Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin

Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin dinkes.mubakab.go.id

*Dinkes Muba Bersama Lintas Sektor Gencarkan Implementasi PERDA KTR Melalui Sosialisasi**SEKAYU, MUBA* - Dalam rangka pe...
21/03/2024

*Dinkes Muba Bersama Lintas Sektor Gencarkan Implementasi PERDA KTR Melalui Sosialisasi*

*SEKAYU, MUBA* - Dalam rangka pembinaan, pengawasan, dan koordinasi dalam Penerapan Perda Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin di 7 Tatanan KTR. Untuk awal dari kegiatan ini dilaksanakan di Wilayah Perkantoran.

Kegiatan monitoring dan evaluasi bersama ini di laksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin bersama Sat Pol PP sebagai leading sektor penegakan Perda yang di laksanakan di beberapa OPD yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kantor DPRD Kab. Muba & Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau.

Implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini akan terus dilaksanakan secara massif ke seluruh wilayah Kab. Muba.

Kegiatan yg dilaksanakan pada (21/3/2024) ini di sambut baik oleh Kepala OPD dan Jajarannya untuk terus berkomitmen dalam menerapkan PERDA KTR Kabupaten Musi Banyuasin dan siap untuk melakukan pengawasan dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Instansi masing-masing.

13/03/2024
11/03/2024

Sucikan hati, Sehatkan Jadamani dan Rohani dalam bulan penuh berkah ini,
selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1445 H.

*Tekan Kasus DBD, Pemkab Muba Canangkan Gerakan Serentak (Gertak) Bersih Lingkungan**SEKAYU, MUBA* - Dinas Kesehatan (Di...
27/02/2024

*Tekan Kasus DBD, Pemkab Muba Canangkan Gerakan Serentak (Gertak) Bersih Lingkungan*

*SEKAYU, MUBA* - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin terus melakukan sejumlah langkah antisipatif dalam menghadapi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Seperti dengan mengingatkan kembali kepada lintas sektor (linsek), fasilitas kesehatan dan masyarakat terkait upaya pencegahan dan pengendalian DBD di Kabupaten Musi Banyuasin.

Pada Selasa pagi (27/2/2024) dalam rangka melakukan Pencanangan Gerakan Serentak (GERTAK) Jum’at Bersih Lingkungan dalam rangka Pencegahan Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Musi Banyuasin, Penjabat (Pj) Bupati Muba H. Apriyadi turun langsung ke jalan dengan menyusuri perumahan komplek Griya Randik.

“Kita perlu kembali menggalakkan gerakan gotong – royong untuk melakukan pembersihan, terutama memperhatikan tempat – tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk Demam Berdarah. Jadi pada kesempatan ini, saya secara langsung turun untuk melihat bagaimana kondisinya.
Ternyata memang ada beberapa tempat yang aliran selokan nya tidak berjalan dengan lancar. Juga ada penumpukan sampah. Nah inikan harus segara dibersihkan agar tidak menimbulkan penyakit bahkan sarang nyamuk,” ungkap Pj. Bupati Muba.

Lanjutnya, Apriyadi juga mengucapkan terima kasih kepada Camat, RT/RW dan Masyarakat yang hari ini telah ikut melakukan bersih – bersih di lingkungan dan menghimbau kepada masyarakat jika ada yang terkena Demam Berdarah atau yang lainnya, segera dibawa ke fasilitas kesehatan atau petugas kesehatan.

“kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) seringkali meningkat di musim pancaroba. Hari-hari ini, kondisi cuaca yang tiba-tiba hujan atau panas menjadi perhatian untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD. Apalagi saat ini kita dalam kondisi pasca banjir, jadi menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu kunci untuk mengantisipasi serangan DBD,”ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Muba sekaligus dr.H. Azmi Dariusmansyah menyampaikan, Demam Berdarah ini sama seperti penyakit virus yang lainnya dapat sembuh dengan sendirinya asal bisa menjaga daya tahan tubuh.

“Demam Berdarah terjadi karena kebocoran plasma pada sel darah dan itu sebenarnya cukup dengan minum air putih atau kuah dari sayuran dan makan yang baik sehingga daya tahan tubuh kita akan tetap terjaga dan kebocoran-kebocoran plasma karena pembuluh darahnya terganggu akan kembali diisi oleh air. Oleh karenanya, jaga keseimbangan cairan. Namun juga yang paling penting ialah menjaga kebersihan dengan baik,”jelasnya.

Hingga saat ini tercatat hampir 300 masyarakat Muba yang sudah terkena DBD. Untuk itu, kalau masyarakat tidak peduli untuk memberantas sarang – sarang nyamuk di lingkungan sekitarnya atau rumahnya maka percuma melakukan Fogging.

“karena Fogging itu tidak akan efektif kalau tidak disertai dengan pemberantasan sarang nyamuk, sebab kalau kita Fogging itu hanya nyamuk – nyamuk yang ada di udara yang bisa mati, tapi jentik-jentik yang ada di larva nyamuk yang pada tempat – tempat genangan air seperti di tong, beberapa hari kemudian akan keluar. Mari kita berantas sama – sama Demam Berdarah ini dengan peduli terhadap kebersihan lingkungan,”tandasnya.

Kegiatan bersih lingkungan ini juga dihadiri oleh Pj Sekda Muba Musni Wijaya S.Sos M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H. Yudi Herzandi S.H., MH, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Andi Wijaya Busro, S.H., M.Hum, Plt. Camat Sekayu Edi Haryanto, beserta Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Muba.

*Selaraskan Program Strategis di Bidang Kesehatan, Dinkes Muba Gelar Forum Lintas Perangkat Daerah**SEKAYU, MUBA* - Dina...
27/02/2024

*Selaraskan Program Strategis di Bidang Kesehatan, Dinkes Muba Gelar Forum Lintas Perangkat Daerah*

*SEKAYU, MUBA* - Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Forum Lintas Perangkat Daerah dengan tema "Meningkatkan Daya Saing Daerah Didukung SDM Yang Berkualitas Dan Pelayanan Publik Yang Bersih". Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan sejumlah program strategis Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di Bidang Kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Azmi Dariusmansyah, pada Selasa 27 Februari 2024, forum tersebut menjadi tempat strategis bagi Perangkat Daerah untuk menyelaraskan berbagai program kerja yang telah disusun oleh pemerintah.

“Tentang Forum Perangkat Daerah Dinkes yang kami selenggarakan ini, kami berharap terjadi koordinasi dan kolaborasi dari semua pihak, sehingga semua masukan yang diterima dapat memperkaya dan mempertajam program kerja yang akan dilaksanakan pada Tahun 2025,” ungkap Azmi.

Selain itu, Azmi juga menyampaikan bahwa dalam mengatasi berbagai isu kesehatan dibutuhkan sinergitas yang kuat antara pemerintah, akademisi, komunitas, swasta dan media.

Sehingga nantinya akan tercipta sinkronisasi program antar pemangku kepentingan, tersusunnya program secara terintegrasi dan komprehensif serta mampu menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat di bidang kesehatan.

Lebih lanjut, Dinkes muba akan mendorong partisipasi semua pihak dalam pembangunan, yang tercermin dari semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang ditandai dengan usia harapan hidup, upaya meningkatnya derajat kesehatan bagi masyarakat, perhatian terhadap akses dan mutu pelayanan kesehatan, penurunan angka stunting pada balita, angka kematian ibu dan bayi, pengelolaan jaminan kesehatan nasional, serta standar pelayanan minimal bidang kesehatan.

Sejumlah Perangkat Daerah yang hadir, seperti Badan Perencanaan dan pembangunan Daerah (Bappeda), Inspektorat, BPKD, Sejumlah OPD terkait, Kecamatan, Puskesmas dan RSUD serta Kabid, Kasubbag, Subkoor, PPTK di lingkungan Dinas Kesehatan Kab. Muba

*Entry Meeting Piloting Pedoman Evaluasi atas Transformasi Layanan Kesehatan pada Dinkes Muba oleh BPKP**SEKAYU, MUBA* -...
15/02/2024

*Entry Meeting Piloting Pedoman Evaluasi atas Transformasi Layanan Kesehatan pada Dinkes Muba oleh BPKP*

*SEKAYU, MUBA* - Entry meeting pengawasan tema kesehatan pada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang berlangsung di di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin pada Kamis (15/02/2024). Hadir dalam acara tersebut Ulu Sembiring selaku Auditor BPKP berserta tim, Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Azmi Dariusmansyah, Sekretaris Dinas Kesehatan Jonadi, SKM., M.Kes, Para Kabid, Kasubbag Keuangan, RSUD Sekayu, Kepala Puskesmas Lumpatan, Kepala Balai Agung, Bendahara Puskesmas dan Penanggungjawab Mutu Puskesmas.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Agenda Prioritas Pengawasan BPKP Tahun 2024 bertema Kesehatan, BPKP menugaskan tim untuk melaksanakan Piloting Pedoman Evaluasi atas Transformasi Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, dan Pembiayaan Kesehatan pada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

Penugasan ini bertujuan untuk mendorong keberhasilan pencapaian tujuan transformasi sistem kesehatan melalui pemberian rekomendasi perbaikan, pengendalian atas risiko yang telah diidentifikasi, dan permasalahan yang ditemukan.

Kadinkes Muba Pimpin Apel Pagi di Puskesmas Bandar Agung LalanMUBA - Disela kegiatan mendampingi Kunjungan Kerja Pj Bupa...
07/02/2024

Kadinkes Muba Pimpin Apel Pagi di Puskesmas Bandar Agung Lalan

MUBA - Disela kegiatan mendampingi Kunjungan Kerja Pj Bupati Musi Banyuasin (Muba) dalam Kecamatan Lalan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr H Azmi Dariusmansyah menyambangi Puskesmas Bandar Agung dan memimpin langsung apel pagi di Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Lalan, Rabu (7/2/2024).

Pada kesempatan tersebut, Kadinkes Muba memberikan arahan kepada seluruh staf di Puskesmas Bandar Agung agar terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat setempat.

"Kami juga apresiasi dan ucapkan selamat atas prestasi akreditasi Paripurna yang diraih oleh Puskesmas Bandar Agung. Jangan cepat berpuas diri, terus lakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan. Jaga selalu kekompakan dan selalu melaksanakan tugas sebaik-baiknya, untuk mencapai program bidang kesehatan terbaik,"ucap Azmi.

Sementara itu Kepala Puskesmas Bandar Agung dr Amer Hamzah menyampaikan terima kasih kepada Kadinkes Muba, yang sudah berkunjung dan berkantor di Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Lalan beberapa hari ini.

"Kami akan terus meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat, karena kedepan semakin berat tantangan kita di bidang kesehatan. Kami juga akan terus meningkatkan kedisiplinan sebagai landasan utama dalam capaian kinerja yang baik. Semoga semua masukan dan bimbingannya bisa kami laksanakan dengan baik di kemudian hari,"pungkasnya.

*Selamat! 2 Puskesmas di Muba Raih Predikat A (Zona Hijau) Dari Ombudsman RI**SEKAYU, MUBA* - Membanggakan, 2 Puskesmas ...
07/02/2024

*Selamat! 2 Puskesmas di Muba Raih Predikat A (Zona Hijau) Dari Ombudsman RI*

*SEKAYU, MUBA* - Membanggakan, 2 Puskesmas di Musi Banyuasin yakni Puskesmas Lais dan Puskesmas Balai Agung menerima secara langsung piagam penghargaan Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2023.

Penyerahan ini berlangsung di Auditorium Pemkab Muba pada Rabu, (7/2/2024). Hadir juga Pj. Bupati Musi Banyuasin yang diwakilkan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Safaruddin, M.Si, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan M. Adrian Agustiansyah, S.H., M.Hum, Kabbag Organisasi dan Biro Tata Laksana, 6 Kepala OPD dan 2 Kepala Puskesmas yang menjadi Lokus Penilaian.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan, M. Adrian Agustiansyah menyampaikan penghargaan Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik didasarkan Perundang - undangan.

Adrian menjelaskan, pada Agustus - November 2023 Ombudsman RI Perwakilan Sumsel telah melakukan penilaian penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Musi Banyuasin dengan menyasar tujuh unit layanan. Di antaranya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Puskesmas Balai Agung dan Puskesmas Lais.

Kabupaten Musi Banyuasin dari hasil penilaian kepatuhan pelayanan publik mengalami peningkatan dari Tahun 2022 dari Peringkat 9 Se-Sumsel menjadi Peringkat ke 4 dengan nilai 91,72 Kategori A terbaik (Zona Hijau) Tahun 2023.

Sementara dalam sambutannya, Plt. Kepala Organisasi dan Biro Tata Laksana menyampaikan Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan predikat penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik dengan Kategori A atau Zona Hijau dari hasil Survey Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2023 ini, tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi, serta sinergi antara seluruh instansi pemerintah.

Berdasarkan hasil penilaian ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas Kepatuhan Pelayanan Publik serta terus melakukan Evaluasi dan upaya perbaikan di Internal.

“Apresiasi ini juga merupakan bukti konkret bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus memperbaiki diri untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Dari Hasil penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik yang dilakukan pada survey Ombudsman Republik Indonesia pada perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Puskesmas Lais peringkat ke 3 dengan nilai 91,47 berada pada kategori A (Zona Hijau) Kualitas terbaik disusul dengan Puskesmas Balai Agung di peringkat 4 dengan nilai 91,34 pada kategori A (Zona Hijau) dengan kualitas terbaik.

Tentu saja, anugerah ini menjadi suatu kebanggaan dan memotivasi jajaran puskesmas untuk berbuat yang lebih baik lagi atas penghargaan yang sudah diraih. Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Azmi Dariusmansyah mengapresiasi puskesmas yang sudah melakukan upaya terbaik dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan sehingga berhasil mendapatkan hasil yang maksimal.

“Oleh karena itu, saya berharap penghargaan ini menjadi penyemangat dan menjadi motivasi kepada semua pegawai Puskesmas Balai Agung dan Puskesmas Lais untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”jelasnya.

Pj Bupati Apriyadi Jadikan Muba Pelopor Distribusi Obat Terbaik se-Indonesia*Komitmen Lindungi Warga Muba dengan Konsums...
04/02/2024

Pj Bupati Apriyadi Jadikan Muba Pelopor Distribusi Obat Terbaik se-Indonesia

*Komitmen Lindungi Warga Muba dengan Konsumsi Obat Bermutu*

JAKARTA- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat Republik Indonesia memberikan apresiasi dan reward kepada Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Pj Bupati Apriyadi Mahmud yang berhasil menjadikan Kabupaten Muba sebagai pelopor dan percontohan di Indonesia yang menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) di Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP), dan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ir Budi Gunadi Sadikin CHFC CLU kepada Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud di sela kegiatan Puncak HUT dan Pemberian Penghargaan oleh BPOM Pusat RI di Plaza Parkir Timur Senayan Gelora Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

"Penghargaan yang diberikan ini merupakan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Muba yang telah menjadi pelopor dalam mendukung secara konsisten penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik di Instalasi Farmasi Pemerintah," ungkap Kepala BPOM Pusat RI, Dr apt Lucia Rizka Andalusia M Pharm.

Ia menjelaskan, bahwa penerapan CDOB di IFP memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Pentingnya penerapan CDOB agar masyarakat bisa mendapatkan obat yang terjamin dan bermutu, selain juga dapat mendukung indikasi dan manfaat dari obat tersebut.

"Fungsi lainnya adalah untuk menjaga integritas di seluruh supply chain agar tidak dimasuki bahan baku yang tidak memenuhi syarat, seperti dalam kasus sirup obat sebelumnya, yang mana sirup obat dimasuki bahan baku yang dilarang keras sebagai bahan tambahan di dalam obat," terangnya.

Lanjutnya, untuk di Indonesia hanya ada dua Kabupaten yang telah mendapatkan sertifikat CDOB, yaitu Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Musi Banyuasin. "Sertifikat tersebut nantinya bisa menjadi bukti bahwa fasilitas IFP dapat mendistribusikan obat secara legal dan tepat," urainya.

Sementara itu, Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud mengaku penghargaan penerapan CDOB di IFP Kabupaten Muba dari BPOM Pusat RI tersebut menjadikan semangat bagi Pemkab Muba untuk selalu komitmen memberikan pelayanan di bidang kesehatan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Muba.

"Komitmen Pemkab Muba untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Muba sebagaimana kita ketahui sudah dipelopori di era kepemimpinan Bupati Muba Alex Noerdin yang berhasil menjadikan Kabupaten Muba pelopor Berobat Gratis di Indonesia, dan program itu menjadi legacy bagi kami saat ini untuk selalu mempertahankan dan memaksimalkan pelayanan di bidang kesehatan," jelas Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya itu.

"Saya juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis dan jajaran pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Muba yang sudah melaksanakan tugas dengan baik dan maksimal," ucapnya.

Mantan Kadinsos Pemprov Sumsel ini juga berharap, agar seluruh pihak terkait untuk selalu komitmen andil dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Muba.
"Prinsipnya kita selalu melindungi masyarakat Muba terutama di bidang kesehatan," tegasnya.

Diketahui, adapun penerima penghargaan yakni dengan Kategori Pemerintah Pionir dan konsisten dalam mendukung penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik diantaranya Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Tangerang.

Selain itu, kategori pengawasan Pangan Olahan sesuai standar diraih Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Lumajang.

Kemudian, Kategori Prov/Kab/Kota terbaik yang melakukan program pengendalian Anti-Microbial Resistance berkolaborasi dengan BPOM yakni Kota Ambon, Kota Serang, Provinsi Kalimantan Barat.

Lalu, Kategori Pemerintah Daerah yang mendukung penerapan Cara Produksi Obat yang Baik di Unit Transfusi Darah diraih Kota Surabaya, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Bandung.

Dalam kesempatan menghadiri Puncak HUT dan Pemberian Penghargaan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat Republik Indonesia itu Pj Bupati Apriyadi Mahmud turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Azmi Dariusmansyah MARS, Kepala Dinas Kominfo Herryandi Sinulingga AP, dan Plt Kabag Prokopim Agung Perdana SSTP MSi.

*Layani Tiga Desa, Pj Bupati Apriyadi Bakal Maksimalkan Fasilitas Puskesmas Lubuk Bintialo**SEKAYU, MUBA* - Mengawali ak...
31/01/2024

*Layani Tiga Desa, Pj Bupati Apriyadi Bakal Maksimalkan Fasilitas Puskesmas Lubuk Bintialo*

*SEKAYU, MUBA* - Mengawali aktifitas Rabu (31/1/2024) pagi usai bermalam bersama warga di Desa Lubuk Bintialo, Pj Bupati Apriyadi Mahmud menyambangi Puskesmas Lubuk Bintialo. Fasilitas yang masih minim serta harus melayani kesehatan warga di tiga desa Kecamatan Batanghari Leko yakni diantaranya Desa Sako Suban, Desa Pangkalan Bulian, dan Desa Lubuk Bintialo membuat Apriyadi perihatin dengan kondisi Puskesmas tersebut.

"Puskesmas ini terpaksa harus melayani warga di tiga desa, saat ini fasilitasnya masih terbilang minim. Ke depan harus ditambah fasilitas perawatannya, agar warga yang berobat nyaman," ungkap Pj Bupati Apriyadi Mahmud.

Ia menambahkan, dengan fasilitas Puskesmas yang baik dan layak dapat membuat warga atau pasien yang berobat lebih baik.

"Saya cek tadi ruang IGD masih banyak yang kurang, masih banyak yang harus ditambah lagi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lubuk Bintialo, drg. Stepani Alpina mengatakan saat ini tercatat ada sebanyak tiga dokter yang melayani kesehatan di Puskesmas Lubuk Bintialo.

"Kemudian ada puluhan tenaga kesehatan lainnya yang turut membantu. Disini kita juga melayani warga dari Desa Sako Suban dan Desa Pangkalan Bulian yang ingin berobat," tuturnya.

Lanjutnya, jajaran pegawai dan staf Puskesmas Lubuk Bintialo tidak menyangka bakal didatangi langsung oleh Bupati Muba.

"Kami sangat senang pak Bupati Apriyadi cek langsung apa yang menjadi kebutuhan kami disini, semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi," pungkasnya.

Address

Jalan Kol. Wahid Udin Lk. VII Sekayu
Sekayu
30711

Opening Hours

Monday 08:00 - 12:00
13:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 12:00
13:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 12:00
13:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 12:00
13:00 - 16:00
Friday 08:00 - 11:30
12:00 - 16:30

Telephone

+62714321047

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin:

Share