07/02/2014
Seorg ibu sedang nunggu giliran di RS utk check up rutin. Dalam penantian datanglah seorang anak kecil dengan berlari-lari kesana sini sambil berteriak. Dalam hati si ibu berkata, nih anak menyebalkan sekali sih, hidup lagi. Si anak yg tidak merasa apa2 tetap dg aktifitasnya berlarian kesana sini dan akhirnya menyenggol tas si ibu tadi. Isinya berantakan. Habis sudah kesabaran si ibu dan segera dia mencari tahu mana bapaknya anak itu. Setelah ditemukan tanpa pikir panjang si ibu td lgsg menegur, pak tolong anaknya sijaga ya. Masa lari2 gitu dibiarin. Ganggu tau!
Mendengar teguran ibu tsb si bapak lgsg tersadar dari lamunannya dan meminta maaf."maaf ya bu klo saya tidak bisa menjaga anak saya saat ini. Ibunya baru saja meninggal dan saya sendiri saat ini divonis sakit berat oleh dokter.
Saya bingung siapa yang akan mengurus anak saya nanti? Mohon maafkan saya"
Mendengar hal ini, si ibu tadi lgsg luluh hatinya. Si ibu cepat berkata, "tidak apa2 pak. Sy yg minta maaf tdk mengetahui kondisi bapak. Ngomong2 anaknya aktif ya pak! Penuh dengan semangat lho pak.."
Coba bayangkan. Dari pemikiran awal bahwa anak itu menyebalkan lalu berubah dan menilai anak itu sebagai anak yang aktif dan penuh semangat.
Intinya, APAPUN YG KITA PIKIRKAN AKAN MEMPENGARUHI PERASAAN KITA, SEHINGGA KITA BERTINDAK SESUAI DG APA YG KITA PIKIRKAN DAN KITA RASAKAN.
MINDSET: Bagaimana cara pandang atau keyakinan kita terhadap sesuatu. Secara otomatis, kalau kita sudah meyakini maka kita akan bertindak sesuai dg keyakinan itu.
MESKI TERKADANG KITA TIDAK SADAR BAHWA APA YG KITA YAKINI ITU SALAH.
Jadi berhati-hatilah dalam berpikir tentang anak didik kita karena itu akan membentuk MINDSET kita selamanya.
(Semoga bermanfaat)