22/04/2016
ULAMA SYI’AH BERCERITA TENTANG
AGAMA MEREKA (Bukti Kesesatan Agama
Syi’ah dari Sumber Rujukan Mereka)
Termasuk kewajiban yang paling wajib adalah
menjaga agama dan keyakinan kaum muslimin
terhadap penyimpangan dan kerusakan, serta
menerangkan jalan kerusakan agar kaum
muslimin tidak terjatuh ke dalam kerusakan
tersebut. Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu
‘anhuma berkata,
ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻳَﺴْﺄَﻟُﻮﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋَﻦِ
ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ، ﻭَﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﻣَﺨَﺎﻓَﺔَ ﺃَﻥْ ﻳُﺪْﺭِﻛَﻨِﻲ
“Manusia bertanya kepada Rasulullah shallallâhu
‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan
saya bertanya kepada beliau tentang kejelekan
(karena) khawatir bila kejelekan itu akan
menimpaku ….” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry
dan Muslim]
Di antara ancaman yang sangat besar terhadap
aqidah kaum muslimin adalah agama kaum
Syi’ah Rafidhah, suatu agama yang merusak dan
meruntuhkan nilai-nilai keyakinan umat Islam.
Ironisnya, agama Syi’ah ini didukung oleh
beberapa negara dan dipersiapkan guna
menyebar racun mereka di seluruh negeri kaum
muslimin.
Bila merasa kuat pada suatu negeri, Kaum Syi’ah
akan berbuat kezhaliman dan kesewenang-
wenangan, seperti ulah mereka di Iran, Suriah,
Bahrain, dan selainnya. Bila merasa lemah,
mereka akan tampil dengan “pakaian”
pendekatan dan persahabatan, atau sengaja
memancing kemarahan kaum muslimin dengan
mencela agama kaum muslimin sehingga
sebagian kaum muslimin lepas kontrol. Bila
kejadian yang mereka inginkan telah terjadi,
mereka pun berdiri di belakang media massa
agar ditampilkan sebagai orang-orang yang
“dizhalimi” supaya mendapat belas kasih dan
kesempatan untuk bercerita tentang keyakinan
mereka.
Berikut beberapa pembahasan ringkas tentang
kesesatan dan penyimpangan agama Syi’ah.
Kami menerangkan kesesatan agama mereka
dari “mulut” mereka sendiri yang menumpahkan
keyakinan mereka dalam buku-buku mereka
sendiri.
DEFINISI SYI’AH
Syaikh kelompok Syi’ah, Muhammad bin
Muhammd bin An-Nu’man, yang bergelar Al-
Mufîd, berkata, “Syi’ah adalah para pengikut
amirul mukminin Ali shalawatullâhi ‘alaihi di atas
jalan loyalitas, meyakini keimaman (Ali) setelah
Rasul shalawatullâhi ‘alaihi wa âlihi tanpa
terputus, menafikan keimaman siapa saja yang
telah mendahului (Ali) dalam khilafah, serta
menjadikan (Ali) sebagai yang diikuti dalam
keyakinan, bukan mengikut kepada salah
seorang di antara mereka di atas jalan
kesetiaan.” [Awâ`ilul Maqâlât hal. 38]
Syaikh mereka yang lain, Sa’d bin ‘Abdillah Al-
Qummy, mendefinisikan, “Syi’ah adalah
golongan Ali bin Abi Thalib yang dinamakan
Syi’ah Ali pada masa Rasulullah shallallâhu
‘alaihi wa sallam dan masa setelahnya. Mereka
dikenal dengan loyalitas kepada Ali dan
menyatakan keimaman (Ali).”
[Al-Maqâlât Wal Firâq hal. 15]
Dalam agama Syi’ah, banyak kelompok dan
aliran. Hanya, pada masa ini, penggunaan kata
syi’ah tertuju kepada penganut terbanyak
agama Syi’ah: Syi’ah Itsnâ Asyariyyah. Demikian
keterangan salah seorang rujukan mereka,
Husain An-Nury Ath-Thabarsy, dalam kitabnya,
Mustadrak Al-Wasâ`il 3/311.