Tapanuli Bersatu Untuk Perubahan

Tapanuli Bersatu Untuk Perubahan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Tapanuli Bersatu Untuk Perubahan, Political organisation, Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Siborongborong.

18 FEBRUARI 1845  LAHIRNYA RAJA DI ATAS SEGALA RAJA BATAK YAITU: SISINGAMANGARAJA XII.Sisingamangaraja XII  bermarga SIN...
05/05/2020

18 FEBRUARI 1845 LAHIRNYA RAJA DI ATAS SEGALA RAJA BATAK YAITU: SISINGAMANGARAJA XII.
Sisingamangaraja XII bermarga SINAMBELA,..Raja Batak Toba ( Sumatera Utara)

*Sisingamangaraja XII* merupakan penganut kepercayaan lokal jaman dulu, yaitu agama Parmalim (Bersujud pada Roh nenek moyang Batak).
__
Pada bulan juni 1876 Sisingamangaraja XII membuat rapat besar, semua pemimpin di setiap wilayah tanah Batak Sumatera utara di undang untuk berkumpul di Balige.
Dalam rapat itu menghasilkan keputusan penting yaitu:
1. _Mengibarkan bendera perang mengusir Belanda._
2. _Mendukung penyebaran agama Kristen dalam organisasi RMG yang di pimpin oleh IL Nommensen di Sumatera utara_
3. _Menjalin kerjasama semua Suku Batak (Toba,Simalungun,Pakpak, Karo, & Angkola) dengan ACEH untuk melawan Belanda._.___..
Pada saat itulah
Sisingamangaraja XII dipilih sebagai pemimpin di atas semua pemimpin wilayah Sumatera utara.
__..

Tahun 1877, mulailah perang Batak yang terkenal itu, yang berlangsung 30 tahun lamanya di pimpin Sisingamangaraja XII.
Dimulai dari Bahal Batu, Humbang hasundutan, berkobar perang yang ganas selama tiga dasawarsa, 30 tahun.
Belanda mengerahkan pasukan-pasukannya dari Singkil Aceh, menyerang pasukan rakyat semesta yang dipimpin Raja Sisingamangaraja XII..
Pasukan Belanda yang berjumlah ratusan orang menyerang wilayah Bakara pada 1 Mei 1878.
Dua hari kemudian, pusat pemerintahan Negeri Toba itu bisa diduduki Belanda.
Beruntung, Sisingamangaraja XII beserta kedua anak nya dan putri nya berhasil meloloskan diri ke hutan, kemudian pergi ke setiap wilayah Batak lain nya yaitu wilayah Dairi,Simalungun & Karo untuk menerapkan strategi gerilya bersatu melawan Belanda untuk merebut Tanah Batak Toba dari kuasa Belanda.

Setelah menaklukkan Bakara, Belanda yang memang lebih unggul jumlah personel dan persenjataan berhasil menduduki beberapa wilayah Negeri tanah Batak Toba, termasuk Butar, Lobu Siregar, Naga Saribu, Huta Ginjang, dan Gurgur..
Tahun 1882, hampir seluruh daerah Balige telah dikuasai Belanda, sedangkan Laguboti masih tetap dipertahankan oleh panglima-panglima Sisingamangaraja XII antara lain Panglima Ompu Partahan Bosi Hutapea.
Baru setahun kemudian Laguboti jatuh setelah Belanda mengerahkan pasukan satu batalion tentara bersama barisan penembak-penembak meriam.

Tahun 1883, seperti yang sudah dikuatirkan jauh sebelumnya oleh Sisingamangaraja XII, pulau Samosir dan sekitar danau toba akan diserang Belanda.
Domino berikut yang dijadikan pasukan Belanda yang besar dari Batavia (Jakarta sekarang), mendarat di Pantai Sibolga.
Juga dikerahkan pasukan dari Padang Sidempuan.
Raja Sisingamangaraja XII membalas menyerang Belanda di Balige dari arah Huta Pardede.
Baik kekuatan dari Danau Toba, pasukan Sisingamangaraja XII digerakan.
20 kapal danau toba dan mengangkut pasukan sebanyak 20 x 40 orang jadi 800 orang melaju menuju Balige.
Pertempuran besar terjadi.

Pada waktu itulah 1883, Gunung Krakatau meletus.
Awan hitam meliputi Tanah Batak (Sumatera utara).
Suatu hal buruk seakan-akan datang.
Setelah peristiwa ini, pada situasi yang kritis, Sisingamangaraja XII berusaha melakukan konsolidasi memperluas front perlawanan.
Sisingamangaraja XII berkunjung ke kabupaten Simalungun, kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo, demi semua pejuang bersatu untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda..
Dalam gerak perjuangannya itu banyak sekali kisah tentang kesaktian Raja Sisingamangaraja XII.
Perlawanan pasukan Sisingamangaraja XII semakin melebar dan seru, tetapi Belanda juga berani mengambil resiko besar, dengan terus mendatangkan bala bantuan dari Batavia (Jakarta, Fort De Kok, Sibolga dan Aceh.
Barisan Marsuse juga mendatangkan para tawanan dari pulau Jawa untuk menjadi umpan peluru dan tameng pasukan Belanda.

Tahun 1890, Belanda membentuk pasukan khusus Marsose untuk menyerang Sisingamangaraja XII. Pada awal abad ke 20, Belanda mulai berhasil di Aceh..
Tahun 1903, Panglima Polim menghentikan perlawanan.
Tetapi di Gayo, dimana Raja Sisingamangaraja XII pernah berkunjung, perlawanan masih sengit.
Masuklah pasukan Belanda dari Gayo Alas menyerang Sisingamangaraja XII..

Meskipun semakin terdesak, Sisingamangaraja XII pantang menyerah dan terus melakukan perlawanan...______...
_Selama 30 tahun Sisingamangaraja XII yang menjadi Raja di atas segala di Negeri Batak (Sumatera utara) Mulai dari tahun 1876 ini semangat berkorban melawan penjajah Belanda tanpa mengharapkan imbalan._.____
_Coba bayangkan selama 30 tahun Sisingamangaraja memimpin rakyat Sumatera utara dengan baik & bijaksana untuk melawan Belanda betapa lelah nya Pahlawan kita itu_.____...
_Hingga akhirnya Sisingamangaraja XII Raja di atas segala Raja itu di Sumatera utara, meninggal dunia tanggal 17 Juni 1907 dalam usia umur 62 tahun._
__..
_Sisingamangaraja XII yang kebal terhadap peluru atau benda tajam wafat tertembak peluru pasukan Marsuse Belanda yang di pimpin Christoffel.._.___
_Kesaktian Sisingamangaraja XII Hilang saat darah putri nya yang bernama Lopian wafat di pangkuan nya tertembak peluru Belanda._
_Saat itu lah peluru Belanda dapat menembus dada Sisingamangaraja XII._
_Wafat juga bersama dua putra nya Patuan Nagari dan Patuan Anggi di pinggir sungai Sibulbulon desa Sionom hudon, perbatasan kabupaten Tapanuli utara dengan kabupaten Dairi, Propinsi Sumatera utara.._.__..
______..............______
________........________.___..
Sejarah ini tidak akan terlupakan sampai kapan pun....
BANGSA BATAK Adalah Bangsa Yang Menghargai Sejarahnya.
__
Sebagai generasi penerus Suku Batak (Toba,Simalungun,Pakpak,Karo & Mandailing tentu saja sejarah ini sangat bermanfaat sekali bagi kita semua orang Sumatera utara...__

Dapat dibayangkan, bila sesama pribumi Sumatera utara saling mendukung sejarah ini, saya sendiri mengkategorikan ini sebagai “Ikatan sejarah tidak terlupakan”.

_____..
Kuburan Sisingamangaraja XII yang semula berada di Silindung dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Nasional di Soposurung, Balige, Sumatera utara pada 14 Juni 1953..
Kemudian, tanggal 19 November 1961, Presiden Sukarno atas nama pemerintah RI menetapkan Sisingamangaraja XII sebagai pahlawan nasional.

Sebelum mempercayai Tuhan itu ada, Sisingamangaraja XII menganut Agama Parmalim atau bershujud pada Roh Nenek moyang Bat...
20/04/2020

Sebelum mempercayai Tuhan itu ada, Sisingamangaraja XII menganut Agama Parmalim atau bershujud pada Roh Nenek moyang Batak Toba.
*Mari kita simak sejarah nya*
_____.._____
18 FEBRUARI 1845 LAHIRNYA RAJA DI ATAS SEGALA RAJA BATAK YAITU: SISINGAMANGARAJA XII.
Sisingamangaraja XII bermarga SINAMBELA,..Raja Batak Toba ( Sumatera Utara) .
Sebelum agama Kristen masuk ke tanah Batak (Sumatera utara)
*Sisingamangaraja XII* merupakan penganut kepercayaan lokal jaman dulu, yaitu Parmalim (Bersujud pada Roh nenek moyang Batak).
Kemudian Sisingamangaraja XII mempercayai Tuhan itu ada (dalam agama Kristen)..
Sederhana saja bukti nya:
__
Pada bulan juni 1876 Sisingamangaraja XII membuat rapat besar, semua raja-raja di setiap wilayah tanah Batak Sumatera utara di undang untuk berkumpul.
Dalam rapat itu menghasilkan keputusan penting yaitu:
1. _Mengibarkan bendera perang mengusir Belanda._
2. _Mendukung semua Misionaris Kristen dalam organisasi RMG yang di pimpin oleh IL Nommensen._
3.Menjalin kerjasama semua Suku Batak (Toba,Simalungun,Pakpak, Karo, & Angkola) dengan ACEH untuk melawan Belanda..
Selama 30 tahun Sisingamangaraja XII yang menjadi Raja di atas segala di Negeri Batak (Sumatera utara) Mulai dari tahun 1876 ini semangat berkorban melawan penjajah Belanda tanpa mengharapkan imbalan..____
Coba bayangkan selama 30 tahun Sisingamangaraja memimpin rakyat Sumatera utara dengan baik & bijaksana untuk melawan Belanda betapa lelah nya Pahlawan kita itu.____
Sisingamangaraja XII bukan hanya melawan Belanda tetapi juga melawan radikal islamisasi yg ingin menyebarkan Agama islam di tanah Batak toba yang sudah banyak menganut agama Kristen.
____...____
Seinggah bermunculan para penghianat dari pribumi Sumatera barat (Pasukan Paderi) bekerja sama dengan Belanda untuk membunuh Sisingamangaraja XII..
Hingga akhirnya Sisingamangaraja XII Raja di atas segala Raja itu di Sumatera utara, meninggal dunia tanggal 17 Juni 1907 dalam usia umur 62 tahun.
__..
Sisingamangaraja XII yang kebal terhadap peluru atau benda tajam wafat tertembak peluru pasukan Marsuse Belanda yang di pimpin Christoffel...___
Kesaktian Sisingamangaraja XII Hilang saat darah putri nya yang bernama Lopian wafat di pangkuan nya tertembak peluru Belanda.
Saat itu lah peluru Belanda dapat menembus dada Sisingamangaraja XII.
Wafat juga bersama dua putra nya Patuan Nagari dan Patuan Anggi di pinggir sungai Sibulbulon desa Sionom hudon, perbatasan kabupaten Tapanuli utara dengan kabupaten Dairi, Propinsi Sumatera utara..
__...
______..............______
________........________
Berikut ini jejak-rekam perjuangan Sisingamangaraja XII:

Tahun 1876
Sisingamangaraja XII dipilih sebagai Raja di atas segala raja di Sumatera utara.
__..

Tahun 1877, mulailah perang Batak yang terkenal itu, yang berlangsung 30 tahun lamanya.
Dimulai di Bahal Batu, Humbang, berkobar perang yang ganas selama tiga dasawarsa, 30 tahun.
Belanda mengerahkan pasukan-pasukannya dari Singkil Aceh, menyerang pasukan rakyat semesta yang dipimpin Raja Sisingamangaraja XII..
Pasukan Belanda yang berjumlah ratusan orang menyerang wilayah Bakara pada 1 Mei 1878. Dua hari kemudian, pusat pemerintahan Negeri Toba itu bisa diduduki Belanda.
Beruntung, Sisingamangaraja XII beserta kedua anak nya dan putri nya berhasil meloloskan diri ke hutan, kemudian pergi ke setiap wilayah Batak lain nya yaitu wilayah Dairi,Simalungun & Karo untuk menerapkan strategi gerilya bersatu melawan Belanda untuk merebut Tanah Batak Toba dari kuasa Belanda.

Setelah menaklukkan Bakara, Belanda yang memang lebih unggul jumlah personel dan persenjataan berhasil menduduki beberapa wilayah Negeri tanah Batak Toba, termasuk Butar, Lobu Siregar, Naga Saribu, Huta Ginjang, dan Gurgur..
Tahun 1882, hampir seluruh daerah Balige telah dikuasai Belanda, sedangkan Laguboti masih tetap dipertahankan oleh panglima-panglima Sisingamangaraja XII antara lain Panglima Ompu Partahan Bosi Hutapea.
Baru setahun kemudian Laguboti jatuh setelah Belanda mengerahkan pasukan satu batalion tentara bersama barisan penembak-penembak meriam.

Tahun 1883, seperti yang sudah dikuatirkan jauh sebelumnya oleh Sisingamangaraja XII, kini giliran Toba dianeksasi Belanda.
Domino berikut yang dijadikan pasukan Belanda yang besar dari Batavia (Jakarta sekarang), mendarat di Pantai Sibolga.
Juga dikerahkan pasukan dari Padang Sidempuan.
Raja Sisingamangaraja XII membalas menyerang Belanda di Balige dari arah Huta Pardede.
Baik kekuatan laut dari Danau Toba, pasukan Sisingamangaraja XII dikerahkan.
Empat puluh kapal yang masing-masing panjangnya sampai 20 meter dan mengangkut pasukan sebanyak 20 x 40 orang jadi 800 orang melaju menuju Balige.
Pertempuran besar terjadi.

Pada waktu itulah, Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus.
Awan hitam meliputi Tanah Batak.
Suatu alamat buruk seakan-akan datang. Sebelum peristiwa ini, pada situasi yang kritis, Sisingamangaraja XII berusaha melakukan konsolidasi memperluas front perlawanan.
Beliau berkunjung ke kabupaten Simalungun, kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo, demi semua pejuang bersatu untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda..
Dalam gerak perjuangannya itu banyak sekali kisah tentang kesaktian Raja Sisingamangaraja XII.
Perlawanan pasukan Sisingamangaraja XII semakin melebar dan seru, tetapi Belanda juga berani mengambil resiko besar, dengan terus mendatangkan bala bantuan dari Batavia, Fort De Kok, Sibolga dan Aceh.
Barisan Marsuse juga mendatangkan para tawanan dari pulau Jawa untuk menjadi umpan peluru dan tameng pasukan Belanda.

Tahun 1890, Belanda membentuk pasukan khusus Marsose untuk menyerang Sisingamangaraja XII. Pada awal abad ke 20, Belanda mulai berhasil di Aceh..
Tahun 1903, Panglima Polim menghentikan perlawanan.
Tetapi di Gayo, dimana Raja Sisingamangaraja XII pernah berkunjung, perlawanan masih sengit.
Masuklah pasukan Belanda dari Gayo Alas menyerang Sisingamangaraja XII..

Meskipun semakin terdesak, Sisingamangaraja XII pantang menyerah dan terus melakukan perlawanan..
*17 Juni 1907* Akhir nya Sisingamagaraja XII yang kebal peluru wafat setelah putri nya Wafat terkena peluru Belanda.
_____..
Kuburan Sisingamangaraja XII yang semula berada di Silindung dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Nasional di Soposurung, Balige, Sumatera utara pada 14 Juni 1953..
Kemudian, tanggal 19 November 1961, Presiden Sukarno atas nama pemerintah RI menetapkan Sisingamangaraja XII sebagai pahlawan nasional.

📝 *Penulis*
👉 *Parlindungan Sinambela*

[Suku Batak Pernah Mau Musnah Tetapi Tuhan &  Sisingamangaraja XII Berjuang] Cerita Sejarah Paderi Sumatera barat menyer...
19/04/2020

[Suku Batak Pernah Mau Musnah Tetapi Tuhan & Sisingamangaraja XII Berjuang]

Cerita Sejarah Paderi Sumatera barat menyerang Tanah Batak, Sumatera utara pada tahun 1816 sampai 1833.

Pasukan kaum Paderi yg di pimpin imam bonjol semua orang Minang Sumatera barat tidak hanya berperang melawan Belanda, namun mereka juga menyerang suku Batak di Tanah Batak Selatan, Tapanuli selatan,Tapanuli tengah untuk meng-Islam-kan suku Batak Mandailing,Tapanuli selatan dengan menggunakan kekerasan senjata ..
Agama Islam yang masuk ke Mandailing dinamakan, oleh penduduk setempat, sebagai Silom Bonjol (Islam Bonjol), karena para penyerbunya datang dari pasukan imam Bonjol,..___
Suku Batak di Sumatera utara tergolong 7 bagian yaitu Batak Toba,Simalungun,Dairi Pakpak,Mandailing,Karo & Angkola..
Namun hanya Batak Toba, Batak Simalungun & Pakpak Dairi yg MAYORITAS KRISTEN.
_______

Selain menyebarkan agama Islam Madzhab Hambali di Sumatera utara, penyerbuan itu juga dipicu oleh adanya dendam lama keturunan Marga Siregar terhadap Raja Oloan Sorba Dibanua, Dinasti Singamangaraja, yang pernah mengusirnya dari Tanah Batak..
__
DIUSIR*karena* Togar Natigor Siregar itu berpihak pada orang Minangkabau pasukan paderi imam bonjol dan mendukung pemuallafan semua orang Batak di Sumatera utara .
__
Togar Natigor Siregar, pemimpin Seluruh Marga Siregar pun sampai mengucapkan sumpah yang diikuti seluruh keturunan Marga Siregar, yaitu akan kembali ke tanah Batak untuk membunuh Raja Oloan Sorba Dibanua segenap anak cucunya.
__
Penyerbuan pasukan Paderi pada suku BATAK baru terhenti pada thn 1820, karena di serang penyakit kolera dan epidemi penyakit pes hukuman dari Tuhan pada Pasukan Paderi islam.
Dari 150.000 orang tentara Paderi yang memasuki Tanah Batak/Sumut pada 1818, hanya tersisa sekitar 30.000 orang.
Sebagian besar bukan tewas di medan pertempuran, melainkan mati karena berbagai penyakit.
Untuk menyelamatkan sisa pasukannya, pada 1820 *tuan Rao orang suku minangkabau* bermaksud menarik mundur seluruh pasukannya dari Tanah Batak Utara, sehingga rencana peng-Islam-an diseluruh Tanah Batak tidak dapat diteruskan..
Sementara itu, Imam Bonjol memerintahkan agar tuan Rao bersama pasukannya tetap di perbatasan Sumatera utara untuk menghadang masuknya tentara Belanda ke Sumatera barat.
Akhirnya, tuan Rao tewas dalam pertempuran di Air Bangis pada 5 September 1821, mayat Tuan rao dicincang-cincang seperti mencincang ayam atau sapi oleh Belanda.
__

Sedangkan Pasukan paderi lain nya yg dipimpin Imam bonjol melanjutkan serangannya ke Tapanuli utara tempat berdomisilinya Batak Toba melalui Sipirok. Pasukan Paderi yang ada di Sumatera Barat telah membantai saudara-saudaranya sesama suku Minang Sumatera barat yang tidak mau menyetujui pemaksaan kehendak tuan Imam Bonjol untuk ikut menjajah Tanah Batak Toba di bantu oleh Batak Mandailing yang telah masuk islam dan bergabung ke Pasukan Paderi..
Raja Sisingamangaraja X dipenggal oleh kaum “Monjo” (Bonjol) pasukan Paderi di kediamannya di kerajaan Bakkara yg telah dihancurkan Pasukan Paderi Minang.
__
*Seorang saksi hidup marga Daulai dari Mandailing melaporkan kebiadaban pasukan Paderi,“…* Tak terhitung lagi jumlah orang yang ditolak di bunuh pasukan Paderi.*.__
*Ribuan rumah dibakar Paderi di kerajaan Bakkara, lebih dari seribu orang diikat Paderi untuk dijual sebagai budak, ibu-ibu dan anak perempuan diperkosa Dan banyak di antara mereka yang mati.*
__
”Seorang wanita yang berhasil lari dari tawanan tentara penjajah Paderi melaporkan bahwa Tuan Imam bonjol punya tiga orang isteri dan empat selir.
Seorang isteri Imam Bonjol mau melepaskan diri tetapi dibunuh oleh anak Iman Bonjol yaitu Sutan Sedi.
__
Pada masa itu Pasukan Paderi punya kebiasaan menculik wanita-wanita orang Batak untuk dijual sebagai budak seks.
_______
_______

Diperkirakan sekitar 75% orang Batak Toba terbunuh termasuk anak-anak dan perempuan. Sisanya 25% yang tersisa adalah mereka-mereka yang melepaskan diri ke hutan dan kelompok-kelompok yang menyetujui pada Paderi..
Kekalahan telak suku Batak Toba ini tidak membuat pasukan Paderi Minang Sumatera barat berhenti berjuang menjajah tanah Batak. Pasukan Paderi saat itu sudah berkuasa di Tapanuli tengah setelah Tapanuli selatan bergabung ke pasukan Paderi Minang Padang..__
Pengungkapan sejarah Paderi di tanah Batak*
Yang tidak boleh di tutupi bagi keturunan Batak sampai bumi kiamat.
Mau sampai kapan rahasia ini di tutupi.
__
BANGSA BATAK Adalah Bangsa Yang Menghargai Sejarahnya.
__
Sebagai generasi muda Indonesia sekaligus generasi muda Batak, tentu saja sejarah ini sangat bermanfaat sekali..__

Dapat dibayangkan, sesama suku bangsa Batak saling mendukung, saya sendiri mengkategorikan ini sebagai “Ikatan sejarah”.

Meskipun kisah sejarah ini tidak masuk dalam buku-buku sejarah Indonesia namun pasti masuk dalam sejarah Batak..
Benar-Benar Sangat disedihkan Lagi, ketika Tuan Imam Bonjol sebagai Penggerak Pembunuhan Terdaftar kejam pada suku BATAK sebagai salah satu Nama daftar Pahlawan Nasional dari Sumatera barat.

__Ada sekitar 13-15 juta orang Batak di dunia, dan separuhnya adalah Batak Toba. Berarti jika kejadian ini tidak terjadi, di negara tercinta ini akan diisi oleh 25 juta orang Batak yang tentu saja membawa bangsa ini kearah yang lebih baik.
__
Jika kamu tidak percaya coba cari informasi.
Dari sekian Semua yg terdaftar masuk suku Batak ....
Hanya Batak toba, Batak Simalungun, dan Batak Pakpak Dairi lah yg mayoritas Kristen.
Sedang kan Batak lain nya sudah di jajah untuk masuk islam.
_______________
_______________Kemudian Sejarah
Sisingamangaraja XII (18 Februari 1849 - 17 Juni 1907).

Ketika Sisingamangaraja XII bermarga Sinambela..dinobatkan menjadi Raja Batak, waktu itu umurnya baru 19 tahun.
Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda. Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang.
__..
Kalau Raja Sisingamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang “terbeang” atau ditawan, harus dilepaskan.
__
Sisingamangaraja XII bermarga Sinambela..memang terkenal anti perbudakan, anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan.
Belanda pada waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda.
__
Tahun 1837, kolonialis Belanda memadamkan “Perang Paderi” dan melapangkan jalan bagi pemerintahan kolonial di Minangkabau dan Tapanuli Selatan.
Minangkabau jatuh ke tangan Belanda, menyusul daerah Natal, Mandailing, Barumun, Padang Bolak, Angkola, Sipirok, Pantai Barus dan kawasan Sibolga.

Karena itu, sejak tahun 1837, Tanah Batak terpecah menjadi dua bagian, yaitu daerah-daerah yang telah direbut Belanda menjadi daerah Gubernemen yang disebut “Residentie Tapanuli dan Onderhoorigheden”, dengan seorang Residen berkedudukan di Sibolga yang secara administratif tunduk kepada Gubernur Belanda di Padang..
Sedangkan bagian Tanah Batak lainnya, yaitu daerah-daerah Silindung, Pahae, Habinsaran, Dairi, Humbang, Toba, Samosir, belum berhasil dikuasai oleh Belanda dan tetap diakui Belanda sebagai Tanah Batak yang merdeka, atau ‘De Onafhankelijke Bataklandan’.

Pada tahun 1873, Belanda menyatakan perang kepada Aceh dan tentaranya mendarat di pantai-pantai Aceh.
Saat itu Tanah Batak di mana Raja Sisingamangaraja XII berkuasa, masih belum dijajah Belanda.
Raja Sisingamangaraja XII cepat mengerti siasat strategi Belanda..
Kalau Belanda mulai mencaplok Silindung, tentu mereka akan menyusul dengan menganeksasi Humbang, Toba, Samosir, Dairi dan lain-lain.
Raja Sisingamangaraja XII cepat bertindak, Beliau segera mengambil langkah-langkah konsolidasi..
Raja-raja Batak lainnya dan pemuka masyarakat dihimpunnya dalam suatu rapat raksasa di Pasar Balige, bulan Juni 1876. Dalam rapat penting dan bersejarah itu diambil tiga keputusan sebagai berikut :
1. Menyatakan perang terhadap Belanda
2. Zending Agama tidak diganggu,dan mendukung penyebaran Agama Nasrani dalam organisasi RMG yg dipimpin oleh IL Nommensen.
3. Menjalin kerjasama Batak dan Aceh untuk sama-sama melawan Belanda.

Tahun 1877, mulailah perang Batak yang terkenal itu, yang berlangsung 30 tahun lamanya.
Dimulai di Bahal Batu, Humbang, berkobar perang yang ganas selama tiga dasawarsa, 30 tahun.
Belanda mengerahkan pasukan-pasukannya dari Singkil Aceh, menyerang pasukan rakyat semesta yang dipimpin Raja Sisingamangaraja XII.

Tahun 1882, hampir seluruh daerah Balige telah dikuasai Belanda, sedangkan Laguboti masih tetap dipertahankan oleh panglima-panglima Sisingamangaraja XII antara lain Panglima Ompu Partahan Bosi Hutapea. Baru setahun kemudian Laguboti jatuh setelah Belanda mengerahkan pasukan satu batalion tentara bersama barisan penembak-penembak meriam.

Tahun 1883, seperti yang sudah dikuatirkan jauh sebelumnya oleh Sisingamangaraja XII, kini giliran Toba dianeksasi Belanda.
Domino berikut yang dijadikan pasukan Belanda yang besar dari Batavia (Jakarta sekarang), mendarat di Pantai Sibolga.
Juga dikerahkan pasukan dari Padang Sidempuan.
Raja Sisingamangaraja XII membalas menyerang Belanda di Balige dari arah Huta Pardede.
Baik kekuatan laut dari Danau Toba, pasukan Sisingamangaraja XII dikerahkan. Empat puluh Solu Bolon atau kapal yang masing-masing panjangnya sampai 20 meter dan mengangkut pasukan sebanyak 20 x 40 orang jadi 800 orang melaju menuju Balige.
Pertempuran besar terjadi.

Pada waktu itulah, Gunung Krakatau meletus. Awan hitam meliputi Tanah Batak.
Suatu alamat buruk seakan-akan datang. Sebelum peristiwa ini, pada situasi yang kritis, Sisingamangaraja XII berusaha melakukan konsolidasi memperluas front perlawanan. Beliau berkunjung ke Asahan, Tanah Karo dan Simalungun, demi koordinasi perjuangan dan perlawanan terhadap Belanda.
Dalam gerak perjuangannya itu banyak sekali kisah tentang kesaktian Raja Sisingamangaraja XII.
Perlawanan pasukan Sisingamangaraja XII semakin melebar dan seru, tetapi Belanda juga berani mengambil resiko besar, dengan terus mendatangkan bala bantuan dari Batavia, Fort De Kok, Sibolga dan Aceh.
Barisan Marsuse juga didatangkan bahkan para tawanan diboyong dari Jawa untuk menjadi umpan peluru dan tameng pasukan Belanda.

Tahun 1890, Belanda membentuk pasukan khusus Marsose untuk menyerang Sisingamangaraja XII. Pada awal abad ke 20, Belanda mulai berhasil di Aceh.

Tahun 1903, Panglima Polim menghentikan perlawanan.
Tetapi di Gayo, dimana Raja Sisingamangaraja XII pernah berkunjung, perlawanan masih sengit.
Masuklah pasukan Belanda dari Gayo Alas menyerang Sisingamangaraja XII.

Tahun 1907, di pinggir kali Aek Sibulbulon, di suatu desa yang namanya Si Onom Hudon, di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi yang sekarang, gugurlah Sisingamangaraja XII oleh peluru Marsuse Belanda pimpinan Kapten Christoffel. Sisingamangaraja XII gugur bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya Lopian..
Konon Raja Sisingamangaraja XII yang kebal peluru tewas kena peluru setelah terpercik darah putrinya Lopian, yang gugur di pangkuannya.
Demikianlah, tanpa kenal menyerah, tanpa mau berunding dengan penjajah, tanpa pernah ditawan, gigih, ulet, militan, Raja Sisingamangaraja XII selama 30 tahun, selama tiga dekade, telah berjuang tanpa pamrih dengan semangat dan kecintaannya kepada tanah air dan kepada kemerdekaannya yang tidak bertara.

Kemudian oleh Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII pada tahun 1984 telah didirikan Universitas Sisingamangaraja XII (US XII) di Medan, pada tahun 1986 Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) di Silangit Siborong-borong Tapanuli Utara dan pada tahun 1987 didirikan STMIK Sisingamangaraja XII di Medan.
_________________
_________________

MOHON MAAF SEBELUM NYA.
KITA JANGAN MELUPAKAN SEJARAH PADERI KE TANAH BATAK, SUMATERA UTARA DAN PERJUANGAN SISINGAMANGARAJA XII KE ANAK DAN CUCU KITA
______________
______________
( Melengkapi kisah Paderi ini, mohon baca hingga selesai atau bersambung ke :

DAMPAK PERANG PADERI DI TANAH BATAK
Link :
https://www.facebook.com/1116572705144371/posts/1837504866384481/ )

Sumber :

https://www.nu.or.id/post/read/9479/kekerasan-agama-di-tanah-batak
https://www.kompasiana.com/sudayzh/hidden-story-suku-batak-toba-pernah-hampir-punah_552812836ea83421288b45a3

https://polygibran.blogspot.com/2017/03/dampak-perang-paderi-di-tanah-batak.html?m=1.

atau dalam buku :

DAMPAK PERANG PADERI DI TANAH BATAK
(Suatu Refleksi Historis atas Perjumpaan Kristen dan Islam di Tanah Batak)
Poliaman Purba S.Fil.

07/04/2020
07/04/2020

Dari video ini apa tanggapan kmu
Tentang asal mula virus corona di buat dari laboratorium di kota Wuhan,Tiongkok.
Menurut aku covid 19 adalah senjata biologis Tiongkok untuk mengkalahkan AS..
Dgn pura2 mengorbankan 30% rakyat Tiongkok agar tidak ketahuan dunia.

Address

Siborong-Borong, Tapanuli Utara
Siborongborong
22474

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tapanuli Bersatu Untuk Perubahan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Tapanuli Bersatu Untuk Perubahan:

Share