31/03/2014
Belanja Pembangunan Baru 2 Persen, Kinerja Walikota Siantar Sangat Rendah
15:44:38
BatakPos - P Siantar, Semester pertama tahun anggaran 2013, serapan angaran belanja Pemerintah Kota Pematangsiantar tergolong rendah. Dari Rp789 miliar yang diprogramkan pada APBD tahun 2013, yang dibelanjakan masih 31 persen (Rp245 miliar). Hal itu sesuai laporan realisasi APBD tahun 2013 selama semester satu tahun ini.Dari Rp245 miliar anggaran belanja yang terserap, nyaris seluruhnya untuk kepentingan belanja pegawai, yang ditampung melalui belanja operasional, dengan realisasi sebesar Rp242 miliar.
Sedang belanja yang manfaatnya untuk kepentingan rakyat, berupa belanja pembangunan yang dianggarkan melalui belanja modal, serapan belanjanya sangat memprihatinkan. Dari Rp159 miliar belanja modal yang diprogramkan pada APBD Siantar tahun 2013, semester pertama tahun ini, serapannya cuma 2,09 persen. Atau yang dibelanjakan untuk kepentingan rakyat, masih sebatas Rp3,3 miliar.
Tidak hanya itu, rendahnya serapan anggaran belanja dalam satu semester tahun ini, tidak sebanding dengan serapan pendapatan yang sudah diterima. Pasalnya, realisasi pendapatan sudah mencapai Rp318 miliar, sedangkan realisasi belanja hanya Rp245 miliar. Sehingga tercipta selisih serapan Rp73 miliar.
Sesuai laporan realisasi semester pertama APBD 2013 yang ditandatangani Walikota Siantar, Hulman Sitorus SE itu pendapatan diprogramkan sebesar Rp777 miliar dengan belanja sebesar Rp789 miliar. Dari Rp777 miliar pendapatan yang diprogramkan, yang terealisasi di semester pertama melalui PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp22,5 miliar dari target Rp71,6 miliar dan realisasi pendapatan transfer Rp295,8 miliar dari Rp630,4 miliar. Sedang pendapatan dari lain lain pendapatan yang sah Rp75 miliar, sama sekali belum terealisasi.
Sementara itu, pendapatan transfer yang meliputi pendapatan yang bersumber dana perimbangan seperti dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK). Untuk DAU, Pemko Siantar sudah menerima Rp246 miliar (50 persen) dari Rp492 miliar. DAK yang sudah diterima sebesar Rp12,4 miliar (30 persen) dari Rp41,3 miliar.
Dana pendapatan transfer lainnya berupa, bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, Pemko Siantar sudah mendapatkannya sebesar Rp10,38 miliar dari Rp15,33 miliar. Kemudian, pendapatan transfer dari dana penyesuaian, sudah terealisasi sebesar Rp20,88 miliar dari Rp62,14 miliar.
Menyikapi rendahnya serapan belanja pembangunan pada belanja modal, pemerhati pemerintahan, Direktur Eksekutif Government Monitoring (GoMo), M Alinapiah Simbolon SH, Rabu (4/9) mengatakan, hal itu merupakan bukti rendahnya kinerja Walikota Siantar, Hulman Sitorus SE.
Alinapiah berpendapat, pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) sebagai pelaksana kegiatan anggaran, tidak mampu mewujudkan pembangunan sesuai program yang ada di APBD tahun 2013. “Selayaknya, serapan belanja sudah mencapai 50 persen,” ungkapnya.
Parahnya lagi, rendahnya serapan anggaran belanja itu, terjadi pada belanja modal yang digunakan untuk belanja pembangunan. Seperti perbaikan jalan, pembangunan atau perbaikan sekolah atau pembangunan lainnya. Rendahnya serapan belanja modal membuat pembangunan mandek. Setidaknya, kata Alinapiah, mandek selama kurun waktu satu semester tahun ini. “Padahal, jika pembangunan itu cepat dilakukan, pasti sangat bermanfaat bagi rakyat,” ujarnya kepada BPB, Kamis (5/9) kemarin.GUK