26/05/2026
RANTAU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tapin, Hj. Faridah, secara resmi membuka Kegiatan Orientasi, Monitoring, dan Evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Tapin Tahun 2026. Acara penting ini berlangsung di Aula Sekretariat PKK Kabupaten Tapin pada Selasa (26/05/2026).
Dalam sambutannya, Hj. Faridah menekankan bahwa keluarga adalah pilar utama dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas. Penguatan institusi keluarga harus menjadi perhatian bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
"Kita menyadari bersama bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dari keluarga, lahir generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," ujar Hj. Faridah.
Menurutnya Kegiatan orientasi ini digelar untuk membekali para kader TPK dengan pengetahuan serta keterampilan yang memadai agar optimal saat bertugas di lapangan. Di sisi lain, proses monitoring dan evaluasi (monev) dinilai krusial untuk mengukur efektivitas program yang telah berjalan.
Melalui monev, TP PKK Kabupaten Tapin dapat memetakan capaian, mengidentifikasi hambatan dan tantangan di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan strategis untuk masa depan.
Hj. Faridah juga menegaskan agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan. Ia berharap momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran, koordinasi, dan penguatan komitmen bersama.
"Gunakan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, menyampaikan berbagai kendala di lapangan, serta mencari solusi bersama demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.
Secara khusus, Ketua TP PKK Tapin mengajak seluruh Tim Pendamping Keluarga untuk terus membakar semangat kerja, menjaga kekompakan, dan membangun pendekatan yang humanis kepada warga. Menurutnya, kehadiran TPK harus memberikan rasa aman, nyaman, dan manfaat nyata bagi keluarga yang didampingi.
TPK juga diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing, terutama dalam menerapkan pola hidup sehat, pengasuhan anak yang baik, menjaga ketahanan keluarga, serta memupuk kepedulian sosial.