Bung Fauzi

Bung Fauzi Wakil Bupati Sumenep

28/03/2018

KEBANGGAAN

Bagi Saya, kebanggan terbesar adalah menjadi sosok inspiartif bagi pelajar dan kalangan muda. Setiap ikhtiar selalu Saya khususkan untuk tiga hal: (1) Usaha sakinah sehingga bermanfaat untuk semua (2) Merawat dan mengembangkan daerah Sumenep karena murni tugas dan amanah, serta (3) Berusaha “muda” dengan bergaul, mengayomi, dan berinovasi dengan pelajar dan kalangan muda.

Terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kerja dan ikhtiar saya. Teguran dan saran akan dengan bangga saya terima sebagai ide yang berharga, sebagai harta yang istimewa. Semoga selalu bisa memberi manfaat untuk masyarakat Sumenep, untuk sesama, untuk semua.

((B**G FAUZI))



Hijau, Asri, Nyaman, BahagiaSiapa menanam duri, tak akan mengetam anggur. Siapa menabur angin, dia akan menuai badai. Du...
20/03/2018

Hijau, Asri, Nyaman, Bahagia

Siapa menanam duri, tak akan mengetam anggur. Siapa menabur angin, dia akan menuai badai. Dua peribahasa ini sekaligus menjadi penanda, bahwa setiap tindakan kita selalu memiliki kausalitas yang pasti. Ada akibat.

Tanamlah segala hal yang bermanfaat, kelak kita akan memetik di ladang kelapangan, kebahagiaan. Seperti menanam pohon. Menanam pohon memiliki dualitas efek yang dapat dirasakan sekaligus: sebagai etika lingkungan untuk keseimbangan kehidupan, dan sebagai elemen ‘green planning and design’ etika kota.

Saya berharap, Sumenep bisa menjadi garda kota yang menonjolkan ikon “Kota Hijau”. Menciptkan ruang terbuka hijau yang ramah publik dengan koridor yang dibuat estetik; penggunaan transportasi massal dengan mengurangi emisi kendaraan serta infrastruktur yang mendukung pejalan kaki; green energy sebagai strategi kota untuk menghemat dan menggunakan energi terbarukan dari alam; dan komunitas hijau melalui partisipasi masyarakat.

Percayalah, satu pohon bisa bertumbuh dengan aneka ragam mimpi dan angan-angan. Tanamlah untuk Sumenep yang hijau, asri, nyaman, dan bahagia.

((B**G FAUZI))



Asa dari Nun Jauh untuk PalestinaDalam benak saya, sejak dulu, Palestina bak seekor kancil yang terjepit di antara perta...
17/03/2018

Asa dari Nun Jauh untuk Palestina

Dalam benak saya, sejak dulu, Palestina bak seekor kancil yang terjepit di antara pertarungan beringas gajah-gajah. Ada teka-teki ‘tak sehat’. Pada semenanjung kawasan ‘perang’ itu, Palestina adalah tuan rumah yang mengemis untuk tanahnya sendiri.

Sejak Mei 1948, saat Israel berdiri, masyarakat Palestina tidak lekang ditimpa bimbang dan malang. Nyaris 70 tahun hingga sekarang. Ada ribuan orang tewas ditimpa bangunan dan perang. Ada ribuan masyarakat Palestina yang terpaksa imigran ke setiap penjuru bumi dengan penderitaan yang ditanggungnya.

Pihak internasional seperti tanpa daya. Setiap waktu, Palestina seperti puzzle perang yang terus menuai babak-babak baru. Nestapa mereka.

Dari Sumenep, daerah nun jauh dari Palestina, kami tinggikan asa. Kami berkeyakinan, sauatu saat, entah kapan, melalui mukjizat atau bukan, Palestina akan bergembira. Rakyatnya akan merdeka. Dari Sumenep, semangat kemanusiaan dipancarkan, berharap esok, lusa, atau kelak sekalipun, perciknya akan terangi gulita di Palestina. Amin.

((B**G FAUZI))



Menembak Itu Berat, Biar Saya SajaSenjata jenis revolver sudah di genggaman, pengelihatan sudah fokus pada titik sasaran...
05/03/2018

Menembak Itu Berat, Biar Saya Saja

Senjata jenis revolver sudah di genggaman, pengelihatan sudah fokus pada titik sasaran, tetapi jari ini seperti enggan menekan pelatuk. Gemetar rasanya. Bagi Saya, ini bukan teknik One Shot-One Kill, ini hanya cara ‘menjadi garang’.

Ada yang tidak diajarkan instruktur soal tembak-menembak itu. Teknik paling penting, bagi Saya, adalah memelihara ketangguhan pikiran dan kelembutan kepribadian. NKRI dirawat tidak melulu melalui peluru dan perang, tetapi komitmen persaudaraan, narasi kesalehan.

Menyadur istilah Dilan, menembak itu berat, masyarakat Sumenep tidak akan kuat, biar Saya saja. Masyarakat Sumenep harus memupuk komitmen persaudaraan dan toleransi sebagai perahu yang akan segera menuntun kita mengarungi ganasnya lautan disparitas antara darat-pulau, miskin-kaya, pejabat-rakyat biasa.

((B**G FAUZI))



Teranglah, Terang.Alhamdulillah, suplai listrik 24 jam di Pulau Sapudi sudah bisa dinikmati masyarakat. Saya dan beberap...
01/03/2018

Teranglah, Terang.

Alhamdulillah, suplai listrik 24 jam di Pulau Sapudi sudah bisa dinikmati masyarakat. Saya dan beberapa petugas PLN telah selesai meresmikan PLTD itu kemarin. Saya berterimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi, sekecil apapun, untuk mendongkrak kemajuan pembangunan Sumenep, termasuk di Pulau Sapudi, terutama petugas PLN.

Semoga, fasilitas energi penerangan ini bisa digunakan oleh masyarakat dengan maksimal dan berkelanjutan untuk menggerakkan roda sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Sumber daya kelistrikan memang menjadi hal penting untuk menopang moda era yang makin industrial. Tetapi, meski begitu, Saya berharap, listrik tetap menjadi suluh di tengah gulita untuk mengunggulkan kekariban dan kebersamaan.

InsyaAllah, kita juga akan perjuangkan daerah lain untuk bisa menikmati fasilitas listrik 24 jam. Kabupaten Sumenep, meski secara teritori “dipisah” melalui banyak pulau, tetapi keakraban dan persaudaraan tetap terhubung. Saya, secara pribadi, mohon doa dan dukungan masyarakat Sumenep untuk bisa bekerja maksimal demi kemajuan dan pembangunan Sumenep secara umum.

((B**G FAUZI))



Sadari, Tangani, TuntaskanGenangan air dan banjir di beberapa titik di Sumenep, selain karena oleh intensitas hujan dan ...
27/02/2018

Sadari, Tangani, Tuntaskan

Genangan air dan banjir di beberapa titik di Sumenep, selain karena oleh intensitas hujan dan topografi alamiah yang rendah, juga karena kurangnya serapan, seperti drainase dan pengerukan. Ini penting untuk memecah arus tidak terpusat di satu titik. Sudah saya koordinasikan dengan instansi terkait.

Kemarin Saya pantau lokasi di Kali Marengan, saat hujan. Bersama BPPD, Saya juga bertemu dengan masyarakat setempat. Skema resapan air mesti segera dibuat, termasuk penutupan permukaan tanah oleh bangunan gedung. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan segera tuntaskan itu.

Secara pribadi, saya minta kepada seluruh masyarakat Sumenep untuk tanggap, sadar, tangani, dan tuntaskan bencana banjir ini bersama-sama. Masyarakat Sumenep harus ikut serta dan peduli dengan menjaga kebersihan lingkungan, termasuk sampah. Jangan sampai sampai menutup jalur serapan air.

Banjir memang bencana alam yang melanda hampir semua kawasan di Indonesia. Tetapi, khusus di Sumenep, frekuensi dan luasan daerah terdampak harus segera “disabotase” dan dituntaskan. Bila pemerintah kerja ekstra, masyarakat akan gotong-royong bekerja. Insyaallah.





((B**G FAUZI))

Tenun-Tenun Kebersamaan Kebersamaan dan keakraban dengan seorang teman akan selalu diuji. Pada saat sibuk, kadang angka ...
29/01/2018

Tenun-Tenun Kebersamaan

Kebersamaan dan keakraban dengan seorang teman akan selalu diuji. Pada saat sibuk, kadang angka jam hanya menunjukkan waktu untuk kerja dan istirahat. Pernahkah suatu kali kita merenung, meraba-raba peristiwa di lampau, bernostalgia tentang cerita masa kecil dengan teman lama? Bila pernah, di waktu yang sama, kita akan merasa, ada yang diam-diam mulai tenggelam dan nyaris kita lupakan: keakraban.

Pertemanan memang selalu diuji. Kadang, simpul perkawanan itu retak hanya sebab yang sepele: politik, bisnis, beda paham. Dengan pranata modernitas yang gemerlap ini, dunia seperti rupa tempurung, dan kita masih asyik pada satu hal bernama perselisihan. Kita kadang lupa, persahabatan selalu menyenandungkan nada kasih-sayang yang bahkan melampaui urusan keduniaan.

Suatu kali, Martin Luther King, Jr., tokoh utama gerakan protes orang hitam di Amerika itu, pernah berujar, singkat tapi menukik, “Kita telah belajar terbang bagai burung, berenang di laut bagai ikan, tapi belum belajar bagaimana berjalan di bumi sebagai saudara,”.





((B**G FAUZI))

--------------------
Foto diambil saat quality time dan makan besar beralas daun pisang bersama Kanca Kona.

Menuju Visit Year 2018“Tapi aku yang bernama sampanMasih saja terus berlauarKe laut hati ombak..”(Pak D. Zawawi Imron, P...
25/01/2018

Menuju Visit Year 2018

“Tapi aku yang bernama sampan
Masih saja terus berlauar
Ke laut hati ombak..”

(Pak D. Zawawi Imron, Perpisahan 1984)

Konon, Gajah Mada menggalang kekuatan armada dan ekspedisi militernya melalui laut, untuk menyatukan Nusantara, dipimpin oleh Senopati Sarwajala Mpu Nala. Dikisahkan juga, dulu, pejuang bangsa melihat laut sebagai kekuatan penting untuk membendung agresi penjajah. Kesaksian tentang pentingnya menjaga khazanah kelautan sudah dimulai sejak lama, sejak Kerajaan Sriwijaya, Mataram, Majapahit, masa kolonial, dan berlanjut hingga sekarang. Cerita tentang laut selalu saja heroik dan penuh perlawanan.

Saya kemarin berselancar ke laut, terutama untuk melihat kebersihan dan keamanan lokasi wisata bahari: dari Gili Labak ke Pantai 9, lanjut memutar ke Sepudi. Saya ingin memastikan bahwa persiapan Tahun Kunjungan Sumenep 2018 benar-benar aman, zero mistake. Saat sedang asyik melihat gulungan ombak kecil, Saya lalu berpikir, jangan sampai ada muatan yang hilang dari kekayaan laut ini, yaitu muatan kisah, cerita, dan sejarah.

Kita bangsa pelaut yang dibesarkan dengan cerita dan sejarah. Nenek moyang kita dengan tegas bersajak: Abhantal Omba’ Sapo’ Angèn. Mari bersama bangun daerah dengan merawat laut dan nilai sejarahnya.





((B**G FAUZI))

Lenggak-Lenggok Sapi SonokUntuk membaca kesalehan masyarakat, lihatlah parebhasan-nya. Untuk membaca keteguhan dan komit...
21/01/2018

Lenggak-Lenggok Sapi Sonok

Untuk membaca kesalehan masyarakat, lihatlah parebhasan-nya. Untuk membaca keteguhan dan komitmen masyarakat, lihatlah bentuk tradisinya.

Saya selalu berpikir, Sapi Sonok santer tersiar ke penjuru dunia bukan hanya sebab “unik” dan “jarang ditemui”, tetapi karena Sapi Sonok adalah jubah identitas masyarakat yang menunjukkan keindahan dan kesantunan. Merawat tradisi, Sapi Sonok, misalnya, adalah juga merawat pendirian dan prinsip.

Bagi Saya, Sapi Sonok bukan hanya sapi rias. Musiknya pun bukan sekadar bunyi tanpa arti. Sapi Sonok itu kesenian khas Madura yang bisa mempertemukan beragam agenda. Sambil bersorak melihat keserasian dan tarian sapi sepasang, silaturrahmi juga akan terjalin di lapangan. Ayo bersama menjaga tradisi Sapi Sonok.




((B**G FAUZI))

---------------
Terimakasih kepada Mas Lukman Hakim Ag atas saran ejaan. Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat Sumenep.

16/01/2018

Naik Becak Bersama Istri Itu, Romantis!

Menjaga keutuhan keluarga tidak mesti mewah dengan ongkos mahal. Naik becak bersama istri, misalnya, adalah salah satu rumus. Di waktu senggang, saya berkeliling Kota Sumenep bersama istri dengan becak. Romantis sekali. Sembari melihat tata kota, kebersihan, dan kesantunan masyarakat Sumenep.

Setiap laki-laki memang harus menemani dan menyenangkan istrinya. Tapi ingat, tidak harus mahal dan mewah. Bagi Ibu Petani, tidak ada hal paling bahagia selain makan di atas rumput hijau di sawah bersama Bapak Tani. Laki-laki harus menjadi lebah yang selalu setia pada bunga, menjadi bintang yang bisa menyuguhi kemerlap saat gelap.

Selalu bersyukur dan rawat keharmonisan keluarga.




((B**G FAUZI))

Banyak pengalaman menarik selama blusukan ke berbagai daerah-daerah terpencil di Kabupaten Sumenep. Salah satunya pada M...
12/01/2018

Banyak pengalaman menarik selama blusukan ke berbagai daerah-daerah terpencil di Kabupaten Sumenep. Salah satunya pada Minggu kemarin saat saya bersama komunitas trail tiba-tiba diberhentikan sejumlah petani di Kecamatan Lenteng.

Setelah itu saya mewakili rombongan memperkenalkan diri sebagai Wakil Bupati Sumenep sedang melaksanakan rutinitas mingguan dengan mengunjungi pelosok-pelosok untuk silaturrahmi sekaligus mendengarkan langsung keluhan masyarakat.

Akhirnya, para petani menyampaikan berbagai persoalan yang sering dihadapinya. Mulai dari ancaman kekeringan yang berpotensi gagal panen, kurangnya pasokan pupuk bersubsidi, sampai ancaman hama yang menyerang tanaman pertanian mereka.

Oleh oleh ini bagi saya sangat berharga. Karena saya dapat mengetahui kehidupan mereka sesungguhnya. Akhirnya persoalan mereka langsung saya koordinasikan dengan memanggil kepala dinas terkait agar masalah mereka segera dipecahkan.

Modal blusukan akan terus saya lakukan sampai akhir jabatan sebagai Wakil Bupati Sumenep. Karena saya tidak ingin mengingkari kepercayaan yang diamanahkan masyarakat. Saya akan terus berjuang sampai masyarakat Sumenep benar-benar hidup sejahtera, adil, dan makmur. Inilah tiga hal yang menjadi ruh dalam setiap perjuangan saya untuk masyarakat Sumenep.

Tentu saya menyadari masih banyak yang harus diperbaiki ke depan. Tetapi komitmen saya tetap sama; masyarakat Sumenep harus sejahtera, adil dan makmur.



(B**G FAUZI)

News Satu, Sumenep, Jumat 12 Januari 2018- Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) ditahan sejumlah Para Petani di saat blusukan ke desa dengan komunitas trail. Melihat hal itu, Wabup Sumenep bersama komunitas trailnya sempat kaget dengan aksi para petani tersebut, namun setelah ber...

Ayo Melancong ke “Surga” Paling Timur Pulau MaduraSaya mengundang teman-teman untuk bercerita tentang wisata di tempat m...
10/01/2018

Ayo Melancong ke “Surga” Paling Timur Pulau Madura

Saya mengundang teman-teman untuk bercerita tentang wisata di tempat masing-masing pada kolom komentar di bawah.
------------------------------------------------

Wisata tentu adalah kegiatan rekreasi untuk mengisi waktu senggang. Berwisata berarti juga menghilangkan penat karena rutinitas kerja. Di Kabupaten Sumenep, ada banyak destinasi unggul yang cocok untuk pelancong lokal hingga mancanegara. Sumenep bertabur tempat wisata elegan, baik yang berbasis budaya, bahari, alam, sejarah, hingga kuliner.

Di Sumenep, pecinta wisata bahari bisa mantai ke Gili Labak, Gili Sembilan, Gili Pandan, Pantai Lombang, dan Pantai Slopeng. Penggemar wisata religi dan sejarah bisa berkunjung ke Asta Tinggi, Gua Payudan, Masjid Jamik, dan Keraton Sumenep. Pun begitu, penyuka wisata alam bisa berpelesir ke Bukit Tinggi, dan wisata kesehatan ke Gili Iyang yang terkenal dengan kadar oksigen tertinggi dunia. Tentu masih banyak destinasi lain yang tak kalah menggoda.

Bersamaan, Pemerintah Kab. Sumenep melalui program “Tahun Berkunjung ke Sumenep 2018” telah menyiapkan setidaknya 39 agenda dan event wisata. Potensi lokal di Sumenep, terutama sektor wisata, akan terus dikembangkan menuju “Pariwisata Berkelanjutan” dengan tetap mejaga kelestarian ekologi.

Selain sebagai wahana rekreasi, wisata Sumenep hadir sebagai leading sector perekonomian masyarakat sendiri. Sektor pariwisata di Sumenep akan juga menggerakkan berbagai potensi daerah. Bagi Saya, cara bersyukur paling arif adalah dengan memanfaatkan kekayaan alam untuk kemaslahatan masyarakat.

Saya berharap, masyarakat di sekitar kawasan wisata di Sumenep bisa terlibat dalam pengembangan wisata “Visit Year 2018”. Membina budaya disiplin, menjaga kebersihan, dan ketertiban obyek wisata adalah sokongan dukungan dari masyarakat untuk keberhasilan promosi “Visit Year 2018”.




((B**G FAUZI))

Address

Sumenep

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bung Fauzi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Bung Fauzi:

Share