08/06/2017
Ada 2 kelompok manusia yang diberi kemudahan dalam urusan rejeki , Kelompok pertama adalah kelompok manusia yang bisa menjadi kaya didunia tapi dijanjikan Allah miskin di Akhirat alias masuk neraka karena kayanya secara tidak halal dan amal kebaikannya sedikit. Kelompok kedua adalah manusia yang diizinkan menjadi orang kaya karena perjuangan hidupnya memperoleh ilmu dunia maupun Akhirat dengan baik demikian juga amalnya . sehingga ia bisa menjadi orang kaya dengan izin- Nya yang juga banyak amal kebaikannya , hanya kelompok manusia seperti ini tidak banyak dibandingkan dengan kelompok yang pertama. Demikian juga dengan kelompok yang disempitkan rejekinya ada dua kelompok , kelompok pertama adalah manusia yang miskin ilmu , miskin usaha alias malas bekerja dan miskin ilmu agama , orang bodoh yang tetap bertahan dengan kebodohannya , tapi sombong dengan kelakuannya.
Kelompok kedua adalah orang beriman yang baik kelakuannya , tapi diberi keterbatasan dalam ilmu dunia dan hubungan antar manusia ( lingkup pergaulannya sempit ) lingkup pergaulan yang sempit ini terkadang menjadi pilihannya karena takut dengan effek negatif dari lingkup pergaulan yang luas dan sebagainya. Kesusahan ekonomi menjadi ujian bagi kehidupan imannya kepada Allah SWT. Didunia jika ia tetap bertahan didalam iman dan taqwanya maka surga mulia menjadi tempat tinggalnya , Insyallah ! , didalam haditsnya Rasululloh saw , bersabda bahwa penghuni surga adalah mayoritas hamba – hamba Allah yang miskin ketika hidup didunia. Karenanya saudaraku apapun yang kita hadapi selama kita tetap dalam iman dan Taqwa serta bertawaakal , jangan pernah takut terhadap keadaan kehidupan apapun bentuknya , yakinkan diri dengan janji – janji Allah SWT. Sesungguhnya secelaka – celakanya yang namanya anak manusia adalah hidup miskin dan sengsara didunia dan diakhirat dia masuk neraka , selamanya. (Naudzhubillah min dzalik ! ) , Demikan pendapat penulis , banyak factor yang menyebabkan orang bisa menjadi orang kaya didunia atau tetap miskin. Wallahu’alam bishowab , Sesungguhnya hanya Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Hidup cukup , tidak kurang tidak lebih adalah kehidupan yang didambakan , diusaha -kan dan didoakan oleh setiap orang yang beriman yang ingin tetap istiqamah dalam Taqwa dan dalam tawakalnya. Dengan bekal iman , Taqwa dan ilmu-Nya , Ia Ikhtiarkan hidupnya dengan perjuangan agar tidak hidup miskin , dengan demikian ia bisa menjaga dirinya dan keluarganya terhindar dari kekufuran. Dan ia semakin banyak beramal ketika Allah SWT. memudahkan rejeki untuknya , dengan banyak beramal dia bisa menjaga kecukupan kehidupan keluarganya untuk tetap cukup agar jangan sampai ia menjadi orang kaya yang akhirnya menjadikan ujian bagi diri dan keluarganya , melupakan Tuhannya didalam amal kesehariannya karena terlena dengan nikmat bergelimpangan harta dunia. Yang akhirnya bisa membuat dia dan keluarganya celaka di akhirat. Naudzubillah min dzalik , katanya ! ! ! )