23/05/2022
PENGINGAT BERSAMA, KEUTAMAAN BERSEDEKAH UNTUK SANTRI QURAN
Tidak semua memiliki kesempatan sejak dini menghafal Al Quran.
Tidak semua memiliki kemampuan menghafal Al Quran.
Tapi bagaimana kita tetap meraih pahala keutamaan para santri penghafal Al Quran ?
Ahmad bin Abdurrazaq dalam kitabnya Al-Arba'un Al-Qur'aniyyah berkata:
“Apabila seorang Muslim tidak memiliki kemampuan untuk mempelajari Alquran dan tidak mampu juga menghafalnya, namun dia mampu untuk memberikan dana kepada halaqah-halaqah pengajian, atau menanggung nafkah para penghafal Alquran, maka kondisinya sama dengan seseorang yang menyiapkan perbekalan bagi jihad sebagaimana riwayat yang tercantum di Ash-Shahihain dari Zaid bin Khalid Al-Juhani bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menyiapkan keberangkatan seorang tentara Islam dalam jihad di jalan Allah, berarti dia ikut berjihad. Dan barangsiapa membantu kebutuhan keluarga yang ditinggalkannya, berarti dia ikut berjihad."
Tentang hadis tersebut Ath-Thobari menerangkan bahwa barang siapa yang menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi.
Begitu juga dengan seorang yang bersedekah untuk mendukung para penghafal Alquran. Dalam setiap ayat yang dibacakan dan dihafalkan para penghafal Alquran, mengalir p**a pahala untuk yang bersedekah kepadanya.
Iman sebelum Al Quran
Para santri ditarget untuk menghafal satu tahun minimal satu juz. Bagi santri baru diharapkan saat lulus minimal tujuh juz hafalannya.
Nah Kuttab keunggulannya, para santri selain dibina untuk menghafal Al Quran, tapi lebih dulu diajarkan iman sebelum Al Quran dan adab sebelum Ilmu. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Saw saat mengajarkan para sahabat.
Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Adab sebelum Ilmu
Para santri juga diajarkan adab. Karenanya para ulama menyampaikan agar para penuntut ilmu diajarkan adab sebelum ilmu.
Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”
Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,
بالأدب تفهم العلم
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Semoga para santri dengan diajarkan Iman sebelum Al Quran, Adab sebelum Ilmu, kelak menjadi generasi yang Mulia di usia Belia. Mohon doanya …
*
Semoga keistiqomahan Ayah/Bunda/Abang/Kakak dalam bersedekah untuk program Beasiswa Santri Kuttab mengundang cinta Allah Swt, aamiin.
Semoga Allah Swt membalas kebaikan Ayah/Bunda/Abang/Kaka dengan berbagai pahala kebaikan keutamaan pahala menghafal Al Quran, aamiin ya Rabb.
Bogor, 19 Mei 2022
Manajemen
Indonesia