17/06/2019
LINTAS 3 NEGARA MY FAMILY MY TEAM (Chapter 3)
Pontianak,Serawak,Brunai, Sabah Kinabalu – Kuching (1.346 km + 1.040 km + 351 km)
Berbuka Puasa di Parkiran Kota Sri Aman, di cegat Patroli Police Malaysia
Kota Sirian, Kota kecil Paling dekat dengan entikong (Perbatasa RI-Malaysia), biasanya penduduk perbatasan hanya menggunakan PAS pelintas batas, untuk belanja ke Kota ini, di bandingkan mesti belanja ke Pontianak, hanya 1 jam dari perbatasan.
Disini kami beli kartu malaysia Paket 7 Hari, beli kartunya 10 RM, dan Paketnya 10 RM lagi. Dengan kuota 1,5 GB mahaaalll... , tapi tak ape... lah..dari pada nggak bisa pake google Map dan nyasar. Terlebih dulu kami singgah di KFC beli nasi dan Ayam untuk menu berbuka Puasa, sebab kami belum sempat masak nasi di 2 race cooker yang kami bawa. (dimalaysia nasi KFC nya nggak nasi putih Pulen kayak di Indonesia, tapi seperti nasi campur ketan ,nasi lemak).
Perjalanan Sirian – Sri aman di perkirakan 3,5 jam,
kami meninggalkan Sirian pukul 3 waktu malaysia, lebih cepat 1 Jam dibanding Indonesia, jalanannya tidak terlalu besar dengan tekstur kurang lebih seperti jalanan Kabupaten, bergelombang dengan tingkat lalu lintas cukup padat,di isi terutama jenis kendaraan dobel kabin dan city Car.
“Masih jauh kah Yah ?”’ Pertanyaan dari anak-anak yang mesti di biasakan di dengar sepanjang perjalanan kami.
“Nggak tau ya..Pokoknya kalian santai aja, kalau ngantuk tidur, pokoknya jangan pernah berfikir jauh nikmatin aja”..hhehehe.... hebatnya bocah-bocah ini tak lagi bertanya..
Di sepanjang jalan Menuju Sri aman..begitu banyak pekerjaan pembuatan jalan Baru, sepertinya pembuatan TOL..tapi yang gratiss..Bosss...hehehehe.., hebatnya rambu- rambu peringatan dan pencegah kecelakaan begitu banyak di pasang..di pinggir – pinggir jalan, jalanan dengan bahu yang terjal di pasang trafik control dengan lampu berkelap kelip..
jika malam hari jalanan berliku yang kami lalui di penuhi dengan kelap-kelip lampu penanda batas bahu jalan. Jumlahnya mungkin bukan lagi ribuan, tapi ratusan ribu.. berkilo-kilo rambu-rambu itu di pasang dengan sangat rapat.
“Kalau saja kita bagian pengadaan Trafic Kontrol ini..Waah...bisa touring keliling dunia 10 kali ini !!”,
Seloroh saya Pada Istri.
“Iya..yaa...!!, kalau Proyek selesai berapa besar gudang untuk nyimpannya itu”
Hahaha...betul juga...banyak sekali siiih...!!!
Disepanjang Jalan kami berusaha mencari mesjid atau Mushala untuk Shalat Ashar, tetepi semakin jauh berjalan yang kami temui hanyalah Hutan dan tanah -tanah kosong sejauh mata memandang.. tak ada perumahan penduduk, tak ada warung-arung perhentian truk...
Mobil saya kebagian membawa Logistik, semua peralatan masak, beras, lauk pauk jadi isi cabin kami..pokonya paling berat, penumpangnya saya dan Istri, serta Raaifa,Daffa dan Denis (Tiga tentara kecil keluarga kami dengan usia relatif sama hanya denis yang baru kelas 5 dua yang lainnya tahun ini masuk SMP), Avanza di isi 4 orang dewasa dan 2 anak kecil “Zia Kelas TK B, tahun ini baru mau kelas 1 SD dan Naura Kelas 3 SD, dan tentu sedikit tas di bagasi belakang kursi. Di Fortuner dua orang dewasa dan Putri saya Savira tahun ini masuk semester 3, Zahra kelas satu SMA, dan Keisya, Kelas 2 SD, di kabin khusus yang diberi alas dan bantal sehingga sepanjang perjalanan dia seperti mendapat layanan VIP, hehehe..bisa duduk bisa tidur dengan nyaman.
Kami tidak langsung menuju sibu, karena pertimbangan hari sudah hampir magrib, kami masuk ke Kota Sri aman mencari bilik Tandas (Toilet)di SPBU Petronas, Shalat Ashar dan isi BBM full kembali.
Kami sempatkan masuk ke Kota Sri Aman menjelang magrib mencoba mencari warung atau kedai kopi yang bisa untuk berbuka puasa, tapi ternyata , tempat berbuka full..warung-warung kopinya tak memadai untuk kami berbuka puasa (16 orang) sulit cari tempat lega,
Azan berkumandang, kami putuskan berbuka di tempat mobil diparkir, Minum seadanya, Paket KFC di bagikan, anak-anak makan di jok mobil, Ayah dan Bundanya nangkring di trotoar kalau tidak berdiri di dekat Kap Mobil..Pokoke,,,Buka Puasa...nggak kenyang siih... apalagi tak ada kolak, tak ada gorengan hehehehee...tapi tak ape...yang penting seru..( yang mau liat keseruannya ntar tonton versi youtoub nya ya..lagi di edit sih)
Hari sudah gelap..pukul 19.30 waktu Malaysia kami lanjutkan perjalanan menuju Kota sibu. Komunikasi selalu kami lakukan dengan pemilik guest House yang akan kami tempati..begitu mendengar kami masih dekat Sri Aman dia bilang “ ber arti ncik sampai Sibu Pukul 12 Malam lah...”... Maaaak....udah tak tidur dari semalam..dan mesti nyetir sampe Pukul 12.00 Malam lagi..
Mata mulai mengantuk..Jalanan seperti tak berujung..kegelapan menyelimuti hutan dan lapang terbuka di kiri kanan kami, hujan seperti tak mau berhenti.
Mobil Avanza yang jadi Lieder kami di ikuti fortuner dan mobil saya, sesekali ketika beriringan dangan mobil lain, dengan gesit berhasil menyalib beberapa kendaraan, Walkie Talkie kami sangat membantu memberi komando dan informasi kapan kami mesti menyalib kapan kami mesti manahan laju kendaraan.
Pada satu kesempatan, sekitar Pukul 10.00 malam, setelah berhasil menyalib lagi beberapa kendaraan..tiba-tiba kami mendengar sirine mobil, dan kerlap-kerlip lampu Police Diraja Malaysia, karena kami tak merasa salah kami tetap saja melaju, tapi kemudian Mobil Patroli itu dengan kencang melaju mendahului kami..dan menahan lajunya..didepan lieder dan sign menepi.
Kami pun menepi..petugas berseragam biru, turun dengan center ditangan meminta lampu cabin penumpang dinyalakan,
“Mau kemana Pak Cik ?”, tanyanya..sambil matanya sigap memeriksa kedalam kendaraan,
“Kami nak, Holiday ke Brunai dan kinabalu”
“Ooo..jauh sangat tu,...Mohon keluarkan Paspor !” katanya...
Paspor para diriver pun di periksa, karena disetiap kendaran terdapat anak-anak, Pak Police ini percaya kami memang sebuah keluarga yang lagi Holiday (Informasi teman yang pernah lewat jalur ini, Setiap kendaraan Berpelat (KB / Kalimantan Barat) yang lewat di curigai s**a membawa TKI gelap)
Alaamaaakk...mosok tampang macam saya nee..Palaku Illegal traficking...Soryyy laaa yau...saya taat hukum Paaaak Policeee....hheheheeh.
“Oke, Pak Cik..Hati-hati di jalan ya...selamat jalan” Ujar Pak Police sambil melambaikan tangan,
Melalui walkie talkie..kami berbincang selepas pemeriksaan itu...kami kira kami melanggar aturan menyalib kendaraan..sempat khawatir juga kena tilang...mau Berapa ringgit....bisa-bisa tak sampai Brunai..Neee... Alhamdulillah...selamaaaat.
Lanjut..nanti ya.. (to be...Continued lagi..hehehehe)