11/11/2021
Raden Aria Wangsakara resmi dinobatkan sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia pada peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021).
Raden Aria merupakan tokoh ulama sekaligus pendiri Tangerang yang ditakuti oleh persekutuan dagang asal Belanda (VOC) yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia, termasuk nusantara.
Berbagai sumber mengatakan, Raden Aria merupakan keturunan Raja Sumedang Larang, yaitu Sultan Syarif Abdulrohman. Namun, saat itu terjadi kisruh di dalam keluarganya yang menyebabkan ia pergi.
Pertikaian disebabkan oleh keberpihakan saudaranya kepada VOC. Raden Aria dan kedua saudaranya, Santika serta Aria Yuda Negara Wangsakara pun lantas pergi ke Tangerang.
Pada pengembaraannya, Raden Aria bertemu Sultan Maulana Yusuf, pemimpin Kesultanan Banten kala itu.
Ia diamanatkan untuk menjaga satu wilayah dari serangan VOC, yakni Tangerang. (Khususnya wilayah Lengkong).
Raden Aria dikenal getol menyiarkan ajaran Islam. Konon, gara-gara itu, dirinya ditakuti oleh VOC.
Para kompeni kemudian mendirikan benteng di sebelah timur Sungai Cisadane, berseberangan dengan wilayah kekuasaan Raden Aria.
Selain membangun benteng, mereka juga provokasi warga Lengkong. VOC lantas menakut-nakuti dengan menembakkan meriam dan memicu pertempuran.
Rakyat Tangerang dibawah kepemimpinan Raden Aria melakukan perlawanan. Dari pertempuran itulah bibit patriotik muncul. Raden Aria pun makin disegani.
Pertemuran tak henti berlangsung selama 7 bulan. Namun, rakyat Tangerang juga tak patah arang. Hingga akhirnya, mereka berhasil mempertahankan Lengkong dari Belanda.
Tahun 1922, Raden Aria meninggal dunia setelah terlibat perang dengan VOC di Ciledug. Ia pun dimakamkan di Lengkong Kyai, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. (Source: CNN Indonesia)