27/03/2026
Lebaran Ketupat
Masyarakat Lombok umumnya mengenal dua istilah dalam Perayaan Lebaran pasca Ramadhan. Lebaran Idul Fitri yang diadakan pada 1 Syawal dan Lebaran Ketupat yang biasa diadakan setelah puasa sunnah 6 hari secara berturut-turut di bulan Syawal. Tepatnya satu minggu setelah lebaran Iedul Fitri selesai
Adalah Sunan Kalijaga yang memperkenalkan pertama kali istilah Lebaran Ketupat di pulau jawa sebagai tradisi bersilaturrahmi, membuat ketupat dan makan bersama keluarga. Tradisi lebaran ketupat juga berkembang di pulau Lombok sampat saat ini.
Kata “ketupat” atau “kupat” berasal dari kata bahasa Jawa “ngaku lepat” yang berarti “mengakui kesalahan”. Sehingga dengan ketupat sesama Muslim diharapkan mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan.
Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa. Sedangkan bentuk segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat lima pancer”.
Yaitu bermakna bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah SWT.
Rumitnya anyaman bungkus ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia.
Sedangkan warna putih ketupat ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras sebagai isi ketupat diharapkan menjadi lambang kemakmuran setelah Hari Raya.
Pada masa lalu, terdapat tradisi unik yang berbau mistis, tetapi kini sudah jarang ditemukan. Ketupat dianggap sebagai penolak bala, yaitu dengan menggantungkan ketupat yang sudah matang di atas kusen pintu depan rumah.
Biasanya bersamaan dengan pisang, dalam jangka waktu berhari-hari, bahkan berbulan-bulan sampai kering.
Dan ketupat disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng. Ini pun ternyata ada makna filosofisnya.
Opor ayam menggunakan santan sebagai salah satu bahannya. Santan, dalam bahasa Jawa disebut dengan santen yang mempunyai makna “pangapunten” alias memohon maaf.
Orang yang berpuasa seperti itu disebut kaffah atau kafatan, artinya sempurna. Orang Indonesia menyebutnya dengan kupat (ketupat) atau kupatan.
Itu sebabnya orang Lombok khususnya dan orang Indonesia umumnya setelah berpuasa Syawwal, ada hari raya ketupat, artinya hari raya sempurna.
Pada Lebaran ketupat kali ini setelah selesai acara di masjid. Warga Lombok biasanya bepergian ke berbagai destinasi wisata terdekat bersama keluarga dan jadi salah satu momen liburan keluarga setelah liburan Idul Fitri usai.
Demikian dan semoga bermanfaat.
SELAMAT LEBARAN KETUPAT