05/06/2022
Selamat Jalan Wahai Ibunda Tercinta
Belum sempat aku meminta maaf untuk khilaf dan salahku padamu, belum sempat aku berucap cinta, kasih dan sayang untuk mu, dan belum sempat aku berucap terimakasih untuk semua hal, peluh keringat, air mata, perjuangan dan doa serta pengorbanan mu. "Tak sempat aku untuk membahagiakan mu" apalagi berbakti kepadamu, kini tak ada lagi doa diam2 dimalam dan siang hari darimu untuk kami, tak ada lagi kermat yang kami punya, tak ada lagi sosok ibu yang paling menyayangi, mencintai, membela dan mendoakan kami dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.
Begitulah saat Takdir bekerja, ia datang tanpa permisi, senyap namun pasti, tak ada yang tau kapan ia akan datang, tak ada yang bisa menebak apalagi menerka2. Allah SWT begitu sayang kepadamu. Ajalmu begitu dekat , sampai semua bagai mimpi di siang hari. Kaget, shock, bingung, tak tau harus berkata dan berbuat apa, semuanya begitu cepat, secepat mata mengedipkan kelopaknya.
Tangis tak terbendung mengalir deras, bergemuruh di segala sudut rumah.
Rasanya baru sekejap aku memandangimu, melihat senyum indah di wajahmu, lantas kau pergi secepat itu menghadap sang maha pencipta.
Tidak banyak yang aku bisa lakukan, selain Hanya Doa dan Amal baik Kami Anak2mu yang bisa membantumu di alam sana. Aku berdoa semoga allah swt merahmati, memberkahi dan mengampuni segala dosa dan khilafmu, serta menerima semua amalmu di dunia dan menempatkanmu di tempat tebaik bersama orang2 salih para syuhada dan mendapat syurganya allah swt. Semoga kami berlima anak2mu, keturunanmu beserta menantumu, istiqomah didalam kebaikan, beramal untuk bekal kelak saat kami dipanggil oleh sang khaliq.
Allahugfirlaha warhamha wafihi wafuanha
24 syawal 1443 H
Ucih Sutarsih Binti Umar
Alfatihah