Bea Cukai Semarang

Bea Cukai Semarang BEA CUKAI SEMARANG
Layanan informasi :
SMS/WA : 0899 1 07 2015

Sambung Rasa, Sambung Visi! đź’ˇAPKB Semarang dan Bea Cukai Semarang kembali mempererat kolaborasi lewat forum "Sambung Ras...
15/05/2026

Sambung Rasa, Sambung Visi! đź’ˇ

APKB Semarang dan Bea Cukai Semarang kembali mempererat kolaborasi lewat forum "Sambung Rasa". Fokus utamanya jelas: mempercepat pelayanan, memperkuat integritas, dan memastikan para pelaku Kawasan Berikat siap menghadapi tantangan global hingga tahun 2026.

Sinergi solid, investasi pun melejit! 🚀

Sinergi Makin Solid: APKB Semarang dan Bea Cukai Gelar "Sambung Rasa" untuk Genjot Iklim InvestasiSEMARANG – Dalam upaya...
13/05/2026

Sinergi Makin Solid: APKB Semarang dan Bea Cukai Gelar "Sambung Rasa" untuk Genjot Iklim Investasi

SEMARANG – Dalam upaya memperkuat kolaborasi dan menyelaraskan visi operasional di kawasan berikat, Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Semarang menggelar acara "Sambung Rasa" untuk penerima fasilitas Kawasan Berikat di Semarang wilayah barat. Forum ini menjadi wadah komunikasi krusial antara pelaku usaha dengan pihak regulator untuk mengevaluasi kinerja tahun berjalan serta menyongsong tantangan di tahun-tahun mendatang.
Acara dibuka dengan pemaparan penuh optimisme dari Ketua APKB, Bapak Djarot Wibowo. Dalam sambutannya, beliau membedah berbagai masukan berharga yang telah diterima asosiasi sebagai bahan perbaikan operasional dari tahun 2024 hingga proyeksi 2026.
Inisiatif positif dari para pengusaha ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Semarang, Bapak Muhammad Syuhadak. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif APKB.
Dalam sesi diskusinya, Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamaf Syuhadak membahas berbagai tantangan operasional harian yang kerap dihadapi di Kawasan Berikat. Ia menegaskan bahwa sinergi yang solid antara regulator dan pengusaha adalah kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, kondusif, dan berdaya saing di Jawa Tengah.
Untuk memperkuat fondasi kolaborasi, acara ini juga menghadirkan pemaparan tajam dari dua narasumber kunci yang menyoroti aspek moral dan teknis kepabeanan. Terkait isu penguatan integritas, Pemateri Arif Fakhbianto mengingatkan bahwa transparansi adalah fondasi yang tak boleh goyah dalam ekosistem kepabeanan.
"Integritas adalah pilar utama yang tidak bisa ditawar. Penguatan integritas di kedua belah pihak—baik dari kami sebagai pelayan masyarakat maupun rekan-rekan pengusaha—akan menciptakan ekosistem bisnis yang bersih, adil, dan bebas dari praktik yang merugikan. Ini adalah modal utama kita untuk maju bersama," tegas Arif Fakbiyanto.
Sejalan dengan hal tersebut, Arif Setyawan mengambil panggung untuk memaparkan inovasi Pelayanan pada Kawasan Berikat. Ia menekankan bahwa birokrasi yang efisien akan langsung berdampak pada kecepatan ekspor.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang fasilitatif dan responsif di Kawasan Berikat. Melalui penyederhanaan proses dan komunikasi yang terbuka, kami ingin memastikan rantai pasok industri tidak terhambat. Jika pelayanan kami cepat, maka daya saing produk Bapak/Ibu di pasar global juga akan semakin kuat," jelas Arif Setyawan.

Momen ini menjadi simbol kuatnya persatuan antara APKB Semarang dan Bea Cukai Semarang. Melalui sinergi yang makin erat ini, diharapkan setiap tantangan operasional di masa depan tidak lagi menjadi hambatan, melainkan peluang yang dapat diselesaikan dengan solusi kolaboratif dan inovatif demi kemajuan ekonomi bersama.

Gempur Rokok Ilegal: Bea Cukai dan DP3A Kota Semarang Edukasi Lintas Elemen Masyarakat di Hotel MahimaSEMARANG – Dalam u...
13/05/2026

Gempur Rokok Ilegal: Bea Cukai dan DP3A Kota Semarang Edukasi Lintas Elemen Masyarakat di Hotel Mahima

SEMARANG – Dalam upaya menekan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal sekaligus meningkatkan literasi masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang bersinergi dengan Bea Cukai Semarang menggelar acara "Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai". Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diselenggarakan di Mahima Hotel Semarang pada hari Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan sosialisasi ini berhasil menarik antusiasme dari berbagai lapisan elemen masyarakat. Peserta yang hadir tidak hanya dari kalangan masyarakat sipil, tetapi juga melibatkan pemuda dari Karang Taruna, hingga aparat penegak hukum dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Hadir sebagai narasumber utama dalam acara tersebut adalah Joko Sartono, selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Semarang. Dalam pemaparannya, beliau menekankan betapa krusialnya peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung kampanye "Gempur Rokok Ilegal".

"Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan penerimaan negara yang sejatinya akan dikembalikan lagi ke masyarakat melalui program-program yang dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat secara langsung," tegas Joko Sartono di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Joko Sartono memberikan edukasi dan pemahaman mendalam mengenai urgensi mengidentifikasi rokok ilegal yang sering diselundupkan di pasaran. Melalui pemahaman ini, diharapkan masyarakat maupun aparat penegak hukum di lapangan memiliki kewaspadaan yang tinggi serta wawasan yang cukup untuk membedakan rokok legal dan ilegal saat menemukannya di lingkungan sekitar.

Keterlibatan aparat TNI, Polri, serta pemuda Karang Taruna dalam sosialisasi ini dinilai sebagai langkah yang sangat strategis. Kolaborasi lintas instansi dan kesadaran masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk mempersempit ruang gerak oknum pengedar rokok ilegal, khususnya di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Masyarakat kembali diimbau untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak berwajib atau menghubungi saluran layanan informasi Bea Cukai apabila menemukan indikasi pelanggaran cukai di lapangan.

Dari Ibu PKK hingga Babinsa: Warga Semarang Bersatu Gempur Rokok Ilegal Bersama Bea Cukai​SEMARANG – Komitmen untuk memb...
07/05/2026

Dari Ibu PKK hingga Babinsa: Warga Semarang Bersatu Gempur Rokok Ilegal Bersama Bea Cukai

​SEMARANG – Komitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Kota Semarang kini semakin kuat dengan melibatkan seluruh lini masyarakat. (7/5) Bea Cukai Semarang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang menggelar sosialisasi intensif mengenai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) dan peningkatan kepatuhan di bidang cukai.

​Acara ini langsung merangkul elemen masyarakat dari Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Timur, dan Semarang Selatan. Sebanyak 16 peserta per kecamatan dihadirkan. ​Langkah merangkul berbagai lapisan ini bertujuan agar pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal dapat dilakukan secara kolektif di tingkat lingkungan terkecil.

​Narasumber dari Bea Cukai Semarang, Joko Sartono, menekankan bahwa peran aktif masyarakat, terutama pedagang retail, sangat krusial dalam memutus rantai peredaran rokok ilegal.
"Ibu-ibu pedagang kelontong dan para pengurus wilayah adalah garda terdepan kami. Rokok ilegal itu merugikan kita semua karena dana bagi hasil yang seharusnya kembali untuk pembangunan kesehatan dan kesejahteraan warga jadi hilang. Kami minta Bapak dan Ibu jangan ragu untuk menolak tawaran Rokok Ilegal yang beredad " tegas Joko Sartono.

​Melalui kegiatan ini, warga diajarkan langsung cara mengidentifikasi pita cukai agar memiliki bekal nyata saat kembali ke wilayah masing-masing. Dengan sinergi dari lini pengusaha retail hingga aparat keamanan, diharapkan Kota Semarang semakin bersih dari produk rokok ilegal demi mengamankan penerimaan negara dan kesehatan masyarakat.

Sinergi Bea Cukai Perkuat KEK Kendal: Investasi Tumbuh Pesat, Serapan Tenaga Kerja MeningkatKendal - Direktur Fasilitas ...
07/05/2026

Sinergi Bea Cukai Perkuat KEK Kendal: Investasi Tumbuh Pesat, Serapan Tenaga Kerja Meningkat

Kendal - Direktur Fasilitas Kepabeanan Susila Brata melaksanakan kunjungan kerja ke KEK Kendal pada Selasa, 6 Mei 2026, guna memantau efektivitas pemanfaatan fasilitas kepabeanan. Kegiatan ini difokuskan pada pengumpulan aspirasi dan identifikasi kendala di lapangan sebagai bahan evaluasi regulasi untuk mendukung kelancaran proses bisnis di kawasan tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini Presiden Direktur Kendal Industrial Park (KIP) Vincent Lee, Kepala Administrator KEK Kendal Tjertja Karja Adil, serta Kepala Kantor Bea Cukai Semarang Mochamad Syuhadak.

Dalam diskusi bersama para pemangku kepentingan, Susila Brata menyoroti pentingnya akselerasi pemanfaatan sistem persediaan berbasis teknologi informasi atau IT Inventory. Berdasarkan data komposisi perusahaan di KEK Kendal, dari total 149 perusahaan, sebanyak 84 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas kepabeanan. Namun, baru 17 perusahaan yang telah menyelesaikan penetapan IT Inventory. Sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-24/BC/2023, pelaku usaha diharapkan dapat mengimplementasikan sistem tersebut paling lambat enam bulan setelah mulai memanfaatkan fasilitas fiskal negara.

KEK merupakan Program Strategis Nasional yang memiliki dampak ekonomi signifikan. Hal ini tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2025 yang tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Tengah, yaitu sebesar 7,9 persen. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi ekonomi kawasan ini. Oleh karena itu, sinergi dan kepatuhan terhadap ketentuan IT Inventory menjadi kunci agar fasilitas fiskal dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa mengganggu iklim investasi yang sudah sangat positif,” ujar Susila Brata. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi pengawasan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pembahasan juga mencakup penerapan sistem pintu otomatis (autogate) yang menjadi kewajiban bagi Badan Usaha serta pelaku usaha KEK sesuai ketentuan yang berlaku. Para pelaku usaha diharapkan terus berkoordinasi secara intensif dengan pengelola kawasan guna memastikan integrasi sistem berjalan optimal.
Sebagai bagian dari peninjauan lapangan, rombongan mengunjungi PT Kencana Sukses Gemilang dan PT Inmas Surya Makmur untuk melihat langsung implementasi fasilitas kepabeanan di lini produksi. Peninjauan tersebut juga dilakukan guna memastikan pengamanan jalur orang di kawasan telah memenuhi kriteria teknis yang dipersyaratkan.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha semakin kuat dalam mewujudkan ekosistem investasi yang sehat dan kompetitif. Dengan kepatuhan administrasi yang semakin baik, KEK Kendal diharapkan mampu mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi positif, menarik lebih banyak investor global, serta memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Tengah. Ke depan, penguatan teknologi informasi dalam proses kepabeanan diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas pengawasan, tetapi juga menjadi katalisator efisiensi operasional industri di Indonesia.

Tokoh Masyarakat Dilibatkan, Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Tekankan Fungsi Cukai sebagai Penerimaan dan PengendalianDe...
06/05/2026

Tokoh Masyarakat Dilibatkan, Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Tekankan Fungsi Cukai sebagai Penerimaan dan Pengendalian

Demak, 6 Mei 2026 — Upaya pemberantasan rokok ilegal terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak menggelar sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” di Kantor Korwil Dindikbud Kecamatan Karangtengah, dengan melibatkan para kepala sekolah, komite sekolah, serta perwakilan Korwil dari 14 kecamatan se-Kabupaten Demak.

Selain berperan di dunia pendidikan, para peserta juga merupakan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh kuat di lingkungannya. Keterlibatan mereka dinilai strategis sebagai perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan informasi dan membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya rokok ilegal.

Bupati Demak, Eisti'anah, menegaskan bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan bentuk nyata manfaat yang kembali ke masyarakat. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program, termasuk dukungan layanan kesehatan seperti BPJS gratis.

“DBHCHT adalah dana dari masyarakat yang kembali ke masyarakat. Semakin berkurang rokok ilegal, semakin optimal manfaat yang bisa dirasakan,” ujarnya.

Pernyataan ini mengandung hubungan sebab-akibat yang kuat—bahwa penurunan rokok ilegal akan berdampak langsung pada optimalisasi manfaat DBHCHT. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada dua hal: keberhasilan penindakan di lapangan dan kualitas pengelolaan dana agar benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat.

Dalam sesi sosialisasi, perwakilan Bea Cukai menjelaskan bahwa cukai memiliki dua fungsi utama, yakni fungsi budgetair sebagai sumber penerimaan negara dan fungsi regulerend sebagai instrumen pengendalian konsumsi.

“Melalui fungsi budgetair, cukai berkontribusi pada penerimaan negara yang kemudian dikembalikan dalam bentuk program pembangunan. Sementara melalui fungsi regulerend, cukai berperan membatasi konsumsi barang tertentu, termasuk rokok,” jelas narasumber Bea Cukai.

Rokok ilegal, lanjutnya, tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga mengganggu fungsi pengendalian karena beredar tanpa pengawasan dan dengan harga yang lebih murah.

Di titik ini, peran tokoh masyarakat menjadi krusial. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk persepsi dan sikap masyarakat terhadap rokok ilegal. Namun, ada tantangan yang perlu diakui: asumsi bahwa informasi akan otomatis tersebar efektif melalui tokoh masyarakat tidak selalu terjadi. Dibutuhkan pemahaman yang utuh serta kemampuan komunikasi yang kontekstual agar pesan benar-benar diterima oleh masyarakat luas.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab, mencerminkan antusiasme peserta dalam memahami isu rokok ilegal dari berbagai sudut pandang. Diharapkan, para tokoh masyarakat yang hadir dapat menjadi agen penyebar informasi yang akurat dan berkelanjutan di lingkungannya masing-masing.

Melalui sinergi ini, gerakan “Gempur Rokok Ilegal” diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kesadaran kolektif yang diperkuat oleh peran aktif masyarakat.

06/05/2026

Sudah punya usaha di bidang cukai? Pastikan kamu juga sudah punya NPPBKC ya!

NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai) wajib dimiliki oleh:

Pengusaha pabrik Barang Kena Cukai (BKC) seperti hasil tembakau, MMEA, dan etil alkohol
Pengusaha tempat penyimpanan BKC
Importir BKC
Penyalur atau distributor BKC
Pengusaha tempat penjualan eceran tertentu (sesuai ketentuan)

Kalau aktivitas usahamu berkaitan langsung dengan produksi, penyimpanan, distribusi, atau penjualan BKC, maka NPPBKC adalah kewajiban yang harus dipenuhi.

Pastikan usahamu legal dan sesuai aturan, karena kepatuhan hari ini adalah investasi untuk keberlanjutan usaha ke depan.

Bea Cukai Semarang Perkuat Sinergi Akademisi dan Literasi Generasi Muda Melalui Program School Goes to Customs bersama S...
05/05/2026

Bea Cukai Semarang Perkuat Sinergi Akademisi dan Literasi Generasi Muda Melalui Program School Goes to Customs bersama SMK Negeri 1 Lamongan

Semarang, 5 Mei 2026 — Kantor Bea Cukai Semarang menerima kunjungan industri dari SMK Negeri 1 Lamongan dalam program School Goes to Customs sebagai bagian dari upaya edukasi kepada generasi muda mengenai tugas, fungsi, dan peran strategis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (5/5/2026) ini diikuti oleh sekitar 76 peserta yang terdiri dari siswa jurusan akuntansi dari berbagai kelas beserta guru pendamping.

Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai Semarang dalam mendukung peningkatan literasi kepabeanan dan cukai kepada masyarakat, khususnya pelajar, melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung peran Bea Cukai dalam pengawasan perdagangan internasional, perlindungan masyarakat, serta optimalisasi penerimaan negara.

Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Bapak Mochamad Syuhadak, membuka kegiatan dengan memberikan sambutan hangat kepada seluruh rombongan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya semangat belajar dan antusiasme peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kami menyambut baik kunjungan dari adik-adik SMK Negeri 1 Lamongan di Bea Cukai Semarang. Datanglah dengan bahagia agar ilmu yang diperoleh hari ini dapat diserap dengan maksimal dan menjadi bekal berharga di masa depan,” ujar Bapak Mochamad Syuhadak.

Beliau juga mengangkat berbagai keunikan Kota Lamongan sebagai bentuk kedekatan dengan para peserta, sehingga suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat.

Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Lamongan, Bapak Muhammad Nur Khozin, menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Semarang atas kesempatan pembelajaran yang diberikan kepada para siswa.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman industri kepada siswa kami. Kami berharap ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat memberikan manfaat besar bagi kesiapan mereka di masa depan,” ungkap beliau.

Sebagai inti kegiatan, Bea Cukai Semarang melalui pegawai humas Erdita Alfajr Perdana dan Avo Rizky Santoso menyampaikan materi edukasi mengenai kepabeanan dan cukai secara komprehensif. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai unit eselon I di bawah Kementerian Keuangan, termasuk pengawasan impor dan ekspor, kawasan pabean, fasilitas fiskal, mekanisme barang kiriman, barang penumpang, ketentuan cukai, hingga peran Bea Cukai dalam community and border protection.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, sehingga mereka dapat lebih waspada terhadap penyalahgunaan informasi di era digital.

Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh kalangan pelajar. Melalui pendekatan ini, Bea Cukai Semarang berharap dapat menanamkan pemahaman sejak dini bahwa institusi Bea Cukai tidak hanya berfungsi sebagai pemungut penerimaan negara, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat dari ancaman penyelundupan, narkotika, dan perdagangan ilegal.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah demonstrasi unit K9 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam simulasi tersebut, anjing pelacak bernama Raim berhasil menemukan narkotika yang disembunyikan dalam salah satu kardus peraga, menunjukkan kemampuan nyata Bea Cukai dalam mendukung pengawasan modern dan penegakan hukum.

Demonstrasi ini memberikan gambaran langsung kepada peserta mengenai kesiapan Bea Cukai dalam menjaga keamanan perbatasan negara melalui teknologi, strategi pengawasan, dan sumber daya terlatih.

Melalui pelaksanaan program School Goes to Customs, Bea Cukai Semarang terus berupaya membangun hubungan positif dengan dunia pendidikan serta memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya peran kepabeanan dan cukai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda untuk memahami pentingnya kepatuhan, integritas, dan kontribusi terhadap negara. Dengan keterlibatan aktif dalam program edukasi semacam ini, Bea Cukai Semarang menegaskan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan, tetapi juga hadir sebagai mitra pembelajaran bagi masyarakat.

Sebagai institusi strategis negara, Bea Cukai Semarang akan terus mendukung penguatan literasi publik melalui kegiatan informatif dan edukatif guna menciptakan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya kepabeanan, cukai, dan perlindungan ekonomi nasional.

Address

Jalan Arteri Yos Sudarso 17
Semarang
50144

Opening Hours

Monday 07:30 - 17:00
Tuesday 07:30 - 17:00
Wednesday 07:30 - 17:00
Thursday 07:30 - 17:00
Friday 07:30 - 17:00

Telephone

+622476430205

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bea Cukai Semarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Bea Cukai Semarang:

Share