Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Badan Perakitan Dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Stay safe all of you🙏
15/08/2026

Stay safe all of you🙏

14/08/2026
Sulap Lahan Eks Rob, Kota Pekalongan Panen Padi Biosalin ke-4 dan Terima Wakaf Benih Rp74 JutaKota Pekalongan, 12 Agustu...
14/08/2026

Sulap Lahan Eks Rob, Kota Pekalongan Panen Padi Biosalin ke-4 dan Terima Wakaf Benih Rp74 Juta
Kota Pekalongan, 12 Agustus 2026

Kepala BRMP Jawa Tengah bersama Wali Kota Pekalongan dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal pada prosesi panen padi Biosalin
PEKALONGAN – Lahan sawah seluas 56 hektare di kawasan eks rob Kelurahan Degayu dan Kelidungan, Kecamatan Pekalongan Utara, kembali dipanen, Rabu (12/8/2026). Ini merupakan panen keempat padi Biosalin, varietas tahan air payau yang menjadi andalan Kota Pekalongan dalam merevitalisasi ratusan hektare lahan yang sebelumnya terdampak banjir rob. Momentum panen sekaligus diiringi penyerahan wakaf produktif benih padi Biosalin senilai Rp74 juta dari Bank Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Dompet Dhuafa untuk mendukung kemandirian pembenihan petani setempat.
Wali Kota Pekalongan menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari penanganan tanggul dan p***a yang membuat hampir 100 hektare lahan eks rob kembali bisa ditanami padi. “Dulu tidak terpikirkan tempat ini bisa ditanami padi kembali, tapi alhamdulillah sekarang sudah panen yang keempat kali,” ujarnya dalam sambutannya. Ia menambahkan, padi Biosalin telah terbukti menghasilkan beras yang pulen dan telah digunakan pada Festival Bubur Suro sebelumnya.
Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus melakukan koordinasi dengan penyuluh pertanian Kota Pekalongan yang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Pekalongan. Koordinasi ini membahas strategi pendampingan teknis budi daya Biosalin, rencana perluasan lahan menjadi sentra pembenihan mandiri, serta penerapan teknologi smart farming, dekomposter, dan biochar untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budi daya.
Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa jumlah kelompok tani binaan telah berkembang dari satu menjadi empat kelompok, dengan produktivitas Biosalin yang tercatat sudah di atas rata-rata nasional berkat pendampingan Dinas Pertanian Kota Pekalongan dan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP). Ke depan, benih hasil wakaf ini diarahkan untuk mendukung pengembangan pembenihan mandiri sekaligus memperkuat ketahanan pangan di sepanjang kawasan Pantai Utara (Pantura) yang banyak terdampak rob.
Selain padi Biosalin, sejumlah pihak turut mendorong pengembangan urban farming untuk komoditas sayuran sebagai langkah lanjutan mendukung kemandirian pangan rumah tangga di Kota Pekalongan. Sinergi antara pemerintah daerah, BRMP Jawa Tengah, Bank Indonesia, serta lembaga filantropi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan direplikasi di wilayah pesisir lain yang menghadapi tantangan serupa.
Rangkaian acara ditutup dengan suasana hangat, ditandai dengan pantun dari Wali Kota Pekalongan dan perwakilan Bank Indonesia yang mengiringi semangat kolaborasi program ketahanan pangan di Kota Pekalongan.

🌾 Perkuat Pengelolaan Bantuan Pemerintah, BRMP Jawa Tengah Sosialisasikan E-Banper kepada Penyuluh Pertanian Kabupaten K...
14/08/2026

🌾 Perkuat Pengelolaan Bantuan Pemerintah, BRMP Jawa Tengah Sosialisasikan E-Banper kepada Penyuluh Pertanian Kabupaten Kudus

📍 Kudus, 11 Agustus 2026 — Pengelolaan bantuan pemerintah di sektor pertanian terus didorong agar semakin transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penguatan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan bantuan pemerintah.

Bertempat di BPP Kabupaten Kudus, BRMP Jawa Tengah melaksanakan kegiatan koordinasi dan sosialisasi aplikasi E-Banper bersama seluruh penyuluh pertanian Kabupaten Kudus.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas penyuluh dalam memanfaatkan E-Banper sebagai sistem pendukung pengelolaan bantuan pemerintah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program di lapangan.

💬 Katimker Pendampingan Wilayah I BRMP Jawa Tengah, Niluh Putu Ida Arianingsih, menyampaikan bahwa pemanfaatan E-Banper merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola bantuan pemerintah yang lebih baik. Dengan dukungan sistem digital, proses administrasi diharapkan menjadi lebih mudah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Katimker Penyuluh Pertanian Kabupaten Kudus, Ali Hamidy, menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak pendampingan petani. Peningkatan kompetensi penyuluh perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui penguatan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan pertanian.

✨ Tidak hanya berupa pemaparan materi, kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif. Para penyuluh turut berdiskusi, menyampaikan berbagai kondisi dan kebutuhan di lapangan, serta bersama-sama menyamakan persepsi terkait penerapan E-Banper.

Melalui kegiatan ini, BRMP Jawa Tengah terus mendorong terwujudnya pengelolaan bantuan pemerintah yang semakin tertib, efektif, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat sinergi antara penyuluh, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan pertanian.

🤝 Bersama penyuluh, perkuat digitalisasi. Bersama petani, wujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan!

SALAM 10 TON! Sosialisasi PM AAS Dorong Produktivitas Padi di Kabupaten Kudus 🌾Semangat peningkatan produktivitas dan sw...
14/08/2026

SALAM 10 TON! Sosialisasi PM AAS Dorong Produktivitas Padi di Kabupaten Kudus 🌾

Semangat peningkatan produktivitas dan swasembada pangan berkelanjutan terus digaungkan BRMP Jawa Tengah, salah satunya melalui sosialisasi Penerapan Modernisasi Pertanian (PM AAS) dalam kegiatan Pelatihan Agribisnis Tanaman Pangan di Kabupaten Kudus.

Kegiatan yang dihadiri 50 peserta terdiri dari PPL serta poktan/gapoktan di wilayah Kudus bagian barat ini menjadi momentum untuk memperkenalkan PM AAS kepada petani dan penyuluh pendamping. Fokus utamanya adalah mendorong penerapan teknologi dan inovasi budidaya padi yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan hasil panen.

Tak hanya pemaparan dan diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan praktik tanam menggunakan drum seeder hasil karya swadaya penyuluh setempat. Melalui sosialisasi ini, target tanam PM AAS di Kabupaten Kudus seluas 3.173 ha diharapkan dapat segera terealisasi.

Mari bersama membangun pertanian modern, produktif, dan berkelanjutan! 🇮🇩

🌾 PM AAS — Salam 10 Ton! 🌾

🌱 Uji Kualitas, Jaga Kepercayaan: BRMP Jateng Bekali Peserta Pelatihan Ilmu Pengendalian Mutu Pupuk Organik! 🧪✅📍 Temangg...
14/08/2026

🌱 Uji Kualitas, Jaga Kepercayaan: BRMP Jateng Bekali Peserta Pelatihan Ilmu Pengendalian Mutu Pupuk Organik! 🧪✅

📍 Temanggung — Pupuk organik yang baik bukan sekadar soal bahan baku, tapi juga soal mutu yang terjaga dari hulu ke hilir! Inilah yang terus ditekankan BRMP Jawa Tengah dalam kiprahnya mendukung peningkatan kompetensi SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan bersama Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan).

Sebagai narasumber tetap pada 8 angkatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik yang berlangsung bertahap setiap pekan, tim BRMP Jawa Tengah membekali para peserta dengan materi seputar pengendalian mutu, standardisasi, hingga pengujian kualitas pupuk organik. 📚

Yang menarik, pembelajaran tidak berhenti di teori! 🔬 Peserta langsung diajak praktik menguji kandungan unsur hara pada sampel pupuk organik, didampingi Tim Laboratorium BRMP Jawa Tengah menggunakan Perangkat Uji Pupuk Organik. Lewat pengalaman langsung ini, peserta jadi paham betul bagaimana proses produksi, pengendalian mutu, standardisasi, dan pengujian kualitas saling terkait erat satu sama lain. 🌾

Melalui keterlibatan aktif ini, BRMP Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam mendiseminasikan inovasi dan teknologi pertanian, sekaligus memperkuat kapasitas SDM pertanian agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para pelaku utama, pelaku usaha, dan insan pertanian di seluruh Jawa Tengah. 💪🚜

✨ Pupuk berkualitas, hasil panen pun berkualitas!

Kepala BRMP Jawa Tengah Hadiri Peluncuran Revola Jateng Optimis, Lanjutkan Pembinaan Penyuluh di BanyumasBANJARNEGARA — ...
12/08/2026

Kepala BRMP Jawa Tengah Hadiri Peluncuran Revola Jateng Optimis, Lanjutkan Pembinaan Penyuluh di Banyumas

BANJARNEGARA — Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah, Arif Surahman, turut hadir dalam peluncuran program Revolusi Lahan Jawa Tengah Melalui Optimalisasi Lahan Integrated Smart Farming (Revola Jateng Optimis) yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Banjarnegara Amalia Desiana di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin (10/8/2026).

Kehadiran BRMP Jawa Tengah menegaskan dukungan Kementerian Pertanian terhadap program optimalisasi lahan tidur yang ditargetkan direplikasi di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah tersebut.

Usai mengikuti peluncuran dan peninjauan lokasi integrated smart farming di Banjarnegara, Kepala BRMP Jawa Tengah melanjutkan agenda kerja dengan melakukan pendampingan dan pembinaan bagi tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRMP Jawa Tengah dalam memperkuat kapasitas penyuluh sebagai ujung tombak pendampingan petani di lapangan, sejalan dengan semangat penguatan ketahanan dan swasembada pangan yang menjadi fokus utama pemerintah.

Dalam pembinaan tersebut, penyuluh di Kabupaten Banyumas diarahkan untuk terus meningkatkan pendampingan teknis kepada petani, mulai dari penerapan teknologi budi daya modern, pengawalan musim tanam, hingga percepatan adopsi inovasi pertanian di tingkat lapangan. Penguatan peran penyuluh dinilai krusial mengingat keberhasilan program-program strategis nasional, termasuk optimalisasi lahan seperti Revola Jateng Optimis, sangat bergantung pada pendampingan intensif di lapangan.

Arif Surahman menekankan bahwa sinergi antara program optimalisasi lahan di tingkat provinsi dan penguatan kelembagaan penyuluhan di tingkat kabupaten perlu berjalan beriringan agar hasilnya berkelanjutan. Menurutnya, model seperti Revola yang mengintegrasikan tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan hanya akan optimal apabila didukung oleh penyuluh yang kompeten dan aktif mendampingi petani di lapangan.

Rangkaian kegiatan di Banjarnegara dan Banyumas ini mencerminkan peran aktif BRMP Jawa Tengah dalam mendukung agenda modernisasi pertanian di berbagai wilayah, baik melalui keterlibatan langsung dalam program strategis daerah maupun melalui penguatan sumber daya manusia penyuluhan. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target swasembada pangan di Jawa Tengah, yang pada 2025 tercatat menyumbang 15,6 persen produksi gabah kering giling nasional.

---

Pelatihan Produksi Padi dengan PM-AAS kembali di masifkan. Minggu ini bertempat di Desa Negla dan Rungkang Kec Losari. B...
12/08/2026

Pelatihan Produksi Padi dengan PM-AAS kembali di masifkan.

Minggu ini bertempat di Desa Negla dan Rungkang Kec Losari. Bertindak sebagai narasumber adalah Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kab Brebes dengan materi potensi PM-AAS di kab brebes; BRMP Jawa Tengah yang mengupas tuntas teknis budidaya padi dengan PM-AAS.

Kepala Desa Negla dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih atas perhatian kementerian pertanian terhadap masyarakat desa Negla, semoga dengan penerapan metode PM-AAS ini dapat meningkatkan pendapatan petani.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Brebes menyampaikan bahwa PM-AAS ini merupakan gabungan dari teknologi-teknologi yang telah dikenalkan sebelumnya, seperti tabela dan AWD. Desa Negla berpotensi untuk mengembangkan teknologi ini karena sudah didukung dengan irigasi teknis yang memadai.

Narasumber dari BRMP Jawa Tengah menyampaikan bahwa potensi produksi sistem tanam PM-AAS mencapai 10 ton/ha. Adapun prinsip utama PM-AAS adalah penanaman benih langsung, jarak tanam rapat, pengolahan tanah menggunakan mesin sehingga menghemat tenaga kerja, hemat air sampai dengan 30%.

Karena jarak tanam yang rapat agar tanaman tidak rebah, perlu ditambahkan silika baik secara alami yang berasal dari jerami maupun pupuk komersil.
Pada kesempatan ini juga dikenalkan koperasi ICARE serta unitnya.

Koperasi Langgeng Lumbung Pangan mengenalkan unit usaha olahan pisang dan produksi benih padi, pada kesempatan ini ditawarkan benih padi inpari 32 dan inpari 49.

Koperasi Tumbuh Gelimang Pangan mengenalkan p***anisasi tenaga surya, produksi beras dan RMU. Koperasi Sinergi Hasil Tani Desa Bojongsari mengenalkan jasa penyediaan benih dan tanam dengan transplanter dengan harga Rp. 2,200,000,- per bahu untuk anggota dan ditambah transport untuk non anggota.

Peserta juga ditawarkan untuk bergabung di koperasi, dan akan memperoleh keuntungan seperti dapat membeli benih dengan harga yang lebih murah dan padi yang dihasilkan petani akan dibeli koperasi dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga pasar.

Diskusi terkait perlakuan benih, olah tanah, irigasi dan potensi hasil PM-AAS. Pelatihan ini akan ditindaklanjuti dengan pembuatan alat tanam oleh peserta, yang akan digunakan untuk praktek tanam dengan metode PM-AAS pada musim tanam berikutnya.

🌾 **AKSI CEPAT! Kepala BRMP Jateng Turun Langsung Tinjau Dampak Kekeringan di Banyumas** 💧Banyumas, 6-8 Agustus 2026 — M...
09/08/2026

🌾 **AKSI CEPAT! Kepala BRMP Jateng Turun Langsung Tinjau Dampak Kekeringan di Banyumas** 💧

Banyumas, 6-8 Agustus 2026 — Menghadapi ancaman kekeringan yang berdampak pada swasembada pangan berkelanjutan, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah, Arif Surahman, S.Pi., M.Sc., Ph.D., melakukan kunjungan kerja langsung ke Kabupaten Banyumas selama tiga hari.

Dalam kunjungan ini, Kepala BRMP Jateng meninjau langsung kondisi standing crop yang terancam kekeringan serta memantau kesiapan intervensi p***anisasi di lapangan. Dari kebutuhan yang diajukan mencapai ribuan unit p***a, PSP dipastikan akan mengcover minimal 100 unit p***a ukuran 3-6 inch untuk wilayah Cilacap, dan Banyumas,— langkah cepat untuk menyelamatkan hasil panen petani di tengah musim kemarau.

Selain meninjau, Kepala BRMP Jateng juga turun langsung melakukan **pendampingan** kepada petani di lapangan — mulai dari teknis penggunaan p***a, pengelolaan air, hingga penerapan model tanam PM-AAS di demplot binaan. Pendampingan langsung ini menjadi bukti komitmen BRMP Jateng untuk tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi benar-benar mengawal petani menghadapi tantangan kekeringan. 🤝🌾

Di setiap lokasi yang dikunjungi, Kepala BRMP Jateng turut **berkoordinasi bersama para penyuluh pertanian dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan)** setempat. Koordinasi ini membahas strategi percepatan distribusi p***a, pemetaan titik-titik sumur prioritas, hingga penguatan pendampingan lapangan agar intervensi tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi petani terdampak.

Tak hanya soal p***anisasi, kunjungan ini juga menjadi momentum evaluasi demplot PM-AAS (Pertanian Modern - Advanced Agricultural System) seluas puluhan hektare yang tersebar di beberapa lokasi. Petani binaan optimis, apalagi setelah melihat bukti nyata dari Brebes: hasil panen dengan model PM-AAS mampu mencapai hampir 2 kali lipat dibanding cara tanam konvensional! 🌱📈

"Petani perlu bukti, bukan sekadar teori. Dan bukti itu sudah kita tunjukkan," begitu semangat yang digaungkan dalam kunjungan ini.

Kepala BRMP Jateng juga melakukan koordinasi bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, membahas usulan bantuan p***a air serta kegiatan irigasi perp***aan di wilayah-wilayah terdampak. Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan sinergi antara BRMP Jateng dan pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan kekeringan di lapangan.

Modernisasi pertanian terus berjalan — dari p***anisasi hingga pemanfaatan drone bersertifikasi, BRMP Jawa Tengah berkomitmen hadir di tengah tantangan iklim demi ketahanan pangan daerah, bersama penyuluh dan PPL yang menjadi ujung tombak di lapangan. 💪🇮🇩

*Rilis Kementan, 7 Agustus 2026**Nomor: B-619/HM.160/7/08/2026**Kementan dan Pemerintah Aceh Bersinergi Percepat Pemulih...
07/08/2026

*Rilis Kementan, 7 Agustus 2026*
*Nomor: B-619/HM.160/7/08/2026*

*Kementan dan Pemerintah Aceh Bersinergi Percepat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana*

Jakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyambut baik penjelasan juru bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengenai mekanisme dukungan Kementerian Pertanian untuk pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana hidrometeorologi di Aceh.

"Penjelasan yang disampaikan Pemerintah Aceh sudah tepat dan sejalan dengan data yang kami miliki. Ini menunjukkan komunikasi yang baik antara Kementan dan Pemerintah Aceh, sebagaimana hubungan erat antara Pak Menteri dan Pak Gubernur," ujar Arief di Jakarta, Jumat (7/8).

Arief menjelaskan bahwa total alokasi dukungan pemulihan sektor pertanian di Aceh mencapai Rp1,7 triliun, dari jumlah tersebut, Rp530 miliar disalurkan langsung ke daerah untuk kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah melalui dana Tugas Pembantuan. Sisanya sebesar 1,2 Trilliun dikelola melalui satker pusat dan balai di bawah Kementan, berupa alat mesin pertanian serta bibit padi, jagung, dan komoditas lainnya yang langsung disalurkan sebagai manfaat kepada petani di Aceh.

Arief menyampaikan bahwa pelaksanaan program dari dana Rp530 miliar yang disalurkan langsung ke daerah semestinya sdh rampung bulan Juni lalu. Namun, hingga kini baru terealisasi 48%. Perlu ada percepatan dari semua pihak karena saat ini sudah bulan Agustus. Jika tidak terserap sampai akhir tahun, dana ini akan dikembalikan ke kas negara.

Realisasi anggaran melalui Satker dan Balai di bawah Kementan yang totalnya mencapai Rp 1,2 Triliun juga perlu percepatan. Keterlambatan ini disebabkan lambatnya usulan penetapan CPCL (calon petani calon lokasi) dari pemerintah daerah. Tanpa CPCL lengkap, anggaran tidak bisa dicairkan. Perlu ada percepatan dalam pengusulan dan kelengkapan administrasinya agar bantuan bisa segera dinikmati para petani terdampak bencana.

"Pak Menteri pada dasarnya ingin mengajak semua pihak bersama lakukan percepatan realisasi anggaran satker pusat ini. Ini tanggung jawab bersama karena manfaatnya sangat dinantikan petani di Aceh," katanya.

Arief melanjutkan semua program pemerintah pusat Ini untuk masyarakat Aceh, dan berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mempercepat pemanfaatannya, mengingat waktu tersisa 2026 tinggal 4 bulan, karena bila tidak segera dicairkan, dana tersebut akan kembali ke kas negara dan manfaatnya tidak dirasakan optimal oleh petani Aceh. “Anggaran tersisa masih sekitar 1,1 trilliun dan waktu tidak banyak. Serapan baru 25% dan kita harus bersama segera selesaikan,”tambahnya.

Selain program pemerintah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama mitra kerja sudah mengalokasikan dana pribadi sekitar Rp40 miliar sebagai bentuk kepedulian dan kecintaannya pada masyarakat Aceh. Seluruh dana tersebut sudah tersalur sebagai dana bantuan di awal.awal bencana.

Arief turut mengenang momen kunjungan Gubernur Aceh Muzakir Manaf ke kediaman Menteri Amran di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pertemuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan persahabatan, di mana Gubernur menyampaikan langsung apresiasi dan terima kasih atas dukungan pemulihan pascabencana sektor pertanian dan perkebunan di Aceh.

"Kehangatan pertemuan itu mencerminkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Pak Menteri dan Pak Gubernur, dan menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Aceh. Semangat percepatan ini semata-mata demi kepentingan rakyat Aceh," ujar Arief.

Arief menegaskan komitmen Kementan untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dan seluruh pemangku kepentingan, agar percepatan pemulihan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani Aceh.

Address

Jalan Soekarno Hatta Km. 26 Nomor 10 Bergas
Semarang
50552

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+6281392323272

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah:

Shortcuts

Share