Nias Barat Creative City Forum

Nias Barat Creative City Forum Laman ini adalah forum kreatif Ono Niha maupun mereka yang peduli dengan wacana dan wicara tentang N 1). Tomorrow is fresh, with no mistakes in it.

5).

The future is called "perhaps," which is the only possible thing to call the future. And the only important thing is not to allow that to scare you. ~Tennessee Williams, (Orpheus Descending, 1957).

2). Our faith in the present dies out long before our faith in the future. ~Ruth Benedict

3). A preoccupation with the future not only prevents us from seeing the present as it is but often prompts

us to rearrange the past.

4). The course of life is unpredictable... no one can write his autobiography in advance.

6). The future is an opaque mirror. Anyone who tries to look into it sees nothing but the dim outlines of an old and worried face. ~Jim Bishop

7). A good example is the best sermont.

8). Stupid wolker will blame others for his fauled instead of himself.

9). Better late than never. Hahahaa.......:D

"...ini menunjukkan komitmen Kementerian Hukum dan HAM terus memperbaiki diri di bidang pelayanan publik" Majalah Tempo ...
31/05/2016

"...ini menunjukkan komitmen Kementerian Hukum dan HAM terus memperbaiki diri di bidang pelayanan publik"

Majalah Tempo edisi 30 Mei - 5 Juni 2016.

VIVAnews - Polda Metro Jaya telah menyelesaikan berkas perkara 22 tersangka anggota Front Pembela Islam (FPI) atas kasus...
15/10/2014

VIVAnews - Polda Metro Jaya telah menyelesaikan berkas perkara 22 tersangka anggota Front Pembela Islam (FPI) atas kasus anarkisme saat menggelar demo di DPRD DKI Jakarta 3 Oktober 2014 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan, saat ini berkas dari 22 anggota FPI tersebut sudah dikirim penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dari 22 anggota FPI yang menjadi tersangka, salah satunya adalah Petinggi FPI yaitu Habib Novel yang diduga telah bertanggung jawab atas insiden anarkis tersebut.

"Berkas semua sudah dikirim Selasa siang pukul 10.00-11.00 Wib ke Kejati DKI Jakarta," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya. Menurut, Rikwanto, berkas telah diserahkan ke kejaksaan di bagi menjadi empat bagian.

Diberitakan sebelumnya, saat setelah kericuhan terjadi, Habib Novel sempat masuk dalam Data pencarian Orang (DPO). Namun, setelah hampir seminggu buron akhirnya Novel menyerahkan diri ditemani oleh pengacaranya, pada 8 Oktober lalu.

Sumber : http://metro.news.viva.co.id/news/read/548080-berkas-kasus-demo-fpi-ricuh-diproses-jaksa

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo siang ini, Senin (6/10/2014) menghadiri sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...
06/10/2014

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo siang ini, Senin (6/10/2014) menghadiri sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dengan agenda pembacaan pandangan fraksi terkait pengunduran dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pembacaan pandangan fraksi tersebut dilakukan di ruang sidang paripurna Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Pembacaan pandangan fraksi tersebut diawali oleh fraksi PDI Perjuangan, yang diwakili oleh Jhonny Simanjuntak.

Setelah PDI Perjuangan, giliran Fraksi Partai Gerindra membacakan pandangannya terkait pengunduran Joko Widodo selaku Gubernur DKI Jakarta. Pembacaan pandangan fraksi tersebut dibacakan oleh Abdul Ghoni.

Dalam pandangan fraksi Gerindra, mereka mengkritik pengunduran diri pria yang sapaan akrabnya Jokowi itu. Gerindra menilai Jokowi hanya menjadikan jabatan Gubernur DKI sebagai batu loncatan saja. Gerindra juga menginginkan adanya aturan hukum yang mengatur mengenai pengunduran diri kepala daerah.

"Periode diatur dalam Undang-Undang yang mengikat, sehingga jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur tidak mudah dilepas, tidak hanya dijadikan batu loncatan saja," kata Abdul.

VIVAnews - Tim Advokasi Prabowo-Hatta meminta pihak Bareskrim Mabes Polri memeriksa salah satu jurnalis asal Amerika Ser...
22/07/2014

VIVAnews - Tim Advokasi Prabowo-Hatta meminta pihak Bareskrim Mabes Polri memeriksa salah satu jurnalis asal Amerika Serikat bernama Allan Nairn. Pemeriksaan itu terkait dugaan kampanye hitam terhadap Prabowo Subianto.

"Kami minta Polri jangan tumpul menghadapi Warga Negara Asing (WNA). Kami datang ke sini menyerahkan bukti baru berupa foto bahwa Allan Nairn masih ada di Indonesia dan mudah bagi Polri untuk memanggil beliau," ujar salah satu Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Andre Rosiade di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin 21 Juli 2014.

Kata Andre, di foto itu terlihat Allan Nairn bersama dengan pengamat politik Boni Hargens di sebuah restoran di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada tanggal 15 Juli 2014.
Saat ditanyakan dari mana bukti tersebut diperoleh, Andre mengatakan ada rekannya yang berada di lokasi tersebut. Melihat ada aktivitas pertemuan tersebut, dia langsung memotretnya.

Andre meminta agar penyidik menanyakan pada Allan Nairn mengenai adanya pihak yang mensponsorinya untuk datang ke Indonesia dan mengganggu demokrasi di tanah air. Menurut dia, kalau memang mau menyerang Prabowo dengan isu HAM atau yang lain hal itu dapat dilakukan ketika tahun 2009.

"Desakan ini karena seminggu setelah laporan masuk dengan LP Nomor 686, kami belum dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Demikian juga dengan terlapor," kata Andre.
Salahi Aturan
Sementara itu, anggota tim Advokasi Prabowo-Hatta lainnya, Paramita mengatakan bahwa penyerahan bukti-bukti ini dan laporan sebelumnya tak terkait dengan hasil penghitungan suara ataupun kegiatan Pemilihan Umum.

"Ini untuk bangsa Indonesia, supaya tak didiskreditkan oleh warga asing. Saya tegaskan, sama sekali tak berhubungan dengan Pilpres dan kejar tayang pemilu," kata Paramita.

Tim kuasa hukum menilai apa yang dilakukan Nairn sudah menyalahi aturan dan sebagai bagian dari tindakan kriminal.

"Kami melihat kutipan dan omongan dia sifatnya tuduhan. Tidak ada faktanya. Apa yang dia sebut off the record tidak jelas. Ada kode etik mengenai off the record."

Oleh karena itu tim akan menggugat Nairn dengan pasal pidana. "Di antaranya pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan beberapa tuntutan lain," kata Paramita. (ren)

VIVAnews - Menjelang pengumuman hasil rekapitulasi pemilihan presiden (pilpres), hari ini, Selasa 22 Juli 2014, pendukun...
22/07/2014

VIVAnews - Menjelang pengumuman hasil rekapitulasi pemilihan presiden (pilpres), hari ini, Selasa 22 Juli 2014, pendukung Joko Widodo di Jakarta untuk lebih menahan diri dan jangan terpancing isu yang bisa menimbulkan perpecahan.

Bendahara tim sukses Joko Widodo - Jusuf Kalla Provinsi DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mengatakan di Jakarta, perolehan suara Joko Widodo - Jusuf Kalla sudah unggul 331.830 suara dibanding pasangan Prabowo - Hatta.

Pras --sapaan Prasetyo-- mengimbau, dengan unggulnya perolehan suara tersebut pendukung Joko Widodo harus yakin, dan tidak perlu khawatir calon presidennya mengalami kekalahan.

"Dengan selesainya pemilihan presiden, semua elemen bangsa harus bersatu untuk menjadikan Jakarta dan Indonesia yang lebih baik. Jangan sampai terpancing isu yang bisa memecah belah," kata Prasetyo saat dihubungi VIVAnews, Selasa 22 Juli 2014.

Menurut Prasetyo, perjuangan untuk mendapatkan suara di Jakarta sangat berat, mulai dari banyaknya kampanye hitam yang dilontarkan kepada Joko Widodo hingga dilakukannya pemungutan suara ulang di 13 Tempat Penungutan Suara (TPS) di Jakarta.

Sehingga, pada saat penetapan hasil pilpres hari ini para pendukung Joko Widodo diharapkan lebih menahan diri. Sebab, menurutnya, hari ini merupakan perjuangan terakhir bagi para pendukung Joko Widodo untuk mendapatkan pemimpin yang dikehendaki rakyat.

"Pak Jokowi dan JK mendapatkan suara terbanyak di DKI. Itu bukti, masyarakat tidak terpengaruh dengan isu negatif yang beredar. Jadi, menjelang penetapan hasil rekapitulasi juga jangan sampai terhasut isu yang bisa memecah belah," tutur dia.

Kemudian, Prasetyo juga menyampaikan soal keputusan walk out saksi dari calon presiden nomor urut 1 Prabowo Hatta, saat rapat pleno penghitungan suara KPUD tingkat Provinsi DKI Jakarta. Merupakan hal yang patut dihargai dalam proses berdemokrasi.

Kata dia, pihaknya akan menghargai keputusan yang diambil sebagai bagian dari proses demokrasi di Jakarta dan Indonesia. Menurut Prasetyo, tim sukses Joko Widodo - JK siap mengikuti setiap keputusan keputusan yang dikeluarkan KPU dan Bawaslu.

"Sikap itu, telah kami tunjukkan dengan menerima penghitungan suara ulang yang diperintahkan KPUD kepada sejumlah TPS di Jakarta," ujarnya.

Prasetyo menambahkan, justru dengan dilakukannya pemilihan umum ulang di 13 Tempat Pemungutan Suara di Jakarta, terbukti bahwa tudingan adanya "pemilih siluman" ternyata tidak ada.

Sebab, meski dilakukan pemungutan suara ulang, Joko Widodo - JK tetap mendominasi suara dari lokasi TPS yang dilakukan pemilihan ulang.

"Kita mengikuti semua proses pemilihan ulang, dan terbukti kami kembali mendominasi pemilih. Intinya, kami siap dengan keputusan KPU selanjutnya, dan siap membuka diri demi proses demokrasi yang lebih baik," tutur dia. (asp)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pencopotan Jenderal TNI Budiman dari jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sungguh men...
22/07/2014

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pencopotan Jenderal TNI Budiman dari jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sungguh mengejutkan. Sebab Budiman akan pensiun pada 25 September 2014, tinggal dua bulan lagi.
"Tapi bagi saya, ini sekaligus mungkin membuktikan Presiden SBY ingin memenuhi janjinya menjaga netralitas TNI dalam Pilpres 2014. Dan langkah ini juga sekaligus untuk mengawal Pilpres berlangsung aman dan damai," ujar mantan Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira kepada Tribunnews, Senin (21/7/2014).
Penggantian ini tentu di luar perkiraan banyak orang. Karena, pertama Budiman sebenarnya akan memasuki masa pensiun pada bulan September 2014, tinggal dua bulan lagi. Kedua, pengumuman pencopotan jabatan yang strategis ini dilakukan di tengah bangsa ini sedang mengalami puncak situasi kritis menjelang akhir Pilpres 2014. KPU akan mengumumkan presiden terpilih besok, 22 Juli.
Sehingga pencopotan ini bisa ditafsirkan sebagai ada sesuatu, mungkin 'punishment' atas kesalahan yang dibuat Budiman? Lantas, kesalahan apa yang dibuat Budiman? Tentu ini menjadi pertanyaan masyarakat.
"Jangan-jangan ini yang dimaksudkan oleh Presiden SBY ketika berbicara di hadapan 200 perwira di Kemenhan pada 2 Juni 2014, bahwa ada pihak yang coba menarik-narik dukungan jenderal aktif. Dan juga meremehkan presiden SBY sbagai kapal karam," ujar Andre, mantan Sekretaris Kelompok Fraksi PDIP di Komisi I DPR RI ini.

Kalau ini benar, tentu kita harus memberikan apresiasi pada Presiden SBY, karena di akhir masa jabatannya berani mengambil sikap tegas. "Termasuk tegas menindak perwira tinggi demi menjaga netralitas TNI dan terutama demi berlangsungnya Pilpres yang demokratis, aman dan damai serta bebas dari intervensi," ujar Andre, mantan dosen Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Bandung.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) geram di hadapan 200 perwira tinggi TNI/Polri, berpangkat bintang satu hingga bintang empat, dalam pertemuan di Kementerian Pertahanan, Senin (2/6/2014). Presiden menngungkap informasi mengenai jenderal aktif yang tidak netral menghadapi Pemilihan Presiden 2014.
"Dari informasi yang telah dikonfirmasikan, tentu bukan konfirmasi yang tidak ada nilainya, mengatakan, ada pihak-pihak yang menarik-narik sejumlah perwira tinggi untuk menarik yang didukungnya," kata Presiden SBY.
Informasi tersebut, bukanlah fitnah. Dari informasi itu, Presiden juga menyindir adanya jenderal aktif yang tidak lagi loyal kepada Presiden sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Presiden pun sempat terdiam beberapa saat. Dia lalu melihat ke arah para perwira tinggi di depannya. SBY mengerakkan kepalanya dari kanan ke kiri, melihat mereka secara saksama.
"Bahkan ditambahkan, tidak perlu mendengar Presiden kalian. Kan itu Presiden 'kapal karam', lebih baik cari presiden baru yang bersinar. Dalam negeri yang kita cintai, kata-kata ajakan seperti itu hanyalah sebuah godaan," kata Presiden SBY yang masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

08/02/2014

Ketika menahbiskan tujuh imam baru, Uskup
Sibolga minta mereka agar tidak kalah
dengan kegigihan idola kaum muda dan
kerajinan pebisnis namun tetap
memperhatikan umat yang kecil dan
terlantar, serta “menjadi teladan bagi kita
dalam hal kesungguhan cinta akan Kristus
dan sesama.”
http:// www.penaindonesi a.org/2014/
mgr-simanullang- minta-imam-untu k-gigih-
rajin-c intai-kristus-d an-sesama/

para tokoh ini perlu kita ingat....
06/02/2014

para tokoh ini perlu kita ingat....

Address

Sirombu Hinako
Slemet
55282

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nias Barat Creative City Forum posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share