13/09/2015
Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berpendapat, dunia perusahaan rintisan (startup) aplikasi di Indonesia terus mengalami perkembangan yang pesat.
Rudiantara berharap, dengan berkembangnya startup aplikasi di Indonesia ini, bisa menimbulkan hal-hal yang positif bagi bidang teknologi informasi (TI) dalam negeri.
Dari 100 startup yang ada mungkin yang jalan terus hanya 2 sampai 5 buah atau dari 1.000 startup hanya 25 buah yang bisa terus eksis, kata Rudiantara di Jakarta, Jumat (11/9).
Menurut Rudiantara, startup aplikasi kini menjadi kebutuhan dan bisa memberi nilai tambah. "Nilai tambah bisa terinspirasi dari kesulitan yang didapatkan orang hingga diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Di negara lain, perkembangan startup sudah mulai didukung oleh pemerintah," ujarnya.
Dijelaskan oleh Rudiantara bahwa, bisa saja pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mendanai untuk pengembangan aplikasi. "Bisa saja pemerintah mendanai. Tapi, pemerintah sendiri selalu terkendala dengan persoalan administrasi," jelasnya.
Di Brunei Darussalm, lanjut Rudiantara, pemerintah langsung mendanai pengembangan pembuatan aplikasi dengan mendanai sebesar 50 ribu ringgit. "Untuk di Indonesia sendiri bantuan dana tersebut saat ini belum tentu berlaku," pungkas Rudiantara (Aak).