19/04/2020
[Suku Batak Pernah Mau Musnah Tetapi Tuhan & Sisingamangaraja XII Berjuang]
Cerita Sejarah Paderi Sumatera barat menyerang Tanah Batak, Sumatera utara pada tahun 1816 sampai 1833.
Pasukan kaum Paderi yg di pimpin imam bonjol semua orang Minang Sumatera barat tidak hanya berperang melawan Belanda, namun mereka juga menyerang suku Batak di Tanah Batak Selatan, Tapanuli selatan,Tapanuli tengah untuk meng-Islam-kan suku Batak Mandailing,Tapanuli selatan dengan menggunakan kekerasan senjata ..
Agama Islam yang masuk ke Mandailing dinamakan, oleh penduduk setempat, sebagai Silom Bonjol (Islam Bonjol), karena para penyerbunya datang dari pasukan imam Bonjol,..___
Suku Batak di Sumatera utara tergolong 7 bagian yaitu Batak Toba,Simalungun,Dairi Pakpak,Mandailing,Karo & Angkola..
Namun hanya Batak Toba, Batak Simalungun & Pakpak Dairi yg MAYORITAS KRISTEN.
_______
Selain menyebarkan agama Islam Madzhab Hambali di Sumatera utara, penyerbuan itu juga dipicu oleh adanya dendam lama keturunan Marga Siregar terhadap Raja Oloan Sorba Dibanua, Dinasti Singamangaraja, yang pernah mengusirnya dari Tanah Batak..
__
DIUSIR*karena* Togar Natigor Siregar itu berpihak pada orang Minangkabau pasukan paderi imam bonjol dan mendukung pemuallafan semua orang Batak di Sumatera utara .
__
Togar Natigor Siregar, pemimpin Seluruh Marga Siregar pun sampai mengucapkan sumpah yang diikuti seluruh keturunan Marga Siregar, yaitu akan kembali ke tanah Batak untuk membunuh Raja Oloan Sorba Dibanua segenap anak cucunya.
__
Penyerbuan pasukan Paderi pada suku BATAK baru terhenti pada thn 1820, karena di serang penyakit kolera dan epidemi penyakit pes hukuman dari Tuhan pada Pasukan Paderi islam.
Dari 150.000 orang tentara Paderi yang memasuki Tanah Batak/Sumut pada 1818, hanya tersisa sekitar 30.000 orang.
Sebagian besar bukan tewas di medan pertempuran, melainkan mati karena berbagai penyakit.
Untuk menyelamatkan sisa pasukannya, pada 1820 *tuan Rao orang suku minangkabau* bermaksud menarik mundur seluruh pasukannya dari Tanah Batak Utara, sehingga rencana peng-Islam-an diseluruh Tanah Batak tidak dapat diteruskan..
Sementara itu, Imam Bonjol memerintahkan agar tuan Rao bersama pasukannya tetap di perbatasan Sumatera utara untuk menghadang masuknya tentara Belanda ke Sumatera barat.
Akhirnya, tuan Rao tewas dalam pertempuran di Air Bangis pada 5 September 1821, mayat Tuan rao dicincang-cincang seperti mencincang ayam atau sapi oleh Belanda.
__
Sedangkan Pasukan paderi lain nya yg dipimpin Imam bonjol melanjutkan serangannya ke Tapanuli utara tempat berdomisilinya Batak Toba melalui Sipirok. Pasukan Paderi yang ada di Sumatera Barat telah membantai saudara-saudaranya sesama suku Minang Sumatera barat yang tidak mau menyetujui pemaksaan kehendak tuan Imam Bonjol untuk ikut menjajah Tanah Batak Toba di bantu oleh Batak Mandailing yang telah masuk islam dan bergabung ke Pasukan Paderi..
Raja Sisingamangaraja X dipenggal oleh kaum “Monjo” (Bonjol) pasukan Paderi di kediamannya di kerajaan Bakkara yg telah dihancurkan Pasukan Paderi Minang.
__
*Seorang saksi hidup marga Daulai dari Mandailing melaporkan kebiadaban pasukan Paderi,“…* Tak terhitung lagi jumlah orang yang ditolak di bunuh pasukan Paderi.*.__
*Ribuan rumah dibakar Paderi di kerajaan Bakkara, lebih dari seribu orang diikat Paderi untuk dijual sebagai budak, ibu-ibu dan anak perempuan diperkosa Dan banyak di antara mereka yang mati.*
__
”Seorang wanita yang berhasil lari dari tawanan tentara penjajah Paderi melaporkan bahwa Tuan Imam bonjol punya tiga orang isteri dan empat selir.
Seorang isteri Imam Bonjol mau melepaskan diri tetapi dibunuh oleh anak Iman Bonjol yaitu Sutan Sedi.
__
Pada masa itu Pasukan Paderi punya kebiasaan menculik wanita-wanita orang Batak untuk dijual sebagai budak seks.
_______
_______
Diperkirakan sekitar 75% orang Batak Toba terbunuh termasuk anak-anak dan perempuan. Sisanya 25% yang tersisa adalah mereka-mereka yang melepaskan diri ke hutan dan kelompok-kelompok yang menyetujui pada Paderi..
Kekalahan telak suku Batak Toba ini tidak membuat pasukan Paderi Minang Sumatera barat berhenti berjuang menjajah tanah Batak. Pasukan Paderi saat itu sudah berkuasa di Tapanuli tengah setelah Tapanuli selatan bergabung ke pasukan Paderi Minang Padang..__
Pengungkapan sejarah Paderi di tanah Batak*
Yang tidak boleh di tutupi bagi keturunan Batak sampai bumi kiamat.
Mau sampai kapan rahasia ini di tutupi.
__
BANGSA BATAK Adalah Bangsa Yang Menghargai Sejarahnya.
__
Sebagai generasi muda Indonesia sekaligus generasi muda Batak, tentu saja sejarah ini sangat bermanfaat sekali..__
Dapat dibayangkan, sesama suku bangsa Batak saling mendukung, saya sendiri mengkategorikan ini sebagai “Ikatan sejarah”.
Meskipun kisah sejarah ini tidak masuk dalam buku-buku sejarah Indonesia namun pasti masuk dalam sejarah Batak..
Benar-Benar Sangat disedihkan Lagi, ketika Tuan Imam Bonjol sebagai Penggerak Pembunuhan Terdaftar kejam pada suku BATAK sebagai salah satu Nama daftar Pahlawan Nasional dari Sumatera barat.
__Ada sekitar 13-15 juta orang Batak di dunia, dan separuhnya adalah Batak Toba. Berarti jika kejadian ini tidak terjadi, di negara tercinta ini akan diisi oleh 25 juta orang Batak yang tentu saja membawa bangsa ini kearah yang lebih baik.
__
Jika kamu tidak percaya coba cari informasi.
Dari sekian Semua yg terdaftar masuk suku Batak ....
Hanya Batak toba, Batak Simalungun, dan Batak Pakpak Dairi lah yg mayoritas Kristen.
Sedang kan Batak lain nya sudah di jajah untuk masuk islam.
_______________
_______________Kemudian Sejarah
Sisingamangaraja XII (18 Februari 1849 - 17 Juni 1907).
Ketika Sisingamangaraja XII bermarga Sinambela..dinobatkan menjadi Raja Batak, waktu itu umurnya baru 19 tahun.
Sampai pada tahun 1886, hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda. Rakyat bertani dan beternak, berburu dan sedikit-sedikit berdagang.
__..
Kalau Raja Sisingamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang “terbeang” atau ditawan, harus dilepaskan.
__
Sisingamangaraja XII bermarga Sinambela..memang terkenal anti perbudakan, anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan.
Belanda pada waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda.
__
Tahun 1837, kolonialis Belanda memadamkan “Perang Paderi” dan melapangkan jalan bagi pemerintahan kolonial di Minangkabau dan Tapanuli Selatan.
Minangkabau jatuh ke tangan Belanda, menyusul daerah Natal, Mandailing, Barumun, Padang Bolak, Angkola, Sipirok, Pantai Barus dan kawasan Sibolga.
Karena itu, sejak tahun 1837, Tanah Batak terpecah menjadi dua bagian, yaitu daerah-daerah yang telah direbut Belanda menjadi daerah Gubernemen yang disebut “Residentie Tapanuli dan Onderhoorigheden”, dengan seorang Residen berkedudukan di Sibolga yang secara administratif tunduk kepada Gubernur Belanda di Padang..
Sedangkan bagian Tanah Batak lainnya, yaitu daerah-daerah Silindung, Pahae, Habinsaran, Dairi, Humbang, Toba, Samosir, belum berhasil dikuasai oleh Belanda dan tetap diakui Belanda sebagai Tanah Batak yang merdeka, atau ‘De Onafhankelijke Bataklandan’.
Pada tahun 1873, Belanda menyatakan perang kepada Aceh dan tentaranya mendarat di pantai-pantai Aceh.
Saat itu Tanah Batak di mana Raja Sisingamangaraja XII berkuasa, masih belum dijajah Belanda.
Raja Sisingamangaraja XII cepat mengerti siasat strategi Belanda..
Kalau Belanda mulai mencaplok Silindung, tentu mereka akan menyusul dengan menganeksasi Humbang, Toba, Samosir, Dairi dan lain-lain.
Raja Sisingamangaraja XII cepat bertindak, Beliau segera mengambil langkah-langkah konsolidasi..
Raja-raja Batak lainnya dan pemuka masyarakat dihimpunnya dalam suatu rapat raksasa di Pasar Balige, bulan Juni 1876. Dalam rapat penting dan bersejarah itu diambil tiga keputusan sebagai berikut :
1. Menyatakan perang terhadap Belanda
2. Zending Agama tidak diganggu,dan mendukung penyebaran Agama Nasrani dalam organisasi RMG yg dipimpin oleh IL Nommensen.
3. Menjalin kerjasama Batak dan Aceh untuk sama-sama melawan Belanda.
Tahun 1877, mulailah perang Batak yang terkenal itu, yang berlangsung 30 tahun lamanya.
Dimulai di Bahal Batu, Humbang, berkobar perang yang ganas selama tiga dasawarsa, 30 tahun.
Belanda mengerahkan pasukan-pasukannya dari Singkil Aceh, menyerang pasukan rakyat semesta yang dipimpin Raja Sisingamangaraja XII.
Tahun 1882, hampir seluruh daerah Balige telah dikuasai Belanda, sedangkan Laguboti masih tetap dipertahankan oleh panglima-panglima Sisingamangaraja XII antara lain Panglima Ompu Partahan Bosi Hutapea. Baru setahun kemudian Laguboti jatuh setelah Belanda mengerahkan pasukan satu batalion tentara bersama barisan penembak-penembak meriam.
Tahun 1883, seperti yang sudah dikuatirkan jauh sebelumnya oleh Sisingamangaraja XII, kini giliran Toba dianeksasi Belanda.
Domino berikut yang dijadikan pasukan Belanda yang besar dari Batavia (Jakarta sekarang), mendarat di Pantai Sibolga.
Juga dikerahkan pasukan dari Padang Sidempuan.
Raja Sisingamangaraja XII membalas menyerang Belanda di Balige dari arah Huta Pardede.
Baik kekuatan laut dari Danau Toba, pasukan Sisingamangaraja XII dikerahkan. Empat puluh Solu Bolon atau kapal yang masing-masing panjangnya sampai 20 meter dan mengangkut pasukan sebanyak 20 x 40 orang jadi 800 orang melaju menuju Balige.
Pertempuran besar terjadi.
Pada waktu itulah, Gunung Krakatau meletus. Awan hitam meliputi Tanah Batak.
Suatu alamat buruk seakan-akan datang. Sebelum peristiwa ini, pada situasi yang kritis, Sisingamangaraja XII berusaha melakukan konsolidasi memperluas front perlawanan. Beliau berkunjung ke Asahan, Tanah Karo dan Simalungun, demi koordinasi perjuangan dan perlawanan terhadap Belanda.
Dalam gerak perjuangannya itu banyak sekali kisah tentang kesaktian Raja Sisingamangaraja XII.
Perlawanan pasukan Sisingamangaraja XII semakin melebar dan seru, tetapi Belanda juga berani mengambil resiko besar, dengan terus mendatangkan bala bantuan dari Batavia, Fort De Kok, Sibolga dan Aceh.
Barisan Marsuse juga didatangkan bahkan para tawanan diboyong dari Jawa untuk menjadi umpan peluru dan tameng pasukan Belanda.
Tahun 1890, Belanda membentuk pasukan khusus Marsose untuk menyerang Sisingamangaraja XII. Pada awal abad ke 20, Belanda mulai berhasil di Aceh.
Tahun 1903, Panglima Polim menghentikan perlawanan.
Tetapi di Gayo, dimana Raja Sisingamangaraja XII pernah berkunjung, perlawanan masih sengit.
Masuklah pasukan Belanda dari Gayo Alas menyerang Sisingamangaraja XII.
Tahun 1907, di pinggir kali Aek Sibulbulon, di suatu desa yang namanya Si Onom Hudon, di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi yang sekarang, gugurlah Sisingamangaraja XII oleh peluru Marsuse Belanda pimpinan Kapten Christoffel. Sisingamangaraja XII gugur bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya Lopian..
Konon Raja Sisingamangaraja XII yang kebal peluru tewas kena peluru setelah terpercik darah putrinya Lopian, yang gugur di pangkuannya.
Demikianlah, tanpa kenal menyerah, tanpa mau berunding dengan penjajah, tanpa pernah ditawan, gigih, ulet, militan, Raja Sisingamangaraja XII selama 30 tahun, selama tiga dekade, telah berjuang tanpa pamrih dengan semangat dan kecintaannya kepada tanah air dan kepada kemerdekaannya yang tidak bertara.
Kemudian oleh Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII pada tahun 1984 telah didirikan Universitas Sisingamangaraja XII (US XII) di Medan, pada tahun 1986 Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) di Silangit Siborong-borong Tapanuli Utara dan pada tahun 1987 didirikan STMIK Sisingamangaraja XII di Medan.
_________________
_________________
MOHON MAAF SEBELUM NYA.
KITA JANGAN MELUPAKAN SEJARAH PADERI KE TANAH BATAK, SUMATERA UTARA DAN PERJUANGAN SISINGAMANGARAJA XII KE ANAK DAN CUCU KITA
______________
______________
( Melengkapi kisah Paderi ini, mohon baca hingga selesai atau bersambung ke :
DAMPAK PERANG PADERI DI TANAH BATAK
Link :
https://www.facebook.com/1116572705144371/posts/1837504866384481/ )
Sumber :
https://www.nu.or.id/post/read/9479/kekerasan-agama-di-tanah-batak
https://www.kompasiana.com/sudayzh/hidden-story-suku-batak-toba-pernah-hampir-punah_552812836ea83421288b45a3
https://polygibran.blogspot.com/2017/03/dampak-perang-paderi-di-tanah-batak.html?m=1.
atau dalam buku :
DAMPAK PERANG PADERI DI TANAH BATAK
(Suatu Refleksi Historis atas Perjumpaan Kristen dan Islam di Tanah Batak)
Poliaman Purba S.Fil.