Perpustakaan Nagari Saniang Baka

Perpustakaan Nagari Saniang Baka Beralamat di Jln. Raya Saniang Baka - Paninggahan PROFIL PERPUSTAKAAN NAGARI SANIANG BAKA

Ilmu adalah jendela dunia, tempat kita bisa memandang. Buku
b.

Lingkup Ilmu bagaikan lautan tiada bertepi, tempat kita berlayar sampai hayat berkalang tanah, kita tidak akan sampai pada tepinya. Pendidikan adalah sketsa sebuah desa dalam dunia yang luas, kita tidak akan bisa menggapai semua kampung yang tersebar diseluruh dunia. Pendidikan formal adalah salah satu cara untuk mendapatkan ilmu, disamping pendidikan itu belajar sendiri juga bisa dilakukan sebaga

i alternatif dalam menuntut Ilmu. Masalah utama dalam belajar sendiri adalah bagaimana mendapat bahan-bahan kepustakaan yang memadai, sehingga sarana perpustakaan umum sebagai penunjang akan menjadi sangat penting artinya. Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan. Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendirian perpustakaan nagari Saniang Baka digagas oleh Rudi Akbar dan Hardizal Bahar. Beliau berniat untuk mendirikan sebuah perpustakaan umum di nagari Saniang Baka, dengan tujuan utama untuk memberikan fasilitas informasi buku-buku agama, tasawuf dan filsafat kepada warga Saniang Baka (terutama orang yang cinta baca dan kaum terpelajar) dengan mewakafkan semua koleksi buku-buku umum (agama, filsafat, tasawuf) yang beliau miliki sekitar lebih kurang 1000 buku, ditambah dengan buku baru bantuan warga secara kolektif. Fasilitas penunjang yang diperlukan:
1. Ruangan perpustakaan, fully furnished: Rak buku, meja baca, dsb.
2. Isi perpustakaan berupa:
a. Majalah
c. Ensiklopedi
3. Peralatan penunjang:
a. 1 set komputer/printer/internet line
b. 1 set Audio: TV/VCD/DVD player
c. 1 set telepon/faximili
4. Biaya operasional
a. Listrik/Telepon/Internet Line
b. Gaji pustakawan
c. Perawatan Buku
Untuk melengkapi fasilitas tersebut diatas, diperlukan biaya sekitar +/-50 juta, seperti buku tambahan, ensiklopedia seperti berikut:
No. Judul Buku Volume Harga Penerbit
1. Ensiklopedi Islam 8 volume 2,990,000 PT.Bukindo Erakarya
2. Ensiklopedi Hukum Islam 6 volume 1,995,000 PT.Bukindo Erakarya
3. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam 7 volume 2,990,000 PT.Bukindo Erakarya
4. Ensiklopedi Tematis Alquran 6 volume 1,848,000 PT.Kharisma Ilmu
5. Ensiklopedi Sains dan Teknologi 7 volume 1,750,000
6. Ensiklopedi Iptek 8 volume 2,000,000

Prestasi yang diraih oleh Nagari Saniangbaka, mendapat juara III lomba Perpustakaan nagari Tingkat Sumbar. Visi dan Misi Perpustakaan Nagari Saniang Baka:
1. Visi:
“Mewujudkan Masyarakat Gemar Membaca”.
2. Misi:
1) Memperkenalkan dan mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat.
2) Mewujudkan masyarakat gemar membaca dan belajar
3) Meningkatkan pemberdayaan manusia.
4) Menjadikan perpustakaan sebagai tempat mencari tambahan ilmu yang nyaman dan didamba banyak orang. Sekarang ini perpustakaan nagari Saniang Baka terletak di Jorong Balai Batingkah, jln. Raya Saniang Baka-Paninggahan. Jumlah koleksi yang dimiliki sekitar ± 3.500 eksamplar buku.

Kita membaca untuk tahu bahwa kita tidak sendirian
09/05/2016

Kita membaca untuk tahu bahwa kita tidak sendirian

"Buku adalah jendela dunia". Kunci untuk membukanya adalah membaca. Ungkapan ini secara jelas menggambarkan manfaat membaca, yakni membuka, memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang. Berbagai penelitian membuktikan bahwa lingkungan, terutama keluarga, merupakan faktor penting dalam proses pembent...

Sudahkah baca buku hari ini?
29/04/2016

Sudahkah baca buku hari ini?

11/03/2016

"Manusia dapat bertahan hidup empat puluh hari tanpa makan, tiga hari tanpa air, delapan menit tanpa udara, tapi hanya satu detik tanpa harapan." _Hal Lindsey_

Membaca Banyak ManfaatMembaca adalah kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat karena dengan membaca pengetahuan kita ak...
04/03/2016

Membaca Banyak Manfaat

Membaca adalah kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat karena dengan membaca pengetahuan kita akan bertambah. Baik itu pengetahuan yang berhubungan dengan keilmuan maupun hanya sekedar berita atau informasi. Di samping itu menurut para ahli bahwa dengan banyak membaca maka kita akan terlepas dari penyakit otak. Seorang peneliti dari Henry Ford Health System, Dr. C. Edward Coffey, membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku seseorang akan terhindar dari penyakit “Demensia”. Demensia adalah penyakit yang merusak jaringan otak. Apabila terkena demensia, bisa dipastikan seseorang akan sulit terhindar dari kepikunan. Hal ini terjadi karena membaca dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti perubahan otak.....

Riset-riset otak mutakhir telah menemukan manfaat membaca dalam menumbuhkan dendrit, salah satu komponen sel saraf otak atau neuron. Membaca kata-kata baru dapat merangsang otak, karena otak s**a akan tantangan dan hal-hal baru. Kegiatan membaca adalah kegiatan yang penuh tantangan dan senantiasa membawa seseorang untuk memasuki wilayah baru.

Diakui atau tidak, banyak orang pintar dan cerdas disebabkan dari rajin membaca. Membaca juga bisa membuat orang lebih dewasa. Dewasa di sini artinya memiliki pola pikir yang tidak lagi kekanak-kanakan. Dengan membaca, orang bisa memandang setiap permasalahan hidup bukan sebagai beban, namun tantangan yang harus diselesaikan. Permasalahan dalam kehidupan tidak dipandang hanya dari satu sisi, tetapi dari berbagai sisi. Orang yang memandang permasalahan hidup dari berbagai sisi biasanya lebih bijaksana dan arif dalam menjalani kehidupan.

Akan tetapi sungguh sangat disayangkan bahwa minat membaca dari masyarakat Indonesia masih rendah. Taufiq Ismail seorang sastrawan Indonesia yang terkenal mengatakan bahwa. “Kita telah menjadi bangsa yang rabun membaca buku dan lumpuh menulis”. Ungkapan ini tentunya punya alasan yang sangat kuat. Dan, benar adanya, persoalan kita adalah minat baca yang rendah. Jika ditawari buku bacaan, tidak sedikit dari kita yang menolak dengan alasan tidak punya waktu untuk membaca. Masyarakat kita lebih menyukai media televisi dari pada buku. Padahal hal Jordan E. Ayan juga menyebutkan bahwa televisi masih amat ketinggalan dibandingkan dengan buku. Televisi merupakan “media pasif” yang tidak mengajak kita berpartisipasi dalam belajar atau berpikir kreatif. Namun hal informasi ini tidak sampai kepada kita karena kita kurang membaca.

Sangat berbeda dengan budaya membaca masyarakat Jepang dan negara-negara maju lainnya. Ke mana-mana mereka selalu membawa buku bacaan. Jika ada waktu luang mereka mengisinya dengan membaca. Sehingga tidak mengherankan jika ilmu pengetahuan mereka lebih maju daripada kita. Masyarakat Indonesia lebih senang ngerumpi dan berbudaya lisan. Lebih banyak ngelamun-nya ketimbang melakukan aktivitas membaca. Hal tersebut bisa kita saksikan dari perilaku kita sendiri maupun orang-orang di sekeliling kita. Padahal banyak waktu luang yang bisa kita manfaatkan untuk membaca. Misalnya ketika sedang menunggu keberangkatan pesawat, di halte, terminal, bahkan bagi orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan jika membaca di atas kendaraan, bisa memanfaatkan waktunya untuk membaca. Lima menit membaca sudah bisa menambah wawasan pengetahuan kita. Kita bisa membangun motivasi dalam diri kita dengan memperbanyak membaca termasuk membaca biografi orang-orang sukses.

Salah seorang Doktor dari Arab Saudi yang bernama Dr. Aidh Al Qarni dalam bukunys ”Laa Tahzan” (Jangan bersedih) menulis 10 manfaat membaca :

1. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan

2. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja

3. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata

4. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir

5. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan mengingkatkan memori dalam pemahaman

6. Dengan sering membaca seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksana dan kecerdasan para sarjana

7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya, baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya di dalam hidup

8. Keyakinan seseorang akan bertambah ketika dia membaca buku-buku yang bermanfaat

9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia,. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat

10. Lebih lanjut lagi, ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis di antara baris demi baris (memahami apa yang tersirat).

Dari beberapa penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa membiasakan diri untuk selalu membaca akan mendatangkan manfaat yang sangat besar. Bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk orang lain asal kita mau berbagi ilmu dengan mereka. Karena itu saya mengajak kepada pembaca sekalian untuk menghidupkan budaya membaca ini di mana saja dan kapan saja ada waktu untuk membaca.

Semoga Bermanfaat dan Penuh Keberkahan Dari Allah ....

1 kata yang ia baca, akan berarti sepanjang masa~
19/02/2016

1 kata yang ia baca, akan berarti sepanjang masa~

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.” (QS. ‘Alaq:3-4).
16/02/2016

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.” (QS. ‘Alaq:3-4).

Kisah Sun Kang Yang Gemar Membaca BukuPenduduk di negeri China s**a sekali belajar. Salah satu kisah yang sering digunak...
14/02/2016

Kisah Sun Kang Yang Gemar Membaca Buku

Penduduk di negeri China s**a sekali belajar. Salah satu kisah yang sering digunakan oleh guru dan orangtua untuk memotivasi seorang anak agar rajin belajar adalah kisah Sun Kang yang rindu terus membaca hingga terluka.

Sun Kang hidup pada zaman Dinasti Jin (317-420 Masehi). Sejak usia kanak-kanak sudah tampak kepintarannya. Ia s**a sekali terhadap buku, tetapi
ia dibesarkan dari keluarga yang sangat miskin sampai minyak untuk lampu pun tidak sanggup dibeli. Karena miskin dan dorongan kebutuhan yang mendesak, maka orangtuanya mewajibkan semua anaknya untuk bekerja, termasuk Sun Kang yang masih kecil. Setiap hari ia bekerja sampai menjelang malam sehingga pulang ke rumah dalam keadaan lelah dan juga tidak ada lagi waktu untuk membaca buku karena di rumah tidak ada penerangan. Di desa itu hanya rumah Sun Kang yang tidak ada penerangannya.

Sun Kang sering berangan-angan kalau saja rumahnya memiliki lampu, maka ia bisa membaca banyak buku. Karena sangat ingin membaca buku, ia bertanya kepada ayah dan ibunya,"Semua tetangga kita mempunyai lampu, hanya rumah kita yang tidak punya lampu. Jika begini terus, siang hari bekerja dan malam hari tidak bisa membaca buku, kapan saya bisa menjadi anak yang pintar. Bisa tidak kita punya satu lampu?"

Mendengar pertanyaan anaknya, kedua oprangtuanya sangat sedih. Dengan berat hati mereka berkata, "Sun Kang, kita sangat miskin dan minyak untuk lampu sangat mahal, kitas tidak sanggup membelinya. Jika kita membeli minyak untuk lampu, kita sekeluarga pelan-pelan bisa mati kelaparan." Setelah berkata begitu kedua orangtuanya meneteskan airmata. Ia pun ikut menangis. Sun Kang sungguh mengerti dan prihatin akan kondisi keluarganya sehingga ia berjanji dalam hati untuk tidak lagi menuntut orangtuanya membeli lampu minyak.

Kerinduan untuk membaca buku tetaplah besar. Sun Kang sering meminjam buku orang lain dan ia selalu mengembalikan buku itu tepat waktu. Kendatipun seharian telah lelah bekerja, malam hari ia selalu pergi ke luar rumah untuk mencari sinar rembulan pada malam hari untuk membaca buku. Namun, karena sinar yang serba terbatas membuat kedua matanya sering letih dan tak sanggup membaca dengan waktu yang panjang.

Pada suatu musim dingin, turun salju yang sangat lebat. Pada waktu malam hari hujan salju berhenti, udara sangat segar, dan malam itu terang rembulan sangat baik. Sun Kang berpikir ini waktu yang baik untuk membaca buku. Karena itu, ia pergi ke luar dengan membawa satu buku dibaca di bawah sinar rembulan dan juga terang dari lampu tetangga. Setelah membaca, ia pun merasa lelah dan ingin pulang. Dalam perjalanan pulang ia tersandung dan bukunya jatuh di atas salju. Karena ingin menyelamatkan bukunya, ia segera bangkit untuk mengambil buku itu walau kakinya terluka. Pada waktu ia hendak memungut bukunya, ia bisa melihat dengan jelas tulisan yang ada dalam buku. Kok bisa? Ternyata salju yang padat bisa memantulkan sinar sehingga bisa membuat cahaya lebih terang dari sinar rembulan.

Menemukan peristiwa ini, Sun Kang pun bergembira karena ternyata di balik musim salju yang dingin dia dapat membaca buku dengan lebih baik. Mulai hari itu tiap malam ia pergi ke luar untuk membaca buku dengan memanfaatkan sinar rembulan dan pantulan cahaya dari salju. Ia terus berusaha melawan dingin agar bisa membaca buku. Padahal, jika orang kedinginan mudah menderita borok di kulit. Penyakit ini disebut d**g chuang. Jika orang sudah menderita borok tersebut, borok itu tidak bisa sembuh sampai musim dingin usai. Borok itu membuat daging dan kulit terbuka sehingga perih sekali. Namun, walau harus menderita borok yang sangatperih, Sun Kang tetap pergi pada malam yang dingin hanya untuk bisa membaca buku. Lama kelamaan tangan dan kakinya penuh dengan d**g chuang yang sangat perih, tetapi itu sama sekali tidak membuatnya berhenti membaca buku. Menurut Sun Kang, hanya dengan sinar rembulan dan pantulan sinar dari salju ia bisa membaca banyak buku.Oleh karena itu, tidak perduli berapa sakit yang harus ia tahan dari borok musim dingin itu, ia tetap akan membaca buku.

Akhirnya Sun Kang tumbuh menjadi ahli pikir yang brilian dan menjadi penasihat yang baik untuk membangun kerajaan. Kisah ini berkembang dari mulut ke mulut dan dari generasi ke generasi. Kisah Sun Kang sungguh mengharukan dan sering menjadi cerita yang mampu memotivasi anak-anak di China untuk rindu membaca dan belajar. Teruslah membaca dan belajar walau untuk itu harus terluka.

Diposting oleh : Alex Li

Diposting tanggal : 26 Nov 2012

"^-^"
12/02/2016

"^-^"

Belajar tambahan.. ^-^
10/02/2016

Belajar tambahan.. ^-^

Address

Jln. Raya Saning Bakar Paninggahan
Solok
27351

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perpustakaan Nagari Saniang Baka posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category