Pesantren Bismar Al Mustaqim

Pesantren Bismar Al Mustaqim Al Mustaqim ( Amal Muslim Penyantun Faqir Miskin dan Yatim) PROFIL PESANTREN BISMAR AL MUSTAQIM

1. (HR. Misi
1. Motto
1. Budayakan hidup Manfaat bagi sesame
2.

Latar Belakang
Sabda Nabi besar Muhammad SAW:
“Tidak sempurna keimanan seseorang daripada kalian, sebelum dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”. Bukhari)
Berawal dari kepedulian dan kemampuan untuk melakukan perubahan (memberi manfa’at). Peduli terhadap generasi muda yang tidak memiliki orang tua (yatim) dengan kapasitas usia yang masih membutuhkan perlindungan dan pe

ngayoman dari orang tua. Kemampuan sebagai hamba Allah sesuai dengan keahlian di bidang masing-masing. Akhirnya kami membicarakan dalam suatu komunitas yang selanjutnya disebut pengurus guna pemberdayaan anak-ank yatim, fakir, miskin dan dhu’afa. Dengan mengharap ridlo Allah SWT maka disepakati mendirikan suatu wadah untuk memberdayakan anak-anak yatim, piatu dan dhu’afa’ dengan nama ‘PESANTREN BISMAR AL MUSTAQIM’. Alasan pengambilan nama ‘PESANTREN’ diharapkan anak-anak yang menjadi binaan memiliki kepercayaan diri untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Pengambilan nama ‘PESANTREN’ juga berorientasi pada sistem pendidikan akademik dan pendidikan karakter yang akan diterapkan selama diasramakan (boarding area). Dalam penerapan mekanisme tersebut disandarkan pada kaedah ushul Fiqh:
“Mempertahankan kebiasaan lama yang baik, dan menerima perubahan yang lebih baik”. (Ushul Fiqh)
Oleh karena itu, teknis pendidikan yang diterapkan banyak mengadopsi dari pesantren modern. Kemudian nama BISMAR disandarkan karena gaji pengurus sepenuhnya ditanggung oleh PT. Indobismar yang sudah 14 tahun lebih bergerak dibidang Computer, Hend Phone, Rental Mobil, Laundry , Kursus, dan Propherty, sehingga Amanah dari Donatur akan sepenuhnya di berikan kepada Fakir, miskin dan Yatim, maka ditambah dengan nama AL MUSTAQIM yang kepanjanganya adalah Amal Muslim Penyantun Faqir, Miskin dan Yatim. Dengan mengharap taufiq, hidayah dan ma’unah dari Allah SWT semoga Para Pengurus, dan Simpatisan yang membantu Berjalanya Lembaga ini, dapat dilapangkan rizqinya dan di mudahkan kelak jika berjalan di Jembatan Al Mustaqim (Shirath Al Mustaqim)Amin

2. Visi
Menciptakan generasi Yatim Piatu & Dhuafa yang Cerdas, Sehat, Handal, Profesional, Amanah, dan Berakhlak Mulia, dengan pengetahuan luas dan keterampilan Multi guna.

3. Membina mental dan spiritual anak agar lebih dekat Kepada Allah SWT melalui Sholat jamaah, puasa, dan pentingnya Do’a dan mendo’akan orang banyak.
2. Melatih dan menumbuh kembangkan kemampuan dan kecerdasan pikiran anak dengan berbagai macam keilmuan.
3. Membina emosional anak untuk lebih percaya diri dalam menggapai segala cita cita mereka.
4. Mengerjakan berbagai ilmu ilmu social masyarakat dalam berinteraksi, pola tutur bahasa, sikap disiplin dan tanggungjawab sebagai makhluk Allah yang paling mulia.
5. Memacu dan menfasilitasi anak yang kreatif dan inofatif demi mencapai cita citanya dan kemajuan.

4. Tuangkan segenap Kreatifitas dan kemampuan hingga menjadi sebuah Inovasi.
3. Dan Jemputlah sukses tanpa kenal menyerah, yang mengantarkan pada Kebahagiaan Dunia dan Akhirat.
5. Program
1. Pembinaan Anak yatim Piatu dan Dhuafa’ dalam Asrama
2. Santunan Anak yatim Piatu Luar Asrama
3. Santuna LANSIA
4. Beasiswa
5. Pembinaan Pengusaha Ekonomi Lemah
6. Pelayanan Konsultasi Keagamaan
7. Tunjangan Guru Ngaji

25/01/2015

Kata pak Ustadz
1. YEN PENGEN LANCAR KUDU BELAJAR
2. YEN PENGEN SUKSES KUDU TAHAJJUD
3. YEN PENGEN MULYO KUDU SABAR, NERIMO, LAN LUMO

25/01/2015

Aku dan Penyantun Anak Yatim disurga seperti dua jari (HR. Bukhori)

25/01/2015

9 TIPS SUPAYA DILAPANGKAN RIZQINYA OLEH ALLOH
1. TAQWA KEPADA ALLOH
2. ISTIGHFAR DAN TAUBAT
3. TAWAKKAL KEPADA ALLOH
4. MENYAMBUNG SILATURRAHIM
5. INFAQ FI SABILILLAH
6. MENYAMBUNG HAJI DENGAN UMRAH
7. BERBUAT BAIK PADA ORANG LEMAH
8. SERIUS DALAM BERIBADAH
9. BERSYUKUR

08/11/2014

BENTUK & RUPA JIN
berbeda dari bentuk rupa manusia, yaitu mereka memiliki jenis kelamin, memiliki hidung mata, tangan, kaki, telinga dan sebagainya, sebagaimana yang di miliki oleh manusia. Pada dasarnya 80 hingga 90 persen Jin menyerupai manusia.

Hanya perbedaan fisik Jin adalah lebih kecil dan halus dari manusia. Bentuk tubuh mereka itu ada yang pendek, ada yang tinggi dan bermacam-macam warnanya, yaitu putih, merah, biru, hitam dan sebagainya. Jin kafir dan Jin Islam yang fasik itu memiliki rupa yang buruk dan menakutkan. Sedangkan Jin Islam yang saleh memiliki paras yang elok.

Menurut beberapa pendapat, tinggi Jin yang sebenarnya adalah sekitar tiga hasta saja. Pengetahuan mereka lebih luas dan berumur sangat panjang sampai beribu-ribu tahun umurnya. Kecepatan Jin bergerak melebihi kecepatan cahaya dalam suatu waktu. Karena Jin terdiri dari mahkluk yang seni dan tersembunyi, tidak zahir seperti manusia dan tidak sepenuhnya ghaib seperti Malaikat, maka ruang yang kecil pun bisa di duduki oleh jutaan Jin dan juga dapat merasuki dan menghuni tubuh manusia.

Jumlah Jin terlalu banyak sehingga menurut beberapa pendapat mengatakan bahwa jika jumlah semua manusia dari Nabi Adam sampai hari kiamat dikalikan dengan hewan-hewan, dikalikan dengan batu-batu, dikalikan dengan pasir-pasir dan semua tumbuh-tumbuhan. Itu pun hanya sepersepuluh dari total Jin.

Sedangkan total Jin adalah sepersepuluh dari total Malaikat. Total Malaikat hanya Allah dan Rasulnya saja yang mengetahuinya.

Alam tempat berdiamnya Jin adalah di lautan, daratan, di udara dan di Alam Mithal yaitu suatu alam yang terletak diantara alam manusia dan alam malaikat. Jika kita diberikan oleh Allah kemampuan untuk melihat Jin, sudah tentu kita akan melihat jarum yang jatuh dari atas tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jatuh dibelakang Jin, karena sangat banyaknya jumlah mereka.

Oleh sebab itu orang tua kita selalu berpesan agar anak-anaknya segera kembali ke rumah apabila tiba waktu maghrib dan pintu serta jendela rumah harus di tutup, agar tidak dimasuki oleh setan dan Iblis.

Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Rasulullah: “Bila kamu menghadapi malam atau kamu telah berada di sebagian malam maka tahanlah anak-anakmu karena sesungguhnya setan berkeliaran ketika itu dan apabila berlalu sesuatu ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu serta sebutlah nama Allah, padamkan lampu-lampu mu serta sebutlah nama Allah, ikatlah minuman mu serta sebutlah nama Allah dan tutuplah sisa makanan mu serta sebutlah nama Allah (ketika menutupnya) “

Hadist di atas berarti bahwa Jin dan setan tidur di waktu siang dan menjelang petang mereka keluar untuk mencari rezeki dan makanan, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang dewasa atau anak-anak.

31/10/2014

Saya pernah punya sahabat di Yogyakarta, seorang kakek tua penjual tape singkong keliling dengan sepeda kayuh.
Hampir setiap hari ia lewat di depan rumah kontrakan saya ketika masih hidup mengontrak di Kota Jogja sekitar tahun 2002 – 2005. Bahkan kakek tua ini sering berhenti berlama-lama di depan rumah kontrakan, sampai saya keluar dan membeli tapenya.
Saking seringnya bertemu, akhirnya kami menjadi sahabat. Pantasnya ia menjadi bapak saya, melihat usianya. Sampai saya sering mengunjungi rumahnya yang sangat sederhana di daerah Sleman.
Menilik kondisi rumahnya, penampilan dan usahanya, tampak kalau ia hidup dalam berbagai bentuk kesulitan. Rumahnya berdinding anyaman bambu, dengan genting kuno yang kecil ukurannya, serta lantai dari tanah tanpa ada tembok semen sama sekali.
Jika musim hujan, selalu tiris, air masuk ke dalam rumahnya, dan membuat lantai rumahnya ditumbuhi rumput karena kerap tersiram air hujan.
Di rumahnya tidak ada motor. Hanya ada satu sepeda kayuh yang ia gunakan untuk jualan tape keliling Kota Jogja.
Yang sangat mengagumkan bagi saya, ia lebih sering bercerita tentang kebahagiaan hidupnya sebagai penjual tape. Bukan bercerita tentang kegetiran hidup yang dialami.
Mungkin karena kegetiran itu sudah dirasakan setiap hari, maka menjadi tidak berasa lagi baginya. Yang lebih ia rasakan adalah kegembiraan, maka itu yang selalu diceritakan.
Ia selalu antusias menceritakan kegembiraan yang dirasakan ketika ada “orang-orang penting” membeli tape singkongnya, bahkan selalu mengulang cerita tentang seorang dokter yang berlangganan membeli tapenya.
Contoh kegembiraanya seperti ini.
“Yang membeli tape saya itu orangnya bermobil. Mobil mereka bagus-bagus”, cerita sang kakek dengan wajah berbinar-binar saking bahagianya.
Saya bayangkan, mereka yang punya mobil belum tentu sebahagia kakek itu. Namun kakek yang tidak punya mobil, justru merasakan kebahagiaan yang tidak didapatkan oleh para pemilik mobil.
Begitulah cara ia menikmati hidup. Barangkali ia ingin berpesan, hidup itu terlalu indah untuk dikesali. Nikmati saja semua problematika dalam kehidupan, agar kita selalu bahagia walau penuh dengan keterbatasan.
Kisah diambil dari status di fanpage Ustadz Cahyadi Takariawan, Yogyakarta
Pesantren Bismar Al-Mustaqim

25/10/2014

DENGAN SEDEKAH, UMUR BERTAMBAH

Suatu hari, Malaikat maut mendatangi Nabi Ibrahim AS dan bertanya: “Siapakah pemuda yang baru saja mendatangimu, wahai Ibrahim?”.
“Dia adalah sahabat sekaligus muridku”, jawab Nabi Ibrahim AS.
“Mengapa dia menemuimu?”, Tanya malaikat maut kemudian.
“Dia menyampaikan kabar, bahwa esok akan melangsungkan pernikahan”, sahut Nabi Ibrahim AS.
“Sayang sekali, umur pemuda itu tidak akan sampai hingga esok pagi”, terang Malaikat maut, sambil berlalu meninggalkan Nabi Ibrahim. Hampir saja nabi Ibrahim AS. tergerak untuk menghampiri pemuda tersebut dan memberitahunya agar segera melangsungkan pernikahannya malam ini, namun langkahnya terhenti. Kemudian timbul kesadaran dalam dirinya, biarlah kematian menjadi rahasia Allah.
Keesokan paginya, Nabi Ibrahim AS terhenyak oleh kesadarannya. Dia melihat sang pemuda dalam keadaan sehat wal afiat dan dapat melangsungkan pernikahannya.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Ternyata pemuda tadi memiliki umur panjang dan diberi kesehatan yang sempurna, hingga umur pemuda tersebut mencapai 70 tahunan.
Kemudian, Nabi Ibrahim AS bertemu dengan malaikat maut, tidak lupa ia menanyakan perihal anak muda yang hendak dicabut nyawanya, “Wahai Malaikat, apakah engkau berbohong perihal anak muda yang engkau katakan umurnya tidak akan sampai esok hari?”, Malaikat mautpun menjawab, “ketika aku hendak mencabut nyawa pemuda tersebut, Allah menahanku”.
Semakin besar rasa penasaran dalam benak Nabi Ibrahim, “kenapa?”
“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, pemuda tersebut menyedekahkan separuh dari harta kekayaannya. Dan inilah yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup”.

PESANTREN YATIM PIATU DAN DHU’AFA’
BISMAR AL MUSTAQIM
Sekretariat : Nginden Baru VIII/ B-19 (Perum Dosen Untag) Surabaya
Tlp. (031) 5937637, SMS: 085 733 221 166

25/10/2014

NO. REKENING
MANDIRI : 142-00-6600991-0
BNI : 6620 142017
BNI SYARIAH : 6800 690079
BRI : 2029-01-000086-56-1
Atas Nama PESANTREN BISMAR AL MUSTAQIM

Tausiyah di Hipermart oleh Ust. Suprapto
25/10/2014

Tausiyah di Hipermart oleh Ust. Suprapto

Undangan di BNI Syariah Bulovard
25/10/2014

Undangan di BNI Syariah Bulovard

Santri Yatim Piatu Dhuafa' Praktek Wirausaha
25/10/2014

Santri Yatim Piatu Dhuafa' Praktek Wirausaha

24/10/2014

“Kemudian aku wasiatkan kepadamu, wahai penuntut ilmu! Luruskanlah niat dalam menuntut ilmu dan bersungguh-sungguhlah dalam mengamalkannya. Karena, ilmu Syar’i ibarat pohon dan amal itu merupakan buahnya. Dan seseorang tidak dianggap sebagai orang berilmu selama ia belum mengamalkan ilmunya”

Al-Khatib Al-Baghdadi rahimahullah
[Iqtidha Al-'Ilmi Al-'Amal, hal 14]

24/10/2014

ABU DZAR AL-GHIFARI Beliau adalah seorang sahabat Nabi saw yang terkenal.Di kemudian hari,ia termasuk golongan ahli zuhud (tidak cinta dunia,tetapi dunia dalam gengamannya artinya walaupun beliau kaya tetapi hidupnya sederhana bahkan Beliau memilih untuk mengikuti penderitaan Nabi saw,bukan menerima kemudahan yang Nabi saw berikan,walaupun Rasulullah saw menasehatinya agar tidak menunjukkan keislamanya,namun semangat yang tinggi untuk memperlihatkan yang hak telah merasuki jiwanya,maka bagi Beliau ABU DZAR r.a tidak ada alasan baginya untuk menutupi dari siapa pun.Adapun larangan Nabi saw adalah karena rasa sayang Beliau kepada ABU DZAR r.a,khawatir kalau-kalau ABU DZAR r.a tidak mampu menanggung penderitaan,karena dalam menyebarkan Agama,Nabi saw sendiri telah banyak menderita,tidak ada sedikitpun perasaan menentang Nabi saw dalam hati ABU DZAR r.a,inilah penyebab urusan agama dan urusan dunia para sahabat cepat meningkat dan menang di setiap medan.Siapapun yang telah mengucapkan syahadat sekali saja berarti berada di bawah naungan bendera Islam,Tiada kekuatan sebesar apapun yang dapat menghentikan semangat Beliau ABU DZAR r.a,dan tidak satu pun kezhaliman yang dapat menghentikan Beliau ABU DZAR r.a dalam mensyiarkan Agama Allah swt,SUBHANALLAH

Address

Nginden Baru VIII/B-19 ( Perumahan Dosen Untag) Surabaya
Surabaya
60118

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Bismar Al Mustaqim posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pesantren Bismar Al Mustaqim:

Share

Category