Kabupaten Sijunjung

Kabupaten Sijunjung Halaman ini mencoba menghimpun berita-berita menarik tentang Kabupaten Sijunjung Ibu kota kabupaten ini adalah Muaro Sijunjung.

Kabupaten Sijunjung (sebelumnya disebut Kabupaten Sawahlunto Sijunjung) adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Sebelum tahun 2004, kabupaten Sijunjung merupakan kabupaten terluas ketiga di Sumatera Barat dengan nama Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Namun sejak dimekarkan (yang menghasilkan kabupaten Dharmasraya), kabupaten ini menjadi kabupaten tersempit kedua di Sumater

a Barat. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan kabupaten Kuantan Singingi, Riau di sebelah timur, kabupaten Tanah Datar dan kota Sawahlunto di sebelah barat, serta kabupaten Solok dan kabupaten Dharmasraya di sebelah selatan. Saat ini, kabupaten Sijunjung memiliki luas 3.130,80 km² yang terdiri dari 8 kecamatan.

“Tadi malam, mereka sukses menggelar pemutaran Film “Si Anak Kampoeng”. Film yang menceritakan perjalanan hidup Bapak Sy...
14/07/2014

“Tadi malam, mereka sukses menggelar pemutaran Film “Si Anak Kampoeng”. Film yang menceritakan perjalanan hidup Bapak Syafii Maarif (Bapak Bangsa) yang menjadi kebanggaan kita bersama. Hari ini, mereka juga mengadakan Seminar/temu ramah untuk memotivasi adik-adik kita, pelajar SLTP dan SLTA se-Kabupaten Sijunjung untuk membudayakan membaca dan menulis sebagai senjata ampuh demi menempuh masa depan kita ke depan. Kita sudah komunikasi dengan pengurus PKBM-Peduli untuk mengembangkan program pembangunan Sekolah Alam yang sudah mereka rancang dan rencakan. Insya Allah kita dari Pemda akan coba bantu.” tambah Bupati SIjunjung, Yuswir Arifin.

SIJUNJUNG, SO -- Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Sijunjung ke - 65, Rumah Baca Insan Cita (RBIC) gelar acara pemutaran Film “Si Anak Kampoeng” sekaligus temu Ramah..

Selain untuk melatih personel Kodim sendiri, lanjut Mayor Inf. Gatot Teguh Waluyo, nantinya lapangan tembak ini juga dap...
11/07/2014

Selain untuk melatih personel Kodim sendiri, lanjut Mayor Inf. Gatot Teguh Waluyo, nantinya lapangan tembak ini juga dapat digunakan untuk masyarakat umum

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Guna memajukan kemampuan personel  khususnya dalam menggunakan pistol pada satuan teritorialnya,  Kodim 0310 SSD (Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya) tengah membangun lapangan tembak panjang 25 meter berstandar nasional. Menurut Kasdim Mayor Inf. Gatot…

PENGUSULAN MR SUTAN MOH RASJID PAHLAWAN NASIONALMasyarakat Sumpur Kudus Dukung Penuh
19/06/2014

PENGUSULAN MR SUTAN MOH RASJID PAHLAWAN NASIONAL
Masyarakat Sumpur Kudus Dukung Penuh

HaluanMedia.com Situs Berita Terbaru & Aktual Padang , Riau dan Kepri

“Kedepannya insya Allah kita akan membantu mengembangkan Rumah Baca Insan Cita (RBIC). Mereka dapat tumbuh kembang tanpa...
19/06/2014

“Kedepannya insya Allah kita akan membantu mengembangkan Rumah Baca Insan Cita (RBIC). Mereka dapat tumbuh kembang tanpa memiliki dana. Yang kita fasilitasi selama ini dengan dana pun, belum bisa bergerak secapat mereka” tambah Bupati dengan antusiasnya

SIJUNJUNG, SO -- Sekelompok anak "jolong gadang" (baru beranjak dewasa) di Kabupaten Sijunjung.hanya bermodalkan semangat dan hanya dengan modal dengkul bisa mendirikan..

Tulisan Harbi Hanif Burdha tentang objek wisata di Sijunjung
19/06/2014

Tulisan Harbi Hanif Burdha tentang objek wisata di Sijunjung

Silokek merupakan salah satu daerah wisata potensial yang berada di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Sebuah kawasan wisata alam yang terdapat di sepanjang kenagarian Muaro, Silokek dan Durian Gadang. Di sepanjang

Untuk sampai ke air terjun yang termasuk dalam kawasan wisata Musiduga (Muaro, Silokek dan Durian Gadang), harus melalui...
19/06/2014

Untuk sampai ke air terjun yang termasuk dalam kawasan wisata Musiduga (Muaro, Silokek dan Durian Gadang), harus melalui Muaro Sijunjung, yaitu Ibukota kabupaten Sijunjung. Setelahnya harus melewati Silokek, karena jalur tersebut adalah akses satu-satunya menuju air terjun Pelukahan.

Wana wisata ke air terjun di Indonesia

19/06/2014

NAMA-NAMA BUPATI SIJUNJUNG
Bupati yang telah memimpin Sawahlunto/Sijunjung sejak lahir hingga sekarang, adalah Sulaiman Tantua Bagindo Ratu (Februari-Mei 1949), Ahmad Jarjis Bebas Thani (Mei 1949-Maret 1950), Aminuddin Sutan Syarif (1950-1952), Basrah Lubis (1952-1954), Bagindo Darwis (1994-1958), Kapten Mansur Sami (1954-1958), A. Rivai (1959), R. Sadi Purwopronoto (1959), R. Prayitno (1959), Daranin Sutan Rajo Adin (1960), Mawardi Sutan Mangkuto (1961-1962), Mayor Sudarsin (1962-1964), Kol. Inf. Djamaris Yoenoes (1966-1980), Kol. Inf. Noer Bahri Pamuncak (1980-1990), Kol. Inf. Zalnofri (1990-1995), Kol. Inf. Syahrul Anwar (1995-2000), Kol. Mar. (Purn) Darius Apan (2000-2010) dan Yuswir Arifin (2010-sekarang)

19/06/2014

IBUKOTA KABUPATEN SIJUNJUNG
Mengingat perkembangan situasi saat itu, ibu kota Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung selalu berpindah-pindah, antara lain di Tanjung Bonai Aur, Tamparungo, Durian Gadang, Sungai Betung, Sibakur, Langki, Buluh Kasok, Lubuk Tarok, sampai pada ceas fire berkedudukan di Palangki. Setelah penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada pemerintahan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, ibu kota Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung ditetapkan menjadi daerah otonomi Sawahlunto/Sijunjung dalam lingkungan Provinsi Sumatra Tengah. Melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 1956, dibentuk kota kecil Padang Panjang, Payakumbuh dan Sawahlunto. Kota kecil Sawahlunto beribu kota di Sawahlunto, Kepala daerahnya dirangkap oleh Kepala daerah tingkat II Sawahlunto/Sijunjung. Tahun 1960 ibukota Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung dipindahkan dari Sawahlunto ke Sijunjung. Pada tahun 1966 dipindahkan lagi ke Muaro Sijunjung, sesuai persetujuan DPR GR Nomor 10 tahun 1970 tanggal 30 Mei 1970 yang kemudian disahkan oleh Menteri Dalam Negeri melalui surat keputusannya Nomor 59 tahun 1973.

19/06/2014

SEJARAH KABUPATEN SIJUNJUNG
Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung termasuk wilayah Afdeling Solok dengan ibu kotanya Sawahlunto. Afdeling Solok mempunyai beberapa Onder Afdeling, salah satu diantaranya adalah Onder Afdeling Sijunjung dengan ibu negerinya Sijunjung. Ini berlangsung sampai pada zaman pemerintahan Jepang. Sesudah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, pada Oktober 1945 dibentuk Kabupaten Tanah Datar dengan ibu kotanya Sawahlunto yang wilayahnya meliputi beberapa kewedanan, yaitu Batu Sangkar, Padang Panjang, Solok, Sawahlunto dan Sijunjung.

Dalam rangka melanjutkan perjuangan kemerdekaan, Gubernur Militer Sumatra Barat, berdasarkan surat keputusan Nomor : SK/9/GN/IST tanggal 18 Februari 1949 membentuk kabupaten baru, yakni Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, dengan Bupati Militernya Sulaiman Tantuah Bagindo Ratu. Kemudian untuk melaksanakan tugasnya, Bupati Militer Sulaiman Tantuah Bagindo Ratu mengadakan rapat di Masjid Koto Gadang Tanjung Bonai Aur. Dalam rapat ini hadir Rustam Efendi (Camat Koto VII), Amir Mahmud (Wali Perang Nagari Limo Koto), M. Syarif Datuk Gunung Emas, M. Zen Datuk Bijo Dirajo, Hasan Basri dan Darwis (staf Kantor Camat Koto VII), Marah Tayab, Maju Arif, M. Saman, Ahmadi, Malin Dubalang (Wali Perang Nagari Tanjung Bonai Aur), Saidin Datuk Perpatih Suanggi, Jamiruddin Mantari Sutan, Jasam Gelar Pandito Sampono dan Datuk Putih. Rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan, antara lain menunjuk pembantu/staf penasehat Bupati Militer Sawahlunto/Sijunjung: M. Syarif Datuk Gunung Emas, M. Zen Datuk Bijo Dirajo dari Tanjung Ampalu, H. Syafei Idris dari Padang Laweh dan Marah Tayab dari Sumpur Kudus. Staf administrasi terdiri dari Hasan Basri dan Darwis dari Kantor Camat Koto VI. Staf perbekalan/logistik, Malin Dubalang (Walinagari Perang Tanjung Bonai Aur), Saidin Datuk Perpatih Suanggi, Jasam Gelar Pandito Sampono, Jamiruddin Sutan dan Datuk Patih. Keputusan lain, akan diadakan lagi rapat dengan tokoh masyarakat dari para komandan front Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung pada tanggal 28 Februari 1949. Tempat rapat akan ditentukan kemudian oleh komandan sektor dan komandan front. Dalam rangka persiapan rapat dimaksud, diberikan tanggungjawab kepada Salim Halimi untuk menghubungi dan mencari Ahmad Jarjis Bebas Thani, Makmun Datuk Rangkayo Mulie (Jaksa) dan tokoh lainnya.

Pada tanggal 28 Februari 1949 dilaksanakan rapat yang lebih lengkap, dihadiri tokoh masyarakat dan komandan front Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Di sini, Tantuah Bagindo Ratu, sesuai SK Gubernur Militer Sumatra Barat Nomor: 49/G.M.Ist-1949 tanggal 18 Februari 1949, diresmikan menjadi Bupati Militer Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Pada tanggal 17 Mei 1949, pemerintah darurat Republik Indonesia mengadakan rapat di Sumpur Kudus yang dilanjutkan lagi dengan rapat khusus mengenai Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Dalam rapat khusus ini hadir tokoh-tokoh, antara lain Mr. Muhammad Rasyid (Gubernur Militer Sumatra Barat), Juwir Muhammad dan H. Ilyas Yakub (staf penasehat gubernur), Bupati Militer Sawahlunto/Sijunjung Tantuah Bagindo Ratu bersama staf, H. Rusli Abdul Wahid (Wedana Sijunjung), Nurdin Datuk Majo Sati (Wedana Sawahlunto), Rustam Efendi (Wedana Tanjung Ampalu) dan lain-lain. Rapat tersebut melahirkan keputusan, antara lain, Bupati Militer Sulaiman Tantuah Datuk Bagindo Ratu dipindahkan ke pemerintahan pusat. Ahmad Jarjis Bebas Thani, Sekretaris Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, ditunjuk melaksanakan tugas Bupati Militer Sawahlunto/Sijunjung, sebagai Plt. Keputusan lain penggantian beberapa wedana dan camat.

Address

Sijunjung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabupaten Sijunjung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share