Wahana Alam Hijau & K Rumah Produksi

Wahana Alam Hijau & K Rumah Produksi Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Wahana Alam Hijau & K Rumah Produksi, Pontianak.

12/09/2024
MENJADI Motivasi bagi yang muda.Sebenarnya, ajakan untuk mengendarai sepeda motor ke daerah -daerah Wisata di Kalimantan...
26/05/2024

MENJADI Motivasi bagi yang muda.

Sebenarnya, ajakan untuk mengendarai sepeda motor ke daerah -daerah Wisata di Kalimantan Barat sudah lama saya suarakan ke Anak-anak di kantor, tapi jadwal dan waktu selalu tidak cocok.

kebetulan Minggu lalu libur 4 hari, Yess anak-anak kantor beberapa termasuk peng hoby touring, sepakat menggeber sepeda motor kadaerah Pegunungan sanggau Ledo lebih kurang 200 km dari Pontianak,

Dari awal mereka sudah mengingatkan saya agar tidak tidur di penginapan, mesti bareng terus dengan mereka..heheheh..di pikir mereka saya cemen...tidur di alam luar sudah biasa..camping makanan kite....(kira-kira 13 tahun yang lalu)😀.

Perjalanan menuju sanggau ledo lebih di dominasi hujan deras dan tentu pakaian raiding basah semua..sempat pakai yang anti air tapi sudah telat karena waktu curah hujan masih gerimis kami tetap.jalan...Hasilnya Basah semua..hehehe (Pengalaman untuk perjalanan selanjutnya "jika dizinkan Nyonya tentunya"😃 .

Alhamdulillah, sebelum pukul 5 sore kami sudah sampai di Parangek, semua kamar penginapan sudah habis, Untuk bikin tenda peralatan tidak terlalu memadai, akhirnya kami tidur di Gazebo...lumayan hehehehe.

Usia tak membatasi kita untuk tetap menghargai kenikmatan alam dalam kenikmatan berkendara..."Ayoo gueeess, kita lanjut trip berikutnya.

Bukitinggi dan ngarai sianok
16/10/2022

Bukitinggi dan ngarai sianok

Sumatera Barat selalu menyajikan keindahan alam yang mempesona. Salah satunya Tabiang Takuruang, Objek wisata ini terletak di perbatasan Kota Bukittinggi den...

Wisata Alam di Payakumbuh Sumatera Barat, Kapalo Banda
03/09/2022

Wisata Alam di Payakumbuh Sumatera Barat, Kapalo Banda

Kapalo Banda Taram sebenarnya adalah danau irigasi yang berfungsi mengairi perkebunan di kawasan tersebut. Sebelumnya, danau ini tak pernah dilirik traveler,...

BERSAMA WAHANA ALAM HIJAU
22/01/2020

BERSAMA WAHANA ALAM HIJAU

LINTAS 3 NEGARA MY FAMILY MY TEAM (Chapter 3)Pontianak,Serawak,Brunai, Sabah Kinabalu – Kuching (1.346 km + 1.040 km + 3...
17/06/2019

LINTAS 3 NEGARA MY FAMILY MY TEAM (Chapter 3)
Pontianak,Serawak,Brunai, Sabah Kinabalu – Kuching (1.346 km + 1.040 km + 351 km)
Berbuka Puasa di Parkiran Kota Sri Aman, di cegat Patroli Police Malaysia










Kota Sirian, Kota kecil Paling dekat dengan entikong (Perbatasa RI-Malaysia), biasanya penduduk perbatasan hanya menggunakan PAS pelintas batas, untuk belanja ke Kota ini, di bandingkan mesti belanja ke Pontianak, hanya 1 jam dari perbatasan.

Disini kami beli kartu malaysia Paket 7 Hari, beli kartunya 10 RM, dan Paketnya 10 RM lagi. Dengan kuota 1,5 GB mahaaalll... , tapi tak ape... lah..dari pada nggak bisa pake google Map dan nyasar. Terlebih dulu kami singgah di KFC beli nasi dan Ayam untuk menu berbuka Puasa, sebab kami belum sempat masak nasi di 2 race cooker yang kami bawa. (dimalaysia nasi KFC nya nggak nasi putih Pulen kayak di Indonesia, tapi seperti nasi campur ketan ,nasi lemak).

Perjalanan Sirian – Sri aman di perkirakan 3,5 jam,
kami meninggalkan Sirian pukul 3 waktu malaysia, lebih cepat 1 Jam dibanding Indonesia, jalanannya tidak terlalu besar dengan tekstur kurang lebih seperti jalanan Kabupaten, bergelombang dengan tingkat lalu lintas cukup padat,di isi terutama jenis kendaraan dobel kabin dan city Car.

“Masih jauh kah Yah ?”’ Pertanyaan dari anak-anak yang mesti di biasakan di dengar sepanjang perjalanan kami.

“Nggak tau ya..Pokoknya kalian santai aja, kalau ngantuk tidur, pokoknya jangan pernah berfikir jauh nikmatin aja”..hhehehe.... hebatnya bocah-bocah ini tak lagi bertanya..

Di sepanjang jalan Menuju Sri aman..begitu banyak pekerjaan pembuatan jalan Baru, sepertinya pembuatan TOL..tapi yang gratiss..Bosss...hehehehe.., hebatnya rambu- rambu peringatan dan pencegah kecelakaan begitu banyak di pasang..di pinggir – pinggir jalan, jalanan dengan bahu yang terjal di pasang trafik control dengan lampu berkelap kelip..

jika malam hari jalanan berliku yang kami lalui di penuhi dengan kelap-kelip lampu penanda batas bahu jalan. Jumlahnya mungkin bukan lagi ribuan, tapi ratusan ribu.. berkilo-kilo rambu-rambu itu di pasang dengan sangat rapat.

“Kalau saja kita bagian pengadaan Trafic Kontrol ini..Waah...bisa touring keliling dunia 10 kali ini !!”,
Seloroh saya Pada Istri.

“Iya..yaa...!!, kalau Proyek selesai berapa besar gudang untuk nyimpannya itu”

Hahaha...betul juga...banyak sekali siiih...!!!

Disepanjang Jalan kami berusaha mencari mesjid atau Mushala untuk Shalat Ashar, tetepi semakin jauh berjalan yang kami temui hanyalah Hutan dan tanah -tanah kosong sejauh mata memandang.. tak ada perumahan penduduk, tak ada warung-arung perhentian truk...

Mobil saya kebagian membawa Logistik, semua peralatan masak, beras, lauk pauk jadi isi cabin kami..pokonya paling berat, penumpangnya saya dan Istri, serta Raaifa,Daffa dan Denis (Tiga tentara kecil keluarga kami dengan usia relatif sama hanya denis yang baru kelas 5 dua yang lainnya tahun ini masuk SMP), Avanza di isi 4 orang dewasa dan 2 anak kecil “Zia Kelas TK B, tahun ini baru mau kelas 1 SD dan Naura Kelas 3 SD, dan tentu sedikit tas di bagasi belakang kursi. Di Fortuner dua orang dewasa dan Putri saya Savira tahun ini masuk semester 3, Zahra kelas satu SMA, dan Keisya, Kelas 2 SD, di kabin khusus yang diberi alas dan bantal sehingga sepanjang perjalanan dia seperti mendapat layanan VIP, hehehe..bisa duduk bisa tidur dengan nyaman.

Kami tidak langsung menuju sibu, karena pertimbangan hari sudah hampir magrib, kami masuk ke Kota Sri aman mencari bilik Tandas (Toilet)di SPBU Petronas, Shalat Ashar dan isi BBM full kembali.

Kami sempatkan masuk ke Kota Sri Aman menjelang magrib mencoba mencari warung atau kedai kopi yang bisa untuk berbuka puasa, tapi ternyata , tempat berbuka full..warung-warung kopinya tak memadai untuk kami berbuka puasa (16 orang) sulit cari tempat lega,

Azan berkumandang, kami putuskan berbuka di tempat mobil diparkir, Minum seadanya, Paket KFC di bagikan, anak-anak makan di jok mobil, Ayah dan Bundanya nangkring di trotoar kalau tidak berdiri di dekat Kap Mobil..Pokoke,,,Buka Puasa...nggak kenyang siih... apalagi tak ada kolak, tak ada gorengan hehehehee...tapi tak ape...yang penting seru..( yang mau liat keseruannya ntar tonton versi youtoub nya ya..lagi di edit sih)

Hari sudah gelap..pukul 19.30 waktu Malaysia kami lanjutkan perjalanan menuju Kota sibu. Komunikasi selalu kami lakukan dengan pemilik guest House yang akan kami tempati..begitu mendengar kami masih dekat Sri Aman dia bilang “ ber arti ncik sampai Sibu Pukul 12 Malam lah...”... Maaaak....udah tak tidur dari semalam..dan mesti nyetir sampe Pukul 12.00 Malam lagi..

Mata mulai mengantuk..Jalanan seperti tak berujung..kegelapan menyelimuti hutan dan lapang terbuka di kiri kanan kami, hujan seperti tak mau berhenti.
Mobil Avanza yang jadi Lieder kami di ikuti fortuner dan mobil saya, sesekali ketika beriringan dangan mobil lain, dengan gesit berhasil menyalib beberapa kendaraan, Walkie Talkie kami sangat membantu memberi komando dan informasi kapan kami mesti menyalib kapan kami mesti manahan laju kendaraan.

Pada satu kesempatan, sekitar Pukul 10.00 malam, setelah berhasil menyalib lagi beberapa kendaraan..tiba-tiba kami mendengar sirine mobil, dan kerlap-kerlip lampu Police Diraja Malaysia, karena kami tak merasa salah kami tetap saja melaju, tapi kemudian Mobil Patroli itu dengan kencang melaju mendahului kami..dan menahan lajunya..didepan lieder dan sign menepi.
Kami pun menepi..petugas berseragam biru, turun dengan center ditangan meminta lampu cabin penumpang dinyalakan,

“Mau kemana Pak Cik ?”, tanyanya..sambil matanya sigap memeriksa kedalam kendaraan,
“Kami nak, Holiday ke Brunai dan kinabalu”
“Ooo..jauh sangat tu,...Mohon keluarkan Paspor !” katanya...
Paspor para diriver pun di periksa, karena disetiap kendaran terdapat anak-anak, Pak Police ini percaya kami memang sebuah keluarga yang lagi Holiday (Informasi teman yang pernah lewat jalur ini, Setiap kendaraan Berpelat (KB / Kalimantan Barat) yang lewat di curigai s**a membawa TKI gelap)

Alaamaaakk...mosok tampang macam saya nee..Palaku Illegal traficking...Soryyy laaa yau...saya taat hukum Paaaak Policeee....hheheheeh.

“Oke, Pak Cik..Hati-hati di jalan ya...selamat jalan” Ujar Pak Police sambil melambaikan tangan,
Melalui walkie talkie..kami berbincang selepas pemeriksaan itu...kami kira kami melanggar aturan menyalib kendaraan..sempat khawatir juga kena tilang...mau Berapa ringgit....bisa-bisa tak sampai Brunai..Neee... Alhamdulillah...selamaaaat.
Lanjut..nanti ya.. (to be...Continued lagi..hehehehe)

LINTAS 3 NEGARA MY FAMILY MY TEAM (Chapter 2)Pontianak,Serawak,Brunai, Sabah Kinabalu – Kuching (1.346 km + 1.040 km + 3...
17/06/2019

LINTAS 3 NEGARA MY FAMILY MY TEAM (Chapter 2)
Pontianak,Serawak,Brunai, Sabah Kinabalu – Kuching (1.346 km + 1.040 km + 351 km)
Jalan Tengah Malam di tengah Hujan Lebat, Bersitegang di Perbatasan.











Senin 03 Juni 2019, Pukul 03.wib Dini Hari

Hujan Mengguyur Sungai Ambawang, Jalan Trans Kalimantan yang mengantarkan kami ke arah Sosok Kabupaten Sanggau. Saking lebatnya, speed kami hanya 40 km/jam. “Waduuh baru star aja udah ujan lebat gini..mata para driver jadi ngantuk ...terpaksa dah mata di uyeng-uyeng trus biar tetap melek... Alhamdulillah akhirnya hujan reda dan kami sudah sampai disimpang tayan, waktu sudah menunjukkan 5.00..belum shalat subuh..sepanjang jalan sulit ketemu Mushala, akhirnya kami shalat hampir pukul 06.00 di mesjid sebelum simpang Sosok Kab.Sanggau, tapi...sebelum itu ada sebuah accident kecil, “mungkin sudah takdirnya, seekor ayam nyelonong kedepan Mobil saya nggak pake toleh, kanan toleh kiri...sambil angkat tangan..ehh..angkat sayap kode mau nyebrang....dessss !!! ...jeritan kecil kami karena kaget, tak menghentikan laju kendaraan...dibelakang sang Ayam entah bagaimana nasibnya.

Kami sampai di Perbatasan Entikong Pukul 08.00 Wib, Parkir kendaraan, penumpang yang lain langsung cap Paspor di Imigrasi, sementara kami para driver mengurus izin masuk kendaraan. Ambil Formulir di Bea Cukai, isi data kendaraan dengan lengkap, lalu minta Cap kepolisian Perbatasan RI, Dinas Perhubungan sekalian ambil stiker untuk di pasang di kaca kendaraan dan Bayar Asuransi.

Beres..kami lalu Cap paspor dan membawa kendaraan kami, ke area perbatasan Malaysia Indonesia , Tebedu, Parkir lagi urus Asuransi “bayarnya sekarang lebih mahal dulu hanya sekitar 63 ringgit, sekarang hampir dua kali lipat jadi 126 Ringgit.. Plus bayar jasa pengisian formulir yang dilakukan seorang encik maniiieeezzz..5 ringgit..hehehehe...

Lalu ambil Formulir di PJP (Jabatan Pengangkutan Jalan),mengisi formulir dan stiker, di moment ini ada beberapa situaisi tak menyenangkan, pelintas seperti kami berlaku curang dalam antrian, semestinya yang antri di JPJ hanya yang sudah pegang polis asuransi Malaysia, tapi beberapa orang ikut antrian tanpa pegang polis sementara supirnya mengurus asuransi jadi begitu mereka pegang polis antrian sudah di depan, “Disitu kami Protes dan cukup bersitegang” maklum belum tidur cuaca begitu terik dan masih puasa mesti ikut antrian di belakang orang yang tak ikut Prosedur..yaaa keseeeelll.. ngantrinya bisa berjam-jam dan makin siang antrian semakin panjang.

Naseeb badan, apa yang kami khawatirkan kejadian, Mobil yang saya kendarai mesti buka kaca filem depan ! maaak !!!....akan terang benderang lah sepanjang jalan. Kebetulan mobil ini parkirnya persis di hadapan jendela petugas..dan terlihat jelas...kaca agak gelap..”Pokoknye Encik buka kaca filem baru kami cop” ujar Petugas ke Istri saya yang kali ini kena giliran antrian...Yaaa..dari pada ribet, Protes juga akan menambah masalah, Kaca Filem..breeeettt....tanggal sudah..dan cop JPJ kami dapatkan..lalu cop lagi di Bea cukai Malaysia ,
“kenapa balek lama sangat !!!” tanya petugas , sambil melihat jadwal exit kami yang 16 hari
“Kami nak ke Kinabalu!”
“Kenape tak naek Plan sahaje ?”
“Kami sebelumnye nak beraye di Brunai”
“Ooo jauuh sangat tu !” seru si petugas sambil menatap Tak percaya.”
Cop...beress...

kami pun melaju beberapa ratus meter untuk singgah di SPBU Petronas Tebedu, Isi BBM full (sssstt...kami sengaja isi di Tebedu...soalnya BBMnya lebih murah dibandingin Indonesia) karena kami akan langsung menuju Sibu Hari pertama itu (Perkiraan 14 Jam) BBM mesti Full..Strateginya begitu ketemu SPBU...Tangki mesti di Isi full..dimanapun kapanpun.
Dan Perjalanan Lintas 3 Negara Pun dimulai...

dengan Kondisi Kami belum Punya Google Map..sebab musti pake kartu Malaysia.. Jalan ke arah sibu kami belum tau..apalagi brunai ..aah..gelaap kwkkwk....Istilah Pontianaknya masih buta kayu...Hahahahaha...
Dah pegal nulisnya...ntar dilanjut lagi yaaa.

(To be...bersambung...yaaaaaa)

LINTAS 3 NEGARA MY FAMILY MY TEAMPontianak,Serawak,Brunai, Sabah Kinabalu – Kuching (1.346 km + 1.040 km + 351 km).PERJA...
15/06/2019

LINTAS 3 NEGARA MY FAMILY MY TEAM
Pontianak,Serawak,Brunai, Sabah Kinabalu – Kuching (1.346 km + 1.040 km + 351 km).
PERJALANAN GILA KELUARGA BESAR











Keluarga kami, Hobynya kalau nggak makan-makan yaa Jalan.hehehehe...
Kali ini, idenya pengen ikut open House di Istana Nurul Iman Kesultanan Brunai Darusalam, wowww... Jauh itu....begitulah komentar pertama yang keluar dari sebagian Ibu-ibu..hehehe kalau Bapak-bapak nya sih melihat trip kali ini jadi sebuah tantangan, apalagi anak-anak, mereka sangat Happy ngebayangin berhari-hari bisa jalan bareng dan melihat Kota – Kota di negara lain.
Karena pengen ikut Open House berarti kami mesti jalan sebelum lebaran.
Berbagai hal dipersiapkan dengan matang, kami yang di Pontianak sudah barang tentu kebagian yang banyak..hehehe... service mobil, ganti kaca filem yang tadinya gelap diganti dengan yang 20% aja, Ban serep diperiksa dan di cek angin, bahkan mobil fortuner mesti ganti kaca biar jadi terang, untuk menahan agar cahaya matahari tidak masuk, kami pesen tirai, khusus di buat oleh langganan gorden kami. Mobil oke.

Selanjutnya perbekalan, ini sangat penting, karena kami jalan masih Bulan Ramadhan, kami tidak tau apakah saat jam buka Puasa atau sahur kami sudah sampai di sebuah Kota. Atau di hotel di Hotel yang telah kami booking.
Rendang 5 Kilo, Sambal teri, Ebi, Goreng Ikan dan kue serta snack. Air Mineral 3 dos, Susu Kotak untuk anak-anak, Vitamin untuk para Driver eeh.. Bapak-bapak dan tentu Obat-obatan.

Team dari Jakarta, persiapan Conferter AC-DC perubah Listrik dari colokan HP menjadi seperti colokan biasa ( ini sangat penting untuk Carger Wakie Talkie/HT), tak lupa Ayam Goreng dan berbagai kue, tambahan menu bro !

Minggu 2 Juni 2019, 3 Hari sebelum lebaran Team dari Jakarta mendarat di Bandara Supadio, Adik-adik kami datang dengan koper-koper besar seperti lemari 3 pintu, alaamaaak...(persediaan 11 hari tanpa nyuci)..hehehehe 2 keluarga, masing-masing 2 anak. Hebohhh.
Koper dibongkar, di salin ke Tas yang lebih simpel biar bisa di tumpuk, soalnya kami hanya membawa 3 Unit Mobil, (Toyota Inova,Fortuner dan Avanza) tadinya masing-masing keluarga mau bawa kendaraan, tapi untuk hemat pengeluaran BBM, Team Jakarta pake avanza, dan masing-masing anak di sisip di mobil lain.
Semua Persiapan beresssss....tinggal goo...and starrrrr...
Eeeiiiitt...tunggu dulu rencana kami star pukul 01.00 dinihari.. ternyata molor hingga pukul 03.00 karena rumah mesti dibersihin, habis makan sahur dan dikunci selama kami bepergian.

Bismillah.

(to be Continued yaaaa)

De MassageAhaa...How are you to dayMasih semangat tho...!jangan tinggalkan semangat itu dirumahjangan tinggalkan semanga...
05/03/2019

De Massage

Ahaa...How are you to day

Masih semangat tho...!

jangan tinggalkan semangat itu dirumah

jangan tinggalkan semangat itu di tempat liburan

Jangan tinggalkan semangat itu ketika ditinggalkan

jangan tinggalkan semangat itu, dimanapun

karena semangatlah yang membuka fikiran positif kita, yang menimbulkan gairah..untuk membuktikan kita bisa melakukan apapun,..tak membuat kita berputus asa. tak mudah mencari kambing hitam ketika tak menuai hasil seperti yang di harapkan.

Yook mari💪😁

BERANILAH BERMIMPI SEBELUM TAMATMewujutkan Target yang tak mungkin bisa dicapaiTahun 2011, setahun pasca Gempa Pariaman ...
16/01/2019

BERANILAH BERMIMPI SEBELUM TAMAT
Mewujutkan Target yang tak mungkin bisa dicapai

Tahun 2011, setahun pasca Gempa Pariaman Sumatera Barat,setelah tugas sebagai relawan, yang mencari daerah yang tepat untuk di bantu, menyusun proposal, menggawangi Posko penggalangan dana, melakukan sosialisasi di lokasi, merekrut Kontraktor, hingga mengawasi langsung pekerjaan di berbagai Lokasi, lebih sering tidur di dalam mobil dari pada di tempat tidur, sampai Peresmian yang dihadiri tokoh Masyarakat Pariaman dan Tokoh Sumatera Barat di Kalimantan Barat.

Saya di ajak bergabung dengan sebuah Perusahaan Kecil sebagai Marketing Suport, “Saya mengistilahkan jabatannya sebagai Advisor “ semacam tukang kompor, untuk menjaga agar nyala api semangat di Perusahaan itu tetap terjaga bahkan semakin mengeluarkan suhu panas.

Tugas saya, hanya ngobrol, dengan marketing,staff dan management paling kurang 1 x seminggu..setiap hari sabtu.
Keliatannya terlalu remeh, seminggu sekali, hanya ngobrol doang..hehehe.

Ngobrol-ngobrol ini ternyata, tidak seremeh yang dibayangkan, begitu banyak hal yang menjadi bahan, mulai dari bagaimana cara untuk meningkatkan penjualan, apa lagi yang mesti dilakukan ketika tidak lagi memiliki ide untuk tumbuh, bagaimana agar semua orang di Perusahaan memiliki standar yang tinggi..bagaimana Perusahaan tumbuh dengan cepat.

Perusahaan ketika itu..hanya berjalan dengan insting jalan lurus..hehehe...maksudnya..berjalan di jalan-jalan aman, jika pun berpacu hanya jika jalan didepan kelihatan sepi, tak berani menantang diri mengambil resiko lebih, dan mencoba jalan lain yang lebih menantang.

Penjualan rata-rata lumayan, tetapi ,masih sangat jauh dari potensi yang semestinya, marketing hanya menjual apa yang bisa terjual,bukan apa yang mesti di jual, Tak ada Prosedur standar, tak ada target yang mesti di kejar, hanya mengalir sebagai mana mestinya.

Ketika obrolan kami sudah lebih mengerucut, semua orang menyadari Potensi dirinya, lalu saya mengajak semua orang di Perusahaan untuk membangun impian, “ Membuat Target penjualan yang tak pernah terbayangkan, “ Jumlah Hasil Penjualan dalam 2 bulan, dijadikan target penjualan harian”

semua orang di dalam ruangan mengangguk..tapi saya yakin..anggukan itu lebih banyak hanya untuk menyenangkan hati saya...sekedar basa-basi, tak ada yang Protes karena semua barangkali berkata dalam hati..aah...ini kan hanya sebuah hasil meeting..tak perlu ada beban dengan target itu, mana mungkin bisa, Hasil penjualan selama 60 hari dirubah menjadi target penjualan perhari.."Imposible" tak mungkin...Meeting yang sia-sia !.

Mulailah kami menata manajemen,
melakukan Rapat kerja..wuiiih...kereeen...
Perusahaan kecil..yang lantai papannya kalau di injak , s**a berderit, beberapa bagian malah sudah sangat lapuk, pintunya kalau tidak di ganjal dengan besi tak bisa menutup, jika hujan, arsip-arsip mesti di letakkan di tempat lebih tinggi, karena sering kebanjiran.
Gudangnya lebih parah, gelap ,sempit dan berbau apek..
kami RAKER...hehehe. kereen juga..saya sengaja mengambil istilah yang keren walau tak sebanding dengan kondisi dan statusnya,

karena perubahan di Perusahaan ini tak boleh di lakukan secara biasa...mesti luar biasa... , kami menyusun SOP, JOB Discription, Program kerja dll.

Intensitas Obrolan kami dari seminggu sekali menjadi 2 hingga 3 kali seminggu, Hingga Perusahaan 2 tahun kemudian pindah kebangunan baru, yang lebih representatif.
Dan kehadiran sayapun tidak lagi sekali-sekali, tapi tiap hari..hehehe

Dan di akhir tahun 2018 ketika kami melakukan evaluasi Pencapaian target, dalam Raker kami yang kesekian kali, ternyata, target impian sudah terlampaui. Tak lebih dari 7 Tahun. Luar biasa, kami mampu melakukan penjualan dalam satu hari lebih besar dari penjualan 60 hari kami 7 tahun yang lalu.

“Seperti memecah batu, jika hanya dilihat saja, takkan mungkin batu yang demikian keras bisa menjadi pasir, tetapi karena terus di pahat, dibelah, dipukul dengan palu dan ditumbuk, tak peduli tangan melepuh, keringat mengucur membasahi bumi, dan selalu mencari cara menemukan Urat batu agar lebih mudah menemukan titik lemahnya, "memecah batu menjadi semakin mudah”

Perusahaan yang tadinya kecil, kini menjelma menjadi remaja muda yang sexi..menarik begitu banyak orang untuk bekerja sebagai karyawan, ataupun sekedar rekanan...kepercayaan tumbuh bukan hanya dari Karyawan tetapi juga Customer bahwa perusahaan ini akan terus berkembang, terus berlari dengan impian-impian baru.

Good Job..All Team...Kita susun mimpi baru dengan kepercayaan diri yang lebih baik, dibanding ketika tujuh tahun lalu saat kita bangun impian pertama. Kita buat target yang lebih tidak mungkin, agar saya tetap bisa menulis kisah tentang keberanian bermimpi sebelum Tamat.

Bismillah

“Salam Sukses”

Address

Pontianak

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wahana Alam Hijau & K Rumah Produksi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Wahana Alam Hijau & K Rumah Produksi:

Share