Desa Dukuhsalam

Desa Dukuhsalam Gambaran Umum Desa Dukuhsalam
1. Letak Geografis
Desa Dukuhsalam terletak di Kecamatan Slawi – Kabupaten Tegal dengan batas – batas wilayah sebagai berik

Letak Geografis
Desa Dukuhsalam terletak di Kecamatan Slawi – Kabupaten Tegal dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :
a. Sebelah timur : Desa Penusupan
b. Sebelah barat : Desa Dukuh Wringin
c. Sebelah selatan : Desa Pendawa
d. Sebalah utara : Kelurahan Slawi wetan dan Desa Slawi kulon
2. Jumlah lingkungan RT/RW
Desa dukuh salam terbagi menjadi 6 RW dan 21 RT dengan jumlah KK masing m

asing RT rata-rata 100 KK.
3. Pemanfaatan lahan :
Menurut data monografi Desa Dukuhsalam tahun 2015 luas wilayah 162,067 Ha dengan pemanfaatan lahan kering diantaranya diperuntukkan :
Tabel Pemanfaatan Wilayah
No. Pemanfaatan lahan Luas (Ha)
1. Pemukiman 121.037
2. Pekarangan 14.000
3. Sawah 25.030
4. Tegalan 0
5. Lain-lain 2.000
Jumlah 162.067
Sumber Monografi desa Dukuhsalam tahun 2015

4. Demografis
Jumlah penduduk Desa Dukuhsalam 6.713 jiwa (laki-laki : 3.484 jiwa atau 51,90 % dan perempuan : 3.229 jiwa atau 48,10 %). Jumlah KK 1.564 KK dan jumlah keluarga miskin 383 KK. Jumlah penduduk dewasa ada 4.968 jiwa. Tingkat kepadatan rumah tangga kira-kira 30 jiwa/Km2. Berikut sebaran data demografis Desa Dukuhsalam sebagai berikut :





Tabel Sebaran Data Demografis Desa Dukuhsalam
No. Uraian Jumlah
1. Jumlah Penduduk 6.713
a. Laki-laki 3.484
b. Perempuan 3.229
2. Jumlah Penduduk Dewasa 4.968
a. Laki-laki 2.934
b. Perempuan 2.034
3. Jumlah KK 1.914
a. Pra sejahtera 447
b.Sejahtera 322
c. Kaya 77
d. Sedang 557
e. Miskin 161
4. Jumlah KK Miskin Hasil Pemetaan Swadaya 383
5. Jumlah anak Putus Sekolah 312
6. Kepadatan Penduduk 30 jiwa/Km2
7. Tenaga Kerja Produktif 2.363
8. Jumlah Pencari Kerja
a. Laki-laki
b. Perempuan 223
153
70

5. Sosial Ekonomi dan Budaya
A. Sosial
Pendidikan
Tingkat pendidikan warga masih rendah, dimana banyak warga yang belum memenuhi wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Jumlah warga tersebut mencapai 1.750 orang. Kondisi ini disebabkan karena beberapa hal, yaitu :
- Rendahnya tingkat penhasilan keluarga sehingga kurang mampu untuk dapat membiayai pendidikan anak sampai jenjang yang leih tinggi.
- Rendahnya tingkat kesadaran warga dalam hal pentingnya pendidikan bagi anak.
- Pemahaman masyarakat yang telah terinternalisasi yaitu bahwa pendidikan bukanlah salah satu faktor utama suksesnya seseorang tetapi nasib manusia yang sudah ditentukan. Tabel Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Dukuhsalam
No. Tingkat Pendidikan Jumlah %tase
1. Belum sekolah 566 10%
2. Tidak tamat sekolah dasar 312 5,5%
3. Tamat SD/Sederajat 1.438 25,2%
4. Tamat SLTP/Sederajat 979 17,2%
5. Tamat SLTA/Sederajat 1.140 20%
6. Tamat Perguruan Tinggi/Sederajat 179 3,1%
Jumlah 4.614 81%
Sumber Monografi Desa Dukuhsalam Tahun 2015

Kesehatan
Tingkat kesehatan masyarakat Desa Dukuhsalam tergolong baik, hal ini tampak dari sebagian besar kesadaran warga untuk merawat kesehatannya ke pusat-pusat kesehatan seperti bidan desa, puskesmas, rumahsakit pemerintah daerah yaitu RSUD Dr. Soeselo- Dukuh Wringin-Slawi. Juga pembuangan saluran limbah rumah tangga dengan pola paralonisasi sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara. Adapun faktor-faktor meningkatnya tingkat kesehatan warga antara lain :
- Pola hidup sehat yang meningkat (Kebersihan rumah, pembuangan sampah lingkungan dan pola makan, minum, mandi, cuci, dan kakus )
- Berkurangnya warga yan mandi, cuci dan membuang hajat di sungai. Karena hampir setiap rumah sudah memiliki MCK sendiri
- Meningkatnya tingkat pendidikan dan pengetahuan terutama masalah kesehatan
- .Kesadaran membuang sampah yang sudah terorganisir dengan baik
- Serta relawan Kader kesehatan yang aktif di desa
Organisasi
Organisasi atau kelembagaan yang ada di desa Dukuhsalam digolongkan dalam dua jenis :
a. Organisasi lembaga formal,
- Pemerintahan Desa
- BPD
- LKMD
- PKK
- Satgas Linmas
- RT/RW, yaitu 21 RT dan 6 Rw
- Karang Taruna


b. Organisasi lembaga informal
- Perkumpulan Olahraga yaitu Gelora Muda (sepak bola,bulu tangkis, volley dan tenis meja)
- Jamiyahan atau kelompok pengajian baik laki-laki maupun perempuan baik di tingkat Desa ataupun tingkat RT/RW.
- Seni Budaya : Karawitan, sanggar tari, Taman Bacaan Masyarakat, Kasidah dan rebana
PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA

A. Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Desa
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 84 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata kerja Pemerintah Desa Pasal 2 Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dibantu oleh Perangkat Desa. Perangkat Desa sebagaimana dimaksud terdiri atas Sekretariat Desa, Pelaksana Kewilayahan, dan Pelaksana Teknis. Perangkat Desa sebagaimana dimaksud berkedudukan sebagai unsur pembantu Kepala Desa. Sekretariat Desa dipimpin oleh Sekretaris Desa dan dibantu oleh unsur staf sekretariat, yaitu urusan tata usaha dan umum, urusan Keuangan dan Urusan perencanaan yang masing-masing urusan dipimpin oleh Kepala urusan
Pemerintah Desa Dukuhsalam secara geografis atau kewilayahan tidak saling terpisahkan, tidak memiliki wilayah kerja yang luas, penduduknya tidak memiliki perbedaan karakteristik yang tegas, juga tidak memiliki topografi yang sulit sehingga tidak diperlukan Pelaksana kewilayahan yang dipimpin oleh Kepala Dusun. Sedangkan untuk Pelaksana Teknis bertugas sebagai pembantu tugas operasional kepala Desa yang dipimpin oleh Kepala Seksi terdiri dari seksi pemerintahan, seksi Kesejahteraan dan seksi pelayanan. Sedangkan saat ini Pemerintah Desa Dukuhsalam masih menggunakan Peraturan Daerah No.11 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata kerja Pemerintah Desa. SUSUNAN ORGANISASI
PEMERINTAHAN DESA DUKUHSALAM

















Keterangan:
1. Kepala Desa : Dedi Hastomo, SP
2. Sekretaris Desa : Sudarno
3. Kasi Pemerintahan : Hadi Suprapto
4. Plt Kasi Kesejahteraan : Maskuri
5. Plt Kasi Pembangunan : Jaenudin
6. Plt Kasi Trantib : H. Yatin
7. Kaur Tata Usaha dan Umum : Tarjono
8. Kaur Keuangan : Agung Wiryanti
9. Kaur Perencanaan : Supriharjo


Selain melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai perangkat desa yang menduduki jabatan tertentu sesuai SOTK. Perangkat desa Dukuhalam juga di bagi atas beberapa kopak sebagai Pembina wilayah kopak, dikandung maksud agar pembinaan masyarakat dapat disesuaikan dengan kelayakan sehingga akan terwujud efesiensi dan efektifitas pembinaan dan secara dini permasalahan yang muncul dalam masyarakat akan dapat diterima dan diinforasikan untuk diadakan penyelesaian dengan cepat. Fungsi Pembina wilayah atau Binwil juga menjalankan tugas perbantuan dari pemerintahan di atasnya baik Pusat, propinsi maupun kabupaten seperti penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Tabel 1
Pembina Wilayah Kopak Desa Dukuhsalam
Dan Tanggung jawab penarikan PBB
NO NAMA JABATAN JABATAN KOPAK
1 Dedi Hastomo, SP Kepala Desa Penanggung jawab
2 Sudarno Sekretaris Desa Koordinator Kopak
3 Tarjono Kaur Umum Kopak I
4 Hadi Suprapto Kasi Pemerintahan Kopak II
5 Agung Wiryanti Kaur Keuangan Kopak III
6 H. Yatin Plt. Kasi Trantib Kopak IV
7 Maskuri Plt. Kasi Kesra Kopak V
8 Supriharjo Kaur Perencanaan Kopak VI
9 Jaenudin Plt. Kasi Pembangunan Peracangan

Tabel. 2
Pendidikan Formal Perangkat Desa Dukuhsalam
NO NAMA JABATAN Pendidikan
1 Dedi Hastomo, SP Kepala Desa S1
2 Sudarno Sekretaris Desa SLTA
3 Tarjono Kaur Umum SLTP
4 Hadi Suprapto Kasi Pemerintahan SLTA
5 Agung Wiryanti Kaur Keuangan SLTA
6 H. Kasi Trantib SLTP
7 Maskuri Plt. Kasi Kesra SLTP
8 Supriharjo Kaur Perencanaan SLTA
9 Jaenudin Plt. Kasi Pembangunan SLTA

Jam kerja kantor Balai Desa Dukuhsalam disesuaikan dengan kantor kecamatan Slawi dan Pemerintah daerah kabupaten Tegalsebagai berikut
- Senin s/d Kamis : 07.00 s/d 15.45 WIB
- Jumat : 07.00 s/d 11.00 WIB
- Sabtu – Minggu : Libur
Meskipun demikian sebagai pamong masyarakat desa tetap memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat diluar jam kerja kantor yang sudah ditetapkan tersebut, mengingat kultur masyarakat desa siang hari untuk bekerja sehingga keperluan yang berhubungan dengan pemerintahan tidak sedikit yang datang ke rumah perangkat desa pada malam hari


B. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Susunan kepengurusan dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal
1. Ketua : Nasukha
2. Wakil Ketua : Rokhiman
3. Sekretaris : Sodikin, Spd
4. Anggota : Tegug Sri Subali
5. Anggota : Wahyu Ning Widi, Spd
6. Anggota :Wahyudin, Spd
7. Anggota : Dwi Hendro S, ST
8. Anggota : Retno wati
9. Anggota : Sugeng Utomo, SE (Non aktif)

C. Mekanisme Pengambilan Kebijakan dan Sarana Prasarana
Dalam menetapkan suatu kebijakan Kepala Desa terlenih dahulu mendengarkan aspirasi masyarakat yang di implementasikan dalam rapat koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan dikoordinasikan juga dengan lembaga lain di desa seperti LPMD, RT/RW dan juga tidak meninggalkan urutan komunitas masyarakat lainnya serta tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Desa Dukuhsalam
Guna pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan Desa Dukuhsalam yang menjadi tanggung jawabnya perlu adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Adapu sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan tugas pemeritah desa Dukuhsalam dilengkapi dengan sebagai berikut:
1. Sarana Gedung Perkantoran
o Kantor Desa : Ruang Kepala Desa, ruang Sekdes dan perangkat desa lainya, ruang tunggu pelayanan, ruang tamu, Mushola, Kamar mandi
o Kantor BPD
o Sekretariat PKK, Sekretariat BKM, gedung PAUD dan TK
o Poliklinik Desa
o Rumah Penjaga kantor Desa
o Pendopo Balai desa




2. Sarana dan Prasarana pendukung meliputi
- Meja kantor desa 12 buah
- Kursi kantor 26 buah
- Lemari arsip 6 buah
- Lemari Rak 1 buah
- Papan mongrafi 7 buah
- Meja kursi tamu 2 unit
- Meja kursi tamu Kepala desa 1 unit
- Mesin Ketik 1 buah
- Komputer 2 buah
- Laptop 2 buah
- Kamera DLR 1 buah
- LCD Proyektor 1 buah
- Sound rapat 1 buah
- Mics 2 buah
- Mesin pemotong rumput 1 buah
- Kipas angin 6 buah
- Sepe

02/09/2019
10/01/2017
Silaturahmi Akbar MADU JASTAR (masyarakat Dukuhsalam Di Jakarta) 25 Desember 2016Dgn Tagline Raket-Rukun-Nyedulur sangat...
26/12/2016

Silaturahmi Akbar MADU JASTAR (masyarakat Dukuhsalam Di Jakarta) 25 Desember 2016

Dgn Tagline Raket-Rukun-Nyedulur sangat tepat sbg gambaran masyarakat dukuhsalam di perantauan khususnya jakarta dan sekitarnya terbukti antusias yg tinggi dan kehadiran anggota yg banyak. Artinya di sela sela kesibukan dan dinamika hidup di Ibukota yg tinggi serta kemacetan jalan raya yg bikin stress mereka dapat meluangkan waktu unt hadir di acara silaturahmi akbar ini sbg perwujudan rasa dekat "raket" rasa rukun dan rasa nyedulur. Kehangatan dan keakraban selalu melingkupi semuanya shg tdk ada yg merasa sendiri hidup di perantauan.
Semoga komunitas Madujastar ini dpt bermanfaat bagi anggotanya juga bermanfaat bagi kampung halaman Desa dukuhsalam...

Salam madu jastar
"raket rukun nyedulur"

Sugeng siang poro kadang teng pundhike mawon kawontenan   bulan agustus 2016 yg lalu
24/11/2016

Sugeng siang poro kadang teng pundhike mawon kawontenan
bulan agustus 2016 yg lalu

Manunggaling TNI Brigif 4 DR bareng warga Desa dukuhsalam dalam  penataan lingkungan dgn membangun trotoar beserta taman...
09/11/2016

Manunggaling TNI Brigif 4 DR bareng warga Desa dukuhsalam dalam penataan lingkungan dgn membangun trotoar beserta taman dan lampu penerangan di dpn Balai Desa Dukuhsalam

DUKUHSALAMMENUJU DESA WISATA BUDAYA(sebuah peta jalan)A. Pendahuluan Dukuhsalam adalah sebuah desa yang asri, aman, nyam...
07/10/2016

DUKUHSALAM
MENUJU DESA WISATA BUDAYA
(sebuah peta jalan)

A. Pendahuluan

Dukuhsalam adalah sebuah desa yang asri, aman, nyaman, dan prospektif. Letaknya di pinggir kota, berdampingan dengan ibukota kabupaten, Tegal. Posisinya di antara jalan raya besar Tegal-Purwokerto di sebelah barat, dan dilintasi Kali Gung di sebelah timurnya. Desa yang permai alamnya, guyup rukun masyarakatnya, dan terjaga tradisi budayanya.
Nama Dukuhsalam sangatlah bermakna. Kata Dukuhsalam adalah gabungan dari dua bahasa, yaitu Jawa dan Arab. Dukuh dalam bahasa Jawa artinya kawasan atau daerah di bawah desa, pedukuhan. Di beberapa desa di Jawa Tengah dan Timur, istilah Dukuh masih dipakai untuk nama pedukuhan. Namun, di Kabupaten Tegal, Jateng, Dukuh justru menjadi nama desa, seperti Dukuhwringin, Dukuhturi, Dukuhwaru dan Dukuhsalam.
Sementara kata salam dalam bahasa Arab artinya selamat. Seperti halnya dalam kalimat assalamu’alaikum (selamat atas kamu) atau assholatu wassalamumu ‘ala nabi (solawat dan salam atas nabi Muhammad). Atau kata Islam itu sendiri, yang menurut beberapa penganjur agama Islam artinya selamat. Islam berarti agama yang selamat, baik bagi pemeluknya maupun bukan pemeluknya. Karena Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam.
Sebagai sebuah harapan dan rasa percaya diri, nama Dukuhsalam adalah sebuah perintah bagi warga desa, bahwa untuk menjadi Islam, mereka harus memberikan keselamatan (lahir batin) kepada lingkungan hidup mereka, seperti alam, budaya, manusia sesama, atau makhluk hidup lainnya. Dukuhsalam juga sebuah pengingat, bahwa memberi keselamatan kepada semua makhluk adalah kewajiban setiap manusia, tanpa batas apapun.
Dari potret monografi desa, geografi desa, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya yang ada, Dukuhsalam memiliki syarat yang cukup untuk dikembangkan menjadi desa wisata budaya. Desa yang mengembangkan wisatanya dengan basis budaya tradisi. Menggali dan mengembangkan kekayaan budaya untuk memberikan warna bagi kehidupan wisata, yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa, juga pemerintah daerah.

B. Monografi desa
Secara administratif, Desa Dukuhsalam terletak di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Tak jauh dari ibukota kabupaten, Slawi. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Penusupan, sebelah barat dengan Desa Dukuh Wringin, sebelah selatan dengan Desa Pendawa, dan sebelah utara dengan Kelurahan Slawi Wetan dan Slawi Kulon.
Desa Dukuhsalam terbagi menjadi 6 RW (rukun warga) dan 21 RT (rukun tetangga) dengan jumlah KK (kepala keluarga) masing-masing RT rata-rata 120 KK. Menurut data sensus penduduk tahun 2015, Dukuhsalam dihuni 6.713 jiwa.
Berdasar data monografi tahun 2014 wilayah desa seluas 112,602 Ha, dengan pemanfaatan terpusat pada lahan kering. Di antaranya untuk permukiman (50, 125 ha), pekarangan (15, 000 ha), sawah (40, 029 ha), tegalan (5, 453 ha), lain-lain (2,000 ha). Namun, fakta terbaru menunjukkan, lahan sawah sudah mulai berkurang lagi dan berganti dengan permukiman.
Dari sisi pendidikan, masih banyak penduduk yang tidak memenuhi wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun seperti anjuran pemerintah. Kurang lebih ada 1.750 orang warga yang termasuk di dalamnya. Alasannya umum, misalnya penghasilan keluarga tak mencukupi untuk membiayai pendidikan anak sampai jenjang yang lebih tinggi (perguruan tinggi).
Sebab lain, banyak warga yang belum menyadari pentingnya pendidikan bagi anak. Mereka masih menganggap bahwa pendidikan bukanlah faktor utama suksesnya seseorang secara ekonomi. Menurut mereka, nasib manusia sudah ditentukan oleh yang di atas (Tuhan).

Di Dukuhsalam juga berdiri beberapa organisasi atau lembaga yang bisa digolongkan dalam dua jenis, yaitu formal dan informal. Lembaga formal seperti pemerintahan desa, Badan Pertimbangan Desa (BPD), LPMD, PKK, Satuan Tugas Lingkungan Masyarakat (Satgas Linmas), dan RT/RW (21 RT dan 6 RW).
Sementara lembaga informal meliputi Perkumpulan Olahraga, seperti Gelora Muda (sepak bola, bulu tangkis dan volley) dan Jamiyahan atau kelompok pengajian, baik laki-laki maupun perempuan ditingkat RT/RW (setiap Rabu sore, Jumat sore, Minggu sore, dan Jumat Kliwon). Secara ekonomi, mata pencaharian penduduk desa sebagian besar bekerja di sektor informal. Berikut adalah data mata pencaharian penduduk Dukuhsalam.

Tabel Mata Pencaharian Penduduk Desa Dukuhsalam
No. Mata Pencaharian Jumlah % (prosentase)
1. Petani
a. Petani pemilik sawah 39 0.7%
b. Buruh Tani 15 0,3%
2. Pengusaha sedang/besar 1 0,02%
3. Pertukangan 119 2,9%
4. Buruh industri 475 8,3%
5. Buruh bangunan 96 1,7%
6. Pedagang 352 6,2%
7. Pengangkut 455 8%
8. PNS 133 2,33%
9. POLRI/TNI 19 0,33%
10. Pensiunan 72 1,26%
11. Sopir 165 0,16%
12. Tukang becak 44 0,8%
13. Tenaga serabutan 349 6,1%
14. Wiraswasta 472 8,3%
15. Belum / tidak bekerja 2.901 50,1%
Jumlah 5.667 100%
Sumber: Monografi Desa Dukuhsalam Tahun 2014

Penduduk Desa Dukuhsalam mayoritas beragama Islam. Dari 5.748 penduduk, tercatat kurang lebih ada 5.716 jiwa (99,44%) muslim, 17 orang beragama katolik, dan 15 beragama Kristen Protestan. Namun, warga desa hidup damai. Guyup rukun saling tolong menolong dalam kehidupan desa. Setiap sore, anak-anak kecil berduyun menuju masjid untuk mengaji.

Tabel Kepercayaan Penduduk Desa Dukuhsalam
No. Kepercayaan/Agama Jumlah % porsentase
1. Islam 5.716 99,44%
2. Katolik 17 0, 30%
3. Protestan 15 0,26%
4. Hindu 0 0
5. Budha 0 0
Jumlah 5.7048 100%
Sumber: Monografi Desa Dukuhsalam Tahun 2014

Sumber daya Dukuhsalam
Desa Dukuhsalam memiliki beberapa sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi Desa Wisata Budaya. Adanya pengembangan ini akan berdampak positif bagi kemajuan warga, baik secara ekonomi, sosial, budaya dan keamanan.
Setidaknya ada tiga titik besar sumber daya di Dukuhsalam, yaitu sumber daya alam (Kaligung dan situs sejarah desa), sumber daya manusia (tokoh budaya dan seniman), dan sumber daya budaya (kesenian, kerajinan, festival, dan kuliner).

1. Sumber daya alam
Ada dua sumber daya alam yang penting dan potensial untuk dikembangkan, yaitu Kali Gung dan dua situs sejarah desa (karang asem dan iwil-iwil). Keduanya berada di tengah-tengah permukiman penduduk.

1) Kali Gung
Kali Gung adalah Kali besar yang berada di sisi timur desa. Airnya berasal dari mata air Gunung Slamet. Mengalir ke daerah wisata Guci, bendungan di Danawarih, Lebaksiu, Dukuhsalam, hingga ke laut utara. Bendungan Danawarih dalam sejarah Tegal adalah karya Ki Gede Sebayu (pendiri Tegal), untuk mengairi sawah sekitar abad 16.

Kali Gung panoramanya sangat indah. Airnya melimpah saat musim hujan. Batu-batu besar berserakan secara alami, pasir menggenang di sana-sini. Keduanya terbawa saat banjir di musim hujan. Kanan kiri kali dipenuhi pepohonan bambu, trembesi dan jati. Di beberapa bagian, dimanfaatkan penduduk untuk kebun singkong dan kacang tanah. Dan di beberapa tempat sepanjang kali, terdapat gundukan pasir yang ditambang oleh penduduk.

Aliran air yang deras, bantaran kali yang cukup luas, panorama bebatuan yang berserak tertata indah dan pepohonan sekitar kali yang rimbun, memungkinkan area Kali Gung dimanfaatkan untuk wisata arung jeram dan outbound.

Oleh karena itu, mulai tahun ini (2015), karang taruna Desa Dukuhsalam sedang mengusahakan (survei dan pemetaan lokasi) untuk mengelola sepanjang aliran Kali Gung. Belajar dari wisata arung jeram yang ada (sungai elo dan Progo di Magelang), umumnya berjarak sekitar 12 kilometer. Namun, sebagai permulaan kami akan memulai dari Lebaksiu dan berakhir di Dukuhsalam (delapan kilometer).

Dampak dari pengembangan wisata arung jeram dan outbound ini, di Desa Dukuhsalam akan dikembangkan sarana prasarana pendukungnya, seperti homestay, warung makan, parkir, toko-toko souvenir, ruang pamer kerajinan dan hiburan pendukung.

2) Situs Karang Asem dan Iwil-iwil

Situs karang asem dan iwil-iwil adalah dua makam leluhur Dukuhsalam. Situs karang asem berupa Mbah makam Dawa. Sedangkan iwil-iwil adalah makam istrinya. Umumnya masyarakat juga menyebutnya situs Ketu Agung atau Mbah Ketu Agung. Keduanya dipercaya sebagai orang yang pertama kali tinggal sebelum desa ini disebut Dukuhsalam.

Kedua situs ini sekarang dikeramatkan oleh warga desa. Setiap bulan suro, warga menggelar selamatan sedekah bumi di kedua situs tersebut. Warga membuat dua gunungan berisi sayur, buah-buahan dan hasil bumi lalu diletakkan di kedua situs tersebut. Mereka kemudian berkumpul dan berdoa memanjatkan syukur dan keselamatan desa.

Keberadaan situs ini tentu saja sangat mendukung Dukuhsalam sebagai desa wisata budaya. Ritus sedekah bumi ini dapat dikembangkan menjadi ritus sakral untuk wisata religi. Dan ini dapat disinergikan dengan festival budaya tahunan yang digelar di Dukuhsalam.

2. Sumber daya manusia

Selain sumber daya alam, Dukuhsalam juga memiliki sumber daya manusia berupa tokoh-tokoh masyarakat, baik sebagai budayawan, seniman tradisional, maupun politikus. Mereka cukup dikenal di tingkat lokal, nasional dan internasional. Keberadaan mereka semua menjadikan Dukuhsalam dapat berpartisipasi aktif dalam kemajuan daerah, bangsa dan Negara.

Di antara tokoh-tokoh tersebut ada yang masih hidup dan ada yang sudah meninggal. Meskipun demikian, nama mereka cukup berkesan di hati masyarakat sebagai orang-orang yang memiliki andil besar dalam perjalanan dan kemajuan Dukuhsalam selama ini. Nama-nama mereka menginspirasi generasi muda desa.

Tokoh budaya dan seniman desa tersebut antara lain, seniman bela diri B**g Marnadi (Almarhum) Mbah Usuf (almarhum) Mbah Darjo (Almarhum), Dalang Suwati (almarhum), dalang Alif Tanwin, Dalang Setiawan, Dalang Ki Slamet Gundono (almarhum), seniman Sintren Ibu Keti dan Ibu Sri, Dalang Gunawan, Teguh Puji Harsono, mantan lawak Slamet kabayan, Mbak Iyem, dan lain-lain. Hingga kini, karya dan jejak mereka masih sering dirayakan oleh warga dalam pentas-pentas seni di kampung.

Khusus Ki Slamet Gundono, namanya sudah dikenal secara internasional. Ia populer sebagai dalang wayang suket. Kreasinya diakui seniman dunia. Kreativitasnya mendapat penghargaan Prince Claus Award dari Kedutaan Belanda (2005) sebagai pencapaian dan pengabdian terhormat sebagai seniman tradisi. Di Indonesia hanya beberapa seniman besar yang memperoleh ini, di antaranya Sastrawan Rendra dan Gunawan Muhammad. Slamet Gundono juga mendapat gelar maestro seni dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (2013).

Ki Slamet Gundono juga membentuk berbagai kelompok seni di Dukuhsalam, yaitu Teater Kardus (Karya Dukuhsalam), Kalanjana Band, dan Kalaadanya Band. Ketiganya hingga kini masih pentas. Teater kardus sangat lucu dan menghibur. Pemainnya pernah dikursuskan peran di Solo. Hal ini membuat kemampuan mereka semakin terasah baik.

Di rumahnya, Gundono juga mendirikan perpustakaan dan sanggar dongeng suket (Donsket). Gunarsih, kakak Gundono, juga mendirikan teater mungil. Ia melatih dan mengumpulkan anak-anak TK menyanyi dan menari. Hingga kini, perpustakaan dan Donsket masih berdiri. Rumah Gundono juga masih dijadikan pusat pertunjukan seni yang dilakukan warga atau desa.
3. Sumber daya budaya

Selain kedua sumber daya di atas, Dukuhsalam juga kaya dengan sumber daya budaya, antara lain berupa kesenian tradisional, kerajinan, kuliner dan festival budaya tahunan.

1) Kesenian tradisional

Di antara kesenian tradisonal yang masih lestari di Dukuhsalam adalah seperti sintren, calung, ketoprak, wayang kulit, dan karawitan. Semuanya masih sering digelar untuk memperingati acara-acara nasional dan kampung, seperti memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, acara karang taruna, dan festival hujan.

Semua kesenian tradisional di atas dimainkan oleh warga desa Dukuhsalam sendiri. Pada tahun 2009, Ki Slamet Gundono pernah menggelar Festival Sintren selama seminggu. Festival tersebut sukses digelar dengan melibatkan masyarakat desa dan pemuda-pemudi desa. Para tamu dan pengunjung datang dari berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa, bahkan luar negeri (Jepang, Inggris, USA). Warga menerimanya dengan ramah. Para tamu menginap di rumah-rumah penduduk.

Ketoprak Dukuhsalam juga sangat menarik. Setiap peringatan 17 Agustus, ketoprak ini selalu berusaha tampil dengan lakon-lakon tradisional. Tahun 2014 yang lalu, mereka tampil dengan lakon Cindelaras. Mereka lucu dan menghibur. Warga sangat s**a menonton mereka.

Calung Dukuhsalam juga masih aktif. Mereka ikut mengisi di berbagai acara Pemerintah Daerah dan tampil di Taman Mini Indonesia Indah mengiringi duta seni dari Jawa Tengah. Calung ini cukup kreatif dalam memainkan lagu-lagu campursari, dangdut, dan pop.

Wayang kulit Dukuhsalam juga masih ada. Dalang kondang pada zamannya, Ki Setiawan dan Ki Alif Tanwin masih kuat mendalang. Belum lama ini mereka tampil mendalang di acara Festival Hujan (5-11 Januari 2015).

Karawitan Dukuhsalam juga masih ada. Pemainnya adalah orang-orangtua yang menyintai tembang-tembang Jawa. Di beberapa kesempatan mereka masih latihan. Kebetulan desa sudah memiliki seperangkat gamelan.

2) Kerajinan bambu dan batik tulis

Dukuhsalam memiliki dua kerajinan andalan, yaitu batik tulis dan bambu. Keduanya hingga kini masih digeluti masyarakat sebagai mata pencaharian yang dibanggakan. Dalam rangka pengembangan desa wisata budaya, keduanya masih banyak peluang untuk dikreasikan menjadi produk baru lagi.

Batik tulis Dukuhsalam sudah cukup terkenal dan dis**ai pembeli. Pelanggan dan pembelinya tak hanya lokal, tetapi juga mancanegara. Mereka menyukai motif dan kehalusan batiknya. Mereka membelinya untuk oleh-oleh atau untuk hadiah.

Batik tulis Dukuhsalam hingga kini masih berproduksi, meskipun hanya dilakukan oleh beberapa pengrajin. Mereka terkumpul di beberapa rumah yang terpisah. Meskipun demikian, produksi mereka sudah memiliki pasar sendiri.

Kerajinan batik tulis Dukuhsalam masih perlu untuk dikembangkan lagi. Promosinya perlu diperluas lagi untuk menjangkau pasar baru. Dan desa wisata budaya dapat menjadi ruang baru untuk mengembangkan produk ini.

Sementara itu, kerajinan bambu Dukuhsalam juga sangat produktif. Beberapa rumah memproduksi bambu menjadi dinding gedhek. Produksinya sudah terjual hingga ke luar Tegal, bahkan Jawa. Produk mereka sangat dis**ai pembeli, karena rajutannya rapat dan padat. Bambunya juga tahan lama.

Selama ini para pengrajin bambu umumnya membuat gedhek ukuran 3x3 meter. Namun demikian, mereka lebih banyak mengerjakannya sesuai pesanan pembeli. Terkadang ukurannya bisa mencapai 8x3 meter.

Kerajinan bambu Dukuhsalam masih berpeluang untuk dikembangkan lagi, misalnya dibuat dengan motif-motif lain. Limbah bekas sesetan bambu untuk gedhek juga bisa bisa dibuat untuk produk kerajinan lain, seperti sangkar burung, tempat lampu, atau sangkar jangkrik.

Hal ini sangat dimungkinkan dengan membuat workshop atau pelatihan kepada para pengrajin lama atau baru, atau para pemuda untuk menjadi usahawan limbah bambu gedhek. jika hal ini terjadi, maka Dukuhsalam akan lebih banyak memiliki kerajinan bambu.

Banyaknya pesanan membuat pengrajin terkadang kewalahan dan kekurangan bahan baku. Mereka mengambil bahan baku dari luar Tegal, seperti Bumi, Brebes, dan Purwokerto. Solusinya adalah meminta warga untuk menanam bambu di halaman rumah mereka dan pinggiran Kali Gung.

3) Kuliner

Dukuhsalam juga memiliki kebudayaan kuliner yang enak dan bisa dijadikan buah tangan (oleh-oleh) para tamu, yaitu wader dan dodol tape. Keduanya masih menjadi primadona para tamu yang singgah ke Dukuhsalam atau Slawi. Warga juga sering membawanya untuk buah tangan saudara atau teman di kota lain.

Wader adalah ikan kali yang gurih dan nikmat jika disantap dengan nasi panas dan sambal terasi. Biasanya juga ditemani dengan sayur asem yang juga khas. Ketiganya banyak dijual di warung-warung Dukuhsalam. Wader diperoleh dari nelayan di kali sekitar Desa Dukuhsalam atau daerah lain.

Menu wader dan sayur asem biasanya dijual Rp. 10.000 – 15.000,- satu porsi. Menu wader enak disantap kapan saja, pagi, siang, atau sore. Ditemani teh panas manis, tempe goreng, pete, dan krupuk, menu wader terasa sangat nikmat. Menu wader masih bisa dikembangkan lagi sebagai menu andalan untuk menarik wisatawan berkunjung.

Sementara dodol tape pas sekali dijadikan buah tangan. Rasanya manis, enak, dan khas. Bentuknya yang mungil, mudah untuk dibawa dan dikemas menarik. Hingga kini, beberapa rumah masih memproduksi makanan khas ini.

Dodol tape umumnya dikemas dalam plastik dengan dua harga. Pertama, plastik berisi 25 biji harga Rp. 3000. Kedua, berisi 50 biji harga Rp. 6000. Keduanya memiliki pasar masing-masing, dan saat ini cukup laris. Pedagang juga menyediakan harga kiloan, yakni Rp. 25.000 perkilo,

Kemasan dodol penting untuk dibuat inovasi terbaru, misalnya dibuat kemasan kotak dengan beberapa ukuran dan harga. Atau dengan plastic tetapi dengan cap atau merk tertentu yang menarik. Dengan begitu, pembeli akan mudah mengenali dan ada

4) Festival budaya tahunan

Mulai tahun 2014, Dukuhsalam memiliki festival budaya tahunan, yaitu festival hujan. Festival ini diadakan oleh desa dengan melibatkan warga desa. Festival hujan ini menampilkan kegiatan gelar seni, aksi tanam pohon di Kali gung, jalan santai, dan selamatan.

Festival dihadiri oleh seniman dari Tegal dan luar Tegal, bahkan mancanegara (amerika). Festival berjalan sukses dan meriah. Warga dan pemerintah desa bahu membahu menyukseskan acara ini. Warga setiap RT, mengirimkan nasi bungkus setiap hari untuk makan panitia, seniman, dan siapa saja. Dari acara ini, terlihat guyup rukun masyarakat Dukuhsalam.

Festival hujan diinspirasi oleh ide Ki Slamet Gundono. Saat masih hidup, Slamet Gundono sudah menggelar festival hujan di Solo. Untuk meneruskan dan menghormati ide Ki Slamet gundono ini, desa menggelar festival hujan yang pelaksanaanya didekatkan dengan bulan meninggalnya Slamet Gundono, yaitu bulan Desember-Januari.

Desa sudah mengagendakan untuk menggelar festival hujan sebagai festival budaya tahunan. Festival akan tetap melibatkan warga dan menambah kegiatan lebih banyak dan berkualitas, seperti pamer produk kreatif, workshop kreatif dan usaha, aksi lingkungan, dan sebagainya.

C. Langkah Strategis

Untuk menuju desa wisata yang berbasis budaya, Desa Dukuhsalam perlu menyiapkan langkah-langkah strategisnya, antara lain:
1. Desa melakukan sosialisasi dengan para tokoh masyarakat dan karang taruna, lalu mengajak mereka untuk ikut serta dalam menyukseskan program ini.
2. Desa membentuk tim untuk memetakan sumber daya desa yang meliputi sumber daya alam, manusia, dan budaya. Tujuannya untuk menyinergikan ketiganya agar dalam perjalanannya saling melengkapi dan tindak tumpang tindih.
3. Tim memisahkan sumber daya yang ada, lalu dilakukan analisa untuk menentukan prioritas apa yang harus dilakukan lebih dahulu.
4. Tim menyiapkan program pelatihan-pelatihan tertentu, antara lain seperti pelatihan pengelolaan wisata, pelatihan jurnalistik, pelatihan promosi, dan pelatihan keuangan, dengan tujuan menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni.
5. Tim menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti jalan, homestay, warung, parkir, dan lain-lain.
6. Tim membuat program pelatihan-pelatihan usaha kepada para pengrajin desa (bambu, batik, kayu) dan kuliner (wader, dodol tape) agar semuanya dapat ditampilkan dan dijual semakin menarik.
7. Tim menyiapkan program-program kebudayaan (seni, pameran, festival, dsb) yang dapat membuat betah dan terkesan wisatawan.
8. Tim melakukan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut terhadap sarana prasarana, program, tim, sponsor, dan lain-lain.
9. Mencari investor atau sponsor yang mau diajak kerjasama untuk pengembangan lebih lanjut.
10. Tujuan akhirnya adalah menjadi desa mandiri, baik secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

D. Penutup
Itulah peta jalan Desa Dukuhsalam menuju desa wisata budaya. Gambaran tersebut merupakan apa yang dimiliki Dukuhsalam saat ini. Melalui pengembangan lebih lanjut, ke depan Dukuhsalam akan menjadi lebih baik dan modern. Untuk itu, kerja keras harus dimulai dari sekarang.

Dapatlah dibayangkan jika Kali Gung sudah menjadi lokasi arung jeram dan outbound, banyak warga yang menjadikan rumahnya home stay, kerajinan bambu berkembang inovasinya, hasil kuliner dikemas menjadi lebih menarik, festival kebudayaan digelar dengan kualitas pertunjukan yang menarik, dan warga diberikan pelatihan mengelola wisata. Maka yang terjadi adalah, warga Desa Dukuhsalam dapat menjadi desa wisata budaya yang mandiri dan modern.

Semoga usaha ini mendapat dukungan dan sinergi dari semua pihak. Dengan begitu, seluruh warga dan pemerintah desa tumbuh rasa memilikinya terhadap desa, sehingga mereka menjaga dan mengembangkan Desa Dukuhsalam secara mandiri. Semoga bumi, manusia, dan Gusti memberkati usaha ini. Amin.

Dukuhsalam, 23 Februari 2015
Kepala Desa Dukuhsalam

DEDI HASTOMO, SP

JANGAN ANDA LEWATKANGelar Budaya Desa DukuhsalamMenyambut tahun baru Islam 1438H  acara tradisi budaya Sedekah bumi wari...
03/10/2016

JANGAN ANDA LEWATKAN
Gelar Budaya Desa Dukuhsalam

Menyambut tahun baru Islam 1438H acara tradisi budaya Sedekah bumi warisan dari leluhur masyarakat Desa Dukuhsalam akan di laksakan hari senin malam selasa tgl 10 Muharam tepatnya 10 Oktober 2016. Yg berlokasi di situs Karang asem (makam dawa) dan situs mba ketu Agung yg akan juga dipentaskan Pagelaran wayang kulit 4 Dalang...

Semangat warga memperingati HUT Ke 71 Kemerdekaan RI di Desa Dukuhsalam begita terasa dari pemasangan bendera dan umbul,...
23/08/2016

Semangat warga memperingati HUT Ke 71 Kemerdekaan RI di Desa Dukuhsalam begita terasa dari pemasangan bendera dan umbul, pengecatan tepi jalan dan pementasan kesenian rakyat hampir di setiap RW sebut saja RT01/RW03 dan di RW04 yg sudah terlaksana malam minggu yg lalu dan malam minngu yg akan datang di RW02 RW05 RW06 dan seperti biasa dimeriahkan juga lomba2 yg dikuti anak anak sampai dewasa. dan yg dinanti adalah Karnaval RW05 yg unik dan menarik....

maka tidak salah kalo kemudian kita mesti Bangga sebagai Bangsa Indonesia. Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya....

Merdeka

MARHABAN YA RAMADANRamadhan adalah bulan yang sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan ...
06/06/2016

MARHABAN YA RAMADAN

Ramadhan adalah bulan yang sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Juga untuk menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437H

SELAMAT HARI KELAHIRAN PANCASILASiapaun tak hanya menginginkan Pancasila dikenang dan diperingati atau hanya dilestarika...
01/06/2016

SELAMAT HARI KELAHIRAN PANCASILA

Siapaun tak hanya menginginkan Pancasila dikenang dan diperingati atau hanya dilestarikan, tetapi juga benar-benar menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia di berbagai aspek kehidupan
Tanpa perjuangan, pesan dalam Pancasila tak akan menjelma jadi realitas. Bersatu padu dan bergotong royong mewujudkan cita-cita PANCASILA.

DI cari metodologi Membumikan PANCASILA..

Hari Kebangkitan NasionalBanyak hal yg dilakukan oleh kita yg bangga sbg bangsa Indonesia untuk menunjukan KeIndonesiaan...
20/05/2016

Hari Kebangkitan Nasional

Banyak hal yg dilakukan oleh kita yg bangga sbg bangsa Indonesia untuk menunjukan KeIndonesiaan kita, ada keragaman budaya, bahasa, kekayaan alam hingga penduduknya yang ramah.

Maka mencintai dan menggunakan produk lokal khas Desa Dukuhsalam Batik dukuhsalam dan kerajinan anyaman bambu yg penuh filsafat hidup adalah Menunjukan KeIndonesiaan Kita.

Bangkitlah, dan Bangunlah jiwanya bangunlah Badanya untuk Indonesia Raya

Selamat hari jadi kab. Tegal yg ke 415.. Bersama calung ubur-ubur desa dukuhsalam
17/05/2016

Selamat hari jadi kab. Tegal yg ke 415.. Bersama calung ubur-ubur desa dukuhsalam

Address

Slawi
52418

Telephone

+6285784711502

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Desa Dukuhsalam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Desa Dukuhsalam:

Share