25/08/2026
Kaji ulang kurikulum muatan lokal, lestarikan kembali nilai adat Samawa.
Nilai adat Samawa tidak cukup hanya dikenalkan melalui kesenian, cerita rakyat, bahasa, dan tradisi. Yang lebih penting adalah memahami nilai moral di baliknya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, muatan lokal pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat tengah dikaji agar nilai-nilai tersebut dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Penguatan penyusunan muatan lokal menjadi bahasan dalam Seminar Muatan Lokal dan Pelestarian Nilai Adat di Lantai 3 Sekretariat Daerah, Senin (24/8). Seminar menghadirkan Prof. Dr. Mahsun, M.S., Dosen Universitas Mataram, serta mempertemukan kepala sekolah, guru, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., turut membuka seminar tersebut. Bupati menekankan pentingnya menggali nilai yang terkandung di balik tradisi. Yang lebih penting bukan bentuk luar tradisi, melainkan nilai yang terkandung di dalamnya. Sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk mengenalkan dan menanamkan nilai tersebut, salah satunya melalui cerita rakyat seperti Batu Nganga yang mengandung pesan tentang bakti kepada orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum muatan lokal bersama Lembaga Adat Tanah Samawa diarahkan untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penanaman karakter berbasis tradisi Samawa. Setelah seluruh tahapan penyusunan selesai, Pemerintah Daerah membuka peluang memperkuat kebijakan tersebut melalui regulasi resmi, baik Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah.
#