kancabudaya

kancabudaya Akun resmi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X dengan Wilayah Kerja Provinsi DIY dan Jawa Tengah

07/06/2026

Sugeng sonten (selamat sore) menuju senja Kancabudaya di manapun berada, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya.

Yuk bersama kita simak sajian gambar gerak saat kunjungan Menteri Kebudayaan selumbari.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengadakan kunjungan kerja di D.I. Yogyakarta pada Jumat 5 Juni 2026. Ada tiga agenda kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan tersebut.

Pertama, Menbud Fadli Zon meninjau Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto yang ada di Dusun Kemusuk Lor, Desa Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul.

Kedua, Menbud membuka acara Pameran Nasional Kain Tradisional 2026 bertajuk Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Pameran berlangsung pada 5 Juni s.d. 29 Juli 2026.

Ketiga, Menbud Fadli Zon berkunjung ke rumah budayawan Achmad Charris Zubair yang berada di Kelurahan Purbayan, Kotagedhe, Kota Yogyakarta. Menbud juga menyempatkan diri untuk menyambangi Rumah Peradaban Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, tokoh Islam yang dikenal sebagai Pahlawan Nasional.


Halo Kancabudaya, selamat sore menuju senja, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Yuk,   semua, kami ajak k...
06/06/2026

Halo Kancabudaya, selamat sore menuju senja, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Yuk, semua, kami ajak kalian menelusur sejenak bersama Menteri Kebudayaan ke Kemusuk hingga Kotagedhe.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan kerja di D.I. Yogyakarta pada Jumat 5 Juni 2026 dengan tiga agenda kegiatan yaitu mengunjungi Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto; membuka acara Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara 2026 bertajuk Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara di Museum Sonobudoyo; dan berkunjung ke rumah budayawan Achmad Charris Zubair.

Menbud Fadli Zon mengawali kunjungan kerjanya dengan menyambangi Museum Memorial Jenderal Besar HM Soehato yang berada di Dusun Kemusuk Lor, Argomulyo, Sedayu, Bantul, D.I. Yogyakarta. Menbud Fadli Zon mencermati setiap sajian tata pamer dari museum yang didirikan di tempat kelahiran Presiden ke-2 Republik Indonesia Suharto tersebut.

Seusai dari Museum Memorial Jenderal HM Soeharto, Menbud Fadli Zon menuju ke Museum Sonobudoyo Yogyakarta untuk membuka acara Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara 2026 bertajuk Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara. Pameran yang menampilkan beragam kain tradisional dari berbagai daerah dari penjuru Nusantara ini berlangsung pada 5 Juni – 29 Juli 2026.

Kunjungan kerja Menbud Fadli Zon ditutup dengan menyambangi kediaman budayawan Achmad Charris Zubair yang terletak di Kelurahan Purbayan, Kotagedhe, Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, Menbud Fadli Zon berdialog dengan Achmad Charris Zubair beserta keluarga, membahas kondisi terkini perkembangan kebudayaan di wilayah Kotagedhe.

Achmad Charris Zubair juga mengajak Menbud Fadli Zon mampir ke Rumah Peradaban Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir yang tak jauh dari rumahnya. Di tempat tersebut, Menbud Fadli Zon dipandu oleh Achmad Charris Zubair, menyelami riwayat kehidupan dan perjuangan dari Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir. Ia dikenal sebagai tokoh Islam dan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia, yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.


03/06/2026
 , di hari yang cerah pagi tadi, Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah bersama Balai Pelestarian Kebudayaan D.I. Yogy...
01/06/2026

, di hari yang cerah pagi tadi, Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah bersama Balai Pelestarian Kebudayaan D.I. Yogyakarta menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Candi Bubrah, Kawasan Candi Prambanan pada Senin, 1 Juni 2026. Upacara yang berlangsung di lingkungan candi bernapaskan agama Buddha dari abad 9 Masehi tersebut, dihadiri oleh pimpinan dan segenap aparatur sipil negara (ASN) dari kedua instansi tersebut.

Kepala BP Kebudayaan DIY sekaligus Plt. BP Kebudayaan Jateng, Riris Purbasari bertindak sebagai pembina upacara. Pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” ini, Riris Purbasari membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi yang ditujukan kepada seluruh saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Berikut beberapa petikan isi pidato tersebut.
“…Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik…”

“…Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif…”

“…Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita…”


01/06/2026

Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, kaliyan Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Ngaturaken Sugeng Ambal Warsa kaping seket gangsal kagem
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia
Mugi tansah pinaringan wilujeng lan kabegjan
Saha tansah njurung majengipun kabudayan Indonesia
Kagem nambahi kaendahing jagad
Salam Budaya!

Selamat Hari Lahir Pancasila.Mari menjadi manusia Indonesia berjiwa Pancasila, yang senantiasa berniat,  berucap, dan be...
01/06/2026

Selamat Hari Lahir Pancasila.

Mari menjadi manusia Indonesia berjiwa Pancasila, yang senantiasa berniat, berucap, dan berbuat untuk mewujudkan persatuan bangsa, serta perdamaian dunia.

"Sugeng sonten" (selamat sore)   sekalian, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Masih di suasana libur, kal...
31/05/2026

"Sugeng sonten" (selamat sore) sekalian, semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya. Masih di suasana libur, kali ini kami ingin mengajak Kancabudaya sekalian menyusuri sebuah candi yang memiliki relief menarik, yuk sejenak kita simak sebelum menikmati unggahan gambar di atas.

Membaca fabel dalam buku cerita adalah hal yang biasa. Bagaimana kalau menyimak kisah tentang hewan-hewan pada relief di dinding candi? Tentu saja akan menjadi pengalaman yang berkesan, kan?

Di Candi Sojiwan, kita dapat menikmati relief cerita yang terpahat pada dinding-dinding bagian kaki candi. Relief cerita tersebut tak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moral.

Candi Sojiwan juga merupakan salah satu candi Buddha yang dimanfaatkan oleh umat Buddha dalam rangkaian ritual perayaan Hari Suci Waisak tahun ini.

Seperti apa cerita-cerita yang terukir di dinding Candi Sojiwan? Mari simak selengkapnya, Memetik Kearifan dari Relief "Bercerita" di Candi Sojiwan.



Apa kabar Kancabudaya? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya.Kali ini kami akan kembali mengajak Kancabudaya ...
30/05/2026

Apa kabar Kancabudaya? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya.

Kali ini kami akan kembali mengajak Kancabudaya sekalian menuju daerah Kabupaten Magelang, di mana di tempat itu terdapat sebuah candi yang dahulunya adalah sebuah kebun salak. Yuk kita simak sejenak.

Sejumlah candi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tak semuanya ditemukan oleh arkeolog melalui penggalian yang telah direncanakan, justru beberapa candi ditemukan secara tak sengaja oleh warga masyarakat yang sedang beraktivitas menggali tanah untuk kepentingan tertentu.

Pada tahun 2004, ada salah satu candi yang ditemukan secara tak terduga oleh seorang warga di perkebunan salak di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Bagaimana kronologi penemuannya? Apa nama candi tersebut ? Bagaimana keadaannya sekarang?

bisa menemu jawabannya, dengan mengikuti kisah Candi yang Tersibak di Kebun Salak pada unggahan di atas.




Selamat sore menuju senja Kancabudaya, apa kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.Masih dalam suasana Idu...
28/05/2026

Selamat sore menuju senja Kancabudaya, apa kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.

Masih dalam suasana Iduladha, pada libur kali ini izinkan kami mengajak Kancabudaya semua sejenak ke Jepara, ada apa di sana? apa yang menarik? ada sejarah atau cerita apa?
yuk simak sebentar prakata di bawah, sebelum lanjut menikmati gambar di atas.

Seni ukir datang ke Jepara melalui akulturasi budaya antarbangsa sejak ratusan tahun silam. Salah satu jejak historis lahirnya seni ukir Jepara bisa dilihat di Masjid Mantingan. Masjid yang dibangun atas prakarsa Ratu Kalinyamat ini, arsiteknya adalah orang Cina. Ia tidak hanya memadukan unsur budaya Cina dan Hindu dalam merancang bentuk Masjid Mantingan, tetapi juga menghiasi dinding-dinding masjid dengan ornamen relief yang indah nan menawan.

Siapakah Ratu Kalinyamat yang memprakarsai pembangunan Masjid Mantingan? Siapa arsitek asal Cina yang merancang Masjid Mantingan? Seperti apa keindahan ragam ornamen relief yang menghiasi dinding Masjid Mantingan? Temukan jawabannya dengan menyimak unggahan ini.

Selamat merayakan Iduladha bagi Kancabudaya yang merayakan 🙏🏻


Address

Jalan Yogya – Solo Km. 15
Sleman
55571

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+62274496019

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when kancabudaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to kancabudaya:

Share