04/10/2025
Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) SD Muhammadiyah 2 Samarinda.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembekalan kapabilitas Relawan LRB-MDMC se-Kalimantan yang dilaksanakan di Banjarmasin pada 24–27 September 2025,
SD Muhammadiyah 2 Samarinda menyelenggarakan kegiatan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Jum’at, 3 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran.
Melalui simulasi ini, sekolah berupaya menanamkan sikap tanggap, tenang, dan peduli dalam menghadapi situasi darurat, baik bagi siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.
Simulasi kebakaran ini melibatkan 881 warga sekolah yang terdiri atas 811 siswa serta 70 guru dan karyawan.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.45 WITA ketika seorang siswa kelas 5 melihat asap keluar dari ruang UKS dan segera melapor kepada guru piket.
Guru piket yang sigap langsung menekan tombol sirine tanda bahaya, sementara Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) yang diketuai Aidil Fitriansyah segera mengaktifkan sistem evakuasi.
Kepala sekolah, yang diwakili oleh Pak Bahril Maulana, segera menghubungi pemadam kebakaran dan LRB-MDMC Samarinda–Kaltim.
Para guru juga memberikan informasi melalui grup WhatsApp kepada orang tua agar tetap tenang dan tidak menuju sekolah. Seluruh siswa kemudian dievakuasi secara tertib menuju lapangan sekolah yang menjadi titik kumpul aman.
Dalam proses simulasi, dua siswa mengalami sesak napas ringan akibat asap, dan seorang guru mengalami cedera kaki saat membantu evakuasi.
Tim LRB-MDMC Samarinda–Kaltim yang datang dengan armada ambulance segera memberikan pertolongan pertama, sementara petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dan mengamankan area sekolah.
Setelah situasi dinyatakan aman, Ketua TSBS melakukan pengecekan jumlah warga sekolah dan memastikan seluruhnya selamat.
Kegiatan diakhiri dengan pengarahan dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Samarinda, Bapak Damingun, yang memberikan apresiasi atas ketenangan dan kedisiplinan seluruh peserta.
Meski hanya simulasi, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh warga sekolah.