06/10/2022
Digitalisasi membawa perubahan besar pada aktivitas masyarakat. Tak hanya membuat masyarakat menggunakan internet ataupun digital payment saja, tapi digitalisasi juga menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia. Digitalisasi ini membuat banyak anak muda bergerak untuk berdampak terhadap lingkungan sekitar, salah satunya membuat aplikasi bank sampah digital yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain mengatasi permasalahan sampah di daerahnya, aplikasi yang dibuat pun menjadi ladang masyarakat untuk menghasilkan uang.
Karena beberapa aplikasi bank sampah digital memiliki fitur setor/jual sampah, yang dimana sampah yang dikumpulkan ini akan ditimbang dan hasil timbangan yang didapat akan ditukarkan dalam bentuk poin, voucher ataupun uang. Nantinya poin atau uang yang didapat akan masuk pada aplikasi bank sampah digitalnya, yang dimana aplikasi ini terintegrasi dengan e-wallet seperti go-pay, ovo, dana ataupaun digital payment lainnya.
Bahkan sampah yang dikumpulkan ini bisa dijemput oleh kurir yang bekerjasama dengan platform tersebut. Kita hanya perlu menyetor sampah dengan metode delivery dan mengatur kapan sampah ini ingin diambil.
Dengan adanya bank sampah digital ini, membuat masyarakat belajar merubah mindset dan terpacu untuk bisa memilah sampah sebelum dibuang atau diserahkan kepada bank sampah. Sampah sendiri terdiri dari tiga jenis, yakni sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3. Pada sampah organik, biasanya akan diolah menjadi pupuk, sedangkan untuk sampah anorganik nantinya akan lebih di identifikasi lagi sesuai jenisnya, seperti plastik, kaca, botol plastik, kertas, besi, karton, dan lainnya.
Selain itu platform bank sampah digital ini tentunya bekerja sama dengan para pemulung atau pengepul ataupun pihak lainnya dalam mengelola manajemen sampah yang ada. Sehingga, bisa membuka peluang lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi,salah satunya aplikasi digital Griya Hulu. Griya Hulu adalah sebuah inisiatif sistem manajemen pengelolaan bank sampah yang dibuat di Bali bahkan sudah berkembang menjadi bank sampah induk.
Dengan adanya platform digital ini diharapkan dapat memudahkan pengurus dan nasabah dalam merekap tabungan sampah dan pelaporan capaian sampah yang dikelola di bank sampah tsb.