Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur Badan Karantina Indonesia (Barantin) Kompeten, Unggul, Amanah dan Tangguh (Kuat)

Merawat Indonesia dari Gerbang Karantina, Meneguhkan Nilai Pancasila untuk Masa Depan BangsaSidoarjo – Balai Karantina H...
01/06/2026

Merawat Indonesia dari Gerbang Karantina, Meneguhkan Nilai Pancasila untuk Masa Depan Bangsa

Sidoarjo – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Induk Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai, baik yang hadir secara langsung di kantor induk maupun yang mengikuti secara daring melalui aplikasi Zoom dari unit kerja masing-masing.

Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan peran strategis Pancasila sebagai pemersatu keberagaman bangsa sekaligus landasan Indonesia dalam mewujudkan perdamaian, keadilan, dan kemajuan di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Karantina Jawa Timur, Sokhib, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara dan ideologi bangsa, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa. Sebagai insan karantina, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan hayati, melindungi sumber daya alam, serta mendukung ketahanan pangan nasional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan gotong royong,” ujar Sokhib.

Lebih lanjut, Sokhib menegaskan bahwa semangat persatuan yang terkandung dalam Pancasila harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas perkarantinaan. Melalui pengawasan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya, Karantina berperan penting dalam melindungi Indonesia dari ancaman Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

“Sejalan dengan tema nasional Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, peran Karantina sangat penting dalam menjaga kedaulatan pangan, melindungi sumber daya hayati, serta memastikan keamanan komoditas yang keluar dan masuk wilayah Indonesia. Ini merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi, guna mendukung terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas, menjaga keamanan hayati, serta memperkuat kedaulatan negara melalui sistem perkarantinaan yang tangguh, profesional, dan terpercaya.

 Selamat dan sukses memasuki masa purnabakti kepada Ibnu Tri Hidayat, S.PI (Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Muda ...
31/05/2026



Selamat dan sukses memasuki masa purnabakti kepada Ibnu Tri Hidayat, S.PI (Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Muda Karantina Jawa Timur), per-tanggal 1 Juni 2026.

Tunai sudah masa bakti sebagai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia selama 35 tahun 2 bulan di lingkup Badan Karantina Indonesia.

Selamat menempuh masa purnabakti Pak Ibnu. Semoga sehat, sukses, selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan berbahagia bersama keluarga. Terima kasih atas semua pengabdian dan dedikasi Bapak dalam menjaga negeri. Salam sehat, tetap produktif bagi sesama.



Segenap pegawai Karantina Jawa Timur mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1447 H
27/05/2026

Segenap pegawai Karantina Jawa Timur mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1447 H



Siaran PersBadan Karantina IndonesiaNomor: 3605/R-Barantin/05.2026Barantin Gagalkan Pengiriman 50 Kambing Tanpa Dokumen ...
26/05/2026

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 3605/R-Barantin/05.2026

Barantin Gagalkan Pengiriman 50 Kambing Tanpa Dokumen ke Denpasar

Banyuwangi – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Heean, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jawa Timur) kembali menggagalkan pengiriman hewan tanpa dokumen karantina saat pengawasan rutin di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu malam (23/5). Sebanyak 50 ekor kambing Peranakan Etawa (PE) tujuan Denpasar diamankan petugas karena tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Puluhan kambing yang diduga merupakan pesanan hewan kurban itu diangkut menggunakan sebuah truk engkel yang telah dimodifikasi menjadi dua lantai. Bagian atas kendaraan juga ditutup terpal untuk mengelabui petugas saat antre di area parkir Pelabuhan LCM Ketapang sebelum menyeberang menuju Bali.

Kepala Karantina Jawa Timur, Sokhib, mengatakan petugas karantina awalnya menaruh curiga terhadap truk tersebut karena kondisi muatan yang tertutup rapat dan terlihat tidak biasa. Setelah dilakukan pemeriksaan, kecurigaan petugas terbukti karena kendaraan tersebut memang memuat kambing.

“petugas kemudian melakukan pemeriksaan dokumen dan isi muatan. Kambing tidak memiliki dokumen kesehatan yang dipersyaratkan. Selanjutnya sopir beserta truk dan kambing dibawa ke Kantor Satuan Pelayanan Karantina Ketapang untuk proses lebih lanjut,” imbuhnya.

Sokhib menjelaskan bahwa menjelang Iduladha terjadi peningkatan signifikan lalu lintas hewan kurban, termasuk potensi pengiriman hewan tanpa dokumen resmi. Menurutnya, pengawasan diperketat guna mencegah penyebaran penyakit hewan dan memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan aman untuk masyarakat.

“Kami menghimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang akan melalulintaskan hewan kurban, agar melapor ke karantina. Hal ini penting untuk menjamin hewan yang dikirim sehat dan bebas penyakit. Bersama-sama kita pastikan hewan kurban sehat dan aman bagi masyarakat,” tegas Sokhib.

Karantina Jawa Timur memastikan pengawasan di pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran selama periode menjelang Iduladha, seiring meningkatnya mobilitas perdagangan hewan kurban antar daerah.

Narahubung
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers Badan Karantina IndonesiaNomor: 3505/R-Barantin/05.2026Banyuwangi, 25 Mei 2026Barantin Gagalkan Penyelundupa...
25/05/2026

Siaran Pers Badan Karantina Indonesia

Nomor: 3505/R-Barantin/05.2026
Banyuwangi, 25 Mei 2026

Barantin Gagalkan Penyelundupan 493 Ekor Burung Di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi

Banyuwangi – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jawa Timur) bersama TNI AL Lanal Banyuwangi dan Pihak ASDP berhasil menggagalkan pemasukan 493 ekor burung tanpa dokumen di Dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada Sabtu (23/5) pukul 23.15 WIB. Dari informasi dilapangan diketahui bahwa dermaga yang biasanya diperuntukkan bagi kapal muatan barang tersebut kerap dimanfaatkan sebagai jalur pengiriman hewan maupun produk tanpa dokumen resmi.

“Modusnya sering berpindah alat angkut, sehingga satwa burung kerap tidak ditemukan, padahal informasinya sudah A1. Namun kali ini petugas lebih jeli,” ungkap Sokhib, Kepala Karantina Jawa Timur dalam keterangan tertulis.

Sokhib menjelaskan bahwa pengungkapan upaya penyelundupan satwa burung tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan pengiriman satwa dari Bali tujuan Jawa tanpa dilengkapi dokumen karantina melalui Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas karantina bersama tim gabungan melakukan pengawasan dan pemeriksaan saat proses bongkar muat KMP Mutiara Perkasa. Petugas sempat memeriksa sebuah truk yang dicurigai membawa satwa burung, namun tidak menemukan barang bukti di dalam bak kendaraan tersebut.

Tidak puas dengan hasil pemeriksaan awal, petugas karantina dan tim kemudian melakukan penyisiran di setiap ruang kapal. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah box berisi burung yang disembunyikan di ruang CO2 kapal. Ruang CO2 merupakan ruangan khusus yang terpisah dan terkunci, dirancang untuk menyimpan tabung-tabung karbon dioksida bertekanan tinggi sebagai bagian dari sistem pemadam kebakaran tetap (fixed fire-fighting system). Ruang tersebut berfungsi sebagai pusat penyimpanan agen pemadam untuk memadamkan api di ruang mesin atau kargo.

Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa 493 ekor burung tersebut terdiri dari jenis anis merah, cendet, trucuk, sikatan rimba dada cokelat, bimoli/ kancilan, cucacak jenggot, kacamata/ pleci, madu sriganti, cinenen jawa, madu kelapa dan cikrak daun.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga satwa burung tersebut dipindahkan, yang semula dari truk kemudian dipindah ke dalam ruang kapal untuk mengelabui petugas. Dugaan keterlibatan adanya oknum anak buah kapal bersama sopir truk dalam upaya penyelundupan ini masih kita didalami,” jelas Sokhib.

Fitri Hidayati, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina di Ketapang juga menjelaskan bahwa bahwa praktik penyelundupan satwa burung melalui jalur tersebut kerap terjadi dan beberapa kali pelaku berhasil lolos dari pengawasan petugas. Oleh karena itu ia menekankan bahwa pentingnya kerjasama masyarakat bersama instansi terkait lainnya, guna menekan upaya tindakan ilegal tersebut. Menurutnya, meski seluruh burung tersebut tidak termasuk dalam satwa yang dilingungi, namun setiap pengiriman hewan, ikan dan tumbuhan antar pulau wajib dilaporkan dan dilengkapi sertifikat karantina sesuai Undang-Undang Nomor 21 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Selain bertujuan dalam kerangka pengawasan lalu lintas satwa liar dan dilindungi juga memastikan bahwa hewan tersebut dalam kondisi sehat tidak membawa penyakit yang dapat membahayakan satwa di daerah tujuan.

Saat ini burung-burung tersebut telah di cek kesehatannya, yang nantinya akan diserahkan ke lembaga konservasi untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Sedangkan terhadap terduga pelaku masih dilakukan pemeriksaan.

“Ini bukan hanya tentang dokumen, setiap lalu lintas hewan masuk dan keluar Jawa Timur harus dipastikan kesehatannya dan juga legal. Kita akan terus meningkatkan kerjasama dengan seluruh instansi terkait ini dan berharap masyarakat memahami dan mematuhi aturan karantina, gampang kok, kalau bingung prosedurnya silahkan bertanya lewat bebagai kanal resmi Karantina Jawa Timur, akan kami jawab,” pungkas Sokhib.

Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Perkuat Komitmen Mutu, Karantina Jawa Timur Laksanakan Audit Internal SNI ISO/IEC 17020:2012 dan SNI ISO/IEC 17025:2017K...
25/05/2026

Perkuat Komitmen Mutu, Karantina Jawa Timur Laksanakan Audit Internal SNI ISO/IEC 17020:2012 dan SNI ISO/IEC 17025:2017

Karantina Jawa Timur melaksanakan Audit Internal sistem manajemen terintegrasi, SNI ISO/IEC 17025:2017 Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Pengujian/Kalibrasi dan SNI ISO/IEC 17020:2012 Persyaratan untuk Lembaga Inspeksi, pada tanggal 19 – 21 di Sidoarjo.

Kegiatan yang berlangsung 3 (tiga) hari ini dibuka oleh Bapak Sokhib, selaku Kepala Balai Karantina Jawa Timur, dalam sambutan beliau menegaskan bahwa Audit internal bertujuan untuk perbaikan proses, bukan mencari kesalahan,dan juga untuk menjaga konsistensi, imparsialitas dan kompetensi lembaga. Diharapkan seluruh tim kerja kooperatif dalam memberikan data yang akurat guna mendukung surveilen KAN yang akan datang.

Selama proses audit berlangsung, tim auditor melakukan telaah dokumen, diskusi, dan observasi pelaksanaan kegiatan. Hasil audit dari tim auditor Internal yang terdiri dari Tim Kerja Karantina Hewan, Karantina Ikan, dan Karantina Tumbuhan. Ditemukan beberapa ketidaksesuaian minor yang telah dicatat untuk segera ditindaklanjuti

Rapat penutupan yang dihadiri oleh Pimpinan, Ketua Tim Kerja, dan seluruh tim mutu, yang berkomitmen akan terus melakukan perbaikan pada semua bidang kegiatan untuk meningkatkan mutu layanan, menjaga kepercayaan pelanggan serta mempertahankan status akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN)

Karantina Jawa Timur Perkuat Ketertelusuran dan Manajemen Risiko Ekspor Porang ke TiongkokSidoarjo_Dalam rangka memperin...
25/05/2026

Karantina Jawa Timur Perkuat Ketertelusuran dan Manajemen Risiko Ekspor Porang ke Tiongkok

Sidoarjo_Dalam rangka memperingati International Day of Plant Health, karantina Jawa Timur (Jatim) menyelenggarakan sosialisasi penguatan ketertelusuran dan manajemen risiko karantina untuk peningkatan ekspor produk porang asal Jawa Timur tujuan Tiongkok yang berlangsung di Aula Hayam Wuruk, karantina Jatim, pada Selasa (12/5).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Badan Karantina Indonesia dalam meningkatkan dan mengakselerasi ekspor produk pertanian unggulan nasional, salah satunya komoditas porang dari Provinsi Jawa Timur.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 Pasal 77 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, pengawasan karantina dilakukan sejak tahap praproduksi, produksi, distribusi, pengolahan hingga pemasaran guna memberikan jaminan kesehatan, keamanan, dan mutu terhadap produk komoditas wajib periksa karantina.

Kepala karantina Jatim, Sokhib menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjaga konsistensi dan komitmen Pemerintah Indonesia, khususnya Badan Karantina Indonesia, serta meningkatkan kepatuhan pelaku usaha ekspor terhadap protokol fitosanitari untuk ekspor tepung porang dan serpih porang ke Tiongkok.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pelaku usaha dapat terus menjaga kualitas dan ketertelusuran produk porang sehingga mampu memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Sokhib.

Sepanjang Januari hingga April 2026, Karantina Jawa Timur telah melakukan sertifikasi ekspor porang sebanyak 77 kali dengan volume mencapai lebih dari 2.000 ton dan nilai ekonomi lebih dari 50 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi produksi porang di Jawa Timur serta tingginya permintaan dan keberterimaan produk porang asal Jawa Timur di pasar global

Acara berlangsung lancar dan diikuti oleh para eksportir porang lingkup layanan karantina Jatim. Hadir sebagai narasumber, Aprida Christin dan Ihsan Nugroho dari Direktorat Manajemen Risiko Karantina Tumbuhan, serta Indrawati dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.



118 Tahun Menyalakan Semangat, Insan Karantina Jawa Timur Bergerak dalam Satu KebangkitanDalam rangka memperingati Hari ...
20/05/2026

118 Tahun Menyalakan Semangat, Insan Karantina Jawa Timur Bergerak dalam Satu Kebangkitan

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur melaksanakan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman kantor induk. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai yang hadir secara langsung di kantor induk, serta pegawai dari berbagai satuan pelayanan yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelaksanaan upacara ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, pengabdian, dan komitmen seluruh insan khususnya Karantina Jawa Timur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Kepala Balai mengajak untuk terus menumbuhkan semangat kebangkitan dalam menghadapi tantangan zaman serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan yang prima.

Sejalan dengan tema nasional peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” peran karantina memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan pangan nasional serta melindungi negeri dari berbagai ancaman masuk dan penyebaran penyakit maupun organisme pengganggu, seperti Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Sebagai Upaya perlindungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati, ketahanan pangan, serta mendukung stabilitas dan keamanan negara.

Kepala Karantina Jawa Timur, Sokhib, menyampaikan, “peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kemajuan bangsa.

Lebih lanjut, Sokhib menyampaikan, “Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini menjadi pengingat bagi kita semua agar terus menumbuhkan semangat kebangkitan dalam bekerja, meningkatkan integritas, memperkuat kolaborasi, dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Semangat kebangkitan harus menjadi energi bagi seluruh insan karantina untuk terus beradaptasi dan berinovasi demi kemajuan institusi serta bangsa Indonesia.”

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, diharapkan seluruh pegawai Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Siaran PersBadan Karantina IndonesiaNomor: 1105/R-barantin/05.2026Sidoarjo, 8 Mei 2025Barantin Dan Pemprov Jatim Kolabor...
08/05/2026

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 1105/R-barantin/05.2026
Sidoarjo, 8 Mei 2025

Barantin Dan Pemprov Jatim Kolaborasi Resmikan Layanan Karantina Terintegrasi Pertama Di Indonesia

Sidoarjo - Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmikan Instalasi Karantina Terpadu di kawasan Pasar Induk Puspa Agro, Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat (8/5). Peresmian tersebut menjadi momentum penting terutama dalam pengembangan layanan karantina modern yang terintegrasi dan terpadu di Indonesia.

"Puspa Agro ini menjadi instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia, menjadikan layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan menjadi satu kesatuan, juga terintegrasi dengan instansi terkait lainnya," ungkap Abdul Kadir Karding, Kepala Barantin saat melakukan peresmian instalasi karantina terpadu bersama Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur di kawasan Puspa Agro, Sidoarjo.

Instalasi Karantina Terpadu Puspa Agro sendiri merupakan yang pertama kalinya di Indonesia, dimana layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan hadir dalam satu lokasi yang terpadu, modern, dan representatif. Hal tersebut merupakan lompatan besar yang akan memangkas waktu, menyederhanakan birokrasi, dan menciptakan efisiensi yang selama ini diharapkan oleh para pelaku usaha.

*Barantin Sebagai Economic Tools*

Menurut Mas Karding, sapaan akrabnya, model layanan terintegrasi tersebut diharapkan mampu memangkas hambatan logistik dan memperkuat daya saing komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan Indonesia, khususnya di Jawa Timur baik di pasar domestik maupun internasional. Kolaborasi antara Barantin dan pemerintah daerah Jawa Timur dalam pengoperasian dan optimalisasi Instalai Karantina Terpadu Jawa Timur tersebut juga menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong kelancaran kegiatan perekonomian serta arus logistik baik impor, ekspor, maupun antar pulau.

Karding menjelaskan bahwa Barantin saat ini tidak hanya sekedar menjalankan fungsi pengawasan maupun pencegahan hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, namun Barantin juga mengemban misi sebagai economic tools untuk memfasilitasi perdagangan dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan serta kekarantinaan. Kehadiran layanan karantina terpadu tersebut juga merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sumber daya alam hayati nasional agar dapat dimanfaatkan secara lestari sebagai modal penting bagi pembangunan nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan (food), pakan (feed) dan energi (fuel), serta meningkatkan taraf hidup, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar th 1945.

Karding juga menekankan bahwa pembangunan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur tersebut merupakan bagian dari strategi pengawasan berbasis risiko dan kebijakan economic tools dan fasilitasi perdagangan yang menjadi fokus utamanya, menjadi target kinerja saat baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, di samping penguatan fondasi kelembagaan. Menurutnya, sejumlah peran strategis tersebut adalah bentuk dukungan Barantin terhadap Asta Cita Presiden dalam memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

"Sebagai fungsi economic tools, Barantin sendiri adalah bagian dari National Logistics Ecosystem (NLE) Indonesia, dimana pelaksanaan tindakan karantina di pelabuhan dan bandar udara juga mempertimbangkan dampak terhadap percepatan dwelling time yaitu waktu penyelesaian proses clearance barang, kelancaran arus barang, serta penurunan biaya logistik," tegasnya.

Karding juga menyampaikan bahwa peran vital instalasi tersebut terletak pada dua sisi yang saling menguatkan.
Pertama, sebagai benteng terdepan bio-security nasional, dimana Provinsi Jawa Timur adalah gerbang utama lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan nasional. Melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda, arus barang terus mengalir deras. Tanpa instalasi karantina yang andal, pintu ini juga rawan menjadi jalur masuk ancaman Tumbuhan, Satwa, dan Ikan (TSL) yang dapat merusak sumber daya hayati kita. Kehadiran Puspa Agro akan memperkuat deteksi dini, pengawasan, dan tindakan karantina, memastikan bahwa hanya produk yang sehat, aman, dan sesuai standar yang beredar. Indonesia aman, rakyat pun sejahtera.

Kedua, sebagai fasilitator utama kemudahan ekspor, dimana instalasi ini dirancang sebagai onestop service yang mengintegrasikan tiga jenis pemeriksaan. Eksportir tidak perlu lagi berkeliling ke berbagai tempat. Cukup di Puspa Agro, seluruh sertifikasi kesehatan diterbitkan dengan layanan profesional. Dukungan laboratorium, area timbun seluas 7.000 m², serta akses logistik yang sangat dekat—hanya 8–12 km ke Bandara Internasional Juanda dan terhubung tol ke Tanjung Perak, adalah keunggulan kompetitif yang siap dimanfaatkan bersama. Karding yakin, layanan karantina terpadu tersebut akan sangat dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para pelaku UMKM dan eksportir produk premium yang membutuhkan kecepatan dan kepastian.

“Perlindungan maksimal, pelayanan optimal, ialah janji Instalasi Karantina Terpadu Puspa Agro. Mari kita buktikan bersama bahwa Indonesia mampu menghadirkan sistem karantina yang modern, ramah usaha, dan selalu berpihak kepada kepentingan nasional," pungkas Karding.

*Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah*

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir pada acara tersebut, menekankan bahwa pihaknya akan secara optimal mendukung upaya yang dilakukan Barantin, terutama guna mendukung program Jatim Hub, sebagai gerbang baru nusantara.

Karantina Terpadu Jawa Timur sendiri merupakan bagian dari penguatan infrastruktur pelayanan publik dan perdagangan daerah. Menurutnya, fasilitas tersebut akan memberi dampak langsung terhadap percepatan layanan dan efisiensi distribusi barang. Sehingga pada waktu yang akan datang, arus logistik dari dan menuju pelabuhan dapat langsung terhubung ke kawasan Puspa Agro. Integrasi data antarinstansi juga akan semakin memperkuat proses penelusuran komoditas serta mendukung pengawasan ekspor dan impor yang lebih baik. Harapannnya adalah, Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur tersebut dapat menjadi model pengembangan layanan karantina terpadu di Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya sistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Sementara itu, Sokhib, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jawa Timur) menambahkan bahwa dalam kawasan Puspa Agro telah tersedia infrastruktur yang cukup lenglap, seperti laboratorium, fasilitas pengujian, layanan logistik, dan kepabeanan, yang menjadi modal penting dalam mewujudkan sistem pelayanan satu pintu.

Karding berharap bahwa melalui berbagai inovasi dan sinergi layanan karantina baik dengan pemerintah pusat maupun daerah dapat terus mendukung upaya hilirisasi dan peningkatan daya saing produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan menjadikan layanan karantina di Instalasi Karantina Terpadu Kawasan Puspa Agro Jawa Timur tersebut mampu mempercepat proses dengan biaya yang lebih murah sehingga tidak membebani biaya logistik. Sekaligus dapat mengoptimalkan peningkatkan pengawasan karantina, percepatan dan akselerasi ekspor serta kelancaran arus logistik ke luar Jawa Timur. Karding menuturkan agar instalasi karantina terpadu tersebut juga dapat diduplikasi dan diimplementasikan di daerah-daerah lain, agar menjadi suatu keseragaman dalam pelaksanaan tindakan dan pengawasan karantina. Ia juga mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan baik tingkat pusat, provinsi, serta instansi terkait lain yang bersama-sama bergerak mewujudkan layanan terpadu tersebut.

Acara peresmian juga turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sekda Pemerintah Jawa Timur, jajaran OPD dan BUMD, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, instansi terkait serta pelaku usaha dan asosiasi.

Narahubung :
Kepala Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran PersBadan Karantina IndonesiaNomor : 0405/R-Barantin/05.2026Karantina Jatim Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Di...
06/05/2026

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor : 0405/R-Barantin/05.2026

Karantina Jatim Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Dilindungi

Surabaya - Tim Karantina Jawa Timur (Jatim) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 ekor burung maleo dan 6 ekor rangkok asal Makasar. Satwa dilindungi ini dilalulintaskan ke wilayah Jawa Timur menggunakan kapal Dharma Kencana 7, tanpa disertai sertifikat kesehatan hewan karantina dan dokumen pendukung lainnya, Minggu (3/5).

Kepala Karantina Jatim, Sokhib menyampaikan kronologis penangkapan oleh tim Penegakan Hukum (Gakkum) dan tim satuan pelayanan karantina Pelabuhan Tanjung Perak, mencurigai adanya pergerakan upaya penyelundupan dengan menggunakan mobil.

"Tim kami akhirnya berhasil mengamankan sopir dan kendaraan yang membawa media pembawa tersebut, selanjutnya dilakukan penyidikan dan meminta keterangan sopir kendaraan dilokasi," ujarnya

Lebih lanjut, Sokhib menjelaskan tim Gakkum Karantina Jatim langsung melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Timur, untuk dilakukan penyidikan multidoors dengan Satuan Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.

"Penegakkan hukum terhadap penyelundupan kasus ini, akan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Hal ini merupakan upaya untuk menimbulkan efek jera, serta mencegah penyelundupan dan melestarikan keanekaragaman hayati yang hampir punah, apalagi satwa yang diselundupkan tersebut merupakan burung yang dilindungi dan lalu lintasnya wajib disertai dengan Sertifikat Kesehatan Hewan Karantina dan SAT-DN," tutup Sokhib.

Burung maleo sendiri merupakan burung endemik asli Sulawesi. Burung ini mempunyai kebiasaan unik yaitu tidak mengerami telurnya sendiri melainkan menguburnya dalam pasir panas atau tanah vulkanik untuk proses menetaskan telurnya.

Narahubung
Kepala Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Address

Jalan Raya Bandara Juanda No. 26, Semawalang, Semambung, Kec. Gedangan, Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo
61253

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share