Vandye

Vandye Just For Fun

10/07/2018

Apakah aku hanya bisa menjadi rahwana?
Sosok yang setia mencintai shinta tanpa bisa memilikinya..
Karena shinta adalah istri rama.

26/02/2018
05/12/2017

"BAYI YG DI ABORSI"

Bulan 1: Ma, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah ada di badan mama... aku sayang mama, bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini.

Bulan 2: Ma, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat ma, nanti kalau aku sudah keluar mama janji ya mau main sama aku.

Bulan 3: Ma, meskipun aku belum tau jenis kelaminku, tapi apapun aku, aku harap mama dan papa bahagia kelak ketika aku keluar. Jangan nangis ya ma, kalau mama nangis di sini aku juga ikut nangis.

Bulan 4: Ma, rambutku sudah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan
baruku, aku bisa menggerakan kepalaku putar kiri putar kanan.

Bulan 5: Ma, mama tadi ke dokter ya, dokter bilang apa?
Αpa itu aborsi ma?
Αku nggak diapa-apain kan ma?

Bulan 6: Mama datang ke dokter itu lagi ya?
Ma, tolong kasih tau dokter itu, aku di sini baik-baik aja!
Tapi kok dokter itu mulai memasukan benda tajam?
Benda tajam itu mulai memotong rambutku ma tolong, aku takut.
Benda tajam itu mulai memotong kakiku, sakiit ma.
Tapi meskipun aku tidak punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama.
Ma, benda itu sekarang mulai memotong tanganku, mama tolong aku.
Aku janji nggak akan nakal ma.
Tapi, meskipun aku tidak punya tangan dan kaki, aku msh punya mata dan telinga untuk melihat senyum mama, mendengar suara mama, tapi.. Benda itu sekarang sudah mulai memotong leherku, mama.. Ampun ma.. Beri aku kesempatan hidup, aku sayang mama, aku pengen meluk mama.

Bulan 7: Ma, aku di sini baik-baik aja, aku udah sama Tuhan di Surga, Tuhan mengembalikan semua organ tubuhku yang dipotong benda tajam itu, Tuhan memeluku, memegang tanganku, menggendongku dengan lembut dan Tuhan membisikan tentang apa itu aborsi.
Kenapa mama tega melakukan itu?
Kenapa mama nggak mau main sama aku?
Αpa salah aku ma?
Mama taubat yah, biar Tuhan mau antar mama ke sini, nanti kita main bareng-bareng di sini, dan jangan lupa, ajak papa juga ya ma.

PANTASKAH SEORANG BAYI YANG BELUM SEMPAT TERLAHIR KE DUNIA INI MENDAPATKAN PERLAKUAN SEKEJI ITU DARI ORANG TUA KANDUNG NYA?
SILAKAN DIRENUNGKAN!

13/11/2017


Jawa Pos

KISA NYATA
Papa, Tolong Kembalikan Tangan Ita, Ita Janji Takkan Nakal Lagi anak kecil jangan dipukul

Untuk para orang tua yang anaknya rada nakal dikit, jangan dipukul yah. Tolong baca kisah nyata yang menyentuh hati ini, cerita tentang Ita yang memohon papanya untuk kembalikan tangannya.

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, gadis kecil berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena jalan macet. Setelah sang anak mencoret penuh sisi yang sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikuti imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul p**a belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup keras memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam…” jawap pembantunya ringkas.”Kasih minum obat penurun panas ,” jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Memasuki hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.

“Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.
“Tangannya sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

“Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

“Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis itu meraung histeris.

“Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji nggak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

Pelajaran berharga buat para orang tua, anak nakal itu biasa, kalau anak kecil terluka, berilah perhatian sendiri dan jangan bergantung pada pembantu yang pendidikannya lebih terbatas.

Penyesalan SELALU datang terlambat, hindarilah.

Berbagilah kisah mengharukan ini kepada teman-teman dan sanak saudara di Facebook dan dengan tombol share..

02/11/2017

Teruntuk Kalian
Sahabat Sejatiku..

Waktu terus berjalan..
Menghapus detik demi detik kenangan yang telah kita lewati bersama..
Mengganti kenangan-kenangan itu menjadi suatu harapan..
Mengubah harapan itu menjadi suatu impian..
Impian yang harus diwujudkan.

Wahai sahabat-sahabatku...
Maaf!!
Maaf bila saat aku berkumpul bersama kalian aku sering membuat kegaduhan..
Maaf bila aku pernah berkata yang menyakiti hatimu...
Maaf, Aku sering tak menggubris nasehatmu

Wahai sahabat-sahabatku..
Tahukah kalian??
Aku sangat mencintai kalian
Aku sangat menyayangi kalian
Aku sangat merindukan kalian
Aku rindu saat kita berdiskusi untuk tempat nongkrong kita
Aku rindu saat kita kompak memesan makanan yang sama dalam satu meja...

Wahai sahabat-sahabatku...
Aku mohon!!
Jangan pernah lupakan aku, walaupun aku tahu.. Aku bukanlahh yang terbaik diantara kalian..
Jangan pernah lupakan kenangan saat bersamaku, walaupun aku tahu.. Aku bukanlah yang paling terpandang diantara kalian...
Aku bagaikan satu batu kerikil diantara kalian para kump**an batu-batu besar yang berdiri dengan kokohnya...

Wahai sahabat-sahabatku...
Kini aku pergi...
Pergiku bukan karena aku bosan pada kalian atau aku bosan untuk bertemu kalian..
Pergiku untuk mengejar mimpiku yang selama ini ku nanti...
Pergiku untuk berjuang merubah kehidupanku yang selama ini hanya dipandang sebelah mata oleh sebagian orang...
Jangan pernah lupakan aku sahabatku...

Dari sahabatmu yang mungkin tak pernah kau anggap

16/08/2017

Aku Rindu Masa Kecilku

Dahulu sewaktu kecil, satu-satu nya hal yang aku inginkan adalah menjadi orang dewasa..
Dalam bayanganku, orang dewasa itu bebas, tidak terkekang, sudah bisa menentukan jalan hidupnya sendiri, tidak dipaksa-paksa untuk makan, tidur, dan belajar.
Tidak dilarang kesana-kesini.
Bebas sebebas-bebasnya..

Tapi, sekarang aku sadar.
Aku bodoh jika berharap dulu ingin menjadi cepat dewasa, Semua yang terjadi tidak sesuai dengan harapan masa kecil ku..
Aku memang bebas kesana-sini, menjumpai orang-orang baru, dan sifat-sifat baru.
Aku bisa menentukan jalan hidupku, dan juga tersesat di dalam pencarian jalan keluar..

Teman baik dari kedewasaan adalah masalah.
Jika kau ingin dewasa, bersahabatlah dengan masalah..
Kau harus terima didatanginya setiap saat.
Bukan bagaimana kamu menghindar dan mencegah agar masalah itu tidak datang, tapi bagaimana kamu bersiap-siap, menyambut dan menghadapinya..

Mereka bilang, masalah akan membuat mu semakin kuat.
Tapi apakah karang yang diserbu ombak setiap hari tidak akan terkikis?
Mereka bilang, kau harus jatuh berkali-kali baru bisa lancar berjalan.
Tapi bagaimana jika disaat kau jatuh, dan kakimu patah, masih sanggupkah kau untuk berjalan?
Mereka bilang, bersinarlah lebih terang dari yang lain.
Tapi buat apa bersinar terang jika hanya akan menyilaukan mata mereka bila melihatmu, sehingga mereka tak bisa lg membuka mata mereka hanya untuk melihatmu?

Kini aku melihat dan sadar banyak sekali jenis manusia di dunia ini..
Dia yang pendiam, tidak banyak bicara, murah senyum, ternyata banyak menyimpan dendam di hatinya dan tidak sabar untuk membalaskan dendamnya..
Dia yang ceria, humoris, ternyata menyimpan banyak luka di hidupnya dan luka itu akan membekas selamanya.
Dia yang kelihatan bodoh, tdk tahu apa-apa, ternyata hanya sebagai trik agar orang lain tak mengetahui kekuatannya dan ia bisa menyerang tiba-tiba...
Dia yang pintar, jenius, ternyata hanya seorang yang haus akan apresiasi dan mementingkan dirinya tanpa peduli pada orang lain..
Dia yang polos, penakut, ternyata hanyalah seorang yang naif dan bermodus agar orang lain kasihan dan iba padanya sehingga dia akan menjadi baik dan tak pernah salah di mata orang lain..
Dia yang bijaksana, hebat, dihormati, ternyata hanya seorang pecundang tak tahu diri yang dengan posisi dan jabatannya bisa menghancurkan orang lain yang tidak bersalah..
Dan masih banyak tipe manusia lain yang sudah kujumpai dan hanya ada kemunafikan yang kutemui di dalam diri mereka..

Dan mungkin tanpa aku sadari, aku juga merupakan salah satu dari mereka.
Aku belajar dan mengerti...
Jika kau menolong, kau harus terima tak dihargai.
Jika kau menyukai, kau harus terima dibenci.
Jika kau mencintai, kau harus terima disakiti.
Jika kau mengobati, kau harus terima dilukai.
Jika kau mempercayai, kau harus terima dihianati...

Hai masa kecilku, aku merindukanmu.
Aku rindu disaat aku hanya peduli pada mainan yang aku mainkan,tanpa harus peduli, siapa yang memberinya?
Dimana dia membeli?
Bagaimana dia membelinya?
Darimana dia dapatkan uang untuk membelinya?
Dan bersama siapa dia membelinya?

Aku rindu disaat aku memakan makanan favoritku, tanpa harus berpikir, dari apa makanan itu dibuat?
Bagaimana cara pembuatannya?
Apakah susah atau tidak membuatnya?
Siapa yang membuatnya?
Dan bagaimana nilai gizi yang terkandung didalamnya?

Aku rindu disaat aku berjalan-jalan dengan orang tuaku,tanpa harus bertanya-tanya di dalam hati, apakah mereka senang membawaku jalan-jalan?
Apakah senyum yang mereka tunjukkan benar-benar tulus dari dalam hatinya?
Apakah mereka tidak punya masalah dengan kerjaannya?

Aku rindu masa kecilku..
Aku rindu disaat aku tidak harus peduli, tidak harus tahu, tidak harus berpikir, tidak harus menduga, dan tidak harus menganalisa..
Aku rindu 😢

10/08/2017

Jika dulu saat mengenalmu, itu bukan kemauanku
Kini saatnya aku harus tegar menghadapi perpisahan denganmu yang juga bukan kemauanku 😢

Dan jika mungkin selama ini aku mencintaimu dengan ikhlas☺️
Mungkin ini saatnya, aku juga harus melepaskanmu dengan ikhlas 😢😰😫😓

PANTUN JOWO                         Wajik kletik gulane jowo, wulune sitikbarange dowo(sikat botol)Pitik walik nguntal w...
31/07/2017

PANTUN JOWO

Wajik kletik
gulane jowo,
wulune sitik
barange dowo
(sikat botol)

Pitik walik
nguntal watu,
wes nganggo gaya molak-malik
kok ora metu-metu
(ngutik celengan)

Sego gurih
lawuhe sate usus,
pertamane perih
maringono bludhas-bludhus
(tindik kuping)

Becik ketitik
olo rupamu,
digoyang sitik
ben cepet metu
(ngundi arisan)

Weruh wong gemblung
marai mules,
nduwur diambung
kok ngisore teles
(nggendong bayi ngompol)

Kue putu
diwadahi piring,
nek ra metu metu
jajal karo miring
(kuping kelebon banyu)

Awak kurus
dikiro mlarat,
dikocok terus
soyo suwe muncrat
(coca-cola)

Ono marmut
lungguh nang dingklik,
rampung dimut
kok dadi cilik
(permen)

Jika s**A bagikan dan sukai page Vandye Vandye's Blog

Address

Alamat
Surabaya
KODEPOS

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Vandye posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share