Yakub Fadillah

Yakub Fadillah Tokoh Publik

Kalau butuh wisatawan, buat wisatawan nyaman, agar mereka datang bawa uang kalau wisatawan bergeser, ya instrospeksi don...
29/12/2025

Kalau butuh wisatawan, buat wisatawan nyaman, agar mereka datang bawa uang kalau wisatawan bergeser, ya instrospeksi donk, masa menyalahkan agama lain.

Ketika Dakwah Menjelma Menjadi Pisau, Luka Umat yang Tergores oleh Puritanisme Ekstrem”Pada suatu masa, dakwah adalah ca...
06/12/2025

Ketika Dakwah Menjelma Menjadi Pisau, Luka Umat yang Tergores oleh Puritanisme Ekstrem”

Pada suatu masa, dakwah adalah cahaya yang menghangatkan hati umat, mengikat yang jauh dan mengobati yang terluka. Namun sejarah juga menyimpan sisi lain, ketika agama berubah menjadi palu, dan manusia menjadi paku, ketika kalimat Laa Ilaaha Illallah tidak lagi dibisikkan untuk membangunkan manusia menuju keindahan tauhid, tetapi diteriakkan untuk menuding, mencela, bahkan menghapus keberadaan orang lain. Pada titik itulah puritanisme kehilangan ruhnya dan berubah menjadi radikalisme, bukan lagi penjaga kemurnian agama, tetapi pedang yang diarahkan ke tubuh umat sendiri.

Radikalisme puritan bermula bukan dari peluru, tetapi dari kata-kata. Ia berangkat dari semangat “pemurnian” yang pada awalnya terdengar mulia, mengembalikan agama kepada kemurniannya. Namun ketika pemurnian kehilangan hikmah, ketika keyakinan hilang keseimbangannya, ketika syariat terpisah dari akhlak, maka lahirlah keyakinan yang tandus. Sejak itulah umat mulai melihat sebagian kecil yang menyebut diri sebagai pembawa panji tauhid menjadikan sesama Muslim sebagai musuh, bukan saudara. Nabi ﷺ memperingatkan: “Mencaci seorang Muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah kekufuran.” (HR. Bukhari dan Muslim). Tetapi kata-kata kekasih Allah itu tenggelam di tengah gelombang fanatisme yang membutakan, sehingga kecintaan pada “kebenaran” berubah menjadi kebencian pada manusia.

Al-Qur’an telah mengingatkan dengan tegas,

"Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46).

Ayat ini tidak diturunkan untuk menghias dinding masjid, tetapi sebagai pedoman untuk mempertahankan kekuatan umat. Namun ketika sebagian orang menutup mata terhadap dalil ini, perpecahan menjadi qurban yang dianggap sah. Dakwah yang seharusnya menyatukan kini melahirkan dinding-dinding baru, mazhab versus mazhab, jamaah versus jamaah, bahkan keluarga versus keluarga.

Ironinya, puritanisme ekstrem hampir tidak pernah mengarahkan kemarahannya kepada penindas umat, bukan kepada pendudukan Al-Aqsa, bukan kepada penjajahan ekonomi, bukan kepada tirani global. Ia lebih sibuk menjadikan umat Islam sendiri sebagai lawan ideologis. Pada saat saudara-saudara kita terjajah dan masjid-masjid kita dihancurkan, sebagian orang malah menjadikan perbedaan rukuk, doa, zikir, atau maulid sebagai alasan memutus ukhuwah. Mereka menyangka sedang menjaga tauhid, padahal sedang merobek tubuh umat yang Nabi ﷺ bangun dengan darah, peluh, dan kasih sayang.

Nabi yang mereka klaim bela adalah Nabi yang wajahnya berubah marah ketika melihat sahabat-sahabat saling mencela. Tidak ada satu pun riwayat sahih yang menunjukkan Rasulullah ﷺ mengkafirkan Muslim yang bersyahadat hanya karena perbedaan ibadah atau tradisi. Sebaliknya, beliau bersabda: “Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya: wahai kafir, maka kata itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya.” (HR. Muslim). Sabda itu adalah dinding pengaman agar umat tidak bermain-main dengan takfir, tetapi bagi radikalisme puritan, dinding itu ditembus, seakan Allah memberikan hak menghakimi akhirat kepada siapa saja yang paling lantang berteriak di mimbar.

Buku-buku akademik telah menjelaskan bagaimana radikalisme puritan menyebar bukan terutama melalui senjata, melainkan melalui bahasa agama yang diselipkan racun kebencian. Karya Madawi Al-Rasheed (A History of Saudi Arabia, Cambridge University Press), Thomas Hegghammer (Jihad in Saudi Arabia, Cambridge University Press), dan Gilles Kepel (Jihad: The Trail of Political Islam, Harvard University Press) menunjukkan bagaimana puritanisme ketika kehilangan akhlak dan tasawuf melahirkan kultur takfir: dari mencela amalan, menganggap sesat, lalu mengkafirkan, hingga akhirnya menghalalkan darah. Jalan menuju radikalisme bukan sebuah lompatan, tetapi perjalanan bertahap dari mimbar-mimbar dingin yang mengajarkan agama tanpa cinta.

Sementara itu, Al-Qur’an datang bukan untuk memecah umat, tetapi untuk menyatukannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya (agama ini) adalah agama kamu semua; agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (QS. Al-Mu’minun: 52). Ayat ini adalah undangan untuk kembali dari kebenaran yang menyesatkan menuju cinta yang menyelamatkan, dari dakwah yang melukai menuju dakwah yang memeluk.

Kita perlu memahami, memerangi radikalisme tidak sama dengan memerangi agama. Justru memerangi radikalisme adalah upaya mempertahankan agama agar tetap menjadi rahmat bagi manusia. Sebab agama yang kehilangan rahmah bukan lagi agama. Ia hanyalah ideologi yang meminjam nama Tuhan untuk menyalakan api konflik. Islam datang untuk memadamkan api itu, bukan untuk menambah bahan bakarnya.

Maka barangsiapa ingin menjaga tauhid, hendaklah ia menjaga akhlak Nabi. Barangsiapa ingin menjaga sunnah, hendaklah ia menjaga persaudaraan umat. Barangsiapa ingin menjaga agama, hendaklah ia menjaga manusia. Sebab agama yang tidak menjaga manusia bukan agama, tetapi berhala baru yang menuntut tumbal dari saudara seimannya sendiri.

Semoga Allah merawat umat ini dari tajamnya lidah takfir, dari kerasnya hati yang mengatasnamakan sunnah, dan dari radikalisme yang berwajah agama tetapi kehilangan nur Muhammad ﷺ. Karena pada akhirnya, kemenangan agama bukan ketika lawan dibungkam, tetapi ketika hati manusia kembali kepada Tuhan dengan cinta.

Musibah banjir dan longsor kembali melanda Aceh, Sumbar, dan Sumut.Lebih dari 121.000 jiwa terdampak dan ratusan fasilit...
03/12/2025

Musibah banjir dan longsor kembali melanda Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Lebih dari 121.000 jiwa terdampak dan ratusan fasilitas umum mengalami kerusakan.

RSIA Asy-Syifa melalui Lazismu & MDMC Muhammadiyah Kutai Timur membuka Respon Bencana untuk membantu saudara-saudara kita yang kini membutuhkan:
🟣 Sembako
🟣 Pakaian
🟣 Obat-obatan
🟣 Alas tidur
🟣 Air minum
🟣 Alat kebersihan
🟣 makanan, susu, popok bayi

Mari ringankan beban mereka dengan donasi terbaik kita.
Setiap bantuan adalah harapan. Setiap kepedulian adalah kekuatan.

📦 Penyaluran Donasi via Rekening Lazismu Kutai Timur
*BSI : 7040705907 a/n Lazis Muhammadiyah*
*BPD kaltimtara : 0102632257 a/n Lazismu Kutim*
*BPD Syariah : 5000408209 a/n Lazismu Kutim*
*BRI : 056301001984300 a/n Lazismu Kutim*
*Muamalat : 6050016452 a/n Lazismu Kutai Timur*

📞 Konfirmasi/Jemput Donasi: 0853-2875-7510 (Rifai)

RSIA Asy-Syifa, JL. Yos Sudarso II No 91 (82-83) , Sangat Utara
Kantor Lazismuh, Jl. Hidayatullah, Teluk Lingga, Sangatta Utara
kantor MDMC, Jalan A Wahab Syaharanie 75683 Kutai Kalimantan Timur · 4,0 km

25/11/2025

REFLEKSI HARI GURU KE 80
DISTORSI INTERPRETASI “PENDIDIK-PENGAJAR”
Yakub Fadillah, S.IP
Guru Tamu SMK Muhammadiyah 1 Sangatta.
25 Nopember 1945 adalah momen bersejarah terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebelumnya Adalah Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Dalam perjalanan bangsa, Sejarah Pendidikan telah mengalami banyak inovasi dan perubahan seiring dengan perkembangan zaman, baik segregasi sosial, polaritas, teknologi dan perundang-undangan sebagai paying hukum yang wajib dimiliki system Pendidikan.
Yang sering terdengar dalam goresan Sejarah yang menjadi cerita rakyat Adalah perbandingan apresiasi Masyarakat terutama orang tua wali kepada para guru antara masa lalu dan masa kini. Dengan bermunculan Lembaga pengawasan Pendidikan dari Masyarakat yang mentasnamakan berbagai kelompok Masyarakat, LSM hingga praktisi Pendidikan itu sendiri yang tersebar dan tergabung di berbagai organisasi profesi.
Seorang guru saat ini dituntut memiliki berbagai kompetensi yang vterkadang standarnya banyak mengalami perubahan karena penyesuaian visi & misi Presiden yang dijabarkana oleh Menteri. Mulai kewajiban administrasi yang menguras pikiran dan waktu yang begitu banyak, tidak sedikit guru justru lebih focus dengan kewajiban-kewajiban administrative dan perhatian terhadap anak didiknya menjadi terganggu.
Tantangan lain dari seorang guru di masa kini Adalah Ketika menghadai generasi Z dan Alpha yang mana memiliki karakteristik yang lebih rapuh di banding generasi milenial atau sebelumnya, namun lebih akrab dengan digitalisasi dan pergaulan lebih luas jangkauan.
Dengan rentannta perubahan atas budaya yang bergeser secara cepat karena arus globalisasi yang mana diterima dengan infiltrasi budaya, dunia pendidikan mengalami polaritas. Infantilesme juga terjadi pada banyak orag tua siswa yang mana banyak kasus orang gtua intervensi terhadap kebijakan pendekatan pendidikan, bahkan tidak sedikit yang menunjukan arogansi dengan mengabaikan stuta internal sekolah yang disepakati Bersama antara Sekolahg, Siswa dan Orang Tua Siswa yang juga merupakan hukum yang berlaku di sekolah tersebut. Sehingga peran guru interpretasinya tidak dipungkiri mengalami banyak distorsi, peran pendidik justru banyak diabaikan, Sebagian lebih memilih menjadi pengajar karena resiko hukum yang dapat menjerat jika berperan menjadi pendidik yang sejati.
1. Berikut adalah beberapa kasus menonjol yang dilaporkan pada tahun 2025:
2. Kasus Dua Guru di Luwu Utara: Rasnal dan Abdul Muis, dua guru honorer di Luwu Utara, dipenjara dan dipecat setelah berinisiatif membantu menalangi gaji guru honorer lain yang belum terbayar selama 10 bulan. Kasus ini dianggap sebagai bentuk kriminalisasi dan telah dibahas dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sulawesi Selatan untuk menuntut keadilan.
3. Kasus Guru di Deli Serdang: Seorang guru honorer di Deli Serdang dilaporkan ke polisi setelah mencoba melerai perkelahian antara murid-muridnya. Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menjanjikan bantuan hukum penuh untuk guru tersebut.
4. Kasus Puluhan Guru di Rejang Lebong: Sebanyak 37 guru dan staf di SMKN 2 Rejang Lebong, Bengkulu, dilaporkan ke Polda Bengkulu atas dugaan pencemaran nama baik oleh mantan kepala sekolah setelah mereka menandatangani petisi penolakan kepemimpinannya.
5. Kasus Guru Didenda di Jawa Tengah: PGRI Jawa Tengah menyoroti kasus orang tua murid yang menuntut denda uang dalam kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh guru, yang dinilai sebagai bentuk kriminalisasi profesi pendidik.
6. Kepala SMKN 1 Cimarga Lebak Banten : Dilaporkan ke Polisi karena terjadu insiden penamparan spontanitas kepada siswa yang melakukan pelanggaran berat atas stuta sekolah yaitu merokok, sempat viral dan berakhir damai atas mediasi Gubernur Banten, netizen pun secara massif membela Kepala Sekolah Dini Fitria, ini pertanda ada keprihatinan kolektif di negeri ini atas regulasi penyelenggaraan pendidikan yang kurang berpihak kepada tenaga pendidik, terutama di sektor perlindungan tenaga pendidik
Kado special bagi guru di Hari Guru ke 80 tahun 2025 ini Adalah adanya MoU antara Mendikdasmen dengan Kapolri ( Jendral Sigit Listyo Prabowo) Dimana bila terjadi kekerasan yang bukan criminal, maka penyelesaian melalui jalur internal dengan memperhatikan statu internal sekolah yang melibatkan benyak pihak minimal sekolah, siswa dan orang tua siswa, bahkan bisa melibatkan pemerhati pendidikan seperti LSM, organisasi profesi guru dan lain-lain. Pihak penyidik agar tidak langsung memproses bila terdapat aduan dengan terlapor tenaga pendidik.
Berikut Adalah point-pount restorative justice yang ditanda tangani Mendikdasmen (Abdul Mu’ti) dengan Kapolri (Jendral Sigit Listyo Prabowo);
1. Perlindungan hukum bagi guru: Mengurangi tekanan dan ancaman masalah hukum yang mungkin dihadapi guru dalam menjalankan tugasnya.
2. Penyelesaian masalah secara damai: Menawarkan alternatif penyelesaian masalah seperti perselisihan dengan murid, orang tua, atau pihak lain melalui mediasi dan dialog, bukan langsung ke pengadilan.
3. Menghargai dedikasi guru: Mengakui dan menghargai kerja keras serta pengorbanan guru dalam mencerdaskan bangsa.
4. Membangun budaya sekolah yang positif: Membangun kembali kepercayaan dan keharmonisan di lingkungan sekolah dengan mengutamakan komunikasi dan empati.
Semoga dengan kado hari guru ke 80 tahun 2025 ini, guru semakin professional, humanis dan memiliki komitmen memajukan pendidikan agar anak bangsa tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan, anak bangsa berkualitas , maka kehidupan bangsa akan semakin cerdas.

Pergerakan yg besar adalah pergerakan yg mampu menghargai para pendahulunya, perintis Muhammadiyah di  Kaltim adalah Muh...
23/11/2025

Pergerakan yg besar adalah pergerakan yg mampu menghargai para pendahulunya, perintis Muhammadiyah di Kaltim adalah Muhammad Sudiono, beliau tewas diculik Belanda pada 1946 karena bergabung dgn pergerakan perlawanan jam Januari sore hari setelah sholat ashar berjamaah, dari Masjid Jami (Masjid Raya), dlm kondisi terluka parah beliau dibawa dgn kapal menyusuri sungai dama dan diperkirakan dibunuh di hutan Air Hitam.

Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Kutai Timur. Titik start rencana penulisan sejarah Islam di Tuah Bumi Untung Benua.
17/11/2025

Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Kutai Timur. Titik start rencana penulisan sejarah Islam di Tuah Bumi Untung Benua.

3 kezhaliman Khalid Basalamah dan pengusaha travel haji liannya yg terlibat: 1. Dia khianat dgn jamaah haji yg dia urus ...
11/11/2025

3 kezhaliman Khalid Basalamah dan pengusaha travel haji liannya yg terlibat:
1. Dia khianat dgn jamaah haji yg dia urus melalui travelnya, kontraknya haji Furoda, tapi dialihkan ke haji plus, jatah haji reguler.
2. Menerima quota haji selewengan, jika dalam kejahatan curanmor, khalid basalamah termasuk penadah ranmor curian , dgn demikian dia turut berbuat zhalim kpd jamaah haji reguler yg antri puluhan tahun.
3. Khalid Basalamah dan travel lain yg menadah quota haji curian/selewengan terlibat praktik suap akibat ingin untung banyak, dgn tdk membayarkan sebagian pembiayaan.
Kebijakan memang tanggung jawab menteri Agama yg menjabat pada 2023- 2024, tapi kejahatan menteri Agama tdk akan terjadi tanpa penadah yaitu travel2 haji dan umroh yg sudah menikmati manisnya bisnis travel ibadah. Pendukung Khalid Basalamah itu skrg terlihat kemunafikanya, dalam satu waktu mereka bernafsu menuduh kelompok luar salafi itu hizbiyah,giliran ustadz kebanggaan mereka zhalim mereka bela habis2an. Masih jauh lebih mending kelompok Nahdhiyin, mereka tdk membela tokoh NU yg berbuat zhalim, kalau sebaliknya mereka ikut menghujat karena dipandang memalukan kelompoknya.

Kullu nafsi dzaiqotul maut.Hari ini kita mengurus jenazah org lain, ada saatnya nanti jenazah kita diurusi oleh org lain...
09/11/2025

Kullu nafsi dzaiqotul maut.
Hari ini kita mengurus jenazah org lain, ada saatnya nanti jenazah kita diurusi oleh org lain.

Address

Jln Gajah Mada No. 2
Samarinda
76116

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yakub Fadillah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category