14/06/2024
——
Seusai peluncuran bantuan Intervensi pengendalian kerawanan pangan, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengajak Country Director for World Food Programme (WFP) Indonesia Jennifer Kim Rosenzweig berkunjung langsung melihat pengelolaan stok beras di Gudang Perum Bulog Gumilir Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (12/6/2024).
Arief menunjukkan kepada Jennifer bahwa beras yang dikelola Bulog benar-benar berkualitas dan inilah yang dibagikan secara gratis oleh Pemerintah Indonesia ke masyarakat sebagai bantuan pangan. Hal ini berarti Indonesia terbukti memiliki fokus terhadap pengentasan kerawanan pangan dan dukungan pemenuhan gizi masyarakat.
“Hari ini bersama Miss Jeniffer dari WFP, kita tunjukkan beras Bulog yang merupakan sumber bantuan pangan yang pemerintah Indonesia telah laksanakan dalam 2 tahun terakhir. Ini yang dibagikan secara gratis kepada 22 juta keluarga untuk menopang perekonomian masyarakat berpendapatan rendah,” ujar Arief.
“Selain bantuan pangan beras, Pemerintah Indonesia masih terus menyalurkan bantuan pangan penurunan stunting ke 1,4 juta keluarga dan barusan bantuan pangan intervensi kerawanan pangan ke 45 ribu keluarga. Tadi ada usulan Miss Jennifer untuk memasukkan beras fortifikasi ke paket bantuan pangan juga, itu bagus sekali, tentu jadi pertimbangan kami,” urainya.
Senada dengan itu, Country Director for WFP Indonesia Jennifer Kim Rosenzweig mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan penggunaan beras fortifikasi. Ini untuk semakin menunjang ketersediaan gizi bagi masyarakat secara lebih ekspansif.
Beras fortifikasi dapat menjadi sumber karbohidrat yang dapat diperkaya dengan berbagai zat gizi mikro, seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc. Dengan kandungan sarat nutrisi tersebut dapat kian menyehatkan dan membantu penurunan angka stunting di Indonesia.
Selengkapnya melalui badanpangan.go.id