04/02/2025
Puskesmas Sidoharjo Gencarkan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Sidoharjo
Pada hari Selasa, 4 Februari 2025, Puskesmas Sidoharjo kembali menggelar kegiatan Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Sidoharjo. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan mendeteksi dini berbagai penyakit tidak menular yang berpotensi menjadi masalah kesehatan masyarakat, seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan gangguan kesehatan jiwa. Sasaran dari kegiatan ini adalah kader kesehatan serta perangkat desa Sidoharjo, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan kader kesehatan serta beberapa perangkat desa yang antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan PTM ini diketuai oleh Heni Wulandari, sebagai Penanggung Jawab (PJ) program. Heni dibantu oleh dua petugas kesehatan lainnya, yaitu Sudarmi yang bertugas sebagai tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan screening jiwa, dan Bidan Desa Endang Sumiyati, S.Keb.
Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
Kegiatan PTM di Desa Sidoharjo kali ini menitikberatkan pada upaya deteksi dini penyakit-penyakit yang kerap muncul di masyarakat namun sering kali tidak terdeteksi secara dini, yaitu penyakit tidak menular (PTM). Pemeriksaan kimia darah gratis menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan ini, meliputi pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada indikasi hipertensi pada para peserta.
Tes kimia darah dilakukan secara bertahap, dengan kader kesehatan dan perangkat desa mengantri untuk mendapatkan giliran pemeriksaan. Para petugas kesehatan dengan sigap mengambil sampel darah dan memprosesnya di lokasi pemeriksaan dengan alat yang telah disediakan. Hasil pemeriksaan langsung dapat diketahui beberapa menit setelah pengambilan sampel, sehingga peserta bisa segera mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatannya.
Sejumlah peserta tampak antusias memeriksakan diri, terutama karena beberapa di antara mereka merasa belum pernah melakukan tes kesehatan semacam ini sebelumnya. "Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, karena kadang kita merasa sehat-sehat saja, padahal mungkin ada penyakit yang tidak kita sadari. Dengan adanya pemeriksaan ini, kita bisa tahu kondisi tubuh kita sebenarnya," ujar Puji Lestari salah satu kader kesehatan desa yang hadir.
Screening Kesehatan Jiwa
Selain pemeriksaan fisik dan kimia darah, kegiatan PTM kali ini juga mengadakan pemeriksaan atau screening kesehatan jiwa, yang dilaksanakan oleh Sudarmi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan mental yang sering kali tidak disadari oleh individu. Sudarmi menjelaskan bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik, namun sering kali terabaikan.
"Kesehatan mental merupakan salah satu aspek yang juga harus diperhatikan, terutama di kalangan masyarakat yang aktif di bidang pelayanan seperti kader kesehatan dan perangkat desa. Mereka sering menghadapi tekanan pekerjaan yang bisa mempengaruhi kondisi mental," jelas Sudarmi. Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara singkat dan beberapa pertanyaan terstruktur yang dirancang untuk mendeteksi gejala awal gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, atau depresi.
Peserta yang mengikuti screening ini juga merasa terbantu. Banyak di antara mereka yang sebelumnya tidak menyadari pentingnya menjaga kesehatan jiwa, dan melalui screening ini mereka mendapatkan wawasan baru. "Kesehatan jiwa ternyata juga penting, apalagi kalau kita punya tanggung jawab di masyarakat. Jadi sekarang kita tahu harus bagaimana mengelola stres," ungkap Wawan Agus Bawa Wahyudi, S.T seorang perangkat desa.
Peran Kader Kesehatan dan Perangkat Desa
Dalam kegiatan ini, peran kader kesehatan dan perangkat desa sangat penting. Mereka bukan hanya peserta pemeriksaan, tetapi juga diharapkan dapat menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular. Kader kesehatan sering kali menjadi jembatan antara masyarakat dan pelayanan kesehatan, sehingga peningkatan pengetahuan dan kesadaran mereka tentang pentingnya pencegahan penyakit tidak menular sangatlah krusial.
Heni Wulandari, selaku PJ PTM, menekankan pentingnya kegiatan semacam ini untuk terus dilaksanakan secara berkala. "Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari," ujar Heni.
Harapan dan Keberlanjutan Program
Kegiatan PTM yang berlangsung di Desa Sidoharjo ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan upaya preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan sebelum penyakit tidak menular berkembang lebih jauh.
Bidan Desa Endang Sumiyati juga menambahkan bahwa puskesmas akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. "Kami selalu siap mendampingi masyarakat dalam menjaga kesehatannya, baik melalui pemeriksaan rutin maupun penyuluhan kesehatan. Kami berharap ke depan, semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin," ungkap Endang.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Sidoharjo berhasil memberikan pelayanan yang bukan hanya bermanfaat bagi peserta yang hadir, tetapi juga diharapkan dapat berdampak luas pada masyarakat Desa Sidoharjo. Para kader kesehatan dan perangkat desa kini memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular dan siap untuk menyebarkan informasi ini kepada masyarakat.
Dengan kolaborasi yang baik antara tenaga kesehatan, kader, dan perangkat desa, diharapkan program PTM ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang nyata bagi kesehatan masyarakat Sidoharjo.