola iklim di Bintan secara langsung memengaruhi kapan padi sebaiknya ditanam dan pola rotasi tanam yang optimal. Ia juga mendorong petani untuk mengintegrasikan teknologi dalam perencanaan tanam, khususnya dengan memanfaatkan aplikasi Info BMKG untuk memantau prediksi curah hujan dan pergerakan musim. Dengan perencanaan tanam berbasis data selama satu tahun ke depan, petani dapat meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem sekaligus mengoptimalkan penggunaan air irigasi yang tersedia.

Melalui keterlibatan aktif dalam pelatihan ini, BRMP Kep**auan Riau menegaskan perannya sebagai ujung tombak Kementerian Pertanian dalam mendekatkan teknologi pertanian kepada petani. Dengan dukungan saluran irigasi yang telah difasilitasi BWS IV Sumatera, semangat bertani P3A Poyotomo diharapkan semakin kuat dan produktivitas padi di Daerah Irigasi Bintan Buyu terus meningkat, memperkuat kontribusi Bintan terhadap ketahanan pangan Kep**auan Riau.

**auanriau

*Sah Dilantik! PERPADI Kepri Langsung Tancap Gas Gandeng BRMP Kepri Pacu Produksi Beras Lokal Lewat Modernisasi*BATAM — ...
31/05/2026

*Sah Dilantik! PERPADI Kepri Langsung Tancap Gas Gandeng BRMP Kepri Pacu Produksi Beras Lokal Lewat Modernisasi*

BATAM — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kep**auan Riau berkomitmen penuh mendukung modernisasi sektor perberasan guna mewujudkan kemandirian pangan di wilayah perbatasan. Komitmen strategis ini disampaikan langsung dalam acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkump**an Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kep**auan Riau periode 2026–2031 yang berlangsung khidmat di Graha Kepri, Kota Batam, pada Senin (25/5/2026) lalu.

PERPADI sendiri merupakan organisasi profesi yang menghimpun para pemilik usaha penggilingan padi dan pengusaha beras di seluruh Indonesia. Organisasi ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, memajukan industri perberasan nasional, serta mendukung penuh program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya komoditas beras.

Rangkaian acara pelantikan diawali dengan penyampaian laporan oleh ketua panitia pelaksana. Acara kemudian memasuki prosesi inti, yaitu pelantikan dan pengukuhan pengurus baru DPD PERPADI Kepri yang dipimpin dan dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum DPP PERPADI, Sutarto Alimoeso.

Usai resmi dilantik, Ketua DPD PERPADI Kepri terpilih, Samsul, memberikan sambutan perdana yang menekankan pentingnya sinergi tripartit dalam tubuh organisasi.

"Anggota PERPADI harus bekerja sama dengan pemerintah, berkolaborasi dengan pelaku bisnis, dan tetap memperhatikan kebutuhan konsumen. Inilah organisasi yang kita dirikan, dengan harapan besar bisa berperan aktif menyelesaikan permasalahan perberasan yang ada di kalangan kita. Pengurus harus mampu memberikan solusi terbaik, sehingga kehadiran organisasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya," tegas Samsul dalam pidatonya.

Gubernur Kep**auan Riau yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri, Andi Rizal, memberikan arahan yang membakar semangat para pengurus. Sektor pertanian Kepri dinilai memiliki masa depan cerah jika dikelola secara serius.

"Bukan tidak mungkin Kepri menjadi produsen beras. Kita tidak selamanya harus menjadi konsumen beras saja, tetapi berpotensi besar menjadi produsen. Potensi pertanian khususnya tanaman padi di Kabupaten Natuna, Lingga, Bintan, dan kabupaten lainnya sangat terbuka lebar," ujar Andi Rizal. Ia juga berpesan agar pengurus baru yang telah dilantik bisa langsung bergerak cepat dan mulai bekerja untuk menguatkan sistem ketahanan pangan di seluruh wilayah Kep**auan Riau.

Pada akhir acara, kehadiran Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kep**auan Riau, Rudi Hartono beserta Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Penerapan dan Penilaian Kesesuaian membawa angin segar bagi industri padi lokal. Dalam sesi diskusi intensif bersama Ketua Umum DPP PERPADI dan Ketua DPD PERPADI Kepri, Kepala BRMP Kepri menyatakan dukungan penuhnya terhadap visi-misi organisasi.

BRMP Kepri siap mengawal peningkatan produksi beras lokal melalui pendampingan teknologi hulu ke hilir dan implementasi inovasi modernisasi pertanian kepada para petani. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah kep**auan.

Komitmen ini disambut hangat oleh para petinggi organisasi. Ketua Umum PERPADI, Sutarto Alimoeso, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif dan kesiapan BRMP Kepri. Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD PERPADI Kepri, Samsul, menyampaikan komitmen kuatnya untuk segera menjalin kolaborasi nyata dengan BRMP Kepri demi mencapai tujuan organisasi serta mempercepat terwujudnya kemandirian pangan di bumi Segantang Lada.

**auanriau

*Cetak Sejarah! BRMP Kepri Kawal Perbenihan Padi Lahan Kering Perdana di Bintan*BINTAN — Balai Besar Penerapan Modernisa...
31/05/2026

*Cetak Sejarah! BRMP Kepri Kawal Perbenihan Padi Lahan Kering Perdana di Bintan*

BINTAN — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kep**auan Riau mencetak sejarah baru dalam dunia pertanian lokal melalui peluncuran program perbenihan padi lahan kering (padi gogo) perdana di wilayah Kepri. Langkah strategis ini ditandai dengan aksi penanaman bersama yang digelar di lahan Kelompok Tani (Poktan) Horti Utama, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, pada Jumat (29/5/2026).

Program ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan "Kepri Mandiri Benih". Poktan Horti Utama, yang diketuai oleh Irwanto dengan petani kooperator Slamet Supriadi—yang juga dikenal sebagai produsen dan pengedar benih tanaman pangan terkemuka di Bintan—resmi ditunjuk sebagai lembaga penerap standar yang didampingi langsung oleh BB PMP Kepri pada Tahun Anggaran (TA) 2026.

Perbenihan padi lahan kering perdana ini mengandalkan Varietas Cakrabuana Agritan. Varietas ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena memiliki rekam jejak keberhasilan yang baik sejak diperkenalkan pada TA 2025 di berbagai lahan perkebunan dan lahan kering Kepri.

Masyarakat Bintan, khususnya para petani lahan kering, sudah sangat akrab dengan karakteristik padi ini. Keunggulan utama Cakrabuana Agritan meliputi: 1) umur genjah (cepat panen) sangat adaptif untuk menyiasati fluktuasi cuaca dan iklim di Kepri; 2) produksi optimal, yaitu tetap mampu menghasilkan produktivitas tinggi meski ditanam di lahan kering; 3) fleksibilitas tinggi, meskipun genetik aslinya adalah padi sawah irigasi, varietas ini terbukti sangat tangguh saat ditanam di ladang (lahan kering). Keunggulan ganda ini membuat benih yang dihasilkan nantinya bisa dimanfaatkan oleh petani sawah maupun petani ladang di seluruh Kepri.

Guna menjamin mutu dan kualitas benih yang dihasilkan, BRMP Kepri menerapkan standar budidaya modern yang sangat ketat. Proses pendampingan ini mengacu pada tiga pilar standardisasi nasional, yaitu: 1) SNI 8969:2021 tentang Indonesia Good Agricultural Practices (Indo GAP) untuk memastikan praktik budidaya yang baik dan ramah lingkungan; 2) SNI 9356 tentang Produksi Benih Padi Sehat; 3). SNI 6233:2025 tentang Benih Padi Inbrida.

Selama proses di lapangan, para petani tidak berjalan sendiri. Mereka mendapatkan kawalan intensif dari Pengawas Benih Tanaman (PBT) serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit sejak dini.

Keberhasilan agenda penanaman bersama ini tidak lepas dari kolaborasi kuat (multi-pihak) yang digalang oleh BRMP Kepri. Sejumlah instansi strategis turut ambil bagian di lokasi, antara lain: DKPDKH Kepri melalui UPT Balai Perbenihan, Pengawasan, dan Sertifikasi serta Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BPPSP TPHP), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang (BMKG) untuk akurasi prediksi cuaca, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Toapaya Asri yang ikut mengawal kondusivitas di lapangan.

Melalui pendampingan penerapan standar budidaya yang intensif ini, hasil produksi benih dari Poktan Horti Utama diharapkan mampu mencapai target optimal. Benih yang dipanen nantinya akan dijadikan stok utama untuk memenuhi seluruh kebutuhan benih padi lokal secara mandiri bagi masyarakat di Kep**auan Riau.

**auanriau

*Lewat Jajar Legowo 4:1, BRMP Kepri Targetkan Dongkrak Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Bintan*BINTAN – Kepala...
31/05/2026

*Lewat Jajar Legowo 4:1, BRMP Kepri Targetkan Dongkrak Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Bintan*

BINTAN – Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, bersama penanggung jawab kegiatan, Firsta Anugerah Sariri, mengawal langsung penanaman perdana Produksi Benih Sumber spesifik lokasi TA 2026 di lahan Poktan Poyotomo Makmur, Desa Bintan Buyu, Kamis (21/5). Proyek strategis ini mengintegrasikan tiga regulasi mutakhir sekaligus—SNI 8969:2021 (IndoGAP), SNI 9325:2025 (Produksi Benih Padi Sehat), dan SNI 6322:2025 (Benih Padi Inbrida), demi mencetak benih lokal unggulan yang berdaya saing tinggi dan mandiri di Kep**auan Riau.

Sistem tanam Jajar Legowo 4:1 Tipe 1 diterapkan dengan mengosongkan satu baris setiap empat baris tanaman dengan keseluruhan baris mendapat tanaman sisipan. Pola ini cocok diterapkan pada kondisi lahan yang kurang subur. Metode cerdas ini mampu mendongkrak pop**asi tanaman hingga 256.000 rumpun/hektar dengan peningkatan pop**asi sebesar 60% dibanding pola tegel (25x25) cm. Selain itu, sistem tanam ini dapat memaksimalkan penyerapan sinar matahari melalui efek tanaman pinggir, menekan serangan hama penyakit akibat sirkulasi udara yang baik, serta memudahkan petani dalam pemupukan dan pemeliharaan tanaman lainnya.

Keberhasilan ini kian diperkuat oleh pemilihan Varietas Unggul Baru (VUB) Cakrabuana Agritan yang sangat adaptif dengan agroekosistem Bintan Buyu. Varietas ini berumur sangat genjah (panen ±104 hari), memiliki potensi hasil tinggi hingga 8,7 ton/ha, serta tangguh melawan Wereng Batang Cokelat dan Hawar Daun Bakteri.

Rudi Hartono menegaskan bahwa modernisasi berbasis teknologi diterapkan penuh di setiap tahapan, mulai dari perlakuan benih, pembibitan modern, hingga sistem tanam di lapangan. Melalui sinergi teknologi modern ini, BRMP Kepri menargetkan produksi benih berkualitas sekaligus mendorong petani lokal untuk mengadopsi inovasi ini demi mendongkrak total produksi padi di Kep**auan Riau.

"Saat ini penanaman diaplikasikan dengan sistem jajar legowo 4:1 yang punya keunggulan spesifik. Target utama kami ke depan, selain mengamankan stok produksi benih sumber, teknologi modernisasi pertanian ini dapat diadopsi secara luas oleh petani lokal untuk mendongkrak total produksi padi di Kepri," pungkas Rudi Hartono.

**auanriau

Address

Jalan Pelabuhan Sungai Jang No. 38, Tj Ayun Sakti, Kec. Bukit Bestari
Tanjungpinang
29124

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BRMP Kepulauan Riau posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share