10/05/2020
pengalaman EREP-EREP selama 12Tahun (part 1)
Disini saya ingin berbagi cerita nyata saya mengenai pengalaman yang terjadi dengan saya selama kurang lebih 12 tahun. Bukan pengalaman yang asik, hanya cukup menarik jika diceritakan, yah ini pengalaman mistis, mengenai pengalaman saya Erep-Erep, atau biasa disebut ketindihan.
Sekarang saya berusia 25tahun dan hal ini terjadi pertama kali waktu saya masih SD..
Waktu itu teman sekelas saya, tiba-tiba menghampiri saya dan bilang kalau dia mimpi saya akan meninggal, awalnya reaksi saya biasa saja, karena saya fikir itu hanya mimpi, walaupun agak penasaran, ko bisa tiba-tiba seorang teman saya memimpikan saya meninggal? Apakah ini pertanda saya akan meninggal?.
Siang pun berlalu dan tibalah malam,
Seperti biasanya aku bersiap untuk tidur dan kemudian terlelap, mimpi pertama kali sebelum saya erep-erep sangat jelas dan masih terasa nyata,
Dimimpi itu, hari terlihat sangat cerah, saudara saya yang berusia diatas 4 tahun dengan saya, minta saya untuk ikut mengobrol bersama teman-temannya, hingga akhirnya saya, saudara saya dan temannya berada diteras rumah. Mereka pun mengobrol dan bercanda tawa, tanpa saya mengerti, hingga akhirnya langit dan keadaan disana semakin menggelap yang disertai dengan tawa saudara saya dan teman-temannya, yang tak lama ada sosok lain seperti roh yang keluar dari tubuh mereka dan mereka pun terus tertawa semakin keras.
DUAKKK..
Saya terbangun, tetapi masih didalam mimpi
Terasa begitu mengganggu, saya sedang diikat disebuah kain kafan, lengkap bersama keranda dan didalam mobil ambulance, mobil ambulance tersebut begitu mengganggu dengan jalanan yang berbatuan, walaupun terlilit kain kafan dan berada didalam keranda, saya bisa melihat dengan jelas bahwa tidak ada siapapun disana, bahkan tidak ada supir yang mengemudi, lalu bagaimana mobilnya bsia jalan? Mobil terus melaju hingga kencang.
Sampai akhirnya saya terbangun, terbangun dari semua mimpi-mimpi, saya berada dikasur kamar saya, tidak bisa bergerak, maupun berbicara. Semua badan saya seperti terikat, ingin rasanya berteriak memanggil mamah, tapi tidak bisa.
Kemudian saya membaca doa sebisa saya, tetapi rasanya masih tetap sama.
Semua badan, mulut terkunci. Rasanya hanya mata saya saja yang bisa melihat, karena saya dengan jelas bisa melihat kamar saya.
Tak lama, erep-erep itu pun hilang, saya langsung berlari menuju kamar mamah saya dan menceritakan kejadian yang baru saya alami.
Mamah saya malah menuduh saya, bilangnya hal tersebut terjadi karena saya lupa membaca doa sebelum tidur, karena masih cukup dini untuk terbangun, saya melanjutkan kembali tidur bersama mamah saya, sambil memegang sebelah tangannya.. Tidak lupa sebelum tidur saya berdoa, berharap tidak akan ada kejadian yang sama.
Ternyata saya salah, hal itu terus berlanjut sampai besok-besok dan besoknya Dengan Mimpi Yang Sama.